<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/seminari-tinggi-santo-paulus-ledalero/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Oct 2026 16:18:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tahbisan 13 Imam Baru, Uskup Labuan Bajo: Imam Bukan Penjaga Citra Institus</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6357/tahbisan-13-imam-baru-uskup-labuan-bajo-imam-bukan-penjaga-citra-institus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2026 16:17:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[13 Imam Baru Ditahbiskan di Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Paulus Berekama Tukan]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Labuan Bajo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6357</guid>

					<description><![CDATA[Tahbisan 13 Imam Baru, Uskup Labuan Bajo: Imam Bukan Penjaga Citra Institus Maumere_ Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, Pr., memberikan pesan tegas dan menohok kepada 13 imam baru yang ditahbiskan pada Sabtu (10/10/2026). Dalam Misa Tahbisan di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Mgr. Maks menegaskan bahwa seorang imam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahbisan 13 Imam Baru, Uskup Labuan Bajo: Imam Bukan Penjaga Citra Institus</p>
<p>Maumere_ Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, Pr., memberikan pesan tegas dan menohok kepada 13 imam baru yang ditahbiskan pada Sabtu (10/10/2026). Dalam Misa Tahbisan di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Mgr. Maks menegaskan bahwa seorang imam dipanggil bukan untuk menjadi “penjaga citra institusi”, melainkan menjadi penyalur suara profetik di tengah generasi yang jahat.</p>
<p>Dalam homilinya, Mgr. Maks menyoroti tantangan zaman yang semakin bera. Ia mengajak para imam baru untuk berani menentang berbagai kejahatan moral, seperti korupsi, perusakan lingkungan, perdagangan manusia, dan pemujaan terhadap kekerasan.</p>
<p>“Imam bukan penjaga citra institusi. Ia bukan produsen kenyamanan rohani. Ia berdiri di antara Injil dan kenyataan hidup manusia,” tegas Mgr. Maks di hadapan para imam baru yang tampak tertegun mendengar pesan tersebut.</p>
<p>Lebih lanjut, Uskup menjelaskan bahwa posisi ini secara jelas akan menimbulkan ketegangan. Injil akan senantiasa berbenturan dengan kekuasaan, kepentingan, perangkap popularitas, bahkan kenyamanan institusi Gereja itu sendiri. Namun, justru di situlah letak privilese seorang imam, yakni: menyuarakan kebenaran Injil di tengah realitas dunia yang “jahat”.</p>
<p>Misa tahbisan ini mengukuhkan 13 imam baru, yang terdiri dari 12 imam Kongregasi Societas Verbi Divini (SVD) dan satu imam dari Kongregasi SMM. Mereka adalah RP. Paulus Barekama Tukan, SVD., RP. Bertin Japa, SVD., RP. Didimus, SVD., RP. Carli Ka’u, SVD., RP. Iwad Mara, SVD., RP. Sony Kelen, SVD., RP. Rikardus Diku, SVD., RP. Selestianus Daga, SVD., RP. Yohanes Rudin, SVD., RP. Andy, SVD., RP. Romy Sogen, SVD., serta RP. Novianus Damasus Tolek Kelore, SMM.</p>
<p>Seruan untuk berbahagia dalam Injil, lanjut Mgr. Maks, bukanlah janji akan hidup yang mudah, melainkan sebuah tantangan nyata bagi ekspresi imamat mereka ke depan.</p>
<p>Dalam sambutan usai tahbisan, Mgr. Maks kembali mengingatkan bahwa imamat adalah rahmat panggilan sekaligus tanggung jawab besar. Mengutip pesan Provinsial SVD Ende, ia menekankan pentingnya dimensi solidaritas. Seorang imam harus berdampak, hadir, dan menyatu bersama umat.</p>
<p>“Imamat bukan untuk membangun zona nyaman bagi diri sendiri, tetapi menjadi saluran kasih dan sukacita bagi dunia dan sesama,” tutupnya.</p>
<p>Pesan ini juga diperkuat oleh nasihat dari Wakil Provinsial SMM, yang berpesan agar para imam baru senantiasa melayani dengan sepenuh hati, namun tetap berhati-hati dan bijaksana dalam melangkah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Imam Bukan Pemilik Kebenaran Melainkan Pengabdi Kebenaran: Profil Singkat RP. Paulus Berekama Tukan, SVD</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6336/imam-bukan-pemilik-kebenaran-melainkan-pengabdi-kebenaran-profil-singkat-rp-paulus-berekama-tukan-svd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 04:43:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Paulus Berekama Tukan]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Serikat Sabda Allah]]></category>
		<category><![CDATA[Waiwerang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6336</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM&#8211; Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero-Indonesia tengah berbahagia. Ketigabelas frater yang ditabiskan menjadi diakon pada tanggal 31 Mei 2026 di Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero kini akan ditabiskan menjadi imam pada Sabtu, 10 Oktober 2026 di Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero. Salah satu dari ketigabelas diakon tersebut adalah RP. Paulus Berekama Tukan, SVD. Calon Imam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>&#8211; Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero-Indonesia tengah berbahagia. Ketigabelas frater yang ditabiskan menjadi diakon pada tanggal 31 Mei 2026 di Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero kini akan ditabiskan menjadi imam pada Sabtu, 10 Oktober 2026 di Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero. Salah satu dari ketigabelas diakon tersebut adalah RP. Paulus Berekama Tukan, SVD. Calon Imam baru yang lazim disapa Paul Tukan, lahir di Waiwerang, 7 Mei 1998. Beliau adalah anak pertama dari tiga bersaudara yang berasal dari Paroki San Juan Lebao, Keuskupan Larantuka. Berikut riwayat pendidikannya.</p>
<p>2003-2004                            : TKK Sta. Elisabet Lite, Adonara Tengah</p>
<p>2004-2010                            : SDK St. Yosef Lite, Adonara Tengah</p>
<p>2010-2013                            : SMP Seminari Sta. Maria Bunda Maria Segala Bangsa Maumere</p>
<p>2013-2016                            : SMA Seminari Sta. Maria Bunda Segala Bangsa Maumere</p>
<p>2017-2019                            : Novisiat SVD St. Yosef Nenuk, Atambua</p>
<p>2019-2023                            : Studi S-1 Program Filsafat di IFTK Ledalero Maumere</p>
<p>2023-2024                            : TOP di Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang</p>
<p>2024-2026                            : Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero, Maumere</p>
<p>31 Mei 2026                        : Tahbisan Diakon di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero</p>
<p>Juni-September 2026      : Praktik Diakonat di Paroki St. Yakobus Rasul Kotakeo-Keuskupan Agung Ende</p>
<p>Benuming                           : Provinsi SVD Timor-Indonesia</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Imam atau pastor adalah orang yang memiliki kebenaran, orang benar. Demikian pandangan sebagian besar orang. Pandangan demikian telah menempatkan posisi seorang imam sebagai sebuah privilese, sebuah keistimewaan. Namun pandangan demikian tidak masuk dalam kamus profetis RP. Paul Tukan. Hal tersebut termaktub dalam motto dan refleksi tahbisannya berikut :</p>
<p>&#8220;Kebenaran Itu Akan Memerdekakan Kamu&#8221; (Yoh:32).</p>
<p>Kebenaran semacam jalan panjang tanpa batas, pergulatan yang menolak selesai. Namun, ia adalah gairah yang terus menuntun. Saya menghayati panggilan imamat ini sebagai “gairah spiritual” tentang kebenaran Firman, kemerdekaan hidup dan tugas profetis untuk memerdekakan sesama. Ia bukan sebuah privilese melainkan pilihan bersaksi. Imam bukan pemilik kebenaran melainkan pengabdi kebenaran. Imamat mengajarkan bahwa harta terakhir yang tidak bisa dirampas ialah semua yang saya persembahkan seutuhnya, seluruhnya bagi Tuhan dan sesama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Calon imam baru yang merupakan mahasiswa angkatan ke-50 IFTK Ledalero ini akan ditugaskan pada Provinsi SVD Timor-Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diakon Rikard Diku, SVD: Menjawab Panggilan Kasih Hingga ke Ujung Dunia</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4761/diakon-rikard-diku-svd-menjawab-panggilan-kasih-hingga-ke-ujung-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2026 14:57:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat Katolik Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Tabhisan diakon Ledalero Tahun ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4761</guid>

					<description><![CDATA[Perspektifnusantara.com, &#8220;…dan Aku ini mengasihi engkau.&#8221; (Yesaya 43:4) Di tengah derasnya arus zaman yang sering kali menawarkan berbagai pilihan hidup, ada pribadi-pribadi yang dengan berani memilih jalan pengabdian dan pelayanan. Salah satunya adalah Diakon Rikard Diku, SVD, seorang putra Flores yang dengan penuh keyakinan menapaki panggilan hidup membaktikan diri kepada Tuhan dan sesama melalui Kongregasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perspektifnusantara.com</strong>, &#8220;…dan Aku ini mengasihi engkau.&#8221; (Yesaya 43:4)</p>
<p>Di tengah derasnya arus zaman yang sering kali menawarkan berbagai pilihan hidup, ada pribadi-pribadi yang dengan berani memilih jalan pengabdian dan pelayanan. Salah satunya adalah Diakon Rikard Diku, SVD, seorang putra Flores yang dengan penuh keyakinan menapaki panggilan hidup membaktikan diri kepada Tuhan dan sesama melalui Kongregasi Serikat Sabda Allah (SVD).</p>
<p>Lahir di Buubei, 7 Februari 1998, Diakon Rikard, yang memiliki nama lengkap Frater Rikardus Diku Da, SVD, berasal dari Paroki Kristus Raja Wolotolo, Keuskupan Agung Ende. Sejak masa kecil, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga dan Gereja yang menanamkan nilai-nilai iman, kerja keras, dan pengabdian. Benih panggilan itu kemudian bertumbuh menjadi tekad yang kuat untuk mengikuti Kristus melalui kehidupan religius dan misioner.</p>
<p>Perjalanan pendidikan Diakon Rikard menunjukkan ketekunan dan konsistensi dalam mempersiapkan diri menjadi pelayan Gereja. Ia mengawali pendidikan formal di SDK Buubei-Ende (2004–2010), kemudian melanjutkan ke SMPK Frateran Ndao-Ende (2010–2013). Ketika banyak remaja seusianya masih mencari arah hidup, Rikard telah memilih jalur pembinaan calon imam dengan melanjutkan studi di SMAS Seminari BSB Maumere (2013–2017).</p>
<p>Langkah tersebut menjadi titik awal perjalanan panjang menuju altar Tuhan. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia memasuki masa pembinaan religius di Novisiat SVD St. Yosef Nenuk, Atambua (2017–2019). Di tempat inilah panggilan hidupnya diuji dan dimurnikan melalui doa, refleksi, disiplin hidup religius, serta pengenalan yang lebih mendalam terhadap spiritualitas SVD.</p>
<p>Setelah mengikrarkan kaul pertama, Rikard melanjutkan studi filsafat di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero (2019–2023). Masa studi filsafat membentuk kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan bijaksana dalam memahami realitas kehidupan manusia serta karya keselamatan Allah dalam dunia modern.</p>
<p>Sebagai bagian dari proses pembinaan menuju imamat, ia menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Seminari San Dominggo Hokeng (2023–2024). Pengalaman pastoral ini memberinya kesempatan untuk hidup lebih dekat dengan umat, memahami dinamika pelayanan Gereja, serta belajar menjadi gembala yang hadir di tengah kehidupan masyarakat.</p>
<p>Saat ini, Diakon Rikard sedang menempuh Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero (2024–2026). Pendidikan teologi menjadi tahap penting untuk memperdalam pemahaman tentang Kitab Suci, ajaran Gereja, serta tugas perutusan yang kelak akan diembannya sebagai imam. Selain itu, ia juga dipersiapkan untuk berkarya di wilayah misi internasional melalui penempatan Benuming di Central America SVD Province, sebuah kepercayaan yang menunjukkan kesiapan dan keterbukaannya terhadap pelayanan lintas budaya.</p>
<p>Moto tahbisannya yang diambil dari Yesaya 43:4, &#8220;…dan Aku ini mengasihi engkau,&#8221; menjadi cerminan perjalanan hidup dan panggilannya. Ayat tersebut mengungkapkan keyakinan bahwa panggilan hidup bukanlah pertama-tama hasil pilihan manusia, melainkan buah dari kasih Allah yang lebih dahulu memanggil, membimbing, dan mengutus.</p>
<p>Sebagai seorang diakon, Rikard kini berada pada tahap penting menjelang tahbisan imamat. Diakonat bukan sekadar jenjang menuju imam, melainkan panggilan untuk melayani dengan rendah hati sebagaimana Kristus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Semangat pelayanan itu tampak dalam kesederhanaan hidup, kedekatan dengan umat, dan komitmennya untuk menghadirkan kasih Allah bagi siapa saja yang dijumpainya.</p>
<p>Perjalanan Diakon Rikard Diku, SVD, menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda Flores. Di tengah dunia yang sering menilai kesuksesan dari jabatan dan materi, ia menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati dapat ditemukan dalam kesetiaan menjawab panggilan Tuhan dan mengabdikan hidup bagi sesama.</p>
<p>Dengan hati yang terbuka dan semangat misioner yang menyala, Diakon Rikard melangkah menuju altar Tuhan, membawa harapan umat serta doa banyak orang yang mendukung perjalanan panggilannya. Semoga kasih Allah yang menjadi dasar panggilannya senantiasa menuntun setiap langkah pelayanannya, baik di tanah kelahirannya maupun di medan misi hingga ke ujung dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Aku Telah Melihat Tuhan”: Jejak Panggilan dan Semangat Misi Diakon Roni Subun, SVD</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4737/aku-telah-melihat-tuhan-jejak-panggilan-dan-semangat-misi-diakon-roni-subun-svd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 13:52:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat Katolik Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Atambua]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Tabhisan diakon Ledalero Tahun ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4737</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere — Sukacita besar kembali menyelimuti Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero menjelang perayaan tahbisan diakon yang akan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero. Dalam momentum penuh rahmat tersebut, Frater Roni Subun, SVD bersama rekan-rekannya akan menerima tahbisan diakon melalui penumpangan tangan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Maumere — Sukacita besar kembali menyelimuti Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero menjelang perayaan tahbisan diakon yang akan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero. Dalam momentum penuh rahmat tersebut, Frater Roni Subun, SVD bersama rekan-rekannya akan menerima tahbisan diakon melalui penumpangan tangan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.</p>
<p>Tahbisan diakon menjadi langkah penting dalam perjalanan hidup religius seorang calon imam. Bagi Frater Roni, peristiwa itu bukan sekadar seremoni Gereja, melainkan jawaban atas panggilan Tuhan yang telah ia perjuangkan melalui proses panjang pembinaan, pendidikan, dan pengabdian.</p>
<p>Frater yang memiliki nama lengkap Fr. Meni Subun, Febronius, SVD ini lahir di Kiupunu pada 25 Juni 1998. Ia berasal dari Paroki St. Mikhael Oelami, Keuskupan Atambua. Dalam kesehariannya, Frater Roni dikenal sebagai pribadi yang ramah, sederhana, dan memiliki semangat pelayanan yang kuat.</p>
<p>Moto tahbisannya, “Aku telah melihat Tuhan” (Yohanes 20:18), menjadi refleksi spiritual yang mendalam dalam hidupnya. Moto tersebut mengandung makna iman yang kuat tentang pengalaman perjumpaan pribadi dengan Tuhan, yang kemudian menjadi dasar keberanian untuk melayani dan mewartakan kasih-Nya kepada sesama.</p>
<p>Perjalanan pendidikan Frater Roni dimulai di SDN Kiupunu pada tahun 2004 hingga 2010. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPN Kiupunu dan kemudian menempuh pendidikan menengah di SMA Seminari Lalian Atambua pada tahun 2013 hingga 2017.</p>
<p>Lingkungan seminari menjadi tempat awal bertumbuhnya panggilan hidup religius dalam dirinya. Dalam proses pembinaan tersebut, Frater Roni dibentuk untuk hidup disiplin, bertanggung jawab, dan semakin mendalami kehidupan rohani.</p>
<p>Pada tahun 2017, ia melanjutkan perjalanan panggilannya dengan memasuki Novisiat SVD St. Yosef Nenuk, Atambua. Masa novisiat yang dijalani hingga tahun 2019 menjadi tahap penting dalam pembentukan spiritualitas dan karakter hidup religiusnya sebagai calon misionaris Serikat Sabda Allah (SVD).</p>
<p>Setelah menyelesaikan novisiat, Frater Roni melanjutkan studi filsafat di IFTK Ledalero pada tahun 2019 hingga 2023. Di kampus yang dikenal sebagai pusat pendidikan calon imam dan intelektual Gereja di Indonesia Timur itu, ia ditempa tidak hanya dalam ilmu filsafat dan teologi, tetapi juga dalam semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial.</p>
<p>Sebagai bagian dari proses pembinaan pastoral, Frater Roni menjalani TOP (Tahun Orientasi Pastoral) di SMAK St. Lukas Olilit Timur, Tanimbar, Keuskupan Amboina, pada tahun 2023 hingga 2024. Pengalaman pastoral tersebut menjadi kesempatan penting baginya untuk hidup bersama umat dan memahami realitas pelayanan Gereja secara langsung.</p>
<p>Di tengah kehidupan masyarakat Tanimbar, Frater Roni belajar bahwa pelayanan Gereja bukan hanya hadir di altar, tetapi juga dalam pendampingan pendidikan, kehidupan sosial, dan kehadiran bagi masyarakat kecil. Pengalaman tersebut semakin memperkuat semangat pelayanannya.</p>
<p>Kini, Frater Roni sedang menyelesaikan Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero pada periode 2024 hingga 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju tahbisan dan pelayanan pastoral yang lebih matang.</p>
<p>Menariknya, setelah tahbisan nanti, Frater Roni direncanakan menjalani perutusan misioner di Regio SVD Madagascar. Perutusan tersebut menjadi bukti nyata semangat misioner SVD yang siap diutus ke berbagai penjuru dunia demi pewartaan Injil dan pelayanan kemanusiaan.</p>
<p>Madagaskar dikenal sebagai salah satu wilayah misi yang memiliki tantangan sosial, budaya, dan pastoral tersendiri. Karena itu, dibutuhkan pribadi-pribadi yang memiliki kesiapan mental, spiritual, dan semangat pengabdian tinggi untuk melayani masyarakat di sana.</p>
<p>Tahbisan diakon yang akan berlangsung di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero diperkirakan akan dihadiri keluarga, umat, para imam, biarawan-biarawati, dan sahabat dari berbagai daerah. Momen tersebut menjadi sukacita bersama, khususnya bagi umat Paroki St. Mikhael Oelami dan Keuskupan Atambua.</p>
<p>Kehadiran Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai uskup penahbis memberi makna tersendiri bagi para calon diakon. Dalam tradisi Gereja Katolik, tahbisan diakon merupakan penyerahan diri secara resmi untuk melayani Sabda, altar, dan karya kasih di tengah umat.</p>
<p>Di tengah dunia modern yang semakin individualistis, pilihan hidup Frater Roni menjadi kesaksian bahwa masih ada generasi muda yang memilih jalan pelayanan dan pengabdian. Panggilan religius bukan tentang mencari kenyamanan hidup, melainkan kesiapan untuk memberi diri demi sesama.</p>
<p>Perjalanan hidup Frater Roni Subun memperlihatkan bahwa panggilan lahir dari pengalaman iman yang mendalam. Dari Kiupunu menuju Ledalero, dan kelak menuju Madagaskar, perjalanan hidupnya menjadi kisah tentang keberanian menjawab panggilan Tuhan.</p>
<p>Tahbisan diakon pada 31 Mei 2026 mendatang akan menjadi awal baru dalam perjalanan pelayanannya. Sebuah langkah menuju hidup yang semakin dipersembahkan bagi Gereja dan umat manusia.</p>
<p>Dan seperti moto tahbisannya, Frater Roni ingin terus menjadi pribadi yang tidak hanya melihat Tuhan dalam doa, tetapi juga menghadirkan wajah Tuhan melalui pelayanan dan kasih kepada sesama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Hoineno Menuju Jalan Misi: Keteguhan Panggilan Diakon Clitus Hausufa, SVD</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4734/dari-hoineno-menuju-jalan-misi-keteguhan-panggilan-diakon-clitus-hausufa-svd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 13:47:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat Katolik Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Tabhisan diakon Ledalero Tahun ini]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Agung Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4734</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere — Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero kembali menjadi tempat lahirnya para pelayan Gereja yang siap mengabdikan hidup bagi Tuhan dan sesama. Pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang, Frater Clitus Hausufa, SVD bersama rekan-rekan seangkatannya akan menerima tahbisan diakon melalui penumpangan tangan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni. Tahbisan diakon tersebut menjadi tonggak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Maumere — Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero kembali menjadi tempat lahirnya para pelayan Gereja yang siap mengabdikan hidup bagi Tuhan dan sesama. Pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang, Frater Clitus Hausufa, SVD bersama rekan-rekan seangkatannya akan menerima tahbisan diakon melalui penumpangan tangan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.</p>
<p>Tahbisan diakon tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang panggilan hidup religius yang telah ditempuh dengan penuh kesetiaan, pengorbanan, dan semangat pelayanan. Bagi Frater Clitus, tahbisan bukan sekadar tahap menuju imamat, melainkan jawaban iman atas panggilan Tuhan yang terus menuntunnya sejak masa muda.</p>
<p>Frater yang memiliki nama lengkap Clitus Marselinus Hausufa, SVD ini lahir di Hoineno pada 26 April 1995. Ia berasal dari Paroki Sta. Maria Fatima Nurobo, Keuskupan Atambua. Dalam kehidupan sehari-hari, ia dikenal sebagai pribadi yang sederhana, tenang, dan memiliki komitmen kuat dalam menjalani kehidupan religius.</p>
<p>Moto tahbisannya, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah” (Lukas 18:27), menjadi sumber inspirasi dan kekuatan dalam perjalanan panggilannya. Moto tersebut mencerminkan keyakinan bahwa setiap proses hidup, tantangan, dan pengorbanan hanya dapat dijalani dengan iman dan penyerahan diri kepada Tuhan.</p>
<p>Perjalanan pendidikan Frater Clitus dimulai di SDI Bora pada tahun 2002 hingga 2008. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Tasifeto Timur, Wedomu, dan kemudian di SMAN 1 Tasifeto Timur, Wedomu. Masa pendidikan tersebut menjadi fondasi awal pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat pengabdian dalam dirinya.</p>
<p>Keinginan untuk menyerahkan hidup dalam pelayanan Gereja semakin kuat ketika ia memutuskan masuk Postulat St. Arnoldus Janssen Boanio pada tahun 2015. Langkah tersebut menjadi awal perjalanan panjang sebagai calon misionaris Serikat Sabda Allah (SVD), kongregasi religius yang dikenal dengan semangat pewartaan lintas budaya dan bangsa.</p>
<p>Setelah menjalani masa postulat, Frater Clitus melanjutkan pembinaan di Novisiat SVD St. Yosef Nenuk, Atambua, pada tahun 2016 hingga 2018. Masa novisiat menjadi tahap penting dalam hidup religius, tempat seorang calon religius dibentuk dalam kehidupan doa, disiplin komunitas, dan spiritualitas misioner.</p>
<p>Perjalanan intelektualnya kemudian berlanjut di IFTK Ledalero melalui studi filsafat pada tahun 2018 hingga 2022. Ledalero dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan calon imam terbesar di Indonesia Timur yang telah melahirkan banyak imam, misionaris, dan tokoh Gereja.</p>
<p>Di Ledalero, Frater Clitus tidak hanya ditempa dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kepekaan sosial dan semangat pelayanan kepada masyarakat kecil. Ia dibentuk untuk menjadi pelayan Gereja yang mampu hadir di tengah persoalan umat dengan hati yang terbuka dan penuh kasih.</p>
<p>Pada tahun 2022 hingga 2023, Frater Clitus menjalani TOP (Tahun Orientasi Pastoral) di SMPK St. Josef Freinademetz, Tambolaka, Sumba Barat Daya. Pengalaman pastoral tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata tentang bagaimana hidup bersama umat, memahami pergumulan masyarakat, dan menghadirkan pelayanan Gereja secara konkret.</p>
<p>Kini, Frater Clitus sedang menyelesaikan Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero pada periode 2023 hingga 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju tahbisan dan pelayanan pastoral yang lebih mendalam. Setelah tahbisan nanti, ia direncanakan menjalani perutusan misi di Regio SVD Bangladesh, sebuah wilayah pelayanan yang membutuhkan semangat pengabdian dan kesiapan untuk hidup di tengah keberagaman budaya dan agama.</p>
<p>Perutusan ke Bangladesh menjadi bukti nyata bahwa semangat misioner SVD melampaui batas geografis dan budaya. Menjadi misionaris berarti siap meninggalkan zona nyaman demi membawa nilai kasih, persaudaraan, dan Injil kepada masyarakat luas.</p>
<p>Tahbisan diakon yang akan berlangsung di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero diperkirakan akan dihadiri keluarga, umat, para imam, biarawan-biarawati, serta sahabat dari berbagai daerah. Perayaan tersebut menjadi sukacita besar, khususnya bagi umat Paroki Sta. Maria Fatima Nurobo dan Keuskupan Atambua.</p>
<p>Kehadiran Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai uskup penahbis memberi makna mendalam bagi para calon diakon. Dalam tradisi Gereja Katolik, tahbisan diakon menjadi tanda resmi penyerahan diri untuk melayani Sabda, altar, dan karya kasih bagi umat.</p>
<p>Di tengah dunia modern yang penuh persaingan dan orientasi material, pilihan hidup Frater Clitus menjadi kesaksian bahwa masih ada generasi muda yang memilih jalan pengabdian dan pelayanan. Panggilan religius bukanlah jalan yang mudah, tetapi membutuhkan keberanian untuk meninggalkan kepentingan pribadi demi melayani sesama.</p>
<p>Perjalanan hidup Frater Clitus Hausufa memperlihatkan bahwa iman dan ketekunan mampu membawa seseorang melampaui berbagai keterbatasan. Dari Hoineno menuju Ledalero, dan kelak menuju Bangladesh, perjalanan panggilannya menjadi kisah tentang harapan, kesetiaan, dan pengabdian.</p>
<p>Tahbisan diakon pada 31 Mei 2026 mendatang akan menjadi awal baru dalam karya pelayanannya. Sebuah langkah menuju hidup yang semakin dipersembahkan bagi Gereja dan kemanusiaan.</p>
<p>Dan seperti moto hidup yang dipegangnya, Frater Clitus percaya bahwa apa yang tampak mustahil bagi manusia, akan selalu menjadi mungkin di hadapan Allah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menembus Batas Misi: Perjalanan Panggilan Diakon Yohan Rudin, SVD dari Flores hingga Afrika</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4731/menembus-batas-misi-perjalanan-panggilan-diakon-yohan-rudin-svd-dari-flores-hingga-afrika/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 13:43:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[keuskupan Labuan Bajo]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Maumere]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Tabhisan diakon Ledalero Tahun ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4731</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere — Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero akan menjadi saksi lahirnya para pelayan Gereja yang siap diutus ke tengah dunia. Pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang, Frater Yohanes Rudin, SVD bersama rekan-rekannya akan menerima tahbisan diakon melalui penumpangan tangan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni. Tahbisan diakon tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Maumere — Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero akan menjadi saksi lahirnya para pelayan Gereja yang siap diutus ke tengah dunia. Pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang, Frater Yohanes Rudin, SVD bersama rekan-rekannya akan menerima tahbisan diakon melalui penumpangan tangan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.</p>
<p>Tahbisan diakon tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan panjang hidup membiara yang telah ditempuh dengan penuh kesetiaan, pengorbanan, dan semangat misioner. Bagi Frater Yohan Rudin, tahbisan bukan sekadar seremoni Gereja, melainkan jawaban iman atas panggilan Tuhan yang terus bertumbuh sejak masa muda.</p>
<p>Frater yang akrab disapa Fr. Yohan ini memiliki nama lengkap Fr. Rudin, Yohanes, SVD. Ia lahir di Wae Warang pada 29 Desember 1994 dan berasal dari Paroki St. Yosef Pekerja Lengkong Cepang, Keuskupan Labuan Bajo.</p>
<p>Moto tahbisannya, “Percayalah kepada terang itu” (Yohanes 12:36), mencerminkan arah spiritualitas hidupnya. Moto tersebut mengandung pesan mendalam tentang iman, harapan, dan keberanian untuk berjalan bersama terang Kristus di tengah dunia yang sering diliputi ketidakpastian dan tantangan zaman.</p>
<p>Perjalanan pendidikan Frater Yohan dimulai di SDK Kaca pada tahun 2002 hingga 2008. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPK St. Klaus Werang dan kemudian di SMAK St. Klaus Werang. Lingkungan pendidikan yang kuat dalam nilai disiplin dan pembinaan rohani menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan panggilan hidupnya.</p>
<p>Pada tahun 2015, Frater Yohan memulai tahap awal formasi religius di Postulat St. Arnoldus Janssen Boanio. Dari tempat itulah ia mulai menjalani kehidupan sebagai calon misionaris Serikat Sabda Allah (SVD), kongregasi religius yang dikenal dengan semangat pewartaan lintas bangsa dan budaya.</p>
<p>Perjalanan pembinaan kemudian berlanjut di Novisiat SVD St. Yosef Nenuk, Atambua, pada tahun 2016 hingga 2018. Dalam masa novisiat, Frater Yohan dibentuk untuk semakin mengenal spiritualitas hidup religius, mendalami kehidupan doa, serta membangun kesiapan untuk melayani Gereja dan masyarakat.</p>
<p>Setelah menyelesaikan novisiat, ia melanjutkan studi filsafat di IFTK Ledalero pada tahun 2018 hingga 2022. Kampus Ledalero dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan calon imam terbesar di Indonesia Timur yang telah melahirkan banyak imam, misionaris, dan intelektual Gereja.</p>
<p>Di Ledalero, Frater Yohan tidak hanya dibentuk secara akademik, tetapi juga dalam kepekaan sosial dan semangat kemanusiaan. Ia ditempa untuk menjadi pelayan Gereja yang mampu hadir di tengah persoalan masyarakat dengan semangat kasih dan pengabdian.</p>
<p>Semangat misionernya semakin diperkaya ketika ia menjalani OTP (Overseas Training Program) di Tchad, Afrika Tengah, pada tahun 2022 hingga 2024. Pengalaman lintas budaya dan lintas negara tersebut menjadi sekolah kehidupan yang memperluas cara pandangnya tentang Gereja universal dan pelayanan kemanusiaan.</p>
<p>Melayani di Afrika bukanlah pengalaman yang mudah. Dibutuhkan keberanian, kemampuan beradaptasi, dan semangat pengorbanan yang tinggi. Namun, pengalaman tersebut justru memperlihatkan kesungguhan Frater Yohan dalam menjalani panggilan misioner SVD yang siap diutus ke mana saja demi pewartaan Injil.</p>
<p>Kini, Frater Yohan sedang menyelesaikan Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero pada periode 2024–2026 sebagai bagian dari persiapan menuju tahbisan dan pelayanan pastoral yang lebih mendalam. Setelah tahbisan nanti, ia juga direncanakan menjalani perutusan di Netherland-Belgium SVD Province, sebuah bentuk kepercayaan besar atas kesiapan dan dedikasinya dalam karya misi internasional.</p>
<p>Tahbisan diakon yang akan berlangsung di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero menjadi sukacita besar, bukan hanya bagi keluarga dan komunitas SVD, tetapi juga bagi umat Paroki Lengkong Cepang dan Keuskupan Labuan Bajo.</p>
<p>Di tengah dunia modern yang sering menawarkan kenyamanan dan kehidupan instan, pilihan hidup Frater Yohan menjadi kesaksian bahwa masih ada generasi muda yang berani meninggalkan kepentingan pribadi demi pelayanan dan pengabdian kepada Tuhan serta sesama.</p>
<p>Dalam Gereja Katolik, diakon dipanggil untuk melayani Sabda, altar, dan karya kasih. Karena itu, tahbisan diakon bukan sekadar gelar rohani, melainkan komitmen untuk hidup dalam semangat pelayanan yang rendah hati dan penuh kasih.</p>
<p>Kehadiran Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai uskup penahbis memberi makna mendalam bagi para calon diakon. Tahbisan tersebut menjadi tanda bahwa Gereja terus melahirkan pelayan-pelayan baru yang siap diutus membawa terang Injil ke berbagai penjuru dunia.</p>
<p>Perjalanan hidup Frater Yohan Rudin memperlihatkan bahwa panggilan sejati lahir dari keberanian untuk percaya dan melangkah bersama Tuhan. Dari Flores menuju Afrika, dan kelak menuju Eropa, jalan hidupnya menjadi gambaran nyata semangat misioner Gereja yang tidak mengenal batas wilayah maupun budaya.</p>
<p>Tahbisan pada 31 Mei 2026 mendatang menjadi awal dari pengabdian baru. Sebuah perjalanan pelayanan yang akan terus diuji oleh tantangan zaman, tetapi juga dipenuhi harapan untuk menghadirkan terang Kristus bagi dunia.</p>
<p>Dan seperti moto hidup yang dipegangnya, Frater Yohan Rudin memilih untuk tetap percaya kepada terang itu — terang yang memanggil, membimbing, dan mengutusnya untuk melayani umat manusia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Aimere Menuju Altar Pelayanan: Kisah Panggilan Diakon Carli Ka’u, SVD yang Akan Ditahbiskan di Ledalero</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4728/dari-aimere-menuju-altar-pelayanan-kisah-panggilan-diakon-carli-kau-svd-yang-akan-ditahbiskan-di-ledalero/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 13:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Tabhisan diakon]]></category>
		<category><![CDATA[Tabhisan diakon Ledalero Tahun ini]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Agung Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4728</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere — Sukacita besar menyelimuti keluarga besar Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero menjelang perayaan tahbisan diakon yang akan digelar pada Minggu, 31 Mei 2026 di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero. Salah satu calon diakon yang akan menerima tahbisan suci tersebut ialah Diakon Carli Ka’u, SVD, bersama rekan-rekannya seangkatan. Tahbisan diakon itu akan dipimpin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Maumere — Sukacita besar menyelimuti keluarga besar Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero menjelang perayaan tahbisan diakon yang akan digelar pada Minggu, 31 Mei 2026 di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero. Salah satu calon diakon yang akan menerima tahbisan suci tersebut ialah Diakon Carli Ka’u, SVD, bersama rekan-rekannya seangkatan.</p>
<p>Tahbisan diakon itu akan dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, sebuah momentum rohani yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan panggilan para calon imam Serikat Sabda Allah (SVD).</p>
<p>Di tengah tantangan zaman modern yang penuh dengan arus materialisme dan individualisme, pilihan hidup membiara dan melayani Gereja menjadi kesaksian iman yang luar biasa. Sosok Frater Carli Ka’u hadir sebagai gambaran seorang muda Katolik yang memilih jalan pengabdian demi pelayanan kepada Tuhan dan sesama.</p>
<p>Frater yang memiliki nama lengkap Fr. Carli Ka’u, Fransiskus, SVD itu lahir di Aimere pada 6 Februari 1997. Ia berasal dari Paroki St. Fransiskus dan Sta. Klara Aimere, Keuskupan Agung Ende. Dalam perjalanan hidupnya, Frater Carli dikenal sebagai pribadi sederhana, tenang, dan memiliki semangat misioner yang kuat.</p>
<p>Moto tahbisannya, “Bajuku telah kutanggalkan” (Kidung Agung 5:3), menggambarkan kesiapan total untuk meninggalkan kenyamanan pribadi demi menjawab panggilan Tuhan. Moto tersebut bukan hanya ungkapan simbolik, tetapi juga refleksi spiritual tentang penyerahan diri sepenuhnya kepada karya pelayanan Gereja.</p>
<p>Perjalanan pendidikan Frater Carli dimulai di SDI Aimere pada tahun 2003 hingga 2009. Sejak kecil, ia telah menunjukkan minat besar terhadap kehidupan rohani dan pendidikan Gereja. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia melanjutkan pendidikan di SMPS Seminari Mataloko pada tahun 2009 hingga 2012, lalu melanjutkan ke SMAS Seminari Mataloko pada tahun 2012 hingga 2015.</p>
<p>Lingkungan seminari menjadi tempat pembinaan awal yang membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan semangat hidup rohani dalam dirinya. Dari tempat itulah benih panggilan untuk menjadi imam semakin bertumbuh dan mengakar kuat.</p>
<p>Pada tahun 2015, Frater Carli melanjutkan perjalanan formasinya dengan memasuki Novisiat SVD Sang Sabda Kuwu-Ruteng. Masa novisiat menjadi tahap penting dalam pembentukan hidup religius, di mana seorang calon religius belajar tentang spiritualitas, hidup komunitas, doa, dan pelayanan.</p>
<p>Setelah menyelesaikan novisiat, ia melanjutkan studi filsafat di IFTK Ledalero pada tahun 2017 hingga 2021. Di kampus yang dikenal sebagai pusat pendidikan calon imam dan intelektual Gereja di Indonesia Timur tersebut, Frater Carli ditempa dalam pemikiran filsafat, teologi, dan kemanusiaan.</p>
<p>Tidak hanya dibentuk secara akademik, Frater Carli juga mendapat pengalaman internasional melalui masa OTP (Overseas Training Program) di Provinsi SVD China (Taiwan) pada tahun 2021 hingga 2024. Pengalaman lintas budaya itu menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan misionernya sekaligus memperkuat identitasnya sebagai calon misionaris SVD.</p>
<p>Pengalaman di Taiwan tidak hanya mempertemukannya dengan masyarakat yang berbeda budaya dan bahasa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran tentang bagaimana Gereja hadir di tengah masyarakat global yang terus berubah. Semangat pelayanan lintas bangsa dan budaya inilah yang menjadi ciri khas Serikat Sabda Allah.</p>
<p>Kini, Frater Carli sedang menyelesaikan Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero pada periode 2024–2026 sebagai bagian dari persiapan menuju tahbisan dan pelayanan pastoral yang lebih mendalam. Setelah tahbisan nanti, ia juga direncanakan menjalani misi di Irish and British SVD Province, sebuah bentuk perutusan internasional yang menunjukkan kesiapan untuk melayani Gereja universal.</p>
<p>Tahbisan diakon sendiri merupakan tahap penting sebelum tahbisan imam. Dalam Gereja Katolik, seorang diakon dipanggil untuk melayani Sabda, altar, dan karya kasih. Karena itu, tahbisan bukan hanya soal status religius, melainkan komitmen hidup untuk menjadi pelayan umat dengan penuh kerendahan hati.</p>
<p>Perayaan tahbisan yang akan berlangsung di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero diperkirakan akan dihadiri keluarga, umat, para imam, biarawan-biarawati, serta sahabat dari berbagai daerah. Momen tersebut menjadi sukacita bersama bagi Gereja lokal, khususnya umat Paroki Aimere dan Keuskupan Agung Ende.</p>
<p>Kehadiran Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai uskup penahbis juga memberikan makna mendalam bagi para calon diakon. Dalam tugas kegembalaannya, uskup menjadi simbol persatuan Gereja sekaligus pemberi mandat pelayanan kepada para calon pelayan altar.</p>
<p>Di tengah dunia yang terus mengalami perubahan sosial dan krisis nilai, Gereja membutuhkan sosok-sosok muda yang mampu menjadi pembawa harapan, damai, dan kasih. Frater Carli Ka’u menjadi salah satu generasi muda Gereja yang memilih jalan sunyi pelayanan, bukan demi popularitas, melainkan demi pengabdian.</p>
<p>Pilihan hidup religius memang bukan jalan mudah. Dibutuhkan ketekunan, pengorbanan, disiplin, dan kesetiaan dalam menjalani proses panjang pembinaan. Namun, melalui perjalanan hidup Frater Carli, tampak jelas bahwa panggilan lahir dari keberanian untuk percaya dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.</p>
<p>Tahbisan diakon pada 31 Mei 2026 mendatang akan menjadi awal baru dalam perjalanan pelayanannya. Sebuah langkah menuju kehidupan yang semakin dipersembahkan bagi Gereja dan umat manusia.</p>
<p>Dari Aimere menuju Ledalero, dari ruang pembinaan menuju altar pelayanan, perjalanan Frater Carli Ka’u, SVD menjadi kisah iman tentang kesetiaan, pengorbanan, dan harapan. Sebab pada akhirnya, panggilan sejati bukan tentang mencari kenyamanan hidup, melainkan kesiapan untuk memberi diri bagi sesama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjelang Tahbisan Diakon 2026: Jejak Panggilan dan Pengabdian Diakon Enti Daga, SVD</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4725/menjelang-tahbisan-diakon-2026-jejak-panggilan-dan-pengabdian-diakon-enti-daga-svd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 13:26:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Maumere]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[SVD]]></category>
		<category><![CDATA[Tabhisan diakon]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Agung Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4725</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere — Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero kembali menjadi saksi lahirnya para pelayan Gereja yang siap mengabdikan hidup bagi umat dan kemanusiaan. Salah satu calon diakon yang akan menerima tahbisan diakon pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang ialah Diakon Enti Daga, SVD, seorang frater muda asal Keuskupan Agung Ende yang dikenal sederhana, tekun, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Maumere — Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero kembali menjadi saksi lahirnya para pelayan Gereja yang siap mengabdikan hidup bagi umat dan kemanusiaan. Salah satu calon diakon yang akan menerima tahbisan diakon pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang ialah Diakon Enti Daga, SVD, seorang frater muda asal Keuskupan Agung Ende yang dikenal sederhana, tekun, dan penuh semangat pelayanan.</p>
<p>Momentum tahbisan diakon bukan sekadar seremoni liturgi, melainkan sebuah peneguhan panggilan untuk melayani Tuhan dan sesama. Dalam tradisi Gereja Katolik, tahbisan diakon menjadi tahap penting menuju imamat, sekaligus tanda kesiapan seseorang untuk hidup dalam pelayanan, pewartaan Injil, dan karya kasih.</p>
<p>Mengusung moto panggilan “Aku percaya, Tuhan” (Yohanes 9:38), Frater Enti Daga memperlihatkan perjalanan iman yang lahir dari keyakinan mendalam kepada Tuhan. Moto tersebut menjadi cerminan spiritualitas seorang calon pelayan Gereja yang menaruh seluruh hidupnya dalam penyelenggaraan Ilahi.</p>
<p>Lahir di Oka pada 19 Mei 1998, Frater yang akrab disapa Fr. Enti ini berasal dari Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, Keuskupan Agung Ende. Sejak kecil, ia telah tumbuh dalam lingkungan keluarga dan komunitas yang menanamkan nilai iman, disiplin, dan pengabdian.</p>
<p>Perjalanan pendidikannya dimulai di SDK Kotowuji pada tahun 2004 hingga 2010. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPK Setya Budi Maunori dan kemudian di SMAN 1 Keo Tengah. Dari masa sekolah inilah benih panggilan hidup membiara mulai tumbuh dan menguat.</p>
<p>Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Frater Enti memilih menapaki jalan panggilan religius dengan masuk Postulat St. Arnoldus Janssen Boanio pada tahun 2016. Langkah tersebut menjadi awal perjalanan panjang dalam Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini/SVD).</p>
<p>Ia kemudian menjalani masa novisiat di Novisiat SVD St. Yosef Nenuk, Atambua, pada tahun 2017 hingga 2019. Masa novisiat merupakan tahap pembentukan spiritual yang penting, tempat seorang calon religius belajar tentang kehidupan doa, disiplin, persaudaraan, dan spiritualitas misioner.</p>
<p>Sesudah itu, Frater Enti melanjutkan studi filsafat di IFTK Ledalero pada tahun 2019 hingga 2023. Di kampus yang dikenal sebagai pusat intelektual Gereja di Indonesia Timur tersebut, ia ditempa tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kepekaan sosial dan semangat pelayanan bagi masyarakat kecil.</p>
<p>Dalam perjalanan formasinya, Frater Enti juga menjalani masa TOP (Tahun Orientasi Pastoral) di SMPK St. Josef Freinademetz, Tambolaka, Sumba Barat Daya, pada tahun 2023 hingga 2024. Pengalaman pastoral ini menjadi ruang pembelajaran nyata untuk hidup bersama umat, memahami persoalan masyarakat, dan menghadirkan Gereja yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Kini, ia sedang menempuh Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero pada periode 2024–2026 sebagai bagian dari persiapan menuju pelayanan yang lebih matang. Dalam waktu dekat, Frater Enti juga direncanakan menjalani perutusan misioner di Brazil Central SVD Province, sebuah bentuk kepercayaan sekaligus panggilan universal khas Serikat Sabda Allah.</p>
<p>Tahbisan diakon yang akan berlangsung pada 31 Mei 2026 mendatang bukan hanya menjadi sukacita pribadi bagi Frater Enti dan keluarganya, tetapi juga kebanggaan bagi umat Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, Keuskupan Agung Ende, serta seluruh keluarga besar SVD.</p>
<p>Di tengah dunia yang terus berubah dengan berbagai tantangan sosial, krisis moral, dan melemahnya nilai kemanusiaan, Gereja membutuhkan pelayan-pelayan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga rendah hati dan memiliki hati untuk melayani. Sosok Frater Enti Daga menjadi salah satu gambaran generasi muda Gereja yang memilih jalan pengabdian di tengah arus zaman yang serba instan dan materialistis.</p>
<p>Tahbisan diakon merupakan awal dari tanggung jawab besar: menjadi pelayan Sabda, pelayan altar, dan pelayan kasih. Karena itu, perjalanan seorang diakon tidak berhenti di altar Gereja, tetapi hadir di tengah masyarakat, mendengar jeritan kaum kecil, dan membawa harapan bagi mereka yang mengalami kesulitan hidup.</p>
<p>Semangat misioner yang tertanam dalam diri Frater Enti juga menunjukkan bahwa panggilan religius bukan sekadar tentang hidup untuk diri sendiri, melainkan kesiapan untuk diutus ke mana saja demi pelayanan Injil. Penugasan ke Brazil Central SVD Province menjadi bukti bahwa Gereja terus membutuhkan pewarta-pewarta muda yang siap melintasi batas budaya dan bangsa.</p>
<p>Menjelang hari tahbisan, doa dan dukungan umat menjadi kekuatan penting bagi para calon diakon. Harapan besar pun disematkan agar mereka tetap setia dalam panggilan, rendah hati dalam pelayanan, dan berani menjadi saksi kasih Tuhan di tengah dunia.</p>
<p>Tahbisan diakon bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian panjang. Dan bagi Frater Enti Daga, SVD, langkah menuju altar tahbisan adalah jawaban iman atas panggilan Tuhan yang telah ia yakini sejak awal: “Aku percaya, Tuhan.”</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
