Di tengah tenda-tenda pengungsian, persoalan rumah rusak, fasilitas publik yang terdampak, serta kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya pulih, Gonzalo tetap hadir sebagai bagian dari jajaran pemerintah daerah yang menangani situasi tersebut.
Kepergiannya kemudian meninggalkan ruang kosong dalam pemerintahan Kabupaten Nagekeo sekaligus dalam kehidupan masyarakat yang selama masa bencana berinteraksi langsung dengannya.
Warga: Ia Bicara Lewat Tindakan
Woji, salah seorang warga diaspora Nagekeo yang dihubungi media ini, mengenang Gonzalo sebagai pribadi yang rendah hati, tidak banyak berbicara, tetapi konsisten menjalankan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
Menurut Woji, karakter tersebut justru menjadi salah satu hal yang membuat Gonzalo dikenang oleh masyarakat.
“Wabup Gonzalo merupakan sosok yang rendah hati dan tidak banyak berbicara. Ia berbicara apa yang dia lakukan dan melakukan apa yang dibicarakan,” ujar Woji.
Ia mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir Gonzalo semakin banyak menghabiskan waktu untuk urusan masyarakat, terutama setelah bencana gempa melanda Nagekeo.
“Beliau selain sibuk mengurus bencana, juga turun ke lapangan, bertemu serta melihat secara langsung kondisi masyarakat di daerah-daerah di Kabupaten Nagekeo,” katanya.