<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PT TEP Indonesia &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/pt-tep-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 May 2026 12:34:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>PT TEP Indonesia &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>“From Waste to Action”: Anak Muda Labuan Bajo Bergerak untuk Masa Depan Bebas Sampah</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4475/from-waste-to-action-anak-muda-labuan-bajo-bergerak-untuk-masa-depan-bebas-sampah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 12:34:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[From waste to action]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Bebas Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Politeknik eLBajo Commodus]]></category>
		<category><![CDATA[PT INGRAM]]></category>
		<category><![CDATA[PT TEP Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4475</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, LABUAN BAJO — Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata di Labuan Bajo, persoalan sampah kini menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama generasi muda sebagai agen perubahan. Menjawab tantangan tersebut, Program Positif Bajo bersama PTTEP Indonesia dan PT INGRAM menggelar Youth Workshop Campaign bertajuk “From Waste to Action” pada 21–22 Mei 2026 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, LABUAN BAJO —</strong> Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata di Labuan Bajo, persoalan sampah kini menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama generasi muda sebagai agen perubahan.</p>
<p>Menjawab tantangan tersebut, Program Positif Bajo bersama PTTEP Indonesia dan PT INGRAM menggelar <em>Youth Workshop Campaign</em> bertajuk <em>“From Waste to Action”</em> pada 21–22 Mei 2026 di Kampus Politeknik eLBajo Commodus.</p>
<p>Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi, pembelajaran, dan aksi nyata bagi generasi muda Manggarai Barat agar terlibat langsung dalam solusi pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.</p>
<p>Workshop tersebut merupakan bagian dari penguatan Program Positif Bajo yang sejak 2024 mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular.</p>
<p>Melalui seminar, diskusi interaktif, studi kasus, hingga sesi <em>design thinking</em>, peserta diajak memahami tantangan pengelolaan sampah di wilayah pesisir dan destinasi wisata. Mereka juga didorong merancang ide-ide kampanye kreatif yang dapat diterapkan langsung di komunitas masing-masing.</p>
<p>Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, komunitas pemuda, organisasi lingkungan, relawan, dan aktivis keberlanjutan mengikuti kegiatan tersebut. Dari workshop ini diharapkan lahir berbagai inisiatif dan aksi nyata untuk memperkuat budaya memilah sampah dari sumbernya serta mengurangi penggunaan sampah sekali pakai di masyarakat.</p>
<p>Direktur Politeknik eLBajo Commodus, I Nengah Dasi Astawa, menyampaikan apresiasi kepada PTTEP Indonesia dan PT INGRAM atas kepedulian terhadap persoalan sampah di Labuan Bajo.</p>
<p>Menurutnya, kampus juga memiliki perhatian serius terhadap pelestarian lingkungan, khususnya pengelolaan sampah.</p>
<p>“eLBajo ini tiap hari kerja bakti. Kampus ini suatu lembaga yang tiap hari kerjanya juga urus sampah. Sampah kita bersihkan terus. Lembaga ini kecil barangnya, tapi besar ide dan kemajuannya,” kata Prof. Nengah saat membuka kegiatan tersebut.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, pihak kampus juga menandatangani nota kesepahaman atau MoU bersama PT INGRAM terkait upaya penanganan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Labuan Bajo.</p>
<p>“Kampus punya target meningkatkan kualitas anak-anak Labuan Bajo, tidak saja maju di bidang akademik dan teknologi terapan, tetapi juga peduli terhadap pelestarian lingkungan,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai Barat, Vinsensius Gande, membeberkan kondisi sampah di wilayahnya yang dinilai masih memprihatinkan.</p>
<p>Menurut Vinsensius, timbunan sampah di Kabupaten Manggarai Barat mencapai 157,31 ton per hari, dengan produksi sampah individu rata-rata 0,5 kilogram per hari.</p>
<p>Dari jumlah tersebut, sekitar 84,21 ton atau 57,16 persen berhasil dikelola, sedangkan 62,27 ton atau 42,84 persen masih dibuang ke lingkungan.</p>
<p>“Data ini menunjukkan bahwa penanganan sampah di Kabupaten Manggarai Barat tidak sedang baik-baik saja. Isu sampah kini menjadi indikator utama arah pembangunan daerah. Ini setara dengan penanganan stunting dan kemiskinan,” ujarnya.</p>
<p>Direktur PT INGRAM, Fey Febri, mengatakan persoalan sampah dapat menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan sektor pariwisata.</p>
<p>Menurutnya, banyak destinasi wisata dunia mulai ditinggalkan wisatawan akibat persoalan sampah yang tidak tertangani dengan baik.</p>
<p>“Labuan Bajo adalah ikon wisata super premium Indonesia yang sudah mendunia. Jangan sampai rusak karena sampah. Karena itu, sampah harus kita kelola bersama,” ujarnya.</p>
<p>Fey menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari kesadaran individu dalam mengelola sampah.</p>
<p>“Jadi sampah yang kita hasilkan harus menjadi tanggung jawab kita. Ingat bahwa sampahku tanggung jawabku. Perubahan harus dimulai dari kita sendiri,” katanya.</p>
<p>Ia berharap generasi muda Labuan Bajo mampu menjadi motor penggerak perubahan perilaku lingkungan melalui kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian sosial.</p>
<p>Sementara itu, Direktur Destinasi Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Konstant Mardinandus, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor.</p>
<p>Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, inovator, dan <em>creative leader</em> dalam menciptakan Labuan Bajo yang lestari dan berkelanjutan.</p>
<p>“Kita harus terus mengampanyekan kesadaran mengelola sampah mulai dari rumah tangga. Sampah harus dipilih dan dipilah dari sumbernya,” pesannya.</p>
<p>Melalui kegiatan <em>From Waste to Action</em>, berbagai pihak berharap lahir gerakan kolektif anak muda yang mampu membawa perubahan nyata menuju Labuan Bajo yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
