Pendekatan yang lebih holistik juga diperlukan dalam melihat pendidikan di NTT. Pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Kemiskinan, akses terhadap layanan kesehatan, dan kondisi geografis semuanya saling berkaitan. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan harus terintegrasi dengan kebijakan di sektor lain, termasuk kesehatan dan pembangunan daerah.
Dalam konteks ini, MBG sebenarnya bisa menjadi bagian dari solusi, asalkan ditempatkan dalam kerangka yang tepat. Program ini dapat melengkapi upaya peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam aspek kesehatan siswa. Namun, ia tidak boleh menggantikan kebutuhan untuk memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan guru.
Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan pendidikan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan orang tua, komunitas lokal, dan pemerintah daerah sangat diperlukan untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kearifan lokal di NTT dapat menjadi kekuatan dalam mendukung berbagai program pendidikan, termasuk dalam penyediaan bahan pangan lokal untuk MBG.
Pada akhirnya, pertanyaan yang harus dijawab adalah: pendidikan seperti apa yang ingin kita bangun? Apakah kita ingin sistem pendidikan yang hanya tampak baik di permukaan, atau yang benar-benar kuat dari dalam?
Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan arah kebijakan yang diambil.
Hardiknas bukan sekadar peringatan, tetapi juga panggilan untuk bertindak dengan lebih bijak. NTT tidak membutuhkan solusi instan, melainkan komitmen jangka panjang yang konsisten. Membangun pendidikan berarti membangun fondasi: sekolah yang layak, guru yang sejahtera, dan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan nyata.
Jika fondasi ini tidak diperkuat, maka program-program seperti MBG hanya akan menjadi lapisan tambahan yang rapuh. Sebaliknya, jika fondasi ini kokoh, maka berbagai program pendukung akan memiliki dampak yang jauh lebih besar dan berkelanjutan.
Dalam konteks ini, Hardiknas seharusnya menjadi titik balik. Bukan hanya untuk merayakan pencapaian, tetapi juga untuk mengakui kekurangan dan memperbaikinya. Pendidikan adalah investasi terbesar suatu bangsa, dan investasi yang baik selalu dimulai dari dasar yang kuat.
NTT mengajarkan kita satu hal penting: bahwa pendidikan bukan hanya soal akses, tetapi juga soal kualitas dan keadilan. Dan untuk mewujudkan itu, kita harus berani menempatkan prioritas pada hal-hal yang paling mendasar—meskipun tidak selalu populer.Sebab pada akhirnya, masa depan tidak ditentukan oleh seberapa banyak program yang kita miliki, tetapi oleh seberapa kuat fondasi yang kita bangun hari ini.