<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ketua DPRD Sikka &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/ketua-dprd-sikka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Jun 2026 05:18:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Ketua DPRD Sikka &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketua DPRD Sikka: Pancasila Jawaban atas Polarisasi Dunia, Pendidikan Kunci Mewujudkan Indonesia Maju</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4776/ketua-dprd-sikka-pancasila-jawaban-atas-polarisasi-dunia-pendidikan-kunci-mewujudkan-indonesia-maju/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 05:18:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Hari lahir Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPRD Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Stefanus Sumandi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4776</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, S.Fil., menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara Indonesia, tetapi juga merupakan ideologi yang relevan untuk menjawab berbagai tantangan global, termasuk rivalitas politik dan ideologi yang saat ini kembali mewarnai panggung dunia. Pernyataan tersebut disampaikan Stefanus Sumandi dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong> – Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, S.Fil., menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara Indonesia, tetapi juga merupakan ideologi yang relevan untuk menjawab berbagai tantangan global, termasuk rivalitas politik dan ideologi yang saat ini kembali mewarnai panggung dunia.</p>
<p>Pernyataan tersebut disampaikan Stefanus Sumandi dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.”</p>
<p>Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan kondisi geopolitik dunia saat ini. Ia menilai dunia sedang menghadapi situasi yang menyerupai polarisasi pada masa lalu ketika kekuatan-kekuatan besar dunia terbelah ke dalam dua kutub yang saling berhadapan.</p>
<p>&#8220;Hari ini kita mengenang Hari Lahir Pancasila melalui berbagai perayaan dengan tema &#8216;Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia&#8217;. Saya pikir tema ini sangat relevan dengan kondisi politik dunia saat ini yang diwarnai rivalitas antara blok barat dan blok timur. Polarisasi yang terjadi sekarang memiliki kemiripan dengan kondisi geopolitik pada abad lalu,&#8221; ujar Stefanus.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa ketika para pendiri bangsa merumuskan dasar negara, dunia juga sedang berada dalam pertarungan ideologi besar. Di satu sisi terdapat ideologi liberal-kapitalis yang berkembang di negara-negara Barat, sementara di sisi lain muncul ideologi sosialis-komunis yang menjadi landasan negara-negara Timur.</p>
<p>Dalam situasi tersebut, Bung Karno bersama para pendiri bangsa memilih jalan yang berbeda. Indonesia tidak berpihak pada salah satu kutub ideologi dunia, melainkan menggali nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat Indonesia untuk melahirkan sebuah dasar negara yang mampu mempersatukan bangsa yang majemuk.</p>
<p>&#8220;Jika kita membaca pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 di hadapan sidang BPUPKI, sangat jelas bahwa Pancasila merupakan corak khas bangsa Indonesia. Pancasila tidak diadopsi dari bangsa lain, tetapi digali dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia dan memiliki sifat universal yang dapat diterima oleh masyarakat dunia,&#8221; katanya.</p>
<p>Stefanus menilai, kekuatan utama Pancasila terletak pada kemampuannya menjadi titik temu berbagai perbedaan. Di tengah ketegangan dan pertarungan kepentingan global, Pancasila menawarkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, persatuan, demokrasi, dan kesejahteraan sosial yang mampu menjadi fondasi perdamaian.</p>
<p>Ia bahkan mengingatkan kembali pidato bersejarah Presiden Soekarno di hadapan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 30 September 1960 di New York yang berjudul &#8220;To Build The World Anew&#8221; atau &#8220;Membangun Dunia Kembali&#8221;. Dalam pidato tersebut, Bung Karno memperkenalkan Pancasila sebagai alternatif ideologi dunia di tengah ketegangan Perang Dingin.</p>
<p>&#8220;Hemat saya, Bung Karno ingin menegaskan bahwa Pancasila adalah sintesis dari berbagai ketegangan ideologi dunia. Pancasila hadir sebagai jalan tengah yang dibangun dari kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan yang hidup dalam masyarakat dunia dan dirumuskan dalam lima sila,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Meski demikian, Stefanus mengingatkan bahwa Pancasila tidak akan memiliki makna apabila hanya berhenti sebagai konsep atau slogan semata. Menurutnya, implementasi nilai-nilai Pancasila membutuhkan perjuangan bersama dari seluruh elemen bangsa.</p>
<p>&#8220;Membangun bangsa bukan hanya soal memiliki dasar negara yang kuat. Pelaksanaannya membutuhkan perjuangan nyata. Karena itu, tanggung jawab menghidupkan Pancasila bukan hanya berada di pundak para pemegang kekuasaan, tetapi juga seluruh warga negara,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Ia menilai bahwa salah satu cara paling efektif untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila adalah melalui pendidikan yang berkualitas. Mengutip pemikiran filsuf politik Will Kymlicka, Stefanus mengatakan bahwa sekolah merupakan ruang ideal untuk menumbuhkan kebajikan sipil dan membentuk karakter warga negara yang baik.</p>
<p>Karena itu, ia mendorong pemerintah agar memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sektor pendidikan melalui peningkatan anggaran dan kualitas layanan pendidikan, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta.</p>
<p>&#8220;Saya berpandangan bahwa pemerintah perlu menyediakan anggaran yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kita harus memastikan bahwa sekolah menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Lebih jauh, Stefanus mengingatkan agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata. Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama karena kualitas manusia merupakan fondasi utama kemajuan bangsa.</p>
<p>&#8220;Saya berharap kultur politik kita tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pertumbuhan kualitas anak-anak bangsa. Sebab ketika sumber daya manusia kita berkualitas, ekonomi bangsa akan tumbuh dengan sendirinya. Warga negara yang berkualitas tidak akan bergantung pada negara, tetapi justru menjadi kekuatan yang membantu memajukan negaranya,&#8221; katanya.</p>
<p>Mengakhiri pernyataannya, Stefanus Sumandi atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Sikka menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir Pancasila kepada seluruh masyarakat Indonesia.</p>
<p>&#8220;Atas nama Pimpinan dan seluruh Anggota DPRD Kabupaten Sikka, kami mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Mari kita terus menjaga persatuan, memperkuat pendidikan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera. Tuhan memberkati kita semua,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMA Negeri 1 Bola Tampil Memukau dalam Pentas Seni Galang Dana Pembangunan Aula dan Pastoran Paroki Renha Rosari Hale Hebing</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4574/sma-negeri-1-bola-tampil-memukau-dalam-pentas-seni-galang-dana-pembangunan-aula-dan-pastoran-paroki-renya-rosari-hale-hebing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 13:44:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua DPRD Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Paroki Renha Rosari Hale Hebing]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Rumah Pastoran dan Aula Paroki]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN I Bola]]></category>
		<category><![CDATA[SMP PGRI Lerohae]]></category>
		<category><![CDATA[SMPN I Mapitara]]></category>
		<category><![CDATA[Stefanus Sumandi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4574</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE &#8211; Semangat solidaritas dan kepedulian kaum muda kembali terlihat dalam kegiatan pentas seni penggalangan dana pembangunan aula dan rumah pastoran Paroki Renha Rosari Hale Hebing yang berlangsung meriah di Kecamatan Mapitara. Kegiatan tersebut diprakarsai oleh SMA Negeri 1 Bola setelah pihak sekolah melakukan kunjungan ke pastoran Paroki Renha Rosari Hale Hebing dalam rangka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE</strong> &#8211; Semangat solidaritas dan kepedulian kaum muda kembali terlihat dalam kegiatan pentas seni penggalangan dana pembangunan aula dan rumah pastoran Paroki Renha Rosari Hale Hebing yang berlangsung meriah di Kecamatan Mapitara.</p>
<p>Kegiatan tersebut diprakarsai oleh SMA Negeri 1 Bola setelah pihak sekolah melakukan kunjungan ke pastoran Paroki Renha Rosari Hale Hebing dalam rangka lobi dan negosiasi untuk mempromosikan sekolah melalui pelayanan liturgi Perayaan Pentakosta di Stasi Natakoli.</p>
<p>Dalam pertemuan itu, pihak pastoral paroki menyampaikan bahwa proses pembangunan aula dan rumah pastoran mengalami hambatan akibat keterbatasan dana. Mendengar kondisi tersebut, pihak SMA Negeri 1 Bola langsung berinisiatif menawarkan kegiatan pentas seni sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan gereja.</p>
<p>“Kami merasa terpanggil untuk membantu. Karena itu, kami berinisiatif mengadakan pentas seni penggalangan dana sebagai bentuk solidaritas bagi paroki,” ungkap salah satu perwakilan panitia kegiatan.</p>
<p>Menjelang kegiatan puncak, para siswa SMA Negeri 1 Bola mempersiapkan diri selama kurang lebih dua minggu. Berbagai penampilan seni dipersiapkan secara matang, mulai dari paduan suara lagu-lagu Maumere, tari kreasi daerah, hingga pertunjukan monolog yang berhasil memukau para penonton.</p>
<p>Suasana pentas seni semakin semarak dengan penampilan dari sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Mapitara yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Ratusan warga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan penampilan para pelajar sekaligus memberikan dukungan bagi pembangunan aula dan rumah pastoran paroki.</p>
<p>Kegiatan penggalangan dana itu turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Stefanus Sumandi, Camat Mapitara Don Laurenzo Usi Neno Da Silva, para kepala desa se-Kecamatan Mapitara, tokoh masyarakat, serta umat Paroki Renya Rosari Hale Hebing.</p>
<p>Kehadiran para pejabat daerah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial dan pembangunan fasilitas gereja.</p>
<p>Dari hasil pentas seni penggalangan dana tersebut, Paroki Renha Rosari Hale Hebing berhasil memperoleh sumbangan dana mencapai Rp109 juta, ditambah bantuan berupa material bangunan dari para donatur dan masyarakat.</p>
<p>Selain itu, penjualan tiket secara online berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp18 juta, sedangkan penjualan tiket offline mencapai lebih dari Rp6 juta.</p>
<p>Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, gereja, pemerintah, dan masyarakat mampu melahirkan gerakan solidaritas yang membawa dampak nyata bagi pembangunan bersama.</p>
<p>Pentas seni tersebut bukan hanya menjadi ajang kreativitas pelajar, tetapi juga menjadi ruang persaudaraan dan kepedulian sosial yang memperlihatkan semangat gotong royong masyarakat Mapitara.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
