”Kami bersyukur animo dan dukungan orang tua terhadap Taekwondo luar biasa bagus. Tujuan kami ikut turnamen ini adalah sebagai try out. Anak-anak butuh mengukur kemampuan, menimba pengalaman melawan tim luar NTT, dan agar mereka tidak jenuh hanya berlatih,” ujar Ferdinandus, yang juga merupakan Wasit Nasional Kelas I Provinsi NTT, Penguji Nasional, dan Wasit Nasional Poomsae (jurus).
Rekam Jejak Prestasi: Perunggu di Kejurnas Samarinda Mei 2026
Sebelum bertolak ke Makassar, Taekwondo Sikka baru saja mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kadet Junior di Samarinda yang berlangsung 6–9 Mei 2026 lalu, 3 atlet Sikka bersama 3 atlet Manggarai Barat terpilih mewakili Provinsi NTT.
Meskipun harus bersaing ketat dengan ratusan atlet di level nasional (Grade A), salah satu atlet berhasil menyabet Medali Perunggu. Prestasi ini dinilai sangat bergengsi karena sistem perangkingan nasional yang sudah ketat dan terdata rapi.
Menghadapi Makassar Open yang diprediksi akan diikuti oleh 1.500 hingga 2.000 atlet dari seluruh Indonesia hingga luar negeri, Ferdinandus memastikan kesiapan fisik dan mental anak asuhnya sudah matang. Tim pelatih kini tinggal menjaga kebugaran atlet melalui fase warming up menjelang hari pertandingan.
Soroti Minimnya Fasilitas Finansial dan Sarana Prasarana
Di balik rentetan prestasi tersebut, Ferdinandus tidak menampik adanya tantangan internal yang klasik, terutama menyangkut finansial dan fasilitas. Sebagai olahraga amatir di bawah naungan KONI, pengurus berkomitmen tidak membebankan biaya bulanan yang tinggi kepada anak didik.