Kendala Kawasan Wisata Alam, Beberapa Titik Kampung Nelayan Sikka Masih Ditinjau Ulang

“Prinsipnya satu, bahwa pemerintah hadir di sini untuk membantu Bapak, Mama semua. Mana ada orang bangun kampung nelayan bikin susah Bapak, Mama? Justru ada kampung nelayan itu membantu Bapak, Mama,” ujarnya.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago pada Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Nangahure, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka

Ia menambahkan, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membuat aktivitas nelayan lebih mudah dan efisien, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pesisir. Oleh karena itu, Bupati meminta masyarakat ikut mendukung pelaksanaan pembangunan, termasuk menjaga komunikasi dengan pelaksana proyek dan pemerintah agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

“Hari ini kita peletakan batu pertama, mulai besok kita kerja sama-sama, bantu. Di sela-sela waktu kita melaut, setelah salat, mari datang ke sini, duduk, lihat kita punya bapak-bapak, mama-mama yang kerja ini, kita bantu semampu kita biar bisa lebih cepat,” ujarnya.

Wakil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KNMP Kabupaten Sikka Amrita Wahyu menyampaikan, pada tahap ini hanya fondasi yang dikerjakan, sedangkan pembangunan bangunan fasilitas seperti tempat pendaratan ikan, pabrik es portabel, dan sarana penunjang lain akan dilanjutkan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Memang kita sudah terlambat dari kontrak awal, tapi nanti kita akan percepat. Dari kontraktor sudah menyanggupi, sehingga diharapkan sesuai dengan target dan bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat sini,” kata Amrita.

Menurut dia, alokasi delapan lokasi tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan infrastruktur perikanan di Kabupaten Sikka. Pembangunan diharapkan memberikan manfaat nyata bagi nelayan, terutama dalam mendukung aktivitas produksi dan penanganan hasil tangkapan. Khusus di Nangahure, sejumlah fasilitas yang direncanakan meliputi tambatan perahu, bangunan shelter pendaratan ikan, pabrik es portabel, kios perbekalan, sarana air bersih dan sumur bor, penerangan jalan kawasan, jalan lingkungan, serta saluran drainase. Namun, Amrita menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan pada tahap ini berfokus pada pembangunan fondasi. Pembangunan bangunan fasilitas akan dilanjutkan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP.

“Kami hanya membangun fondasi, tapi akan diteruskan oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing/KKP juga untuk bangunannya,” jelasnya.

 

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru