Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga yang mengalami kesulitan pascabencana.
“Bantuan yang disalurkan Kawan Gibran diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang masih bertahan di posko pengungsian maupun di sisa rumah yang masih berdiri,” ujarnya.
Haru dan syukur menyelimuti penerimaan bantuan di Dusun Woloara, Desa Dobo. Salah seorang warga, Mama Mikaela (55 tahun), mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam.

“Kami merasa sangat bersyukur atas perhatian dari tim relawan Kawan Gibran yang sudah membantu. Walaupun bantuannya sedikit, saya sangat berterima kasih,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Ia menceritakan bahwa rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa. Penderitaannya bertambah karena pada saat gempa terjadi, ia sedang dirujuk ke Rumah Sakit Lela untuk menjalani operasi karena sakit berat. Peristiwa gempa itu membuatnya sekaligus kehilangan tempat tinggal.
Sementara itu, di Dusun Nangablo, kondisi warga pun tak kalah memprihatinkan. Daniel, salah seorang warga setempat, menyampaikan bahwa tercatat 13 Kepala Keluarga yang masih bertahan mengungsi pascagempa.
Ia menyebutkan kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah makanan dan air bersih, di mana warga terpaksa harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.