<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ketua GMNI Sikka &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/ketua-gmni-sikka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Jun 2026 05:08:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Ketua GMNI Sikka &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jaga Persatuan dan Cegah Disintegrasi Bangsa, GMNI Sikka Gelar Diskusi Kebangsaan dan Nobar Piala Dunia</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5212/jaga-persatuan-dan-cegah-disintegrasi-bangsa-gmni-sikka-gelar-diskusi-kebangsaan-dan-nobar-piala-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 05:08:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[BEM IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[BEM UNIPA]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Himakab]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok Pemuda Solor]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua GMNI Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[KOMPAS]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5212</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere, ​Kab. Sikka — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka menggelar kegiatan Diskusi Kebangsaan yang dirangkaikan dengan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026, mulai pukul 23.00 WITA hingga selesai ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai elemen kepemudaan. ​Pantauan media di lokasi, hadir dalam kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Maumere, ​Kab. Sikka — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka menggelar kegiatan Diskusi Kebangsaan yang dirangkaikan dengan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 15 Juni 2026, mulai pukul 23.00 WITA hingga selesai ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai elemen kepemudaan.</p>
<p>​Pantauan media di lokasi, hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan kelompok Cipayung, kader GMNI Sikka, perwakilan BEM Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, perwakilan Himpunan Mahasiswa Kecamatan Bola (Himakab), Kelompok Pemuda Solor (Kompas), serta perwakilan BEM Universitas Nusa Nipa (Unipa).</p>
<p><strong>Pemuda Harus Berjiwa Nasionalis di Tengah Arus Propaganda Global</strong></p>
<p>​Ketua GMNI Sikka, Wilfridus Iko, yang bertindak sebagai pemantik diskusi menegaskan bahwa pemuda hari ini dihadapkan pada tantangan besar berupa disintegrasi bangsa yang dipicu oleh kepentingan global dan dinamika geopolitik. Menurutnya, marak terjadi framing, agitasi, hingga propaganda yang berpotensi mengancam keutuhan NKRI.</p>
<p>​&#8221;Hari ini kita sebagai kader kebangsaan mengalami tantangan yang begitu besar ketika negara digerogoti kepentingan global. Cara berpikir dan bertindak pemuda harus bersandar pada ideologi Bung Karno. Kita wajib memperjuangkan dan menyebarluaskan warisan Pancasila dengan semangat gotong royong,&#8221; ujar Wilfridus.</p>
<p>​Ia juga mengingatkan historisitas daratan Flores, khususnya Ende, sebagai king maker lahirnya Pancasila. Dalam pidato 1 Juni 1945, Bung Karno tidak hanya bicara nasionalisme tetapi juga internasionalisme yang bermuara pada gotong royong—prinsip di mana semua untuk semua, bukan untuk golongan atau personal.</p>
<p>​Melalui diskusi ini, GMNI Sikka bersama elemen pemuda yang hadir mengeluarkan rekomendasi bersama untuk terus bergerak menyebarluaskan &#8220;virus&#8221; nasionalis yang telah diamanatkan oleh para Founding Fathers dan Founding Mothers bangsa.</p>
<p>​<strong>Menakar Kritik Terhadap Dokumenter &#8216;Pesta Babi&#8217; dan Isu Sektoral Papua</strong></p>
<p>​Salah satu topik hangat yang dibedah dalam diskusi tersebut adalah kemunculan film dokumenter berjudul &#8216;Pesta Babi&#8217;. GMNI Sikka menilai film tersebut patut diduga sebagai bagian dari upaya asing untuk memengaruhi persepsi publik demi kepentingan tertentu.</p>
<p>​GMNI Sikka memetakan beberapa poin kritis terkait isu ini:</p>
<p>​Alat Propaganda Barat: Bangsa Barat dinilai kerap menunggangi isu Hak Asasi Manusia (HAM) serta lingkungan hidup sebagai instrumen untuk memecah belah bangsa dan melancarkan eksploitasi besar-besaran.</p>
<p>​Aktor di Balik Layar: Hasil telisik dan kajian dalam diskusi mengindikasikan adanya keterlibatan NGO (Lembaga Swadaya Masyarakat) tertentu yang membawa agenda atau &#8220;titipan&#8221; dari pihak Barat.</p>
<p>​Pertanyaan Kritis Pemuda: Elemen pemuda mempertanyakan standar ganda para pembuat dokumenter. Mereka menyoroti mengapa eksploitasi yang terjadi di wilayah lain seperti Sumatera dan Kalimantan tidak dibuatkan dokumenter serupa, melainkan hanya menyudutkan wilayah Papua.</p>
<p>​Para pemuda lintas elemen ini pun menyatukan persepsi untuk tetap merawat sejarah integrasi Irian Barat (Papua) ke dalam NKRI yang telah diperjuangkan Bung Karno pada rentang tahun 1961-1963.</p>
<p><strong>Dukung Pemerintah, Desak Kejagung Evaluasi Program Pemerintah</strong></p>
<p>​Tidak hanya menyoroti isu eksternal, diskusi kebangsaan ini juga melahirkan sikap tegas terkait situasi domestik dan jalannya program-program pemerintah saat ini. GMNI Sikka menyatakan tetap optimis terhadap kebijakan pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>​Kendati demikian, pengawasan ketat tetap disuarakan. GMNI Sikka mendesak Presiden dan Wakil Presiden untuk melakukan evaluasi total terhadap jajaran pengelola program strategis pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Ia menegaskan dukungan penuh pemuda kepada korps Adhyaksa dalam memberantas praktik rasuah di tubuh program negara.</p>
<p>​&#8221;Kami mendukung penuh langkah Kejaksaan dalam mengusut tuntas setiap dugaan penyimpangan pengelolaan program pemerintah. Kami mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dan menyisir potensi penyelewengan ini hingga ke tingkat daerah,&#8221; pungkasnya tegas.</p>
<p>Meskipun bersikap kritis, para pemuda di Kabupaten Sikka menyatakan tetap optimis terhadap kebijakan pemerintah yang berorientasi pada keadilan sosial dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Setelah diskusi usai, acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize berupa buku, dan nonton bareng pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung penuh keakraban.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Noni Penuh Kejanggalan, GMNI Sikka Sindir Mental Polisi : Saver Cocok jadi Kapolres Sikka Atau Kasat Reskrim!</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4500/kasus-noni-penuh-kejanggalan-gmni-sikka-sindir-mental-polisi-saver-cocok-jadi-kapolres-sikka-atau-kasat-reskrim/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 14:24:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[GMNI Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolres Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Kematian Noni]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Noni]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua GMNI Sikka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4500</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE — Gelombang protes dan desakan keadilan kembali bergemuruh di Kabupaten Sikka. Front Mahasiswa dan Masyarakat Sikka Peduli Noni menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, Kamis (21/5/2026), untuk mengawal jalannya sidang dan proses hukum kasus pembunuhan anak di bawah umur yang menimpa almarhumah Stevania Trisanti Noni (14). ​Aroma Praktik Perdukunan dan Pertanyakan Mental Kepolisian Massa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE</strong> — Gelombang protes dan desakan keadilan kembali bergemuruh di Kabupaten Sikka. Front Mahasiswa dan Masyarakat Sikka Peduli Noni menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran, Kamis (21/5/2026), untuk mengawal jalannya sidang dan proses hukum kasus pembunuhan anak di bawah umur yang menimpa almarhumah Stevania Trisanti Noni (14).</p>
<p>​<strong>Aroma Praktik Perdukunan dan Pertanyakan Mental Kepolisian</strong></p>
<p>Massa aksi menilai ada kabut misteri yang belum terpecahkan, terutama terkait dugaan keterlibatan orang lain, praktik perdukunan, hingga kejanggalan fisik dalam rekonstruksi perkara.</p>
<p>Ketua GMNI Sikka, Wilfridus Iko, dengan lantang menyuarakan kejanggalan dalam kasus ini. Iko meyakini bahwa Rovin, pelaku yang saat ini berstatus anak di bawah umur, mustahil menjadi pelaku tunggal yang merancang pembunuhan berencana sesempurna itu.</p>
<p>​Di hadapan Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno dan Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga, Iko mempertanyakan temuan benda-benda ritual di tempat kejadian perkara (TKP) yang mengarah kuat pada keterlibatan orang dewasa, yakni Saver (ayah pelaku) dan Vinsen (kakek pelaku).</p>
<p>​&#8221;Disuruh bunuh anjing saja masih pikiran, ini bunuh nyawa yang kemudian didesain begitu sempurna. Setelah itu ada kain merah, ada ayam, ada beras, ada upacara di situ. Apakah anak-anak tahu proses ini? Itu sudah jelas si Saver!,&#8221; pungkas Iko.</p>
<p>Iko bahkan mempertanyakan keberanian mental aparat penegak hukum dalam menyentuh ayah dan kakek pelaku (Saver dan Vinsen) yang diduga kuat menjadi otak atau turut serta merencanakan pembunuhan berencana ini.</p>
<p>&#8220;Ataukah Pak Kasat Reskrim dan Pak Kapolres takut dengan Pak Saver yang dikenal legal dengan perdukunan, pesugihan, atau kekuatan gaibnya?,&#8221; tegas Iko dengan nada menyindir.</p>
<p>​Iko bahkan melayangkan kritik menohok atas lambannya kepolisian mengungkap keterlibatan sang ayah pelaku.</p>
<p>&#8220;Saya pikir Saver lebih cocok jadi Kasat Reskrim atau Kapolres Sikka, kok sampai sekarang dia tidak bisa kita ungkap?&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>Kejanggalan Beban 50 Kilo dan Rekonstruksi yang Tidak Adil</strong></p>
<p>​Dalam audiensi panas bersama Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, dan Kasat Reskrim, Iptu Reinhard Dionisius Siga, massa aksi secara tegas menolak premis bahwa pelaku berinisial R (Rovin)—yang juga masih di bawah umur—bertindak sebagai pelaku tunggal.</p>
<p>​Ketua GMNI Sikka, Wilfridus Iko, melontarkan kritik menohok mengenai logika beban fisik korban saat dievakuasi. Ia meragukan kapasitas fisik pelaku R untuk memindahkan jenazah korban sendirian.</p>
<p>​&#8221;Saya yakin dan percaya, ketika si Rovin diminta pikul beras 50 kilo, dia mampu atau tidak dengan kondisi seperti itu? Lalu bagaimana kita bedah dengan berat almarhumah Ade Noni? Berat orang yang sudah meninggal itu sangat jauh berbeda dan lebih berat dari orang yang masih hidup,&#8221; ujar Iko dengan nada tinggi.</p>
<p>​Senada dengan Iko, Koordinator TRUK-F, Suster Fransiska Imakulata (Suster Ika), turut membongkar kejanggalan dalam proses rekonstruksi yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Suster Ika menilai rekonstruksi tersebut tidak mencerminkan fakta realitas di lapangan.</p>
<p>​&#8221;Waktu rekonstruksi, anak itu hanya diminta bawa karung seolah-olah menarik korban. Kenapa Rovin tidak disuruh pikul jerigen atau apapun yang beratnya mengumpamakan berat korban? Supaya kita tahu dari rumah Saver apakah memang benar-benar dia sendiri? Pikul beras 50 kilo saja satu orang tidak mungkin dia bisa, apalagi fisik seperti Rovin. Kami menduga kuat bukan dia satu-satunya pelaku,&#8221; tegas Suster Ika.</p>
<p><strong>Kekecewaan Terhadap Kinerja Kepolisian</strong></p>
<p>​Meskipun pihak Kepolisian Resor Sikka mengklaim telah bekerja semaksimal mungkin hingga kasus ini masuk ke persidangan, masyarakat dan keluarga korban merasa penanganan kasus ini masih jauh dari kata tuntas dan adil.</p>
<p>​&#8221;Kami sebagai masyarakat berharap kepada bapak polisi untuk mengungkap itu, karena kami tidak punya kuasa untuk pergi melakukan penyelidikan atau mencari barang bukti. Dan sangat disayangkan, meskipun sudah ada putusan dan Kapolres bilang sudah maksimal, menurut kami dan keluarga korban ini tidak maksimal,&#8221; ujar Suster Ika.</p>
<p>​Aksi unjuk rasa berjalan dengan pengawalan ketat. Massa aksi berjanji akan terus mengawal proses hukum ini hingga seluruh aktor intelektual di balik kematian tragis Almarhumah Noni diseret ke pengadilan dan dihukum seberat-beratnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
