<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/pemerintah-kabupaten-manggarai-barat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2026 13:52:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jembatan Lapuk Telan Nyawa Turis Austria di Cunca Wulang, Pariwisata Super Premium Dipertanyakan</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4577/jembatan-lapuk-telan-nyawa-turis-austria-di-cunca-wulang-pariwisata-super-premium-dipertanyakan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 13:52:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Air terjun Cunca Wulang]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan wisata diabaikan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata premium]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4577</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, LABUAN BAJO &#8211; Tragedi memilukan terjadi di destinasi wisata alam Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (24/5/2026). Dua wisatawan asal Austria, Jurgen (54) dan Astrid (56), meninggal dunia setelah jembatan gantung kayu yang mereka lintasi tiba-tiba ambruk akibat kondisi yang diduga telah lapuk. Peristiwa tragis ini kembali menyoroti buruknya fasilitas [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, LABUAN BAJO</strong> &#8211; Tragedi memilukan terjadi di destinasi wisata alam Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Minggu (24/5/2026). Dua wisatawan asal Austria, Jurgen (54) dan Astrid (56), meninggal dunia setelah jembatan gantung kayu yang mereka lintasi tiba-tiba ambruk akibat kondisi yang diduga telah lapuk.</p>
<p>Peristiwa tragis ini kembali menyoroti buruknya fasilitas penunjang di kawasan wisata yang selama ini dipromosikan sebagai destinasi pariwisata super premium. Warga setempat disebut telah berulang kali menyampaikan keluhan terkait kondisi jembatan tersebut, namun hingga insiden maut terjadi, belum ada perbaikan berarti dari pihak terkait.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Polres Manggarai Barat, kedua korban terjatuh dari ketinggian sekitar 10 meter ke dasar sungai berbatu. Benturan keras pada bagian vital tubuh menyebabkan nyawa keduanya tidak dapat diselamatkan di lokasi kejadian.</p>
<p>Insiden bermula ketika Jurgen dan Astrid tiba di kawasan wisata sekitar pukul 09.20 Wita bersama sopir pribadi mereka, Julius Mam (45). Setelah melakukan registrasi di pos tiket, keduanya memulai perjalanan trekking menuju air terjun dengan didampingi pemandu lokal, Muhamad Muhardin (30).</p>
<p>Saat tiba di jembatan gantung kayu yang membentang di atas aliran sungai berbatu, pasangan wisatawan tersebut meminta Muhardin merekam video perjalanan mereka.</p>
<p>“Mereka berjalan sambil tersenyum ke arah kamera. Mereka meminta saya merekam dari belakang saat menyeberangi jembatan,” ujar Muhardin.</p>
<p>Namun suasana berubah mencekam hanya dalam hitungan detik.</p>
<p>“Tiba-tiba terdengar suara kayu patah sangat keras. Jembatan langsung ambruk total. Saya melihat mereka jatuh ke bawah dan menghantam batu-batu besar di dasar sungai,” ungkapnya.</p>
<p>Kapolres Manggarai Barat, Christian Kadang, menegaskan pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kelayakan infrastruktur wisata dan dugaan unsur kelalaian pengelola.</p>
<p>“Kami serius menangani kasus ini. Tim Inafis Satreskrim sedang melakukan olah TKP untuk memeriksa kondisi teknis jembatan,” ujarnya.</p>
<p>Polisi juga akan memanggil pihak pengelola wisata guna mendalami standar operasional keselamatan serta sistem pemeliharaan fasilitas yang diterapkan selama ini.</p>
<p>“Kami akan meminta keterangan pihak pengelola terkait SOP keselamatan dan pemeliharaan infrastruktur wisata,” tambahnya.</p>
<p>Karena korban merupakan warga negara asing, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Polri dan Kedutaan Besar Austria di Jakarta untuk penanganan administrasi hingga proses pemulangan jenazah.</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut. Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, mengatakan pemerintah langsung berkoordinasi dengan TNI, Polri, Basarnas, dan Imigrasi setelah menerima laporan kejadian.</p>
<p>“Kami menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya wisatawan asal Austria. Pemerintah segera melakukan koordinasi untuk penanganan korban di lokasi,” ujarnya saat konferensi pers di RSUD Komodo.</p>
<p>Ia menegaskan pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas wisata di Manggarai Barat agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.</p>
<p>“Kami akan melakukan evaluasi total, bukan hanya di Cunca Wulang. Pemerintah tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali,” katanya.</p>
<p>Namun saat dikonfirmasi mengenai keluhan masyarakat terkait kondisi jembatan gantung di Cunca Wulang, Wabup Weng mengaku belum pernah menerima laporan secara langsung.</p>
<p>“Secara pribadi saya belum menerima keluhan masyarakat terkait kondisi jembatan itu,” ungkapnya.</p>
<p>Tragedi ini kini menjadi tamparan keras bagi pengelolaan sektor pariwisata di Manggarai Barat. Di tengah promosi besar-besaran pariwisata premium, keselamatan wisatawan justru dipertanyakan setelah dua nyawa melayang akibat infrastruktur yang diduga tak layak digunakan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
