Usai laga, Pelatih Kepala PSN Ngada, Andri Nunga menyampaikan rasa syukurnya di ruang konferensi pers.
“Melawan Persap Alor anak-anak kami bekerja keras sepenuh hati. Kami berhasil menyamakan kedudukan dan akhirnya mencuri poin penuh ini. Kalau ditanya tentang keberuntungan, saya rasa sepak bola bukan soal itu semata. Semuanya lahir dari kerja keras dan semangat pantang menyerah untuk mengambil kesempatan yang ada di lapangan,” ujarnya tegas.
Sementara itu, Pelatih Kepala Persap Alor, Fauzan Mahud mengaku menerima hasil ini dengan lapang dada.
“Terkait kartu merah pemain nomor 18 kami, saya tidak ingin menudingkan kesalahan pada wasit. Biarlah ini menjadi pelajaran berharga bagi anak-anak, mereka harus siap menerima segala keputusan untuk menguji mental mereka,” ungkapnya.
Menurut Fauzan, gol terakhir PSN Ngada memang menunjukkan kualitas permainan lawan yang layak diakui.
“Kami akui hari ini PSN Ngada club terbaik di NTT. Ini akan terus menjadi bahan evaluasi agar anak-anak kami lebih siap dan cerdas memanfaatkan setiap momen di pertandingan selanjutnya,” pungkasnya.