Perspektif Nusantara.com. Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama sejumlah pemangku kepentingan bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Selasa (18/8), BNPB melalui Pos Pendukung Logistik Nasional untuk Penanggulangan Bencana (PDB) Gempa Bumi NTT di Bandara Halim Perdanakusuma mengirimkan total 165,97 ton atau 165.971 kilogram bantuan logistik dan peralatan pengungsian.
Bantuan ini dikirim lewat jalur udara dalam 12 kali penerbangan (sortie), menggunakan gabungan pesawat TNI Angkatan Udara, pesawat kargo, dan maskapai komersial. Tujuan pengiriman adalah Maumere (MOF) dan Labuan Bajo (LBJ), dua wilayah yang terdampak gempa.
120 Ton Bantuan dari BNPB Lewat 8 Penerbangan
Baca juga: Bupati Juventus: Dukungan Kemensos dan Alat Berat Dukung Percepatan Penanganan Gempa di Sikka
Menggunakan anggaran Dana Siap Pakai (DSP), BNPB memimpin pengiriman 120 ton logistik dalam delapan sortie penerbangan utama:
Sortie 1 membawa 4.100 lembar selimut, 2 set tenda pengungsi ukuran 6×12 meter, 126 set tenda keluarga ukuran 4×4 meter, dan 4 unit perangkat internet satelit Starlink.
Sortie 2 mengangkut 1.000 lembar sarung, 190 set tenda keluarga, 130 unit kasur lipat, dan 200 paket sembako.
Sortie 3 menjadi sortie dengan muatan terbanyak, terdiri dari 199 set tenda keluarga, 17 set tenda pengungsi, 150 paket perlengkapan kebersihan (hygiene kit), 250 unit velbed atau tempat tidur lipat lapangan, 200 unit kasur lipat, 1.500 potong seragam BNPB, dan 500 paket sembako.