Penertiban Pasar Alok, Puluhan Pedagang Serbu Kantor DPRD Sikka Keluhkan Persaingan Harga dan Fasilitas

"Kami tidak bisa berjualan di dalam lapak karena kalah bersaing dengan pedagang partai besar yang mendatangkan barang langsung dari Surabaya. Kami ini beli dari mereka, lalu kami jual lagi di luar."

Wabup Sikka: Penertiban demi Kebersihan, Masyarakat Susah Diatur

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD sama sekali tidak berniat menyengsarakan masyarakat. Operasi penertiban ini murni dilakukan untuk membenahi Pasar Alok dan Pasar Wairkoja yang selama ini kerap disorot karena kotor, macet, dan banjir saat musim hujan akibat selokan yang tersumbat sampah.

Simon menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan lapak yang layak, namun sengaja dikosongkan oleh pedagang yang memilih membangun tenda sendiri di atas parit dan jalanan. Pihak Dinas Perdagangan (Perindag) pun diklaim sudah melayangkan surat imbauan sejak jauh hari.

“Hari Senin lalu saya turun langsung. Janjinya hari Rabu pedagang akan bongkar mandiri dan pindah ke dalam. Tapi hari ini begitu ditertibkan, malah kami yang diprotes. Apakah salah kami menertibkan kota ini agar rapi dan bersih?” ujar Simon Subandi.

Terkait keluhan fasilitas MCK (kamar mandi) yang dinilai buruk dan dikelola pihak ketiga, Wabup Simon membeberkan adanya kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi alasan swastanisasi fasilitas tersebut.

“Saya survei langsung, satu toilet bisa menghasilkan Rp 300 ribu per hari atau sekitar Rp 9 juta sebulan. Tapi yang disetor ke daerah hanya Rp 700 ribu sampai Rp 2 juta saja. Soal operasional, toilet tidak pernah ditutup sore hari. Kunci dititipkan malam hari, tapi justru ada laporan toilet itu disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak benar,” jelas Simon.

Ia berjanji akan memanggil pihak pengelola esok hari untuk mengklarifikasi masalah kerusakan air.
Sementara untuk urusan parkir yang dikelola PT Globalindo, Simon mengeluhkan perilaku konsumen dan pedagang yang sulit ditata. “Orang kita ini susah diatur. Sudah disiapkan tempat parkir, tapi maunya belanja di atas motor. Kalau diatur petugas parkir, mereka malah melawan, bahkan mau pukul petugas,” tambahnya.

Langkah Solutif ke Depan

Di akhir audiensi, Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan akan meminta Dinas Perdagangan untuk mendata ulang seluruh pedagang dan mencocokkannya dengan ketersediaan lapak di dalam Pasar Alok.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru

Ikut kami:

Terpopuler