<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Korban Bencana Gempa Flores &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/korban-bencana-gempa-flores/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2026 13:00:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Korban Bencana Gempa Flores &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pastikan Pendidikan Tetap Berjalan, Wapres Gibran Tinjau SD Inpres Wairklau yang Dijadikan Posko Pengungsian</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5924/pastikan-pendidikan-tetap-berjalan-wapres-gibran-tinjau-sd-inpres-wairklau-yang-dijadikan-posko-pengungsian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 13:00:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Gibran]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Ke Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Bencana Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Gempa di Pengungsian]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan Wapres]]></category>
		<category><![CDATA[PerspektifNusanara.com.]]></category>
		<category><![CDATA[SD Inpres LXXVI Wairklau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5924</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA &#8211; Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, mengawali rangkaian peninjauan penanganan bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan mengunjungi SD Inpres LXXVI Wairklau, Kabupaten Sikka, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kunjungan ini menegaskan perhatian pemerintah agar kebutuhan pendidikan anak-anak tetap terjamin di tengah proses penanganan pascabencana gempa yang melanda wilayah Kabupaten Sikka dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, SIKKA &#8211; Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, mengawali rangkaian peninjauan penanganan bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan mengunjungi SD Inpres LXXVI Wairklau, Kabupaten Sikka, pada Kamis, 20 Agustus 2026.</p>
<p>Kunjungan ini menegaskan perhatian pemerintah agar kebutuhan pendidikan anak-anak tetap terjamin di tengah proses penanganan pascabencana gempa yang melanda wilayah Kabupaten Sikka dan sekitarnya.</p>
<p>Kehadiran Wakil Presiden sekaligus menegaskan bahwa menjamin keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab negara, termasuk memastikan kebutuhan warga terdampak senantiasa menjadi prioritas dalam setiap langkah penanganan dan pemulihan bencana.</p>
<p>SD Inpres LXXVI Wairklau saat ini juga difungsikan sebagai tempat pengungsian warga terdampak gempa.</p>
<p>Di lokasi tersebut, Wapres meninjau langsung kondisi gedung sekolah, berbincang dengan pihak pengelola sekolah, serta bertegur sapa dengan warga yang bertahan di posko pengungsian. Dengan penuh perhatian, Wapres menyapa warga dan memastikan kondisi anak-anak pengungsi dalam keadaan sehat, aman, serta terpenuhi kebutuhan dasarnya.</p>
<p>“Anaknya sudah makan?” tanya Wapres dengan lembut kepada salah seorang ibu pengungsi.</p>
<p>“Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?” lanjutnya memastikan keadaan anak-anak di tengah situasi pengungsian.</p>
<p>Pada kesempatan tersebut, Wapres juga menyerahkan bantuan berupa sejumlah peralatan bayi kepada seorang ibu yang berada di lokasi pengungsian.</p>
<p>&#8220;Bu, ini peralatan bayi, ya,” ujar Wapres. Dengan mata berkaca-kaca penuh rasa syukur, ibu tersebut menjawab: “Terima kasih, Bapak Wakil Presiden.”</p>
<p>Melalui peninjauan ini, Wakil Presiden ingin menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap dunia pendidikan tetap hadir dan tidak boleh terabaikan meskipun berada dalam situasi darurat bencana.</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/"> Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspekifNusantara.com.</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengungsi Mandiri Nangahale Belum Tersentuh Bantuan: Usman Meninggal, Hasmida Digigit Ular</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5921/pengungsi-mandiri-nangahale-belum-tersentuh-bantuan-usman-meninggal-hasmida-digigit-ular/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 12:51:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Nangahale]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Talibura]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Bencana Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Pengungsi Mandiri Bernama Usman (67 tahun)]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Watubaing]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5921</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA &#8211; Kabar duka sekaligus kekhawatiran mendalam datang dari Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Seorang pengungsi mandiri bernama Usman (67 tahun) meninggal dunia pada Kamis, 20 Agustus 2026, sementara warga lainnya, Hasmida, mengalami gigitan ular di sekitar lokasi pengungsian. Kedua peristiwa ini terjadi di tengah keterbatasan fasilitas pengungsian yang memprihatinkan dan belum tersentuhnya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, SIKKA &#8211; Kabar duka sekaligus kekhawatiran mendalam datang dari Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Seorang pengungsi mandiri bernama Usman (67 tahun) meninggal dunia pada Kamis, 20 Agustus 2026, sementara warga lainnya, Hasmida, mengalami gigitan ular di sekitar lokasi pengungsian.</p>
<p>Kedua peristiwa ini terjadi di tengah keterbatasan fasilitas pengungsian yang memprihatinkan dan belum tersentuhnya bantuan pemerintah bagi ratusan warga yang bertahan secara mandiri.</p>
<p>Usman diketahui memiliki riwayat penyakit sebelumnya. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun selama berada di pengungsian karena hanya bertidur beralaskan terpal di tempat terbuka.</p>
<p>Udara dingin malam yang menusuk membuatnya mengalami sesak napas dan batuk-batuk hingga akhirnya terjatuh di lokasi pengungsian. Warga segera membawanya ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong.</p>
<p>Salah satu warga setempat bernama Hasmida mengalami gigitan ular di sekitar tempat pengungsian. Korban segera mendapat penanganan pertama di Puskesmas Watubaing sebelum dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere untuk perawatan lebih lanjut. Hingga saat ini Hasmida masih menjalani perawatan medis dan kondisinya terus dipantau.</p>
<p>Kedua insiden itu menjadi alarm serius bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka. Warga meminta agar penanganan bencana tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan di pusat kota, melainkan juga memastikan keamanan, keselamatan, dan ketersediaan fasilitas yang layak bagi warga yang bertahan di lokasi-lokasi pengungsian terpencil seperti Nangahale.</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, jumlah pengungsi mandiri di Desa Nangahale mencapai 393 Kepala Keluarga atau setara 1.551 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat 27 ibu hamil, 75 ibu menyusui, 179 lansia, 90 balita, 603 anak-anak, serta 19 penyandang disabilitas. Seluruh warga tersebut terbagi di tiga posko pengungsian, namun hingga saat ini belum tersentuh bantuan apa pun dari pemerintah.</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/"> Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
