Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Perpusnas RI lantai 2 tersebut juga dihadiri masyarakat, pegiat literasi, pemerhati kebudayaan, komunitas serta insan perfilman dan musik.
Melalui pemutaran film dan diskusi, kegiatan ini menempatkan sinema bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang literasi untuk memahami sejarah, identitas dan dinamika kebudayaan Indonesia.
Gagasan “Dangdut Menuju UNESCO” dalam kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang diskusi mengenai bagaimana sebuah ekspresi budaya populer dapat didokumentasikan, dikaji, diwariskan, dan diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia di tingkat global.
Halaman: 12