<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Puskesmas Watubaing &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/puskesmas-watubaing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2026 12:51:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Puskesmas Watubaing &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengungsi Mandiri Nangahale Belum Tersentuh Bantuan: Usman Meninggal, Hasmida Digigit Ular</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5921/pengungsi-mandiri-nangahale-belum-tersentuh-bantuan-usman-meninggal-hasmida-digigit-ular/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 12:51:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Nangahale]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Talibura]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Bencana Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi Mandiri Bernama Usman (67 tahun)]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Watubaing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5921</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA &#8211; Kabar duka sekaligus kekhawatiran mendalam datang dari Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Seorang pengungsi mandiri bernama Usman (67 tahun) meninggal dunia pada Kamis, 20 Agustus 2026, sementara warga lainnya, Hasmida, mengalami gigitan ular di sekitar lokasi pengungsian. Kedua peristiwa ini terjadi di tengah keterbatasan fasilitas pengungsian yang memprihatinkan dan belum tersentuhnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, SIKKA &#8211; Kabar duka sekaligus kekhawatiran mendalam datang dari Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Seorang pengungsi mandiri bernama Usman (67 tahun) meninggal dunia pada Kamis, 20 Agustus 2026, sementara warga lainnya, Hasmida, mengalami gigitan ular di sekitar lokasi pengungsian.</p>
<p>Kedua peristiwa ini terjadi di tengah keterbatasan fasilitas pengungsian yang memprihatinkan dan belum tersentuhnya bantuan pemerintah bagi ratusan warga yang bertahan secara mandiri.</p>
<p>Usman diketahui memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun selama berada di pengungsian karena hanya bertidur beralaskan terpal di tempat terbuka.</p>
<p>Udara dingin malam yang menusuk membuatnya mengalami sesak napas dan batuk-batuk hingga akhirnya terjatuh di lokasi pengungsian. Warga segera membawanya ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong.</p>
<p>Salah satu warga setempat bernama Hasmida mengalami gigitan ular di sekitar tempat pengungsian. Korban segera mendapat penanganan pertama di Puskesmas Watubaing sebelum dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere untuk perawatan lebih lanjut. Hingga saat ini Hasmida masih menjalani perawatan medis dan kondisinya terus dipantau.</p>
<p>Kedua insiden itu menjadi alarm serius bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka. Warga meminta agar penanganan bencana tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan di pusat kota, melainkan juga memastikan keamanan, keselamatan, dan ketersediaan fasilitas yang layak bagi warga yang bertahan di lokasi-lokasi pengungsian terpencil seperti Nangahale.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, jumlah pengungsi mandiri di Desa Nangahale mencapai 393 Kepala Keluarga atau setara 1.551 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat 27 ibu hamil, 75 ibu menyusui, 179 lansia, 90 balita, 603 anak-anak, serta 19 penyandang disabilitas. Seluruh warga tersebut terbagi di tiga posko pengungsian, namun hingga saat ini belum tersentuh bantuan apa pun dari pemerintah.</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/"> Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
