<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Renungan Harian Katolik; Kamis 22 Mei 2026 &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/renungan-harian-katolik-kamis-22-mei-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 May 2026 17:32:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Renungan Harian Katolik; Kamis 22 Mei 2026 &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Renungan Harian Katolik; Kamis, 22 Mei 2026</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4455/renungan-harian-katolik-kamis-22-mei-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 May 2026 17:32:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Maumere]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan Harian Katolik; Kamis 22 Mei 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4455</guid>

					<description><![CDATA[Bacaan Injil Hari Ini Injil diambil dari 17:20-26 “Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.” Menjadi Satu di Tengah Dunia yang Terpecah Dalam doa-Nya sebelum sengsara, Yesus tidak hanya berdoa bagi para murid yang ada bersama-Nya saat itu. Ia juga berdoa bagi kita semua. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="font-size: 16px;">Bacaan Injil Hari Ini</span></h1>
<p>Injil diambil dari 17:20-26</p>
<blockquote><p>“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.”</p></blockquote>
<hr />
<h1>Menjadi Satu di Tengah Dunia yang Terpecah</h1>
<p>Dalam doa-Nya sebelum sengsara, Yesus tidak hanya berdoa bagi para murid yang ada bersama-Nya saat itu. Ia juga berdoa bagi kita semua. Doa Yesus sangat sederhana namun mendalam: agar semua orang percaya hidup dalam persatuan dan kasih.</p>
<p>Dunia hari ini sering dipenuhi pertengkaran, persaingan, iri hati, bahkan kebencian. Banyak orang mudah memutus relasi karena perbedaan pendapat, politik, suku, agama, atau kepentingan pribadi. Media sosial pun sering menjadi tempat saling menyerang dan menghakimi. Dalam situasi seperti itu, Yesus mengajak kita menghadirkan wajah kasih Allah melalui persatuan.</p>
<p>Persatuan yang dimaksud Yesus bukan berarti semua orang harus sama. Persatuan lahir ketika orang mau saling memahami, menghormati, mengampuni, dan berjalan bersama meski berbeda. Kasih menjadi dasar utama persatuan itu.</p>
<p>Sebagai orang Katolik, kita dipanggil menjadi pembawa damai di keluarga, kampus, tempat kerja, lingkungan, dan media sosial. Jangan menjadi sumber perpecahan melalui gosip, fitnah, atau kata-kata yang melukai. Sebaliknya, hadirkanlah sikap rendah hati dan kasih yang mempersatukan.</p>
<p>Kadang kita merasa sulit mengasihi orang tertentu karena pernah disakiti. Namun Injil hari ini mengingatkan bahwa kasih Kristus jauh lebih besar daripada luka dan ego manusia. Ketika kita mau mengampuni, di situlah Allah bekerja menghadirkan damai.</p>
<p>Persatuan juga berarti berjalan bersama mereka yang lemah dan tersingkir. Jangan hanya dekat dengan orang yang menguntungkan kita. Yesus sendiri hadir bagi semua orang tanpa membeda-bedakan.</p>
<p>Hari ini, marilah kita bertanya pada diri sendiri: apakah kehadiran kita membawa damai atau justru menambah perpecahan? Apakah kata-kata kita menyembuhkan atau melukai? Tuhan memanggil kita menjadi satu tubuh dalam kasih-Nya.</p>
<hr />
<h2>Pesan Hari Ini</h2>
<p>“Kasih yang sejati selalu melahirkan persatuan, damai, dan pengampunan.”</p>
<hr />
<h2>Doa Harian</h2>
<p>Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk hidup dalam kasih dan persatuan. Jauhkan aku dari sikap egois, kebencian, dan keinginan untuk menghakimi orang lain. Jadikan aku pembawa damai di mana pun aku berada. Amin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
