<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yayasan Help Flores &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/yayasan-help-flores/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2026 04:34:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Yayasan Help Flores &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yayasan Help Flores Cetak Wirausaha Disabilitas melalui Pelatihan Menjahit, Peserta Pulang Bawa Mesin Usaha</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5037/yayasan-help-flores-cetak-wirausaha-disabilitas-melalui-pelatihan-menjahit-peserta-pulang-bawa-mesin-usaha/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 04:34:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi & Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[FPADM]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Help Flores]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5037</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere– Komitmen untuk mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas kembali diwujudkan melalui program pelatihan menjahit yang diselenggarakan Yayasan Help Flores. Setelah berlangsung intensif selama tiga bulan di Nangahure, Kabupaten Sikka, program tersebut berhasil melahirkan peserta-peserta terampil yang siap membangun usaha mandiri di komunitas masing-masing. Pelatihan yang diikuti oleh penyandang disabilitas dari berbagai wilayah dampingan ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Maumere– Komitmen untuk mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas kembali diwujudkan melalui program pelatihan menjahit yang diselenggarakan Yayasan Help Flores. Setelah berlangsung intensif selama tiga bulan di Nangahure, Kabupaten Sikka, program tersebut berhasil melahirkan peserta-peserta terampil yang siap membangun usaha mandiri di komunitas masing-masing.</p>
<p>Pelatihan yang diikuti oleh penyandang disabilitas dari berbagai wilayah dampingan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis menjahit, tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan usaha kecil, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi kelompok disabilitas agar mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa.</p>
<p>Forum Pemerhati Anak dan Disabilitas Mapitara (FPADM) turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan mengutus sejumlah peserta dari wilayah dampingannya. Keterlibatan FPADM menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian penyandang disabilitas di tingkat akar rumput.</p>
<p>Keistimewaan program ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Sebagai dukungan nyata untuk memulai usaha, setiap peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan diberikan satu unit mesin jahit dan mesin obras. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk mengembangkan usaha jasa jahit maupun produksi pakaian di desa masing-masing.</p>
<p>Dari seluruh peserta yang mengikuti pelatihan, dua peserta asal Desa Egon Gahar, yakni Nona Kris dan Prili, mendapat kepercayaan lebih dengan mengemban peran sebagai Urusan Disabilitas Desa Egon Gahar. Penunjukan tersebut menjadi pengakuan atas dedikasi dan kemampuan mereka dalam memperjuangkan kepentingan penyandang disabilitas di tingkat desa.</p>
<p>Perwakilan Yayasan Help Flores, Mama Grasi, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas keberhasilan program tersebut.</p>
<p>“Saya merasa senang dan bangga karena para peserta berhasil mengikuti pelatihan menjahit ini sampai selesai. Semoga keterampilan dan peralatan yang mereka bawa pulang dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua FPADM, Andreas Arkiles, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Help Flores atas dukungan yang diberikan kepada para penyandang disabilitas.</p>
<p>“Kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Help Flores atas berkat, dukungan, dan ruang belajar yang diberikan kepada peserta kami. FPADM akan terus mendampingi dan mengawal para peserta agar ilmu serta peralatan yang diterima benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi keluarga dan memperkuat kemandirian komunitas disabilitas,” katanya.</p>
<p>Menurut Andreas, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berkembang apabila diberikan kesempatan, akses pelatihan, dan dukungan yang memadai. Karena itu, kolaborasi antara organisasi masyarakat sipil, lembaga sosial, pemerintah desa, dan komunitas perlu terus diperkuat guna menciptakan ruang yang lebih inklusif.</p>
<p>Program pelatihan menjahit yang digelar Yayasan Help Flores ini sekaligus menjadi wujud nyata penerapan nilai-nilai lokal Jaga Diri Megu Ami yang menjunjung tinggi kebersamaan, kepedulian, dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia. Semangat tersebut sejalan dengan prinsip pembangunan inklusif yang menegaskan bahwa tidak seorang pun boleh tertinggal dalam proses pembangunan.</p>
<p>Melalui keterampilan baru, dukungan peralatan usaha, dan penguatan peran sosial di tingkat desa, para peserta kini memiliki peluang yang lebih besar untuk membangun masa depan yang mandiri serta menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya di Kabupaten Sikka dan Pulau Flores pada umumnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
