<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kemenag Flores Timur &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/kemenag-flores-timur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Sep 2026 08:23:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Kemenag Flores Timur &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemenag Flotim Perkuat Sinergi dengan Keuskupan Larantuka melalui Penugasan Penyuluh Agama Katolik</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6075/kemenag-flotim-perkuat-sinergi-dengan-keuskupan-larantuka-melalui-penugasan-penyuluh-agama-katolik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hans]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 08:23:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag Flores Timur]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6075</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Larantuka: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur memperkuat sinergi dengan Keuskupan Larantuka melalui penempatan tujuh Penyuluh Agama Katolik pada sejumlah komisi Keuskupan Larantuka. Penempatan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Uskup Larantuka tentang penempatan dan pengangkatan tenaga Penyuluh Agama Katolik yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Flores Timur, Senin (7 September 2026) Kegiatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Larantuka</strong>: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur memperkuat sinergi dengan Keuskupan Larantuka melalui penempatan tujuh Penyuluh Agama Katolik pada sejumlah komisi Keuskupan Larantuka.</p>
<p>Penempatan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Uskup Larantuka tentang penempatan dan pengangkatan tenaga Penyuluh Agama Katolik yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Flores Timur, Senin (7 September 2026)</p>
<p>Kegiatan itu dihadiri Kepala Kantor Kemenag Flores Timur Yosef Aloysius Babaputra, Kepala Seksi Urusan Agama Katolik Paulus Pedro, Ketua Sekretariat Pastoral Keuskupan Larantuka RD Ben Belawa, serta tujuh penyuluh yang mendapat tugas pada komisi-komisi Keuskupan Larantuka.</p>
<p>Yosef Aloysius Babaputra mengatakan penugasan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara Kementerian Agama Flores Timur dan Keuskupan Larantuka.</p>
<p>&#8220;Kementerian Agama terbuka untuk kerja sama dengan Keuskupan Larantuka. Penyuluh diberi peran untuk memberi diri dan berpartisipasi dalam karya pastoral gereja lokal,&#8221; katanya.</p>
<p>Ia mengatakan kehadiran para penyuluh dalam karya pastoral juga merupakan bagian dari kehadiran Kementerian Agama Flores Timur dalam pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.</p>
<p>Yosef berpesan agar para penyuluh menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan membawa nama baik Kementerian Agama.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan panggilan pengabdian sebagai dukungan terhadap Gereja Keuskupan Larantuka. Berikan pengabdian secara total dan mampu beradaptasi dengan perubahan ke depan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Seksi Urusan Agama Katolik Kemenag Flores Timur Paulus Pedro mengatakan penugasan tersebut merupakan bentuk kepercayaan sekaligus ruang partisipasi para penyuluh dalam membangun Gereja lokal.</p>
<p>&#8220;Terima tugas ini dan jalankan dengan hati,&#8221; katanya.</p>
<p>Ketua Sekretariat Pastoral Keuskupan Larantuka RD Ben Belawa menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama Kemenag Flores Timur.</p>
<p>&#8220;Terima kasih dan selamat datang di Sekpas,&#8221; katanya.</p>
<p>RD Ben berharap kehadiran tujuh penyuluh dapat memperkuat karya pastoral di lingkungan Keuskupan Larantuka. Ia juga mendorong para penyuluh membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan komisi-komisi tempat mereka ditugaskan.</p>
<p>Penempatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat koordinasi kelembagaan, tetapi juga menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin kolaboratif bagi umat di wilayah Keuskupan Larantuka. (Apol S. )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenag Flores Timur Dorong Pemuda Lintas Agama Perkuat Kerukunan</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6010/kemenag-flores-timur-dorong-pemuda-lintas-agama-perkuat-kerukunan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hans]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 13:23:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag Flores Timur]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6010</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Larantuka, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mendorong pemuda lintas agama memperkuat dialog dan aksi kemanusiaan sebagai bagian dari upaya menjaga keberagaman dan kerukunan. Hal itu mengemuka dalam Dialog Kerukunan Pemuda Lintas Agama dan Diskusi Panel Penyuluh Multiagama bertema “Menjaga Keberagaman, Memperkokoh Cinta Kemanusiaan untuk Keberlanjutan Bangsa” yang berlangsung di Aula [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Larantuka,</strong> Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mendorong pemuda lintas agama memperkuat dialog dan aksi kemanusiaan sebagai bagian dari upaya menjaga keberagaman dan kerukunan.</p>
<p>Hal itu mengemuka dalam Dialog Kerukunan Pemuda Lintas Agama dan Diskusi Panel Penyuluh Multiagama bertema “Menjaga Keberagaman, Memperkokoh Cinta Kemanusiaan untuk Keberlanjutan Bangsa” yang berlangsung di Aula Kemenag Flores Timur, Jumat (28/8/2026).</p>
<p>Kegiatan diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas perwakilan pemuda lintas agama, penyuluh agama multiagama dan ASN Kemenag Flores Timur. Hadir pula sejumlah pejabat Kemenag Flores Timur serta pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Flores Timur.</p>
<p>Dalam sambutan pembukaan, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Flores Timur Petrus Wai Leton mengajak seluruh peserta menjadikan kerukunan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa. Menurutnya, keberagaman agama dan keyakinan merupakan realitas yang harus dirawat bersama melalui sikap saling menghargai, memperkuat moderasi beragama dan membangun suasana damai. “Kita semua diajak merawat kerukunan sebagai bagian integral dari hidup berbangsa,” ujarnya.</p>
<p>Dialog dan diskusi panel tersebut menghadirkan tiga pembicara dari FKUB Flores Timur, yakni Ketua FKUB Petrus Pedo Beke, Wakil Ketua I Ahmad Bethan, dan Wakil Ketua II Ferlominggus B. Ketiganya mengulas pentingnya merawat keberagaman melalui dialog, kepedulian terhadap sesama, serta keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga kerukunan.</p>
<p>Ketua FKUB Flores Timur Petrus Pedo Beke mengatakan kemajemukan masyarakat Flores Timur merupakan kekayaan yang perlu dirawat melalui dialog dan komunikasi yang dewasa. Menurut dia, budaya Lamaholot telah mewariskan nilai hidup berdampingan dan memberi ruang bagi perbedaan. Nilai tersebut perlu terus dihidupkan oleh generasi muda di tengah semakin kompleksnya kehidupan masyarakat.</p>
<p>“Semakin majemuk, semakin kompleks, tetapi keberagaman juga dapat menjadi berkat,” katanya.</p>
<p>Petrus mendorong penguatan forum pemuda lintas agama, Safari Moderasi, serta peran penyuluh agama dalam membangun kesadaran umat untuk memahami ajaran agama sekaligus menerima perbedaan.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Ketua I FKUB Flores Timur Ahmad Bethan menekankan pentingnya kepedulian yang tulus dan ajaran kasih sebagai dasar memperkokoh keberagaman. Ia mengatakan keberagaman perlu dipandang sebagai sistem nilai, sedangkan cinta kemanusiaan menjadi dasar moral dalam membangun kehidupan bersama. “Keberagaman adalah sistem nilai, cinta kemanusiaan adalah sistem moral, dan keberlanjutan bangsa adalah ikhtiar,” ujarnya.</p>
<p>Wakil Ketua II FKUB Flores Timur Ferlominggus B menyoroti tantangan kerukunan di ruang digital. Ia meminta pemuda menjadi pengguna media sosial yang bertanggung jawab dengan menyaring informasi sebelum membagikannya.</p>
<p>“Jangan produksi kebohongan. Saring sebelum share,” tegasnya.</p>
<p>Menurut dia, kesadaran terhadap ajaran agama harus berjalan bersama dengan kesadaran kemanusiaan sehingga perbedaan keyakinan tidak menghalangi kerja bersama dalam aksi kemanusiaan universal.</p>
<p>Dalam sesi dialog, peserta turut menyampaikan persoalan yang dihadapi, antara lain keterbatasan ruang perjumpaan pemuda lintas agama, munculnya prasangka akibat perbedaan pemahaman, serta penyebaran informasi provokatif dan hoaks melalui media sosial. Peserta kemudian merekomendasikan penguatan dialog lintas agama, pembentukan ruang bersama bagi pemuda, serta pengembangan dialog karya melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan. Pemuda dari berbagai agama juga didorong untuk saling hadir dalam kegiatan sosial serta memanfaatkan media sosial sebagai ruang kampanye kerukunan.</p>
<p>Kegiatan Dialog dan diskusi panel tersebut sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, dengan mendorong pemuda lintas agama menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun kehidupan bangsa yang damai dan berkelanjutan. (Apol S. )</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenag Flores Timur Buka Lomba HUT Ke-81 RI, ASN Diajak Isi Kemerdekaan dengan Pengabdian</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5710/kemenag-flores-timur-buka-lomba-hut-ke-81-ri-asn-diajak-isi-kemerdekaan-dengan-pengabdian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hans]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2026 02:00:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Flores Timur]]></category>
		<category><![CDATA[HUT Ke 81 Negara Republik Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag Flores Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Yosef Alysius Babaputra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5710</guid>

					<description><![CDATA[Pembukaan berlangsung di Lapangan Kantor Kemenag Flores Timur dan diawali dengan apel yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kemenag Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra. Dalam arahannya, Yosef mengajak seluruh ASN untuk memaknai kemerdekaan tidak sebatas perayaan seremonial. Kemerdekaan, menurutnya, harus diisi melalui kerja nyata, integritas, disiplin, profesionalitas, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut Yosef, momentum kemerdekaan menjadi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="font-claude-response-body break-words whitespace-normal" dir="ltr">Pembukaan berlangsung di Lapangan Kantor Kemenag Flores Timur dan diawali dengan apel yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kemenag Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra.</p>
<p class="font-claude-response-body break-words whitespace-normal" dir="ltr">Dalam arahannya, Yosef mengajak seluruh ASN untuk memaknai kemerdekaan tidak sebatas perayaan seremonial. Kemerdekaan, menurutnya, harus diisi melalui kerja nyata, integritas, disiplin, profesionalitas, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut Yosef, momentum kemerdekaan menjadi pengingat bagi ASN untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.</p>
<p class="font-claude-response-body break-words whitespace-normal" dir="ltr">“Setiap ASN harus menunjukkan sikap profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik,” kata Yosef dalam arahannya.</p>
<p class="font-claude-response-body break-words whitespace-normal" dir="ltr">Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan dan Perlombaan HUT ke-81 RI Tingkat Kemenag Flores Timur, Paulus Pedro, S.Sos., mengatakan rangkaian kegiatan disiapkan bukan hanya untuk memeriahkan HUT RI, tetapi juga untuk mempererat kebersamaan dan kekompakan antarpegawai.</p>
<p class="font-claude-response-body break-words whitespace-normal" dir="ltr">“Melalui kegiatan dan perlombaan ini, kami berharap seluruh ASN dapat merasakan kebersamaan, sportivitas, dan semangat gotong royong,” ujar Paulus.</p>
<p class="font-claude-response-body break-words whitespace-normal" dir="ltr">Kegiatan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan senam sehat dan berbagai permainan antarkelompok. Sebanyak 12 kelompok peserta yang dibagi berdasarkan unit kerja mengikuti sejumlah lomba, antara lain tebak suara, lempar botol, membawa air, memindahkan air dengan spons, serta menangkap air menggunakan kantong plastik.</p>
<p class="font-claude-response-body break-words whitespace-normal" dir="ltr">Peringatan HUT ke-81 RI Tingkat Kemenag Flores Timur mengusung tema “Lompatan Produktivitas Flores Timur Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.</p>
<p class="font-claude-response-body break-words whitespace-normal" dir="ltr">Rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan sejumlah agenda lain hingga upacara bendera pada 17 Agustus 2026.<em>(apol)</em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemenag Flores Timur Perkuat Kompetensi Penyuluh Agama Katolik melalui Sosialisasi Liturgi dan Tata Perayaan Ekaristi</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/5499/kemenag-flores-timur-perkuat-kompetensi-penyuluh-agama-katolik-melalui-sosialisasi-liturgi-dan-tata-perayaan-ekaristi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Jul 2026 07:16:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag Flores Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenag Flores Timur Perkuat Kompetensi Penyuluh Agama Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosialisasi Liturgi dan Tata Perayaan Ekaristi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=5499</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, LARANTUKA – Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur terus memperkuat kapasitas Penyuluh Agama Katolik melalui Sosialisasi Liturgi dan Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2020 yang digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Senin (20/7/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Katolik ini diikuti para Penyuluh Agama Katolik dan Aparatur Sipil Negara (ASN) [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, LARANTUKA – Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur terus memperkuat kapasitas Penyuluh Agama Katolik melalui Sosialisasi Liturgi dan Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2020 yang digelar di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Senin (20/7/2026).</p>
<p>Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Katolik ini diikuti para Penyuluh Agama Katolik dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Katolik di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur.</p>
<p>Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra. Dalam sambutannya, Yosef menegaskan bahwa peningkatan kompetensi penyuluh merupakan langkah penting untuk memastikan pelayanan kepada umat berjalan sesuai ajaran Gereja.</p>
<p>&#8220;Saya berharap para penyuluh dan ASN sungguh memahami liturgi dengan benar dan tepat sehingga mampu membimbing serta menggarami umat dalam setiap perayaan liturgi. Jadilah pembawa kabar gembira tentang liturgi dan Tata Perayaan Ekaristi,&#8221; tegas Yosef.</p>
<p>Ia juga mengingatkan bahwa masih terdapat sejumlah praktik liturgi yang perlu disesuaikan dengan ketentuan Gereja. Mengutip ajaran Paus Fransiskus, Yosef menegaskan bahwa Kristus adalah pusat liturgi, keheningan merupakan unsur penting dalam perayaan, dan imam bertugas sebagai pemimpin liturgi, bukan sebagai pembawa acara. Karena itu, ia berharap para peserta dapat menjadi agen pembaruan di wilayah pelayanan masing-masing.</p>
<p>Sosialisasi tersebut menghadirkan anggota Komisi Liturgi Keuskupan Larantuka, RD. Paulus Yohanes Gelang Lewoema, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan berfokus pada pemahaman Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) dan Tata Perayaan Ekaristi (TPE) Tahun 2020 sebagai acuan resmi pelaksanaan liturgi Gereja.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Seksi Urusan Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur, Paulus Pedro, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas sumber daya penyuluh agama agar memiliki pemahaman yang utuh terhadap norma-norma liturgi Gereja.</p>
<p>&#8220;Melalui sosialisasi ini, kami ingin memperkuat kompetensi penyuluh agar memiliki persepsi yang sama dalam mendampingi umat. Penyuluh agama harus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pelayanan yang sesuai dengan Pedoman Umum Misale Romawi dan Tata Perayaan Ekaristi sehingga pembinaan umat berlangsung secara benar, tertib, dan membangun kesatuan Gereja,&#8221; ujar Paulus.</p>
<p>Menurutnya, hasil kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada ruang pelatihan, tetapi diterapkan secara nyata dalam pelayanan di paroki. Penyuluh agama diharapkan menjadi pelopor keseragaman praktik liturgi sekaligus mampu meluruskan berbagai praktik yang belum sesuai dengan ketentuan Gereja melalui pendekatan yang edukatif dan pastoral.</p>
<p>Dalam pemaparannya, RD. Paulus Yohanes Gelang Lewoema menegaskan bahwa Pedoman Umum Misale Romawi dan Tata Perayaan Ekaristi edisi revisi merupakan pedoman resmi penyelenggaraan liturgi Gereja. Penyuluh agama, katanya, memiliki tanggung jawab sebagai pendidik iman sekaligus pelopor kesatuan praktik liturgi di tengah umat.</p>
<p>Selain membahas makna setiap bagian Perayaan Ekaristi, narasumber juga mengulas pemilihan lagu liturgi yang sesuai dengan teks resmi Gereja serta pentingnya partisipasi aktif umat dalam perayaan.</p>
<p>Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai persoalan pastoral yang kerap ditemui di lapangan, mulai dari lagu Kudus, Bait Pengantar Injil, Misa tematik, hingga penggunaan musik dalam Perayaan Kamis Putih. Seluruh pembahasan mengacu pada Pedoman Umum Misale Romawi sehingga peserta memperoleh pemahaman yang seragam mengenai praktik liturgi yang benar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
