<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kerusakan Rumah &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/kerusakan-rumah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Sep 2026 12:19:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Kerusakan Rumah &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Fokus Pemulihan Pasca-Bencana, Kasatgas Bencana Kab. Sikka Tekankan Skala Prioritas Bantuan</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6095/fokus-pemulihan-pasca-bencana-kasatgas-bencana-kab-sikka-tekankan-skala-prioritas-bantuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 12:18:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Femi Bapa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasatgas Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Bencana Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[PerspekifNusantara.com]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6095</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka menegaskan bahwa fokus penanganan bencana saat ini telah bergeser dari pengungsian terpusat menuju tahap transisi pemulihan. Seiring berahirnya masa tanggap darurat pada 11 mendatang, Pemkab memprioritaskan bantuan logistik dan perbaikan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. ​Pernyataan ini merespons adanya laporan warga di Wolomarang yang mengaku belum tersentuh bantuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka menegaskan bahwa fokus penanganan bencana saat ini telah bergeser dari pengungsian terpusat menuju tahap transisi pemulihan. Seiring berahirnya masa tanggap darurat pada 11 mendatang, Pemkab memprioritaskan bantuan logistik dan perbaikan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.</p>
<p>​Pernyataan ini merespons adanya laporan warga di Wolomarang yang mengaku belum tersentuh bantuan dan diminta kembali ke rumah oleh pemerintah setempat.</p>
<p>​Pelaksana Tugas (Plt.) Sekda Kabupaten Sikka sekaligus Kasatgas Penanganan Bencana Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, menjelaskan bahwa seluruh pusat pengungsian pasca-tanggap darurat tahap pertama sebenarnya telah dikosongkan. Pengungsian mandiri yang tersisa hanya berada di Palue, Kangae, dan Nita dengan jumlah yang terus berkurang.</p>
<p>​&#8221;Memang setelah pasca tanggap darurat tahap 1, itu pengungsi sudah pulang semua ke rumah masing-masing, kemudian, yang terpusat masih di tiga lokasi Palue, Kangae, dan Nita. Tapi jumlahnya juga berkurang. Itu adalah masyarakat yang terdampak dan dalam kondisi adanya kerusakan rumah,&#8221; ujar Margaretha.</p>
<p><strong>Prioritas Bantuan untuk Rumah Rusak</strong></p>
<p>​Saat ini, Pemkab Sikka tengah memverifikasi dan memvalidasi sekitar 8.000 data warga dari tingkat kecamatan yang melaporkan kerusakan rumah—baik rusak berat, sedang, maupun ringan. Menurut Margaretha, warga dengan kategori rumah rusak inilah yang menjadi fokus utama penyaluran logistik karena mata pencaharian dan kehidupan sehari-hari mereka terganggu secara langsung.</p>
<p>​&#8221;Jadi bagi masyarakat yang memang memiliki rumah rusak diakibatkan karena gempa, itu paralel tahap 1 sudah proses pendataan. Dalam waktu dekat kita akan umumkan begitu juga uji publiknya. Nanti setelah penetapan SK Bupati, langsung mulai proses untuk pembangunan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>​Terkait status penanganan bencana ke depan, Pemkab Sikka akan menggelar rapat evaluasi bersama pimpinan daerah usai berakhirnya masa tanggap darurat pada tanggal 11 untuk menentukan apakah status akan diperpanjang atau resmi beralih penuh ke tahap pemulihan.</p>
<p><strong>Transparansi Donasi Uang Tunai</strong></p>
<p>​Menjawab isu perihal pengelolaan bantuan donasi, Margaretha memastikan seluruh bantuan yang masuk tercatat dengan transparan. Donasi dalam bentuk uang tunai termasuk bantuan dari tingkat kementerian, hingga saat ini belum terpakai dan tersimpan aman di rekening resmi.</p>
<p>​&#8221;kami selalu publikasikan setiap sore untuk donasi yang masuk dari siapa, jumlah berapa, saldo rekeningnya berapa. Pemanfaatannya itu yang mungkin kita atur kembali apakah nanti di masa transisi baru dimanfaatkan dengan mekanisme seperti apa, karena memang kita juga harus menyampaikan ke publik soal pemanfaatannya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>​Sementara itu, untuk bantuan uang tunai yang diserahkan langsung oleh Menteri kepada Bupati beberapa waktu lalu, pihak Satgas telah membelanjakannya dalam bentuk barang sesuai kebutuhan prioritas di lapangan dan kini tinggal menunggu jadwal pendistribusian (pendroppingan).</p>
<p>​Proses penyaluran logistik dipastikan tetap berjalan beriringan dengan penyisiran kebutuhan warga terdampak di berbagai titik. Pemkab Sikka berkomitmen agar seluruh dana donasi maupun bantuan logistik dapat dimanfaatkan secara akuntabel hingga masa pemulihan pascabencana selesai.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
