Jungga di Tengah Modernitas: Titi Radjo Padmaja Serukan Pelestarian Musik Tradisional Sumba

"Motivasi atau komitmen saya melalui musik Jungga ini sebenarnya saya mau mengangkat musik tradisional ini. Waktu saya masih mengangkat film Laskar Pelangi, saya sibuk mencari sesuatu di luar. Ternyata ada Jungga,” ujar Titi dalam diskusi film tersebut.

Titi melihat perkembangan zaman dan modernisasi membawa perubahan besar terhadap kehidupan masyarakat, termasuk terhadap kebudayaan lokal.

Menurutnya, perubahan tersebut berpotensi menggeser tradisi yang selama ini menjadi bagian dari identitas masyarakat Sumba.

“Dengan berkembangnya zaman, modernisasi ini akan menggeser kebudayaan masyarakat Sumba. Jadi dengan hadirnya film ini, saya mau mempertahankan musik Jungga agar tetap diwariskan,” ujarnya.

Bagi Titi, Jungga tidak dapat dipandang semata-mata sebagai sebuah alat musik. Di dalamnya terdapat pengetahuan, pengalaman, nilai, sejarah, serta ingatan kolektif masyarakat Sumba yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Musik ini bukan hanya sekadar alat musik, melainkan mewariskan tradisi dan suasana mistis,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dalam kehidupan masyarakat Sumba, Jungga memiliki makna yang lebih luas. Musik tersebut dapat hadir dalam berbagai dimensi kehidupan masyarakat.

“Jungga bisa menjadi sarana pemersatu, mempertahankan jodoh, pembawa kedamaian, mengangkat kisah perjuangan, dan perjalanan hidup masyarakat Sumba,” tutur Titi.

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru