Dalam Injil hari ini (Luk 8:4-15), Yesus berbicara tentang empat jenis tanah tempat benih Sabda Allah jatuh. Keempatnya bisa menggambarkan hati kita sendiri.
Pinggir jalan: kita mendengar Sabda, tetapi segera melupakannya karena hati tidak memberi ruang bagi Tuhan.
Tanah berbatu: kita bersemangat ketika semuanya baik, tetapi mudah menyerah saat menghadapi masalah dan penderitaan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 18 September 2026
Semak duri: Sabda tumbuh, tetapi terhimpit oleh kekhawatiran, kesibukan, harta, kenyamanan, dan berbagai keinginan duniawi.
Tanah yang baik: kita mendengarkan, menyimpan, dan menjalankan Sabda dengan tekun, sehingga hidup menghasilkan buah kasih.
Perumpamaan ini bukan untuk menilai orang lain, tetapi untuk bertanya kepada diri sendiri: tanah seperti apakah hati saya hari ini? Semoga kita terus membiarkan Tuhan mengolah hati kita menjadi tanah yang subur.
Baca juga: Renungan Harian Katolik, Selasa 15 September 2026