Tantang Dominasi AI, SMPK Alvarez Paga Fokus Cetak Generasi Penulis Muda

Walaupun kita dihadapkan pada tantangan besar berupa penggunaan AI, anak-anak di sini tetap konsisten menggunakan metode penelitian asli, seperti wawancara langsung. Kesulitan utama memang pada penyusunan alur pikir dan tata bahasa, namun mereka sangat terbuka terhadap perbaikan
FOTO - Di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang kian masif, SMPK Alvarez Paga mengambil langkah berani untuk menjaga orisinalitas berpikir siswanya. Sekolah ini kembali menyelenggarakan ujian Karya Tulis Ilmiah (KTI) sebagai syarat pematangan mental dan pengasahan daya cipta siswa sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. ​Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin sejak tahun 2024 ini dimulai pada Senin (4/5/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat mendatang. Sebanyak 103 siswa, yang terdiri dari 60 siswa laki-laki dan 43 siswa perempuan, berkompetisi memaparkan hasil riset mereka di hadapan penguji.

​Setiap karya tulis disusun secara sistematis dalam tiga bab (Latar Belakang, Uraian/Landasan Pemikiran, dan Penutup) dengan ketebalan 15 hingga 30 halaman. Topik yang diangkat pun beragam, mulai dari isu global seperti bahaya judi online dan media sosial, hingga potensi lokal di bidang kelautan dan pertanian.

​Komitmen pada Kejujuran Akademik

​Kepala Sekolah SMPK Alvarez Paga, Romo Sevrin O.Carm., menegaskan bahwa sekolah menerapkan aturan ketat terkait penggunaan sumber informasi. Meskipun internet diperbolehkan sebagai referensi tambahan, penggunaan AI untuk menyusun narasi dilarang keras.

​“Kami menanamkan prinsip kejujuran. Metode utama harus wawancara dan pengamatan langsung. Bahkan, siswa kami tantang saat mewawancarai tokoh adat yang menggunakan bahasa daerah; mereka harus mampu menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia yang baku. Ini melatih komunikasi dan pemahaman budaya mereka secara sekaligus,” tegas Romo Sevrin.

​Melalui program KTI ini, SMPK Alvarez Paga berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga memiliki kedalaman berpikir, karakter yang tangguh, dan integritas ilmiah yang tinggi dalam menghadapi masa depan. (Irma Rose)

Klik link Ini Untuk Dapatkan Berita Menarik Lainnya di PerspektifNusantara.com

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru