Sementara, Sekretaris DPD Provinsi NTT, Yurgo Purab, mengatakan, kegiatan jurnalistik mencakup penjelasan berita, teknik menulis berita, penempatan lead dan piramida terbalik.
“Ya kita ajarkan yang standar sesuai yang kita jalani sehari-hari. Paling kurang adik-adik kita bisa tahu menulis berita. Dan memang dunia sekarang kita perlu jurnalisme warga mendukung karya keprofesian kita,” ujarnya.
Yurgo juga menjelaskan pentingnya literasi digital, jejak digital aktif dan pasif di media sosial yang dapat saja memberi awasan kepada kita untuk hati-hati dan menjaga keamanan data privasi di medias sosial.
“Kita lihat ada phising, malware dan sosial engginering yang selalu hadir dalam bentuk penyamaran surat undangan di Whatsapp, atau login Brimo serta orang yang menelpon kita meminta data pribadi mengatasnamakan pihak yang dipercaya. Hal-hal itu perlu kita literasikan agar adik-adik kita tak terjebak dalam ilustrasi kemalangan demikian,” paparnya.
Pihak Sekolah Bangga
Sementara Wakasek Humas, Silvester Witin, S. Fil mengatakan, pihak sekolah ikut berbangga atas kunjungan tim AKPERSI yang masuk di sekolah SMAN 1 Larantuka.
“Memberikan pencerahan khususnya berbagi pengalaman berkaitan dengan tugas sebagai wartawan. Kami melihat ada satu nilai positif bahwa siswa kami yang selalu mengikuti pelatihan jurnalistik dan juga terlibat dalam dunia tulis menulis ikut merasakan dampaknya. Kami mengharapkan kerja sama kolaborasi selanjutnya,” kata Silvester Witin.
Silvester melihat ada beberapa siswa di sekolah ikut termotivasi khususnya dalam mengembangkan minat dan bakat tulis menulis.