Penyambutan diawali dengan Pa’e, yakni doa adat. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan Thambo Wae, berupa pemercikan air kelapa yang dimaknai sebagai simbol kenyamanan, kedamaian dan kesejukan bagi tamu.
Jokowi kemudian dikalungi sarung adat Palue oleh para Laki Mosa dan perwakilan masyarakat Dusun Cawalo serta Dusun Tudu.
“Sebagai budaya kami orang Palue, apalagi di Rokirole, namanya tamu baru, kami pasti menyambut dengan tradisi,” kata Benyamin.
Dari lokasi penyambutan, Jokowi kemudian menuju tenda utama di Lapangan Guntur. Di tempat tersebut digelar makan bersama dengan tokoh adat dan perwakilan masyarakat dari delapan desa di Pulau Palue.
Warga Sempat Mengira Jokowi Batal Datang
Kedatangan Jokowi memiliki arti tersendiri bagi warga Palue. Koordinator Posko Utama Rokirole, Nikodemus W. Lowo, mengaku warga sempat mengira kunjungan tersebut batal setelah sebelumnya terjadi penundaan.
Karena itu, ketika Jokowi benar-benar tiba di Palue, kebahagiaan warga sulit disembunyikan.