<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Organisasi Papua Merdeka &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/organisasi-papua-merdeka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Sep 2026 08:42:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Organisasi Papua Merdeka &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bupati Sikka Kecam Keras Penembakan OPM di Jayawijaya: “Ini Lebih Keji dari Teroris, Negara Tidak Boleh Kalah!”</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6141/bupati-sikka-kecam-keras-penembakan-opm-di-jayawijaya-ini-lebih-keji-dari-teroris-negara-tidak-boleh-kalah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 08:41:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Almarhum Alfonsius Albinus Mehan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Sikka Kecam OPM]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Penembakan OPM]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Papua Merdeka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6141</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Sikka &#8211; Aksi keji kelompok separatis bersenjata kembali mengguncang wilayah Papua Pegunungan. Seorang dokter hewan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), drh. Alfonsius Albinus Mehan (saudara Alfan), menjadi korban penembakan hingga tewas oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Rabu, 9 September 2026. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Sikka &#8211; Aksi keji kelompok separatis bersenjata kembali mengguncang wilayah Papua Pegunungan. Seorang dokter hewan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), drh. Alfonsius Albinus Mehan (saudara Alfan), menjadi korban penembakan hingga tewas oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Rabu, 9 September 2026. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.</p>
<p>Kepergian Alfan yang tengah mengabdi dan melayani masyarakat Papua ini memicu duka mendalam sekaligus gelombang protes keras dari Pemerintah Kabupaten Sikka dan pihak keluarga.</p>
<p><strong>Pernyataan Sikap Keras Bupati Sikka: &#8220;Ini Lebih Keji dari Teroris&#8221;</strong></p>
<p>Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga atas gugurnya almarhum, yang juga merupakan adik tingkatnya semasa kuliah di Surabaya. Saat melayat ke rumah duka bersama keluarga korban, Bupati Juventus mengutuk keras tindakan kelompok separatis tersebut.</p>
<p>&#8220;Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sikka, kami mengucapkan turut berduka cita atas kepergian almarhum. almarhum ini secara pribadi saya mengenal sebagai adik kelas saya dulu kuliah di Surabaya. Anak baik yang berjuang mencari hidup, berbakti buat masyarakat Papua, tapi menurut saya perbuatan ini sangat keji. Perbuatan itu menunjukkan bukan perbuatan manusia, itu perbuatan yang biadab,&#8221; ujar Juventus saat melayat di Rumah Duka almarhum, Kel. Wailiti, Kec. Alok Barat, Jumat, 11 September 2026.</p>
<p>Bupati Sikka menyatakan bahwa aksi penembakan terhadap warga sipil yang sedang bekerja dan membantu masyarakat merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.</p>
<p>&#8220;Ini perbuatan yang lebih keji dari teroris. Membunuh orang yang tidak bersalah, orang yang sedang bekerja dan mengabdi dengan cara-cara yang sangat keji. Ini bukan baru pertama, ini sudah sering terjadi. Ini perbuatan lebih keji dari teroris. Jadi kalau ada yang tidak puas disebut sebagai teroris, saya Bupati Sikka, saya menyampaikan ini lebih keji dari teroris,&#8221; lanjutnya.</p>
<p><strong>Desakan kepada Presiden Prabowo dan Petinggi TNI-Polri</strong></p>
<p>Mewakili keluarga korban dan masyarakat Sikka, Bupati Juventus meminta ketegasan dari pemerintah pusat dan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan persoalan separatisme di Papua secara transparan dan tuntas.</p>
<p>&#8220;Negara tidak boleh takut dan tidak boleh kalah. Kami minta Pak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Panglima TNI, dan Bapak Kapolri untuk melakukan penanganan serta penyelesaian secara terbuka dan transparan. Sampai kapan lagi banyak nyawa berjatuhan hanya karena perbuatan manusia-manusia biadab ini?&#8221; serunya.</p>
<p>Ia juga mempertanyakan efektivitas penanganan kelompok separatis mengingat kapabilitas alutsista dan perangkat keamanan negara yang canggih.</p>
<p>&#8220;Kalau negara punya alutsista yang luar biasa dan perangkat hebat untuk menyergap teroris sampai ke lubang jarum, kenapa kelompok separatis ini tidak diselesaikan juga? Apakah ini sebuah pembiaran? Kejadian ini sangat menyayat hati kami,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>Pengawalan Jenazah dan Pemakaman</strong></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Sikka telah berkoordinasi dengan pihak Polda dan keluarga almarhum terkait penanganan serta fasilitasi pemulangan jenazah. Jenazah yang sebelumnya diangkut menggunakan penerbangan komersial dengan rute transit ketat, direncanakan bakal difasilitasi oleh Pemkab Sikka untuk dijemput menggunakan pesawat CN-235 (CASA) dari Labuan Bajo menuju Kabupaten Sikka.</p>
<p>Rangkaian penghormatan terakhir untuk drh. Alfonsius Albinus Mehan telah disiapkan oleh pemerintah daerah dan pihak keluarga:</p>
<p>Fasilitas Pemulangan: Diangkut menggunakan pesawat CN-235 (CASA) dari Labuan Bajo ke Kabupaten Sikka dengan penjemputan resmi di bandara oleh Pemkab dan keluarga.</p>
<p>Jadwal Pemakaman: Senin, 14 September 2026 pukul 10.00 WITA.</p>
<p>Penghormatan Terakhir: Pemkab Sikka akan menggelar upacara resmi di lokasi pemakaman sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum.</p>
<p>&#8220;Prinsipnya, negara tidak boleh kalah dengan kelompok separatis dan manusia biadab. Kasus ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,&#8221; pungkas Bupati Juventus.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tangisan Pilu Ibunda Almarhum Alfonsius Albinus Mehan: &#8220;Anak Saya Baik Sekali, Kenapa Harus Dihadang?&#8221;</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6137/tangisan-pilu-ibunda-almarhum-alfonsius-albinus-mehan-anak-saya-baik-sekali-kenapa-harus-dihadang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 08:34:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Almarhum Alfonsius Albinus Mehan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Penembakan OPM]]></category>
		<category><![CDATA[OPM]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Papua Merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan 3 Warga Non Papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6137</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA — Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Tangis histeris pecah saat Maria Sukarti Yam, ibunda dari Almarhum Alfonsius Albinus Mehan, tak mampu lagi menahan kepedihan mendalam atas gugurnya sang buah hati. Dokter hewan yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya tersebut menjadi korban penembakan Organisasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, SIKKA — Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Tangis histeris pecah saat Maria Sukarti Yam, ibunda dari Almarhum Alfonsius Albinus Mehan, tak mampu lagi menahan kepedihan mendalam atas gugurnya sang buah hati. Dokter hewan yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya tersebut menjadi korban penembakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan Rabu, 9 September 2026.</p>
<p>Dengan suara yang bergetar dan air mata yang terus mengalir, Maria mengenang sosok putra tercintanya yang dikenal sangat peduli dan berjiwa sosial tinggi.</p>
<p>&#8220;Anak saya itu baik sekali. Dengan warga di situ sangat baik. Dia sudah hampir sembilan tahun bertugas di sana, sejak 2018,&#8221; ungkap Maria penuh kepedihan.</p>
<p>Maria menuturkan, sejak awal ia sebenarnya merasa berat dan khawatir melepas anaknya bertugas di wilayah Papua yang tergolong daerah rawan. Namun, tekad kuat sang anak untuk mengabdi tidak dapat dibendung.</p>
<p>&#8220;Waktu itu dia nekat, dia bilang, &#8216;Mama tidak usah cari tahu, pokoknya Mama doa saja.&#8217; Satu hari penuh kami jalan cari pakaian untuk ke sana, barang-barang di sana kan mahal,&#8221; kenangnya.</p>
<p><strong>Niat Baik dan Tugas Kemanusiaan Terakhir</strong></p>
<p>Kebiasaan almarhum yang selalu sigap membantu warga diduga menjadi momen terakhir sebelum musibah itu terjadi. Sang istri sempat bercerita kepada Maria bahwa almarhum selalu bertindak cepat jika menyangkut tugas kemanusiaan atau penyaluran bantuan.</p>
<p>&#8220;Istrinya bilang, dia susah dilarang kalau ada yang minta bantuan. Dia (almarhum) pokoknya dari sana kalau orang minta bantuan itu cepat sekali, pagi jam 5 sudah di bandara,&#8221; kata Maria dengan nada terputus-putus.</p>
<p>Sebelum tragedi itu terjadi, almarhum sempat menghubungi Maria untuk meminta dokumen keluarga, termasuk surat nikah paroki dan kartu keluarga. Namun, tidak ada firasat bahwa percakapan tersebut menjadi salah satu komunikasi terakhir mereka. Almarhum juga sempat berencana pulang ke Sikka pada bulan Desember mendatang.</p>
<p>&#8220;Dia telepon bilang, &#8216;Mama, saya mau pulang bulan 12 ini. Saya kerja kumpul uang dulu.&#8217; Dia selalu perhatikan saya, sering kirim uang walau saya bilang tidak usah,&#8221; tutur Maria meratapi janji kepulangan anaknya yang kini tinggal kenangan.</p>
<p><strong>Kabar Duka yang Memecah Kesedihan</strong></p>
<p>Kabar duka tersebut pertama kali diterima keluarga melalui sambungan telepon dari anaknya yang berada di Kupang. Saat itu, Maria yang baru selesai mandi terkejut ketika anaknya menanyakan keberadaan seluruh anggota keluarga sebelum akhirnya menyampaikan kabar duka itu.</p>
<p>&#8220;Anak saya telepon tanya Bapak dan saudara-saudara yang lain di mana. Tiba-tiba kabar itu disampaikan. Saya teriak, saya tidak percaya! Saya bilang, &#8216;Mama tidak mau! Anak saya tidak ada! Kamu tidak usah begitu!'&#8221; kenang Maria sambil menangis terisak.</p>
<p>Informasi yang diperoleh media ini, Jenazah Almarhum Alfonsius Albinus Mehan rencana akan diberangkatkan dari Papua menuju Makassar pada hari ini, dilanjutkan penerbangan keesokan harinya menuju Labuan Bajo untuk selanjutnya dibawa menuju ke rumah duka di Kabupaten Sikka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
