<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pesta Pora &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/pesta-pora/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 May 2026 13:18:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Pesta Pora &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SAMBUT BARU dan ARISAN PENDIDIKAN: Antara Anggaran dan Prioritas, Catatan Edukatif Untuk Masyarakat Sikka</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4693/sambut-baru-dan-arisan-pendidikan-antara-anggaran-dan-prioritas-catatan-edukatif-untuk-masyarakat-sikka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nof]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 12:58:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Arisan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Pora]]></category>
		<category><![CDATA[Sambut Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Sambut Baru di Maumere]]></category>
		<category><![CDATA[Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Umat Katolik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4693</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM &#8211; Sambut baru adalah istilah yang digunakan oleh umat katolik untuk menggambarkan momen ketika untuk pertama kalinya, baik anak-anak atau orang dewasa menerima tubuh dan darah Yesus dalam perjamuan ekaristi. Sebagai pengalaman pertama, peristiwa ini membawa sukacita yang sangat dalam bagi orang bersangkutan, keluarga dan umat katolik. Perasaan sukacita itu kemudian diwujudkan dalam perayaan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM &#8211;</strong> Sambut baru adalah istilah yang digunakan oleh umat katolik untuk menggambarkan momen ketika untuk pertama kalinya, baik anak-anak atau orang dewasa menerima tubuh dan darah Yesus dalam perjamuan ekaristi. Sebagai pengalaman pertama, peristiwa ini membawa sukacita yang sangat dalam bagi orang bersangkutan, keluarga dan umat katolik.</p>
<p>Perasaan sukacita itu kemudian diwujudkan dalam perayaan pesta. Dalam KBBI online, pesta diartikan sebagai perjamuan makan minum (bersukaria dan sebagainya).</p>
<p>Dari pengertian ini kita memiliki gambaran bahwa pesta sambut baru adalah perayaan jamuan makan dan sebagainya karena anak menerima tubuh dan darah Kristus untu pertama kali. Sebagai pesta syukur, tuan pesta biasanya akan mempersiapkannya sebaik mungkin.</p>
<p>Pesta yang baik tentu saja dipersiapkan dengan cermat. Dari segi gambar denah, pesta didukung oleh tiga ruang utama. Pertama, bagian dapur.</p>
<p>Tugas dapur adalah memasak berbagai jenis hidangan untuk semua orang yang hadir dalam pesta, terlebih hidangan untuk para tamu. Di dapur kita akan melihat berbagai macam bahan makanan.</p>
<p>Daging babi, daging sapi, beras, ikan, bumbu dapur, kayu api, minyak tanah, kompor minyak, kompor gas, cucuan piring, dan lain sebagaianya.</p>
<p>Kita juga akan melihat orang sibuk memasak, mencuci, berkomunikasi, berkoordinasi memastikan makanan siap disajikan. Kepuasan para tamu undangan sangat dipengaruhi oleh kerja orang-orang dapur. Apabila hidangan daging agak keras, pasti menjadi buah bibir, diceritakan kemana-mana. Kadang orang bertanya “siapa kepala dapurnya?”.</p>
<p>Hidangan yang disajikan tuan pesta akan dibandingan dengan hidangan di tempat pesta lain yang lebih lembut dan enak di lidah. Jika sediaan daging kurang, sediaan moke kurang, atau kopi dan teh kehabisan gula pasir, tuan pesta akan dikritik bahkan dicemooh dengan kalimat “kalau tidak bisa memberi makan orang banyak ya jangan buat pesta, buat malu saja”. Pesta yang tadinya adalah ungkapan syukur tuan pesta menjadi cerita buruk yang dibawa kemana-mana.</p>
<p>Bagian kedua adalah ruang tengah, sebagai ruang persiapan, tempat keluarga berkumpul, khususnya tempat anak sambut baru beraktivitas bersama keluarga inti.</p>
<p>Ruang tengah juga merupakan ruang transisi antara dapur dan tenda pesta. Suasana tenda pesta dipantau dan didiskusikan di ruang tengah ini. Keputusan mengenai bagaimana tamu undangan dilayani di bahas di tempat ini.</p>
<p>Bagian ketiga adalah tenda pesta. Di sinilah para tamu undangan dijamu. Yang istimewa, meja kursi empuk khusus untuk anak sambut baru. Tempat ini dirancang bagi keistimewaan anak, ia dipandang sebagai raja satu hari.</p>
<p>Anak sambut baru akan duduk di depan, dipercantik dengan dekor yang indah, di bagian belakang ada baliho kecil dengan latar gambar anak sedang menerima tubuh dan darah Kristus, ada juga dengan foto mengatupkan tangan sikap doa di depan dada. Semuanya ini untuk membahagiakan anak.</p>
<p>Di tenda pesta ini, akan diseting sedemikian rupa menggunakan tenda jadi sekian kotak. Ada kursi dengan balutan mewah. Ada musik dengan soundsistem ternama yang menggunakan mesin genset khusus agar musik berjalan tanpa kendala listrik. Beberapa tempat menggunakan jasa MC untuk memandu jalannya pesta sambut baru bak pesta pernikahan yang megah.</p>
<p>Pada saat undang pesta datang, sebentar ia akan dipersilakan duduk oleh penerima tamu, tidak berapa lama, panitia urusan konsumsi akan mempersilakan kita untuk maju mengambil makanan yang dihidangkan. Di kamar makan, makanan dengan berbagai macam jenis masakan dihidangkan, ini kerja keras orang dapur yang saya sebutkan di atas.</p>
<h2>Pesta Pora</h2>
<p>Pesta pora menurut KBBI adalah perayaan besar dan meriah. Bagaimanakah pesta besar itu? Bagi kita orang Maumere, pesta yang meriah itu bisa dilihat dari beberapa hal ini.</p>
<p>Misalnya berapa ekor babi yang dipotong. Ada yang memotong babi 2 ekor masing-masing seharga 10 juta rupiah, dengan demikian daging babi saja sudah 20 juta. Belum lagi dihitung dengan sediaan daging sapi, daging kuda, ayam potong, ikan merah, ikan tuna, ikan bengkumis dan lainnya.</p>
<p>Sebagai perbandingan saja, jika dalam merayakan pesta sambut baru, ada tuan pesta pergi ke pasar Alok beli daging babi 5 kg, kita akan sepakat, itu bukan pesta tetapi hanya makan keluarga inti saja.</p>
<p>Pesta yang meriah bisa juga dilihat dari soundsistem model apa yang dipakai. Apakah musiknya biasa saja atau sampai membuat kaca jendela tetangga pecah dan atap rumahnya roboh.</p>
<p>Semakin kuat getaran bassnya pesta dainggap semakin oke. Bisa juga dilihat dari berapa banyak tenda jadi yang dipasang, misalnya 6 tenda jadi sudah dianggap pesta yang besar. Pesta yang meriah juga bisa dilihat dari enaknya makanan yang dihidangkan, terlebih sediaan moke, apakah kualitas moke yang ditawarkan enak di lidah dan tenggorokan serta bisa di bawa pulang satu botol.</p>
<p>Pesta yang meriah juga dapat dilihat dari persiapan keamanan. Apakah pesta tersebut punya seksi keamanan yang menjaga kelancaran peta mulai dari tempat parkir kendaraan tamu undangan, ketertiban tamu undangan mengantri makanan, jalannya acara joget dan ancaman perkelahian yang bisa merusakkan tenda pesta, merusak soundsistem dan peralatan dapur.</p>
<p>Terakhir, pesta yang meriah dapat diukur dari berapa besar biaya pesta, 20 juta, 50 juta atau sampai di atas 100 juta. Semakin besar biaya pesta semakin menunjukkan tuan pesta adalah orang mampu dan berpengaruh di tempatnya.</p>
<h3>Ilustrasi saja</h3>
<p>Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi menghimbau masyarakat agar menghindari pesta pora dalam merayakan sambut baru. Setelah himbauan ini tersebar luas melalui media sosial, masyarakat berkomentar. Ada yang setuju bahwa kita mesti hindari pesta pora tetapi ada juga yang tidak sependapat dengan celetukan “ah, kami buat pesta uang kami sendiri, bukan uang orang”.</p>
<p>Pada prinsipnya, pendapat terakhir ini menilai pesta sebagai hak pribadi tanpa harus diganggu. Istilah sekarang, bukan donatur jangan ikut campur.</p>
<p>Seperti yang saya uraikan sebelumnya, yang dimaksudkan pesta pora adalah pesta besar. Seringkali untuk membuat sebuah pesta besar terpaksa melampaui kekuatan keuangan tuan pesta. Apa yang dimaksudkan dengan melampaui kekuatan keuangan tuan pesta? Mari saya beri ilustrasi.</p>
<p>Kita ingin membuat pesta yang meriah, misalnya hari Sabtu buat acara kumpul keluarga, hari Minggu pesta sambut baru dan hari Senin acara bongkar tenda, maka disiapkan anggaran pesta tiga hari.<br />
Untuk itu pasang 10 tenda jadi, potong tiga ekor babi, potong sapi satu ekor dan menyewa jasa penyanyi dan keyboard. Para tamu undangan akan dihibur dengan suara merdu dari para penyayi terbaik di kota Maumere.</p>
<p>Soundsystem juga yang terbaik agar dapat selalu dikenang oleh tamu undangan sebagai pesta sambut baru yang tak terlupakan di kota Maumere ini.</p>
<p>Sampai di sini terdengar seni dan indah, namun masalah mulai muncul, ternyata untuk buat pesta itu, tuan pesta tidak punya persiapan babi di kandang. Uang pun belum cukup sehingga ia meminjam tiga ekor babi di tetangga dengan janji nanti sehabis pesta akan bayar 30 juta plus bunga sedikit.</p>
<p>Untuk memastikan kelancaran pesta satu bulan sebelumnya tuan pesta telah mengajukan pinjaman 75 juta di lembaga keuangan dengan alasan untuk modal usaha, jaminan sertifikat tanah. Uang pun cair. Waktu pencairan dana, tuan pesta sudah tidak fokus lagi soal bunga pinjaman dan tenor. Ia ingin cepat-cepat tandatangan pencairan. Dan betul, uangnya cair sesuai harapan.</p>
<p>Di hari Sabtu, tenda pesta sudah jadi, soundsistem sudah ok. Namun hal diluar dugaan terjadi. Hujan deras selama dua hari sejak Sabtu dan Minggu. Akibatnya undangan tidak datang sesuai harapan. Masakan yang telah disediakan ternyata hanya dimakan oleh tuan rumah, keluarga, orang dapur, dan kru soundsistem. Alhasil, amlop undangan yang diharapkan tidak seberapa. Wajah bahagia berubah menjadi sedih.</p>
<p>Bagaimana janji bayar uang babi 30 juta dan bagaimana mau cicil utang 75 juta? Di rumah bapa dan mama mulai termenung, sesekali lihat anaknya yang sambut baru. Bapa dan mama mulai lihat anak, sambil marah-marah berkata “ini gara-gara kau punya sambut baru”.</p>
<h4>Aksi Pendidikan</h4>
<p>Sambut baru adalah sakramen ekaristi. Sifatnya pribadi antara anak dengan Tuhan. Sambut baru tidak sama dengan sakramen perkawinan yang bersifat sosial antara laki dan perempuan saling mengikat sumpah setia.</p>
<p>Dalam pesta perkawinan, tuan pesta memang harus buat perayaan yang meriah, selain sebagai ungkapan syukur karena dua insan telah menyatu dalam janji perkawinan tetapi juga sekaligus mengumumkan kepada dunia bahwa Nong Ganteng dan Nona Syantik adalah resmi pasangan suami isteri.</p>
<p>Kedua sakramen ini berbeda, karenanya, perayaan sambut baru tidak perlu menyaingi pesta pernikahan. Perayaan sambut baru perlu memperhatikan nilai-nilai pendidikan bagi anak.</p>
<p>Apa itu nilai-nilai pendidikan bagi anak? Sebagai contoh, ada orang tua yang anaknya sambut baru, mereka tidak merayakan pesta sambut baru tetapi anggaran pesta digunakan untuk membeli beras sekian ton lalu beras tersebut disumbang ke panti asuhan yang membutuhkan sambil meminta agar komunitas panti asuhan mendoakan agar anak sambut baru ini sehat-sehat selalu dan tercapai cita-citanya.</p>
<p>Pengalaman ini perlahan menanamkan sikap keberpihakan kepada orang-orang lemah. Kelak ketika dewasa dan menjadi pemimpin masyarakat, anak ini akan memperhatikan orang-orang kecil karena dasarnya telah ditanamkan orangtua.</p>
<p>Contoh lain, acara kumpul keluarga yang biasanya kita lakukan sebagai hari galang dana pesta sambut baru, dapat digunakan sebagai hari arisan pendidikan. Jadi momen anak sambut baru kita ubah kebiasaan pesta menjadi kebiasaan baru yakni mengumpulkan uang untuk jaminan pendidikan anak.</p>
<p>Kita tahu dalam sistem arisan, setiap uang yang kita terima dari orang lain, dianggap sebagai utang yang harus kita kembalikan dalam arisan pendidikan di lain waktu. Jika 100 orang datang dengan uang 500.000 per orang maka dana yang terkumpul mencapai 50 juta. Uang itu cukup untuk biaya kuliah S1 di kota Maumere.</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik Link Ini Untuk Dapatkan Opini Menarik Lainnya Hanya di PerpektifNusantara.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
