Wabup Nagekeo Monitoring Cetak Lahan di Langedhawe, Dorong Swasembada Pangan Berbasis Potensi Lokal

"Kita datang ke sini untuk memastikan bahwa program cetak lahan ini benar-benar berjalan dan memberi manfaat bagi petani. Swasembada pangan bukan hanya slogan, tetapi harus dimulai dari kerja nyata di lahan seperti ini," ujar Gonzalo

“Kabupaten Nagekeo memiliki potensi lahan yang besar dan harus dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

Pemerintah Ajak Masyarakat Perkuat Gotong Royong

Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan bahwa pemerintah daerah tidak dapat menjalankan agenda swasembada pangan seorang diri. Keterlibatan masyarakat, kelompok tani, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memastikan program tersebut berjalan secara berkelanjutan.

Ia mengajak masyarakat untuk melihat program cetak lahan bukan semata-mata sebagai proyek pemerintah, melainkan sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh semangat gotong royong dari masyarakat, kelompok tani, dan pemerintah desa,” katanya.

Menurut Gonzalo, cetak lahan merupakan langkah awal dari rangkaian panjang pembangunan sektor pertanian. Setelah lahan siap, pemerintah akan mendorong agar proses tersebut dilanjutkan hingga tahap penanaman, pemeliharaan, panen, hingga pemasaran hasil pertanian.

“Cetak lahan ini adalah langkah awal. Setelah lahan siap, kita kawal sampai ke tahap tanam, panen, sampai ke pasar,” ujarnya.

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru