PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MBAY-Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi para korban dan masyarakat yang terdampak.
Penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kondisi darurat akibat bencana. Bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.
Bantuan kemanusiaan yang disalurkan terdiri atas berbagai kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari, antara lain beras, telur, Super Mi, minyak goreng, selimut, gula pasir, susu, biskuit, air mineral, snack, kopi, sabun mandi, sabun cuci, pampers, Softex, serta obat nyamuk.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Kementerian Perhubungan kepada masyarakat Nagekeo yang terdampak bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa bumi. Bantuan ini mungkin tidak dapat menggantikan seluruh kebutuhan masyarakat, namun kami berharap dapat memberikan manfaat dan menjadi bentuk nyata kepedulian serta solidaritas keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak terkait di wilayah Kabupaten Nagekeo agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama kelompok rentan dan keluarga yang terdampak langsung.
Kegiatan kemanusiaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan solidaritas dalam menghadapi bencana. DWP Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berharap masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.