Komoditas cabai dan tomat menjadi fokus utama karena memiliki permintaan pasar yang cukup tinggi. Selain itu, pengembangan tanaman buncis dan pepaya California juga mulai diarahkan sebagai bagian dari diversifikasi usaha pertanian desa.
Penyuluh Pertanian Kecamatan Mapitara, Kasianus Ade Manuhutu, SST., mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Hebing dan pengelola BUMDES yang berani membangun usaha produktif berbasis pertanian.
Ia menilai peluang pasar untuk produk hortikultura saat ini sangat menjanjikan, terutama untuk mendukung kebutuhan bahan pangan dalam berbagai program pemerintah maupun kebutuhan pasar umum.
Kasianus menegaskan bahwa usaha pertanian yang sedang dikembangkan BUMDES “Nura Ne” perlu dijaga keberlanjutannya dan tidak berhenti hanya pada satu periode tanam saja.
“Harapan ke depan usaha ini harus berkelanjutan, bukan hanya sampai pada periode tanam ini saja. Peluang pasar sangat bagus, terutama berkaitan dengan kebutuhan bahan baku untuk program MBG yang tentu membutuhkan banyak bahan pangan seperti tomat, buncis, pepaya, semangka dan lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi kunci utama keberhasilan BUMDES dalam membangun ekonomi desa. Dengan pengelolaan yang baik, usaha hortikultura dapat menjadi sumber pendapatan tetap bagi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Selain mendukung ketahanan pangan, kehadiran BUMDES “Nura Ne” juga mulai memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Warga yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap kini mulai terlibat dalam kegiatan pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen hasil pertanian.