<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kasus Persetubuhan &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/kasus-persetubuhan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Sep 2026 11:35:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Kasus Persetubuhan &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lamban Tangani Kasus Persetubuhan Anak Sejak 2022, Kuasa Hukum Desak Polres Sikka Terbitkan DPO</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6083/lamban-tangani-kasus-persetubuhan-anak-sejak-2022-kuasa-hukum-desak-polres-sikka-terbitkan-dpo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 11:35:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Kanit PPA Polres Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Persetubuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Kejahatan Seksual]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Rikardus]]></category>
		<category><![CDATA[Tersangka dan DPO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6083</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Sikka &#8211; Kepastian hukum bagi korban kejahatan seksual anak di Kabupaten Sikka masih mengambang. Hampir empat tahun berlalu sejak kasus dugaan persetubuhan terhadap anak terkuak pada 2022, aparat kepolisian belum juga berhasil meringkus terduga pelaku yang merupakan paman kandung korban. Terduga pelaku terdeteksi melarikan diri ke wilayah Kutai, Kalimantan. Namun, ketiadaan alamat pasti pelaku [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Sikka &#8211; Kepastian hukum bagi korban kejahatan seksual anak di Kabupaten Sikka masih mengambang. Hampir empat tahun berlalu sejak kasus dugaan persetubuhan terhadap anak terkuak pada 2022, aparat kepolisian belum juga berhasil meringkus terduga pelaku yang merupakan paman kandung korban.</p>
<p>Terduga pelaku terdeteksi melarikan diri ke wilayah Kutai, Kalimantan. Namun, ketiadaan alamat pasti pelaku di perantauan dijadikan alasan lambannya proses perburuan oleh penyidik. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari pihak keluarga dan tim kuasa hukum. Mereka menilai lambatnya penanganan perkara mencerminkan kurangnya keseriusan Polres Sikka dalam mengusut tuntas kejahatan terhadap anak.</p>
<p>Kuasa hukum korban, Rikardus Trofinus Tola, S.H., menegaskan bahwa ketiadaan lokasi pasti pelaku tidak boleh menghentikan proses penyidikan. Negara, melalui aparat penegak hukum, harus proaktif melacak keberadaan pelaku dan melengkapi berkas perkara.</p>
<p>“Pelaku boleh kabur, tetapi proses penyidikan tidak boleh berhenti hanya karena pelaku berada di luar daerah,” tegas Rikardus.</p>
<p><strong>Desak Penetapan Tersangka dan DPO</strong></p>
<p>Rikardus mendesak penyidik Polres Sikka untuk segera mengambil langkah tegas. Jika alat bukti sudah terpenuhi, kepolisian diminta tidak menunda penetapan status tersangka dan segera menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO).<br />
Tak hanya Polres Sikka, tuntutan juga ditujukan kepada Polda NTT untuk mengambil alih koordinasi tingkat tinggi.</p>
<p>Polda NTT diminta berkoordinasi langsung dengan Polda Kalimantan Timur dan jajaran kepolisian di Kutai. Penyidik diharapkan terus memeriksa saksi-saksi tambahan untuk memperkuat konstruksi hukum perkara.</p>
<p><strong>Empat Tahun Menunggu Kepastian</strong></p>
<p>Sebelumnya, Kanit PPA Polres Sikka berdalih kendala utama penangkapan adalah belum diketahuinya alamat presisi terduga pelaku di Kalimantan. Bagi keluarga korban, alasan tersebut dinilai tidak masuk akal untuk rentang waktu hampir empat tahun.</p>
<p>Bagi seorang anak yang menjadi korban, waktu empat tahun adalah rentang yang sangat panjang untuk menanti keadilan. Pihak keluarga menegaskan bahwa beban pencarian buronan tidak seharusnya ditanggung oleh keluarga korban, melainkan menjadi kewajiban negara.</p>
<p>Kini, publik menunggu langkah konkret dari Polres Sikka dan Polda NTT, apakah kepolisian akan bergerak memburu pelaku ke tanah Kalimantan, atau membiarkan kasus ini berlarut tanpa kepastian hukum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
