Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara tidak hanya dibangun melalui pernyataan publik, tetapi juga melalui keterbukaan informasi, kepastian hukum, dan mekanisme penyelesaian persoalan yang objektif. Karena itu, peran masyarakat dalam mengikuti diskusi publik tidak berhenti pada menyimak perdebatan. Masyarakat juga perlu memilah informasi, membandingkan argumen, serta membedakan fakta yang telah terverifikasi dari pendapat atau dugaan yang masih membutuhkan pembuktian.
Lipus Laurensius Gare juga menyatakan bahwa diskusi tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk memahami bahwa persoalan hukum dan politik perlu disikapi dengan pikiran terbuka. Menurut imam yang lazim disapa Pater Erik Gare tersebut, Perbedaan pendapat tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan fakta ataupun menyerang pihak yang memiliki pandangan berbeda.
“Perdebatan tersebut memperlihatkan pentingnya menyampaikan pendapat secara rasional, menghormati perbedaan, serta membedakan fakta yang telah terverifikasi dari dugaan yang masih memerlukan pembuktian” tambahnya.
Pada akhirnya, diskusi publik seperti Indonesia Lawyers Club menunjukkan bahwa demokrasi membutuhkan ruang dialog yang terbuka sekaligus sikap kritis dari masyarakat. Kebenaran tidak cukup ditentukan oleh kerasnya argumentasi, melainkan harus diuji melalui fakta, bukti, dan proses hukum yang adil.
Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.