Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi Dorong Budaya Baca, Buku Penulis Lokal Diserahkan ke Perpusda Frans Seda

"Buku-buku ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Kami berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama para pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka di Perpusda Frans Seda,” ujarnya.

“Bagi kami, setiap buku yang disumbangkan adalah tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan membangun budaya literasi di daerah ini,” ungkapnya.

Very menjelaskan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas layanan Perpusda Frans Seda, termasuk pengembangan koleksi, peningkatan layanan pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan.

“Perpustakaan yang kuat bukan hanya diukur dari banyaknya buku yang dimiliki, tetapi juga dari sejauh mana koleksi tersebut dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong agar Perpusda Frans Seda menjadi rumah pengetahuan bagi masyarakat Sikka,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, DPRD, dan berbagai elemen lainnya untuk berpartisipasi dalam gerakan donasi dan hibah buku.

Koleksi yang dapat disumbangkan, kata Very, tidak terbatas pada buku bacaan, tetapi juga dapat berupa buku referensi, skripsi, tesis, disertasi, karya ilmiah, hasil penelitian, maupun bahan bacaan lain yang relevan dan layak dimanfaatkan masyarakat.

“Gerakan membangun literasi tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sendiri. Ini adalah gerakan bersama. Ketika masyarakat, lembaga pendidikan, DPRD, pemerintah, dan berbagai elemen lainnya ikut menyumbangkan buku dan gagasan, maka sesungguhnya kita sedang menanam investasi pengetahuan untuk generasi Sikka,” pungkasnya.

Penyerahan koleksi buku karya penulis lokal tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi tumbuhnya gerakan literasi yang lebih luas di Kabupaten Sikka, sekaligus memperkuat Perpusda Frans Seda sebagai ruang publik untuk belajar, mengakses pengetahuan, dan mengembangkan gagasan.

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru