<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penembakan 3 Warga Non Papua &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/penembakan-3-warga-non-papua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Sep 2026 08:35:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Penembakan 3 Warga Non Papua &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tangisan Pilu Ibunda Almarhum Alfonsius Albinus Mehan: &#8220;Anak Saya Baik Sekali, Kenapa Harus Dihadang?&#8221;</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6137/tangisan-pilu-ibunda-almarhum-alfonsius-albinus-mehan-anak-saya-baik-sekali-kenapa-harus-dihadang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 08:34:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Almarhum Alfonsius Albinus Mehan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Penembakan OPM]]></category>
		<category><![CDATA[OPM]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Papua Merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan 3 Warga Non Papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6137</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA — Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Tangis histeris pecah saat Maria Sukarti Yam, ibunda dari Almarhum Alfonsius Albinus Mehan, tak mampu lagi menahan kepedihan mendalam atas gugurnya sang buah hati. Dokter hewan yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya tersebut menjadi korban penembakan Organisasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, SIKKA — Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Tangis histeris pecah saat Maria Sukarti Yam, ibunda dari Almarhum Alfonsius Albinus Mehan, tak mampu lagi menahan kepedihan mendalam atas gugurnya sang buah hati. Dokter hewan yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya tersebut menjadi korban penembakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan Rabu, 9 September 2026.</p>
<p>Dengan suara yang bergetar dan air mata yang terus mengalir, Maria mengenang sosok putra tercintanya yang dikenal sangat peduli dan berjiwa sosial tinggi.</p>
<p>&#8220;Anak saya itu baik sekali. Dengan warga di situ sangat baik. Dia sudah hampir sembilan tahun bertugas di sana, sejak 2018,&#8221; ungkap Maria penuh kepedihan.</p>
<p>Maria menuturkan, sejak awal ia sebenarnya merasa berat dan khawatir melepas anaknya bertugas di wilayah Papua yang tergolong daerah rawan. Namun, tekad kuat sang anak untuk mengabdi tidak dapat dibendung.</p>
<p>&#8220;Waktu itu dia nekat, dia bilang, &#8216;Mama tidak usah cari tahu, pokoknya Mama doa saja.&#8217; Satu hari penuh kami jalan cari pakaian untuk ke sana, barang-barang di sana kan mahal,&#8221; kenangnya.</p>
<p><strong>Niat Baik dan Tugas Kemanusiaan Terakhir</strong></p>
<p>Kebiasaan almarhum yang selalu sigap membantu warga diduga menjadi momen terakhir sebelum musibah itu terjadi. Sang istri sempat bercerita kepada Maria bahwa almarhum selalu bertindak cepat jika menyangkut tugas kemanusiaan atau penyaluran bantuan.</p>
<p>&#8220;Istrinya bilang, dia susah dilarang kalau ada yang minta bantuan. Dia (almarhum) pokoknya dari sana kalau orang minta bantuan itu cepat sekali, pagi jam 5 sudah di bandara,&#8221; kata Maria dengan nada terputus-putus.</p>
<p>Sebelum tragedi itu terjadi, almarhum sempat menghubungi Maria untuk meminta dokumen keluarga, termasuk surat nikah paroki dan kartu keluarga. Namun, tidak ada firasat bahwa percakapan tersebut menjadi salah satu komunikasi terakhir mereka. Almarhum juga sempat berencana pulang ke Sikka pada bulan Desember mendatang.</p>
<p>&#8220;Dia telepon bilang, &#8216;Mama, saya mau pulang bulan 12 ini. Saya kerja kumpul uang dulu.&#8217; Dia selalu perhatikan saya, sering kirim uang walau saya bilang tidak usah,&#8221; tutur Maria meratapi janji kepulangan anaknya yang kini tinggal kenangan.</p>
<p><strong>Kabar Duka yang Memecah Kesedihan</strong></p>
<p>Kabar duka tersebut pertama kali diterima keluarga melalui sambungan telepon dari anaknya yang berada di Kupang. Saat itu, Maria yang baru selesai mandi terkejut ketika anaknya menanyakan keberadaan seluruh anggota keluarga sebelum akhirnya menyampaikan kabar duka itu.</p>
<p>&#8220;Anak saya telepon tanya Bapak dan saudara-saudara yang lain di mana. Tiba-tiba kabar itu disampaikan. Saya teriak, saya tidak percaya! Saya bilang, &#8216;Mama tidak mau! Anak saya tidak ada! Kamu tidak usah begitu!'&#8221; kenang Maria sambil menangis terisak.</p>
<p>Informasi yang diperoleh media ini, Jenazah Almarhum Alfonsius Albinus Mehan rencana akan diberangkatkan dari Papua menuju Makassar pada hari ini, dilanjutkan penerbangan keesokan harinya menuju Labuan Bajo untuk selanjutnya dibawa menuju ke rumah duka di Kabupaten Sikka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
