<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penembakan 3 Warga Non Papua &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/penembakan-3-warga-non-papua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Sep 2026 12:14:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Penembakan 3 Warga Non Papua &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tangis dan Penghormatan Iringi Pemakaman Alfonsius Albinus Mehan: Dokter Hewan Dermawan Korban Penembakan OPM</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6156/tangis-dan-penghormatan-iringi-pemakaman-alfonsius-albinus-mehan-dokter-hewan-dermawan-korban-penembakan-opm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2026 12:14:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Penembakan OPM]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Papua Merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan 3 Warga Non Papua]]></category>
		<category><![CDATA[Tangis dan Duka Keluarga Korban OPM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6156</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA — Suasana haru dan isak tangis menyelimuti Rumah Duka di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka pada Minggu (13/9/2026). Ratusan pelayat berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir dalam Misa Requiem dan upacara pemakaman drh. Alfonsius Albinus Mehan, korban penembakan oleh Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Front Bersenjata Kodap III Ndugama. Ibadah pemakaman dipimpin [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, SIKKA — Suasana haru dan isak tangis menyelimuti Rumah Duka di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka pada Minggu (13/9/2026). Ratusan pelayat berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir dalam Misa Requiem dan upacara pemakaman drh. Alfonsius Albinus Mehan, korban penembakan oleh Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Front Bersenjata Kodap III Ndugama.</p>
<p>Ibadah pemakaman dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Santa Maria Magdalena Nangahure, P. Wilhelmus Lae, CP. Sementara itu, Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus menyerahkan santunan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Sikka kepada pihak keluarga almarhum.</p>
<p>Suasana penghormatan berlangsung khidmat saat regu Satpol PP Kabupaten Sikka mengusung peti jenazah almarhum menuju peristirahatan terakhirnya, diiringi prosesi tabur bunga oleh jajaran Forkopimda dan keluarga besar.</p>
<p><strong>Pengabdian Tulus yang Terhenti di Medan Tugas</strong></p>
<p>Alfonsius Albinus Mehan—putra daerah kelahiran Maumere, 1 Maret 1991—merupakan lulusan Profesi Dokter Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (2017). Sejak 2018, almarhum memilih mendedikasikan hidup dan keahliannya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.</p>
<p>Selama delapan tahun mengabdi, almarhum dikenal bukan hanya sebagai dokter hewan yang berdedikasi di kliniknya, melainkan juga figur yang aktif dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Beliau menjabat sebagai Sekretaris Komunitas Umat Basis (KUB) serta aktif dalam Paguyuban Batak dan Flores di Wamena. Almarhum meninggalkan seorang istri, Tiur Siska Yohana Sari Hutagalung, dan tiga orang anak.</p>
<p><strong>Kronologi Kejadian</strong></p>
<p>Kehadiran almarhum di Sikka awalnya untuk menjalankan misi kemanusiaan. Sebagai utusan Paguyuban Ende Sikka se-Wamena, beliau menyalurkan bantuan sukarela bagi warga terdampak bencana gempa bumi Agustus 2026 lalu, sekaligus mengurus kelengkapan berkas administrasi K2.</p>
<p>Namun, peristiwa naas terjadi pada Rabu (9/9/2026). Usai menjalankan aktivitas rutin keluarga dan pekerjaan di klinik, almarhum berencana mengantarkan ternak bantuan menuju Distrik Piramid bersama rekan kerjanya pada pukul 13.45 WIT. Meskipun sempat dilarang oleh sang istri, almarhum tetap berangkat demi menuntaskan tugas pelayanan tersebut.</p>
<p>Sekitar pukul 15.47 WIT, pihak keluarga menerima kabar duka bahwa kendaraan almarhum dihadang di Distrik Muliyama sebelum sampai di lokasi tujuan. Alfonsius gugur di tempat setelah mengalami luka tembak di bagian belakang kepala dan tangan kiri akibat serangan kelompok OPM Kodap III Ndugama.</p>
<p>Kepergian drh. Alfonsius Albinus Mehan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, masyarakat Kabupaten Sikka, serta warga Wamena yang mengenal sosoknya sebagai pribadi tulus dan selalu siap melayani sesama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tangisan Pilu Ibunda Almarhum Alfonsius Albinus Mehan: &#8220;Anak Saya Baik Sekali, Kenapa Harus Dihadang?&#8221;</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6137/tangisan-pilu-ibunda-almarhum-alfonsius-albinus-mehan-anak-saya-baik-sekali-kenapa-harus-dihadang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 08:34:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Almarhum Alfonsius Albinus Mehan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Penembakan OPM]]></category>
		<category><![CDATA[OPM]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Papua Merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan 3 Warga Non Papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6137</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA — Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Tangis histeris pecah saat Maria Sukarti Yam, ibunda dari Almarhum Alfonsius Albinus Mehan, tak mampu lagi menahan kepedihan mendalam atas gugurnya sang buah hati. Dokter hewan yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya tersebut menjadi korban penembakan Organisasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, SIKKA — Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Tangis histeris pecah saat Maria Sukarti Yam, ibunda dari Almarhum Alfonsius Albinus Mehan, tak mampu lagi menahan kepedihan mendalam atas gugurnya sang buah hati. Dokter hewan yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya tersebut menjadi korban penembakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan Rabu, 9 September 2026.</p>
<p>Dengan suara yang bergetar dan air mata yang terus mengalir, Maria mengenang sosok putra tercintanya yang dikenal sangat peduli dan berjiwa sosial tinggi.</p>
<p>&#8220;Anak saya itu baik sekali. Dengan warga di situ sangat baik. Dia sudah hampir sembilan tahun bertugas di sana, sejak 2018,&#8221; ungkap Maria penuh kepedihan.</p>
<p>Maria menuturkan, sejak awal ia sebenarnya merasa berat dan khawatir melepas anaknya bertugas di wilayah Papua yang tergolong daerah rawan. Namun, tekad kuat sang anak untuk mengabdi tidak dapat dibendung.</p>
<p>&#8220;Waktu itu dia nekat, dia bilang, &#8216;Mama tidak usah cari tahu, pokoknya Mama doa saja.&#8217; Satu hari penuh kami jalan cari pakaian untuk ke sana, barang-barang di sana kan mahal,&#8221; kenangnya.</p>
<p><strong>Niat Baik dan Tugas Kemanusiaan Terakhir</strong></p>
<p>Kebiasaan almarhum yang selalu sigap membantu warga diduga menjadi momen terakhir sebelum musibah itu terjadi. Sang istri sempat bercerita kepada Maria bahwa almarhum selalu bertindak cepat jika menyangkut tugas kemanusiaan atau penyaluran bantuan.</p>
<p>&#8220;Istrinya bilang, dia susah dilarang kalau ada yang minta bantuan. Dia (almarhum) pokoknya dari sana kalau orang minta bantuan itu cepat sekali, pagi jam 5 sudah di bandara,&#8221; kata Maria dengan nada terputus-putus.</p>
<p>Sebelum tragedi itu terjadi, almarhum sempat menghubungi Maria untuk meminta dokumen keluarga, termasuk surat nikah paroki dan kartu keluarga. Namun, tidak ada firasat bahwa percakapan tersebut menjadi salah satu komunikasi terakhir mereka. Almarhum juga sempat berencana pulang ke Sikka pada bulan Desember mendatang.</p>
<p>&#8220;Dia telepon bilang, &#8216;Mama, saya mau pulang bulan 12 ini. Saya kerja kumpul uang dulu.&#8217; Dia selalu perhatikan saya, sering kirim uang walau saya bilang tidak usah,&#8221; tutur Maria meratapi janji kepulangan anaknya yang kini tinggal kenangan.</p>
<p><strong>Kabar Duka yang Memecah Kesedihan</strong></p>
<p>Kabar duka tersebut pertama kali diterima keluarga melalui sambungan telepon dari anaknya yang berada di Kupang. Saat itu, Maria yang baru selesai mandi terkejut ketika anaknya menanyakan keberadaan seluruh anggota keluarga sebelum akhirnya menyampaikan kabar duka itu.</p>
<p>&#8220;Anak saya telepon tanya Bapak dan saudara-saudara yang lain di mana. Tiba-tiba kabar itu disampaikan. Saya teriak, saya tidak percaya! Saya bilang, &#8216;Mama tidak mau! Anak saya tidak ada! Kamu tidak usah begitu!'&#8221; kenang Maria sambil menangis terisak.</p>
<p>Informasi yang diperoleh media ini, Jenazah Almarhum Alfonsius Albinus Mehan rencana akan diberangkatkan dari Papua menuju Makassar pada hari ini, dilanjutkan penerbangan keesokan harinya menuju Labuan Bajo untuk selanjutnya dibawa menuju ke rumah duka di Kabupaten Sikka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
