<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kecamatan Rahong Utara &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/kecamatan-rahong-utara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2026 12:37:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Kecamatan Rahong Utara &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Vinsensius Jaman Buktikan Aksi Nyata: 20 Dus Buku Dikirim ke Manggarai, Menyalakan Gerakan Literasi dari Desa</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4993/vinsensius-jaman-buktikan-aksi-nyata-20-dus-buku-dikirim-ke-manggarai-menyalakan-gerakan-literasi-dari-desa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 12:37:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Buku One Hope Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Gololangkok]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Rahong Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Baca Kampung Kabor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4993</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Manggarai, NTT – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, masih ada anak-anak desa yang harus berjuang keras mendapatkan akses terhadap buku dan sumber pengetahuan. Melihat kenyataan itu, seorang kader muda asal Desa Gololangkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Vinsensius Jaman, S.Fil., memilih bergerak dengan tindakan nyata daripada sekadar menyampaikan janji. Melalui kolaborasi bersama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Manggarai, NTT – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, masih ada anak-anak desa yang harus berjuang keras mendapatkan akses terhadap buku dan sumber pengetahuan. Melihat kenyataan itu, seorang kader muda asal Desa Gololangkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Vinsensius Jaman, S.Fil., memilih bergerak dengan tindakan nyata daripada sekadar menyampaikan janji.</p>
<p>Melalui kolaborasi bersama Pondok Baca Kampung Kabor Maumere, Vinsensius berhasil menghadirkan sebanyak 20 dus buku bacaan untuk masyarakat dan anak-anak di Desa Gololangkok. Bantuan literasi tersebut diberangkatkan dari Maumere pada Jumat pagi, 5 Juni 2026, menggunakan mobil travel tujuan Manggarai.</p>
<p>Ribuan buku yang dikirim merupakan sumbangan dari One Hope Indonesia dan mencakup berbagai jenis bacaan, mulai dari literatur rohani Katolik hingga buku-buku pengetahuan umum yang diharapkan dapat memperluas wawasan generasi muda di pelosok desa.</p>
<p>Suasana haru dan penuh semangat tampak di Pondok Baca Kampung Kabor saat puluhan dus buku dimuat ke dalam kendaraan. Bagi sebagian orang, dus-dus tersebut mungkin hanya tumpukan kardus. Namun bagi anak-anak Manggarai, buku-buku itu adalah jendela dunia yang membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.</p>
<p>Pendiri Pondok Baca Kampung Kabor, Yohanes Kia Nunang, yang akrab disapa Yanto De Flores, mengatakan bahwa gerakan literasi membutuhkan dukungan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke desa-desa terpencil.</p>
<p>&#8220;Semoga buku-buku ini bermanfaat bagi anak-anak di sana. Buku jangan hanya dipajang di rak, tetapi harus dibaca. Karena membaca itu sehat dan menulis itu hebat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Yanto, kehadiran Vinsensius Jaman menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan bantuan tersebut dapat menjangkau masyarakat Desa Gololangkok. Semangat dan komitmennya dalam membangun budaya membaca di tingkat desa dinilai sebagai contoh kepemimpinan muda yang patut diapresiasi.</p>
<p>Sebagai kader muda yang saat ini maju sebagai calon kepala desa, Vinsensius menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan dan literasi.</p>
<p>&#8220;Budaya literasi tidak boleh hanya hidup di sekolah atau kampus. Literasi harus dimulai dari keluarga dan rumah tangga. Anak-anak harus dibiasakan membaca sejak dini karena keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap anak,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Ia berharap kehadiran ribuan buku tersebut dapat menjadi awal lahirnya gerakan membaca yang berkelanjutan di Desa Gololangkok. Tidak hanya berhenti pada pengiriman kali ini, kerja sama antara Pondok Baca Kampung Kabor dan Vinsensius Jaman direncanakan akan terus berlanjut melalui pengiriman buku secara berkala guna memperkuat budaya literasi masyarakat desa.</p>
<p>Langkah ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana. Di saat banyak orang berbicara tentang kemajuan desa, Vinsensius Jaman memilih menghadirkannya melalui aksi konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat: akses terhadap ilmu pengetahuan.</p>
<p>Pengiriman puluhan dus buku dari Maumere menuju Manggarai pada hari itu bukan sekadar perjalanan logistik biasa. Perjalanan tersebut membawa harapan baru, menyalakan cahaya literasi, dan menjadi simbol bahwa masa depan desa dapat dibangun melalui buku, pengetahuan, serta kepedulian generasi muda yang siap mengabdi bagi masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
