<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Truk F &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/truk-f/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2026 06:38:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Truk F &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dinilai Tak Berani &#8216;Sentuh&#8217; Saverius Gewar dalam Kasus Noni, GMNI Sikka: Apakah Kapolres dan Kasatreskrim Takut Kekuatan Gaib Saver?</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4519/dinilai-tak-berani-sentuh-saverius-gewar-dalam-kasus-noni-gmni-sikka-apakah-kapolres-dan-kasatreskrim-takut-kekuatan-gaib-saver/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 06:38:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Cacat Logika]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres dan Kasatreskrim]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Noni]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Rekonstruksi Perkara]]></category>
		<category><![CDATA[Saverius Gewar]]></category>
		<category><![CDATA[Truk F]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4519</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Front Mahasiswa dan Masyarakat Sikka Peduli Noni pada Kamis (21/5/2026) berlangsung tegang dan diwarnai kericuhan. Massa mendatangi Polres Sikka dan Pengadilan Negeri Maumere untuk mengawal ketat proses persidangan kasus pembunuhan anak di bawah umur, almarhumah Stevania Trisanti Noni (14). ​Massa aksi mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas keterlibatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong> — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Front Mahasiswa dan Masyarakat Sikka Peduli Noni pada Kamis (21/5/2026) berlangsung tegang dan diwarnai kericuhan. Massa mendatangi Polres Sikka dan Pengadilan Negeri Maumere untuk mengawal ketat proses persidangan kasus pembunuhan anak di bawah umur, almarhumah Stevania Trisanti Noni (14).</p>
<p>​Massa aksi mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas keterlibatan pihak lain. Mereka meyakini adanya rekayasa dan menduga kuat bahwa pelaku utama, Rovin—yang juga masih di bawah umur—bukanlah pelaku tunggal dalam pembunuhan keji tersebut.</p>
<h2><strong>Kritik Tajam ​GMNI Sikka, Pertanyakan Keberanian Polisi &#8216;Menyentuh&#8217; Saverius Gewar</strong></h2>
<p>​Dalam ruang audiensi, <a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Ketua GMNI Sikka</a>, Wilfridus Iko, melayangkan kritik menohok kepada jajaran Polres Sikka. Iko mempertanyakan logika penyidikan yang menetapkan Rovin sebagai pelaku tunggal. Ia menduga kuat adanya keterlibatan ayah pelaku (Saverius Gewar) dan kakek pelaku (Vinsensius Sawe).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>​&#8221;Disuruh bunuh anjing saja masih berpikir, ini bunuh nyawa yang kemudian didesain begitu sempurna. Setelah itu ada kain merah, ada ayam. Apakah anak-anak tahu proses ritual seperti ini? Itu sudah jelas si Saver,&#8221; tegas Iko di hadapan Kapolres dan Kasat Reskrim.</p>
<p>​Iko juga menyoroti kejanggalan fisik dalam rekonstruksi perkara. Menurutnya, mustahil seorang anak seperti Rovin mampu mengangkat jasad korban sendirian.</p>
<p>​Kejanggalan Fisik: &#8220;Logikanya, jika Rovin diminta memikul beras 50 kilogram, apakah dia mampu dengan kondisi fisik seperti itu? Apalagi membedah berat almarhumah Ade Noni. Berat orang yang sudah meninggal itu jauh lebih berat dari orang yang masih hidup,&#8221; ujar Iko.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>​Dugaan Keterlibatan Perencanaan: Massa menuntut agar <a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Saver dan Vinsen</a> dijerat pasal pidana hukuman mati karena diduga turut serta merencanakan pembunuhan yang diwarnai ritual tertentu (keberadaan ayam, beras, dan kain merah di TKP).</p>
<p>​Kritik Tajam ke Kepolisian: Dengan nada menyindir, Iko mempertanyakan mengapa polisi terkesan lambat menyentuh Saver.</p>
<p>&#8220;Ataukah Pak Kasat Reskrim takut dengan Pak Saver dengan legalnya perdukunan dan pesugihan? Atau Pak Kapolres takut karena dia dikenal punya kekuatan gaib? Saya pikir Saver cocok jadi Kasat Reskrim atau Kapolres Sikka kalau dia tidak bisa kita ungkap,&#8221; sentilnya.</p>
<h3></h3>
<h3>​Catatan Kritis TRUK-F terhadap Rekonstruksi yang Cacat Logika</h3>
<p>​Senada dengan GMNI, <a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Koordinator Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F)</a>, Suster Fransiska Imakulata, SSpS (Suster Ika), menilai proses hukum dan rekonstruksi yang dilakukan kepolisian jauh dari kata maksimal, sehingga gagal menguak kebenaran materiil.</p>
<p>​Suster Ika menyebut saat rekonstruksi, Rovin hanya diminta menarik karung seolah-olah itu adalah korban.</p>
<p>&#8220;Kenapa tidak disuruh memikul jerigen atau beban yang setara dengan berat korban? Biar kita tahu dari rumah Saver apakah benar dia sendiri yang melakukannya. Kami merasa tidak adil dengan rekonstruksi itu,&#8221; cecar Suster Ika.</p>
<p>​Suster Ika menegaskan masyarakat menaruh harapan besar pada polisi karena publik tidak memiliki kewenangan hukum untuk menyelidiki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami berharap kepada bapak polisi, karena kami tidak punya kuasa untuk penyelidikan atau mencari barang bukti,&#8221; ujar Suster Ika.</p>
<p>​Menanggapi pernyataan Kapolres yang mengklaim kerja kepolisian sudah semaksimal mungkin, Suster Ika langsung membantah.</p>
<p>&#8220;Sangat disayangkan, meskipun sudah ada putusan dan Kapolres bilang sudah maksimal, menurut kami dan keluarga korban, ini tidak maksimal,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h4>Kericuhan di Gerbang Polres Sikka dan Tindakan Represif Oknum Aparat</h4>
<p>​Pantauan media di lapangan, tensi mulai meninggi saat massa aksi tertahan dan berusaha merangsek masuk ke dalam halaman Mapolres Sikka. Kericuhan tak terhindarkan ketika sempat terjadi saling dorong antara massa dan barisan pengamanan. Dalam insiden tersebut, salah satu massa aksi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sikka diduga mendapat tindakan represif berupa pemukulan dari oknum aparat Polres Sikka berinisial C.</p>
<p>​Kendati sempat ricuh, situasi akhirnya mereda setelah perwakilan massa aksi diizinkan masuk untuk melakukan audiensi langsung dengan <a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno</a>, dan Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h5>​Negosiasi Alot Hingga Malam Hari</h5>
<p>​Aksi unjuk rasa ini berlangsung maraton hingga malam hari. Kepungan massa baru mencair setelah proses negosiasi yang sangat alot antara perwakilan demonstran dan pihak Polres Sikka.<br />
​Negosiasi yang memakan waktu berjam-jam tersebut menghasilkan kesepakatan tertulis.</p>
<p>Pihak kepolisian akhirnya bersedia membuat surat pernyataan resmi untuk melakukan tindakan lanjut, yaitu membawa ketiga nama yang dicurigai massa—Rovin, Saver, dan Vinsen—kembali ke lokasi kejadian (TKP) serta melakukan pencarian barang bukti yang belum ditemukan dalam kasus kematian tragis Ade Noni.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan informasi terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
