<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ketua Satgas Penanganan Bencana Nagekeo &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/ketua-satgas-penanganan-bencana-nagekeo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Oct 2026 17:15:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Ketua Satgas Penanganan Bencana Nagekeo &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Wabup Nagekeo Gonzalo Muga Sada Meninggal Saat Masih Memimpin Satgas Penanganan Gempa</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6294/wabup-nagekeo-gonzalo-muga-sada-meninggal-saat-masih-memimpin-satgas-penanganan-gempa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2026 17:13:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gonzalo Gratianus Muga Sada]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Satgas Penanganan Bencana Nagekeo]]></category>
		<category><![CDATA[Wabub Nagekeo Meninggal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6294</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Nagekeo &#8211; Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, kembali diselimuti duka. Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada, S.Sos., meninggal dunia pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 20.10 WITA di tenda darurat RSUD Aeramo, Mbay. Kepergian Gonzalo terasa semakin memilukan karena terjadi ketika dirinya masih berada dalam rangkaian tugas kemanusiaan penanganan bencana gempa Flores [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong style="font-size: 16px;">PERSPEKTIFNUSANTARA.COM,</strong> Nagekeo<strong> &#8211; </strong><span style="font-size: 16px;">Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, kembali diselimuti duka. Wakil Bupati Nagekeo, </span>Gonzalo Gratianus Muga Sada, S.Sos.<span style="font-size: 16px;">, meninggal dunia pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 20.10 WITA di tenda darurat RSUD Aeramo, Mbay.</span></p>
<p>Kepergian Gonzalo terasa semakin memilukan karena terjadi ketika dirinya masih berada dalam rangkaian tugas kemanusiaan penanganan bencana gempa Flores yang mengguncang wilayah NTT sejak 15 Agustus 2026.</p>
<p>Direktur RSUD Aeramo, dr. Chandrawati Saragih, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menjelaskan, Gonzalo sebelumnya dirujuk dari Puskesmas Kota di Penginanga dalam kondisi kritis dan tidak sadarkan diri.</p>
<p>“Sempt ditangani dokter anestesi, dokter penyakit dalam. Kondisinya sudah tidak baik, sudah kritis. Tidak lama kemudian beliau dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.10 oleh dokter Eric,” ujar Chandrawati.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, penyebab meninggalnya Gonzalo belum disampaikan secara resmi kepada publik. Pihak RSUD Aeramo baru membenarkan waktu dan tempat wafatnya sang Wakil Bupati.</p>
<h2>Pergi Saat Nagekeo Masih Berjuang Pulih dari Gempa</h2>
<p>Gonzalo meninggalkan Nagekeo pada saat daerah itu masih berjuang keluar dari situasi darurat pascagempa.</p>
<p>Gempa besar yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 berpusat di sekitar wilayah Nagekeo dan menyebabkan kerusakan pada rumah warga maupun fasilitas publik. Nagekeo termasuk wilayah yang mengalami dampak serius dari bencana tersebut.</p>
<p>Sejak hari-hari pertama pascabencana, Gonzalo menjadi salah satu figur pemerintah daerah yang kerap terlihat di lapangan. Ia berada di posko penanganan bencana, berkoordinasi dengan jajaran pemerintah, memantau kebutuhan pengungsi, sekaligus memastikan persoalan masyarakat terdampak menjadi perhatian pemerintah.</p>
<p>Pemberitaan mengenai aktivitas Gonzalo selama masa tanggap darurat menunjukkan bahwa dirinya beberapa kali turun langsung ke Posko BPBD Nagekeo untuk memantau kondisi pengungsi.</p>
<p>Pada 23 Agustus 2026, misalnya, Gonzalo menyampaikan kebutuhan masyarakat terdampak terhadap tenda berukuran besar dan tenda keluarga. Ia juga terlibat dalam pembahasan penanganan pengungsi ketika pemerintah mulai memasuki tahap tanggap darurat berikutnya.</p>
<p>Di tengah situasi tersebut, Gonzalo menjalankan peran pemerintahan sekaligus tugas kemanusiaan. Ia tidak hanya bekerja dari balik meja pemerintahan, tetapi ikut melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak.</p>
<h2>Sehari Sebelum Wafat Masih Berada di Posko</h2>
<p>Kesaksian warga yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa sehari sebelum meninggal dunia, Gonzalo masih terlihat menjalankan aktivitas di Posko BPBD Nagekeo.</p>
<p>Ia disebut mendampingi kunjungan kemanusiaan Pasha Ungu dan menyapa masyarakat terdampak gempa.</p>
<p>Tidak ada yang menyangka bahwa aktivitas tersebut menjadi salah satu penampilan terakhir Gonzalo di tengah masyarakat yang selama beberapa pekan terakhir ia dampingi.</p>
<p>Di tengah tenda-tenda pengungsian, persoalan rumah rusak, fasilitas publik yang terdampak, serta kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya pulih, Gonzalo tetap hadir sebagai bagian dari jajaran pemerintah daerah yang menangani situasi tersebut.</p>
<p>Kepergiannya kemudian meninggalkan ruang kosong dalam pemerintahan Kabupaten Nagekeo sekaligus dalam kehidupan masyarakat yang selama masa bencana berinteraksi langsung dengannya.</p>
<h2>Warga: Ia Bicara Lewat Tindakan</h2>
<p>Woji, salah seorang warga diaspora Nagekeo yang dihubungi media ini, mengenang Gonzalo sebagai pribadi yang rendah hati, tidak banyak berbicara, tetapi konsisten menjalankan apa yang menjadi tanggung jawabnya.</p>
<p>Menurut Woji, karakter tersebut justru menjadi salah satu hal yang membuat Gonzalo dikenang oleh masyarakat.</p>
<p>“Wabup Gonzalo merupakan sosok yang rendah hati dan tidak banyak berbicara. Ia berbicara apa yang dia lakukan dan melakukan apa yang dibicarakan,” ujar Woji.</p>
<p>Ia mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir Gonzalo semakin banyak menghabiskan waktu untuk urusan masyarakat, terutama setelah bencana gempa melanda Nagekeo.</p>
<p>“Beliau selain sibuk mengurus bencana, juga turun ke lapangan, bertemu serta melihat secara langsung kondisi masyarakat di daerah-daerah di Kabupaten Nagekeo,” katanya.</p>
<p>Bagi Woji, kepergian Gonzalo bukan sekadar kehilangan seorang pejabat pemerintah. Ia melihatnya sebagai kehilangan seorang figur yang telah mengambil bagian dalam pembangunan Nagekeo dan hadir di tengah masyarakat ketika daerah tersebut menghadapi situasi sulit.</p>
<p>“Kepergian beliau merupakan kehilangan akan satu figur yang inspiratif sekaligus tokoh pembangunan di Nagekeo,” ujarnya.</p>
<p>“Terima kasih, Bapa Wakil Bupati. Selamat jalan. Berbahagialah di surga,” tutup Woji.</p>
<h2>Politisi Senior, Wakil Bupati Periode 2025–2030</h2>
<p>Gonzalo Gratianus Muga Sada lahir pada 11 April 1968. Sebelum menjabat sebagai Wakil Bupati Nagekeo, ia dikenal sebagai politisi senior dan pernah menjadi Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2019–2024.</p>
<p>Dalam Pilkada Nagekeo 2024, Gonzalo berpasangan dengan Simplisius Donatus. Pasangan tersebut ditetapkan sebagai pasangan terpilih dengan perolehan 31.367 suara sah. Keduanya kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030.</p>
<p>Selama menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati, Gonzalo juga tercatat aktif menghadiri berbagai kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Dalam sebuah kegiatan pada Februari 2026, misalnya, ia menyampaikan pentingnya pelayanan administrasi hukum yang dapat menjangkau masyarakat, terutama mereka yang menghadapi kendala geografis dan ekonomi.</p>
<p>Kini perjalanan itu berhenti.</p>
<h2>Nagekeo Kehilangan di Tengah Pemulihan</h2>
<p>Malam semakin larut di Mbay ketika kabar kepergian Gonzalo menyebar.</p>
<p>Ratusan warga dilaporkan mendatangi RSUD Aeramo. Tangis dan suasana haru menyelimuti rumah sakit ketika ambulans yang membawa jenazah almarhum bersiap diberangkatkan menuju rumah duka.</p>
<p>Ironisnya, rumah sakit tempat Gonzalo mengembuskan napas terakhir hingga kini masih menggunakan fasilitas tenda darurat karena bangunan utamanya mengalami kerusakan akibat gempa.</p>
<p>Tempat yang menjadi ruang pelayanan bagi warga terdampak bencana itu pada malam yang sama menjadi tempat terakhir seorang pejabat daerah mengakhiri pengabdiannya.</p>
<p>Belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal pemakaman Gonzalo Gratianus Muga Sada.</p>
<p>Namun, bagi Nagekeo, kehilangan itu telah terjadi.</p>
<p>Seorang wakil bupati pergi ketika daerahnya masih berjuang memulihkan diri dari bencana.</p>
<p>Seorang politisi senior pergi ketika masyarakat masih membutuhkan banyak tangan untuk membangun kembali kehidupan mereka.</p>
<p>Dan seorang figur yang menurut warga dikenal sederhana itu meninggalkan kenangan tentang seorang pemimpin yang memilih turun melihat langsung wajah masyarakat yang dilayaninya.</p>
<p><strong>Selamat jalan, Bapa Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada.</strong> <strong>Nagekeo berduka. Flores kehilangan salah satu putranya.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
