Setiap karya tulis disusun secara sistematis dalam tiga bab (Latar Belakang, Uraian/Landasan Pemikiran, dan Penutup) dengan ketebalan 15 hingga 30 halaman. Topik yang diangkat pun beragam, mulai dari isu global seperti bahaya judi online dan media sosial, hingga potensi lokal di bidang kelautan dan pertanian.
Komitmen pada Kejujuran Akademik
Kepala Sekolah SMPK Alvarez Paga, Romo Sevrin O.Carm., menegaskan bahwa sekolah menerapkan aturan ketat terkait penggunaan sumber informasi. Meskipun internet diperbolehkan sebagai referensi tambahan, penggunaan AI untuk menyusun narasi dilarang keras.
“Kami menanamkan prinsip kejujuran. Metode utama harus wawancara dan pengamatan langsung. Bahkan, siswa kami tantang saat mewawancarai tokoh adat yang menggunakan bahasa daerah; mereka harus mampu menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia yang baku. Ini melatih komunikasi dan pemahaman budaya mereka secara sekaligus,” tegas Romo Sevrin.
Melalui program KTI ini, SMPK Alvarez Paga berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir, karakter yang tangguh, dan integritas ilmiah yang tinggi dalam menghadapi masa depan. (Irma Rose)
Klik link Ini Untuk Dapatkan Berita Menarik Lainnya di PerspektifNusantara.com