PERSPEKTIFNUSANTARA.COM- RD. Martoni Tangi menegaskan pentingnya evaluasi berkala dan penguatan identitas lembaga dalam perjalanan Seminari Bunda Segala Bangsa Maumere menuju usia ke-25 tahun.
Pernyataan itu disampaikannya dalam kegiatan launching perayaan 25 tahun Seminari BSB yang berlangsung Minggu (11/5/2026).
Menurut RD. Martoni, seminari sebagai lembaga pendidikan calon imam harus terus mempertegas arah dan karakter pembinaannya di tengah perubahan dunia yang semakin kompleks.
“Ada banyak hal yang perlu menjadi evaluasi demi kebaikan lembaga ini. Ini adalah lembaga calon imam. Kesadaran ini yang perlu kita jaga bersama,” tegasnya.
Ia menilai evaluasi menjadi langkah penting untuk memastikan proses formasi tetap relevan dan mampu membentuk calon imam yang matang secara spiritual, intelektual, dan mental.
Kegiatan launching diawali dengan misa syukur yang dipimpin Mgr. Ewaldus Martinus Sedu bersama empat belas imam.
Baca juga: Kasus Kematian Noni Memanas, Kajari Sikka Ungkap Dugaan Sumpah Palsu dan Sinyal Perkara Baru
Dalam homilinya, Mgr. Ewald mengingatkan bahwa seminari harus menjadi tempat pembentukan manusia utuh dan ruang tumbuhnya iman yang hidup.
Acara tersebut turut dihadiri para imam alumni, pimpinan lembaga pendidikan Katolik, Ketua Sanpukat Maumere, serta para mitra kerja. Pada akhir kegiatan, para peserta diberi kesempatan menyampaikan refleksi dan masukan bagi perkembangan Seminari BSB ke depan.
Seminari BSB didirikan oleh Mgr. Abdon Longginus Da Cunha dan kini telah melahirkan belasan imam yang berkarya di Gereja lokal maupun berbagai wilayah pelayanan dunia.
Baca juga: Askab PSSI TTU Bongkar Bakat Terpendam dari Desa ke Desa, 117 Pemain Muda Lolos Seleksi Ketat