“Kabupaten Nagekeo memiliki potensi lahan yang besar dan harus dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.
Pemerintah Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong
Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan bahwa pemerintah daerah tidak dapat menjalankan agenda swasembada pangan seorang diri. Keterlibatan masyarakat, kelompok tani, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan program tersebut berjalan secara berkelanjutan.
Ia mengajak masyarakat untuk melihat program cetak lahan bukan semata-mata sebagai proyek pemerintah, melainkan sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa.
“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh semangat gotong royong dari masyarakat, kelompok tani, dan pemerintah desa,” katanya.
Menurut Gonzalo, cetak lahan merupakan langkah awal dari rangkaian panjang pembangunan sektor pertanian. Setelah lahan siap, pemerintah akan mendorong agar proses tersebut dilanjutkan hingga tahap penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pemasaran hasil pertanian.
“Cetak lahan ini adalah langkah awal. Setelah lahan siap, kita kawal sampai ke tahap tanam, panen, sampai ke pasar,” ujarnya.