Yohanes juga mengungkapkan bahwa pada saat wacana sistem kuota sempat diterapkan, banyak wisatawan yang menunjukkan kekecewaan. Beberapa wisatawan yang telah tiba di Labuan Bajo tidak dapat menikmati wisata di kawasan TNK karena keterbatasan akses kunjungan. Padahal, sebagian besar wisatawan memiliki waktu liburan yang terbatas dan tidak dapat menunggu hingga tiket tersedia.
Selain berdampak pada pemandu wisata, kebijakan tersebut juga dinilai dapat memengaruhi sektor usaha lainnya. Menurut Yohanes, terdapat ratusan kapal wisata, hotel, restoran, dan berbagai usaha pendukung pariwisata yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada kunjungan wisatawan. Apabila jumlah wisatawan berkurang secara signifikan, kondisi tersebut berpotensi menurunkan pendapatan pelaku usaha dan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat.
Meskipun tidak sepakat dengan penerapan sistem kuota secara menyeluruh, Yohanes tetap mendukung berbagai upaya untuk menjaga kelestarian alam di kawasan Taman Nasional Komodo. Ia menyarankan agar pengelolaan wisata lebih difokuskan pada peningkatan fasilitas pendukung konservasi, seperti penyediaan mooring atau tempat tambat kapal agar kapal tidak lagi menggunakan jangkar yang dapat merusak ekosistem laut, serta penyediaan sarana pengelolaan sampah yang memadai.
Selain itu, ia juga mengusulkan alternatif lain, seperti penutupan sementara kawasan wisata pada musim hujan, khususnya pada bulan Januari hingga Februari. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya dapat membantu pemulihan lingkungan, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan pelayaran akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Ia juga menyarankan penataan jalur wisata di beberapa titik yang padat pengunjung, seperti pembuatan jalur masuk dan jalur keluar di Pulau Padar, guna mengurangi kepadatan wisatawan pada waktu-waktu tertentu.
Pada akhirnya, Yohanes berharap bahwa setiap kebijakan yang diterapkan di kawasan Taman Nasional Komodo dapat mempertimbangkan keseimbangan antara konservasi dan keberlanjutan pariwisata.
Menurutnya, upaya menjaga kelestarian komodo dan lingkungan harus tetap berjalan, tetapi tidak mengabaikan kesejahteraan masyarakat lokal yang selama ini hidup dan berkembang bersama sektor pariwisata.