PERSPEKTIFNUSANTARA.COM–Pembaca yang budiman. Puisi adalah cara membahasakan kenyataan dengan santun. Ia lahir dari permenungan yang tajam. Ruang-ruang sepi selalu menjadi waktu yang tepat untuk membahasakannya. Makna dari sebuah puisi membutuhkan tempat dan cara untuk menemukannya. Puisi selalu berbicara lebih banyak bahkan dari kenyataannya.
Berikut adalah kumpulan puisi dari Ryan Arnold, seorang pegiat sastra yang sudah dan sering ‘berkencan’ dengan puisi. Selamat membaca.
MENAKAR SENYUMMU
Aku ingin menakar senyummu
Dengan bejana sunyi yang kupahat dari rindu,
Namun ia tumpah,
Menjelma cahaya yang enggan ditakar waktu.
Senyummu bukan sekadar lengkung fana,
Ia serupa rahasia yang terselip di antara barisan doa-doa,
Mengalir lirih di relung terdalam yang tunduk-takzim
Menggetarkan sunyi yang lama terjaga.
Di sana, aku kehilangan arah dan nama
Larut dalam biasnya yang temaram,
Seolah dunia terhenti sejenak,
Dan luka-luka perlahan belajar pulih dari sembilu.
Maka biarlah aku gagal mengukurnya,
Sebab senyummu, bukan untuk diukur akal
Melainkan untuk sepenuhnya dirayakan hingga kekal.
(Maumere, 22 April 2026)
Selepas Hujan
Selepas hujan reda dari langit yang letih
Bumi mengeja ulang namamu
Dalam genangan yang masih menyimpan raut wajahmu.
Aroma tanah basah mengantar ingatan
Tentang sesuatu yang pernah jatuh
Lalu diam-diam tumbuh mejadikannya RINDU.
Di antara sisa-sisa gerimis yang masih gigil
Aku menemukanmu
Dalam hangat yang tersimpan dalam peluk,
Dan binarnya matamu.
(Maumere, 20 April 2026)
Serpihan Kenangan
Kukumpulkan segala serpihan kenangan
Dari reruntuhan waktu yang diam-diam luruh,
Serpih wajahmu,
Dan gema tawamu yang tak sempat utuh.
Perlahan menyayat segala ingatan tentangmu
Namun aku ingin tetap menulis tentangmu
Merajutnya dalam sunyi
Dan menjadi mozaik rindu yang tak pernah selesai.
Ingin kupeluk segala tentangmu dan menjadikannya abadi
dan sekadar mengingatkanmu
bahwa pernah ada kita
di waktu yang nyaris terlupa.
(Maumere, 21 April 2026)
TENTANG PENULIS
Ryan Arnold adalah mahasiswa pada IFTK Ledalero. Penulis sangat menyukai kopi, senja, puisi dan KAMU. Ia juga aktif menulis di media online InspirasiIndo, Banera dan kegiatan menulis yang diselenggarakan oleh Pelangi Media, dll. Ingin berkenalan dengannya lewat facebook: Ryan Arnold Instagram: ryanarnold___