PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Jakarta — Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar Kelas Literasi Sinema: Pemutaran dan Diskusi Film Pengabdian (Dangdut Menuju UNESCO), Selasa (29/9/2026), di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut menghadirkan sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan kebudayaan, musik dangdut, serta kebijakan kebudayaan di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut hadir Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, musisi dan penyanyi Rhoma Irama, serta Dr. Mohammad Amin, M.Sn., M.A., praktisi kebijakan kebudayaan dan etnomusikolog.
Baca juga: LMND Tantang Negara Wujudkan Pendidikan Gratis: 5 Tuntutan, 5 Oktober Turun ke Jalan
Kelas Literasi Sinema ini mengangkat film Pengabdian sebagai medium untuk melihat perjalanan dan perkembangan dangdut sebagai salah satu ekspresi kebudayaan Indonesia.
Film tersebut menjadi bahan pemutaran sekaligus diskusi mengenai perjalanan musik dangdut, kontribusinya terhadap kebudayaan nasional, serta gagasan menjadikan dangdut sebagai bagian dari warisan budaya yang mendapat pengakuan di tingkat internasional melalui UNESCO.
Kehadiran Rhoma Irama dalam forum tersebut turut memberikan perspektif dari sisi pelaku langsung. Rhoma dikenal sebagai musisi, penyanyi, pencipta lagu, produser sekaligus aktor yang memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan musik dangdut Indonesia.
Baca juga: Langkah Sejarah Baru Sepak Bola Sikka: dr. Titin Resmi Nahkodai Persami Maumere Menuju ETMC 2026
Sementara itu, perspektif akademik dan kebijakan kebudayaan disampaikan Dr. Mohammad Amin yang berlatar belakang sebagai praktisi kebijakan kebudayaan dan etnomusikolog.