“Literasi tidak bisa dibangun oleh pemerintah sendiri. Kita membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, ASN, komunitas, pelajar, mahasiswa, dunia usaha, media dan seluruh masyarakat,” katanya.
Kadis Very Awales juga mengajak seluruh ASN Kabupaten Sikka untuk menjadi bagian dari gerakan tersebut. Selain mengisi kuesioner secara mandiri, ASN diharapkan dapat mengajak keluarga, saudara, sahabat dan masyarakat di lingkungan masing-masing untuk turut berpartisipasi.
Adapun Kuesioner TKM Kabupaten Sikka Tahun 2026 dapat diakses melalui tautan: https://survey.perpusnas.go.id/index.php/995335
“Mohon bantuannya untuk meneruskan link kuesioner ini kepada keluarga, saudara, sahabat, kenalan dan masyarakat lainnya yang berada di Kabupaten Sikka. Jangan sampai kita hanya berbicara tentang pentingnya literasi, tetapi tidak mengambil bagian di dalamnya,” tegas Very Awales.
Ia berharap gerakan bersama ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap budaya membaca sekaligus memperkuat pembangunan literasi di Kabupaten Sikka.
Menurutnya, membaca bukan sekadar aktivitas memperoleh informasi, tetapi merupakan salah satu jalan untuk memperluas wawasan, membangun pola pikir, meningkatkan pengetahuan dan mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Satu orang mengisi, satu langkah untuk meningkatkan literasi Sikka. Mari kita bergerak bersama. Dari kebiasaan membaca, kita bangun masyarakat yang berpengetahuan, kritis, kreatif dan berkualitas,” ajaknya.