Hilang || Antologi Puisi Martin Meli

"Kita menghitung bukan harta, tapi detak jantung yang diam, Nama-nama yang tiba-tiba menjadi hening abadi".
Penulis, Martin Meli

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Pembaca Pena (PerspektifNusantara). Berikut merupakan antologi puisi karya Martin Meli, seorang pegiat sastra yang sudah menelurkan banyak karya. Antologi puisi ini merupakan hasil refleksi atas gempa bumi yang mengguncang Flores. Selamat membaca.

 

HILANG

Baca juga: Bu! Batas Waktu Besok

Dinding yang kemarin masih kokoh memeluk ruang,

Hari ini menjadi abu yang menyapu jejak kaki.

Foto di bingkai kaca kini tersembunyi di bawah tumpukan batu,

Baca juga: Gadis Berpayung

Menyimpan senyum yang tak lagi bisa dipanggil pulang.

Halaman: 12345678910

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru