Jokowi Bermalam di Tengah Penyintas Gempa Palue: “Kami Tidak Sendirian”

"Kehadiran Bapak Jokowi ini merupakan sebuah kekuatan untuk membangkitkan semangat kami bahwa kami tidak sendirian di bencana ini,” kata Koordinator Kegiatan Kunjungan Joko Widodo di Desa Rokirole, Benyamin Cawa, Rabu malam.

Penyambutan diawali dengan Pa’e, yakni doa adat. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan Thambo Wae, berupa pemercikan air kelapa yang dimaknai sebagai simbol kenyamanan, kedamaian dan kesejukan bagi tamu.

Jokowi kemudian dikalungi sarung adat Palue oleh para Laki Mosa dan perwakilan masyarakat Dusun Cawalo serta Dusun Tudu.

“Sebagai budaya kami orang Palue, apalagi di Rokirole, namanya tamu baru, kami pasti menyambut dengan tradisi,” kata Benyamin.

Dari lokasi penyambutan, Jokowi kemudian menuju tenda utama di Lapangan Guntur. Di tempat tersebut digelar makan bersama dengan tokoh adat dan perwakilan masyarakat dari delapan desa di Pulau Palue.

Warga Sempat Mengira Jokowi Batal Datang

Kedatangan Jokowi memiliki arti tersendiri bagi warga Palue. Koordinator Posko Utama Rokirole, Nikodemus W. Lowo, mengaku warga sempat mengira kunjungan tersebut batal setelah sebelumnya terjadi penundaan.

Karena itu, ketika Jokowi benar-benar tiba di Palue, kebahagiaan warga sulit disembunyikan.

Halaman: 123456

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru