<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HUT KE 14 SMANTE &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/hut-ke-14-smante/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Sep 2026 02:43:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>HUT KE 14 SMANTE &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gengsi Pesta &#8220;Sambut Baru&#8221; Kalahkan Pendidikan Anak: Komunitas Teater Pelajar SMAN 1 Waigete Maumere Sampaikan Kritik Lewat Drama</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6116/gengsi-pesta-sambut-baru-kalahkan-pendidikan-anak-komunitas-teater-pelajar-sman-1-waigete-maumere-sampaikan-kritik-lewat-drama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nof]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 02:43:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Abdon Weris]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Pesta Sambut Baru]]></category>
		<category><![CDATA[HUT KE 14 SMANTE]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Teater Pelajar SMA Negeri 1 Waigete]]></category>
		<category><![CDATA[PerspekifNusanara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Sambut Baru]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 1 Waigete]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6116</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE &#8211; Budaya gengsi yang lebih mengutamakan pesta daripada pendidikan anak menjadi kritik sosial yang diangkat Komunitas Teater Pelajar SMAN 1 Waigete melalui drama singkat yang dipentaskan dalam perayaan Dies Natalis ke-14 SMAN 1 Waigete, Selasa, 8 September 2026. Perayaan HUT ke 14 SMANTE berlangsung di Gedung sekolah SMANTE, Jalan Wairbleler, Desa Hoder, Kecamatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE &#8211;</strong> Budaya gengsi yang lebih mengutamakan pesta daripada pendidikan anak menjadi kritik sosial yang diangkat Komunitas Teater Pelajar SMAN 1 Waigete melalui drama singkat yang dipentaskan dalam perayaan Dies Natalis ke-14 SMAN 1 Waigete, Selasa, 8 September 2026.</p>
<p>Perayaan HUT ke 14 SMANTE berlangsung di Gedung sekolah SMANTE, Jalan Wairbleler, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Drama tersebut menyampaikan kritik sosial terhadap fenomena budaya gengsi yang masih ditemukan dalam kehidupan masyarakat. Ceritanya dekat dengan realitas keluarga, ketika kebutuhan membayar uang sekolah anak harus berhadapan dengan keinginan menggelar pesta sambut baru secara meriah.</p>
<p>Kisah bermula ketika seorang anak memiliki tunggakan uang sekolah. Di sisi lain, sang ayah justru memprioritaskan persiapan acara sambut baru untuk anaknya yang lain.</p>
<p>Sang ayah merasa pesta harus digelar secara meriah karena khawatir mendapat penilaian buruk dari keluarga jika acara tersebut dibuat sederhana. Salah satu persoalan yang disoroti adalah kewajiban memberikan kuda kepada keluarga dalam rangkaian acara adat tersebut.</p>
<p>Namun, sang ibu memiliki pandangan berbeda. Ia meminta agar uang yang tersedia digunakan terlebih dahulu untuk membayar tunggakan sekolah anak.</p>
<p>Perbedaan pandangan itu memicu konflik dalam keluarga. Anak mereka pun mengalami tekanan hingga akhirnya menghubungi pamannya yang berada di Batam untuk menceritakan persoalan yang dihadapinya.</p>
<p>Sang paman tidak dapat datang karena terkendala pekerjaan dan tidak bisa mengambil cuti. Meski demikian, ia memberikan nasihat agar keluarga lebih mengutamakan pendidikan anak.</p>
<p>Ia juga menegaskan tidak menuntut kewajiban pemberian kuda dalam acara tersebut. Menurutnya, kebutuhan pendidikan anak harus menjadi prioritas utama.</p>
<p>Nasihat tersebut akhirnya menyadarkan sang ayah. Ia bersedia menggunakan uang yang tersedia untuk membayar uang sekolah anak. Sementara acara sambut baru tetap dilaksanakan, tetapi secara sederhana, cukup dengan memotong ayam.</p>
<h1><strong>Kritik terhadap Budaya Gengsi</strong></h1>
<p>Moderator drama, Margaretha Yolanda Onang, mengatakan pertunjukan tersebut membawa pesan bahwa persoalan keluarga, termasuk masalah keuangan, harus diselesaikan melalui komunikasi yang baik.</p>
<p>Menurutnya, setiap anggota keluarga perlu memahami kebutuhan dan prioritas satu sama lain serta tidak mengedepankan ego.</p>
<p>&#8220;Sekalipun ada keperluan penting seperti pesta sambut baru, pendidikan anak harus tetap diperjuangkan bersama,&#8221; demikian pesan yang disampaikan melalui drama tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_6118" aria-describedby="caption-attachment-6118" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-6118" src="https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260909-WA0052-300x226.jpg" alt="" width="300" height="226" srcset="https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260909-WA0052-300x226.jpg 300w, https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260909-WA0052-768x578.jpg 768w, https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/IMG-20260909-WA0052.jpg 1020w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-6118" class="wp-caption-text">Komunitas Teater Pelajar SMAN 1 Waigete saat mementaskan drama singkat dalam perayaan Dies Natalis ke-14 SMAN 1 Waigete, Selasa, 8 September 2026. Perayaan HUT ke 14 SMANTE berlangsung di Gedung sekolah SMANTE, Jalan Wairbleler, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.</figcaption></figure>
<p>a mengatakan, fenomena mengutamakan gengsi dalam kehidupan masyarakat masih dapat ditemukan. Tradisi sambut baru dalam budaya Sikka merupakan bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tetapi pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga.</p>
<p>&#8220;Jangan sampai membuat pesta, tetapi akhirnya terlilit utang dan berdampak pada pendidikan anak. Hal itu juga bisa berpengaruh terhadap kondisi psikologis anak,&#8221; ujarnya.</p>
<h2>Latihan Hanya Tiga Hari</h2>
<p>Drama tersebut menjadi pengalaman pertama bagi para siswa yang terlibat. Pementasan itu lahir dari inisiatif para siswa dan dipersiapkan dalam waktu singkat.</p>
<p>Para pemain hanya menjalani latihan selama tiga hari sebelum tampil di hadapan warga sekolah.</p>
<p>Meski demikian, mereka mampu menyampaikan pesan sosial melalui seni pertunjukan yang mendapat perhatian dari penonton.</p>
<p>Para siswa berharap kegiatan seni seperti ini dapat terus dikembangkan dan mendapat pendampingan sehingga kelompok teater mereka dapat semakin berkembang.</p>
<p>Para pemeran dalam drama tersebut yakni Gregoriuo Hedri Christiano sebagai Bapa Son, Anastasia Mery Home Lamauran sebagai Mama Heni, Elisabeth Fittryani Meno sebagai Anak, Marieta Maysilia Ngawo Pallo, Junianti Kristiani, dan Maria Selvina Dina sebagai teman Fittry, Maria Carissa Dua Botha sebagai Mama Pu, serta Margaretha Yolanda Onang sebagai moderator.</p>
<h3>Sekolah Beri Ruang untuk Bakat Siswa</h3>
<p>Kepala SMAN 1 Waigete mengapresiasi pementasan drama yang dibawakan para siswa dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-14 sekolah tersebut.</p>
<p>Ia mengatakan, pihak sekolah terus memberikan dukungan terhadap perkembangan peserta didik di berbagai bidang positif, termasuk seni.</p>
<p>Menurutnya, sekolah memberikan ruang terbuka bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan kreativitas yang mereka miliki.</p>
<p>&#8220;SMANTE selalu berupaya bermitra dengan siapa saja yang terbuka untuk bersama-sama membangun sekolah menjadi sekolah yang berkualitas. Segala hal baik akan selalu kami dukung,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pementasan drama tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas siswa dalam menyampaikan kritik dan pesan sosial melalui seni.</p>
<p>Selain menghibur, drama itu juga mengajak penonton merefleksikan kembali pentingnya menentukan prioritas dalam kehidupan keluarga, terutama agar kebutuhan pendidikan anak tidak dikorbankan demi gengsi dan tuntutan pesta.</p>
<p><strong>Perayaan HUT SMANTE ke 14</strong></p>
<p>Sekolah Menengah Atas Negeri I Waigete (Smante Waigete) merayakan hari ulang tahun (dies natalis) ke 14 tahun pada Selasa, 8 september 2026.</p>
<p>Perjalanan panjang 14 tahun dirayakan di gedung serba guna Smante Waigete setelah hari sebelumnya disyukuri melalui perayaan Ekaristi yang bertempat di Gereja Kuask Paroki Santo Arnoldus Jansen Wairita dan acara adat di desa Hoder Kecamatan Waigete.</p>
<p>Syukuran hari ulang tahun atau dies Natalis ke 14 Smante ini diawali dengan penerimaan Korwas Dikmen Kabupaten Sikka, Drs. Mikael Maran M.Pd yang secara fungsional merupakan pembina dan pengembang mutu pendidikan secara khusus Smante Waigete.</p>
<p>Dalam upacara syukuran dies natalis ini dilaksanakan pula syukuran pelantikan kepala sekolah yang baru dan purnabakti Korwas Dikmen Kabupaten Sikka, bapak Drs. Mikael Maran M. Pd. Tiga peristiwa besar mewarnai suasana syukuran tersebut.</p>
<p>Pada hari jadi atau dies natalis ke 14 tahun, sebuah tongkat estafet kepemimpinan diletakan di bahu seorang pemimpin muda yang berjanji mendedikasikan diri sepenuhnya untuk kemajuan Smante setelah sebelumya dipegang oleh Wenslaus Mando selama kurang lebih 12 tahun kepemimpinan. Memasuki tahun ke 14, tongkat estafet tersebut akhirnya dipercayakan kepada Abdon Don Weris S.Pd., Gr, yang dilantik pada 25 Maret 2026 oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.</p>
<p>Dalam sambutannya, kepala sekolah terlantik, Abdon Don Weris S.Pd., Gr. mengungkapkan syukur dan terima kasih kepada semua elemen pendidikan yang telah memampukan dan mempercayakan Smante pada kepemimpinannya secara khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT yang telah melakukan seleksi administrasi, serta uji kelayakan dan memproses usulan penetapan hingga pelantikan , Gubernur NTT yang telah melantik, Komite Sekolah, tokoh adat dan masyarakat setempat.</p>
<p>Ungkapan syukur dan terima kasih tersebut juga memuat serta harapan dan permohonan untuk bersama dengan eleman dan perangkat kerja untuk bersama-sama bekerjasama dalam membawa Smante ke arah yang lebih maju lagi.</p>
<p>Akhir sambutan, Abdon mengemukanan bahwa sebuah sekolah adalah diibaratkan seperti sebuah tubuh yang mana memiliki kepala, tangan, kaki dan isi tubuh. Keanggotaan ini bermuara pada satu fungsi, harapan dan tujuan yang sama yakni ‘mengerakkan’. Kepala dengan fungsinya mesti menggerakkan agar siswa sebagai isi tubuh memperoleh hak dan kewajibannya sebagai siswa.</p>
<p>Disinilah siswa menemukan jiwanya. Hal yang sama juga terjadi pada kaki, tangan sebagai barisan pendukung lainnya. Pada intinya bahwa dengan dan melalui cara bergerak dan berada yang berbeda, sebuah tujuan yang sama diperjuangkan.</p>
<p>kepala sekolah yang menggantikan bapak Wenslaus Mando ini juga mengungkapkan mimpi untuk Smante Waigete.</p>
<p>Sebagai kepala sekolah yang baru, beliau bertekad bahwa sekolah ini akan berkembang dengan baik. Namun tekad tersebut tidak bisa terwujud apabila dikerjakan atau dijalankan tanpa prinsip dan visi.</p>
<p>Maka pada kesempatan dies natalis dan syukuran pelantikan tersebut beliau meminta kerjasama para guru secara khusus pada sikap dan teladan hidup karena di zaman ini, pengetahuan, ilmu dan kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk mendidik dan memanusiakan peserta didik. Perlu adanya kekuatan moral, spiritual serta kepekaan sosial ekologis.</p>
<p>“Pada zaman ini kecerdasan akademis saja tidak cukup mesti dibarengi dengan moral dan spiritual yang baik”, ujar Abdon Don Weris.</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com">Klik Link Untuk Dapatkan Berita Menarik Lainnya Hanya di PerspektifNusantara.com</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rayakan Dies Natalis ke 14 tahun: Kepsek SMANTE Beberkan Program Unggulan Sekolah </title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6099/rayakan-dies-natalis-ke-14-tahun-kepala-smante-waigete-beberkan-program-unggulan-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 19:40:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[HUT KE 14 SMANTE]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Sekolah Smante]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif Nusantara.com.]]></category>
		<category><![CDATA[PKO Provinsi NTT]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 1 Waigete]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6099</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere -Sekolah Menengah Atas Negeri  I Waigete (Smante Waigete) merayakan hari ulang tahun (dies natalis) ke 14 tahun pada Selasa, 8 september 2026. Perjalanan panjang 14 tahun dirayakan di gedung serba guna Smante Waigete setelah hari sebelumnya disyukuri melalui perayaan Ekaristi yang bertempat di Gereja Kuask Paroki Santo Arnoldus Jansen Wairita dan acara adat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Maumere -Sekolah Menengah Atas Negeri  I Waigete (Smante Waigete) merayakan hari ulang tahun (dies natalis) ke 14 tahun pada Selasa, 8 september 2026. Perjalanan panjang 14 tahun dirayakan di gedung serba guna Smante Waigete setelah hari sebelumnya disyukuri melalui perayaan Ekaristi yang bertempat di Gereja Kuask Paroki Santo Arnoldus Jansen Wairita dan acara adat di desa Hoder Kecamatan Waigete. Syukuran hari ulang tahun atau dies Natalis ke 14 Smante ini diawali dengan penerimaan Korwas Dikmen Kabupaten Sikka, Drs. Mikael Maran M.Pd yang secara fungsional merupakan pembina dan pengembang mutu pendidikan secara khusus Smante Waigete.</p>
<p>Dalam upacara syukuran dies natalis ini dilaksanakan pula syukuran pelantikan kepala sekolah yang baru dan purnabakti Korwas Dikmen Kabupaten Sikka, bapak Drs. Mikael Maran M. Pd. Tiga peristiwa besar mewarnai suasana syukuran tersebut. Pada hari jadi atau dies natalis ke 14 tahun, sebuah tongkat estafet kepemimpinan diletakan di bahu seorang pemimpin muda yang berjanji mendedikasikan diri sepenuhnya untuk kemajuan Smante setelah sebelumya dipegang oleh bapak Wenslaus Mando selama kurang lebih 12 tahun kepemimpinan. Memasuki tahun ke 14, tongkat estafet tersebut akhirnya dipercayakan kepada bapak Abdon Don Weris S.Pd., Gr, yang dilantik pada 25 Maret 2026 oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.</p>
<p>Dalam sambutannya, kepala sekolah terlantik, Abdon Don Weris S.Pd., Gr. mengungkapkan syukur dan terima kasih kepada semua elemen pendidikan yang telah memampukan dan mempercayakan Smante pada kepemimpinannya secara khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT yang telah melakukan seleksi administrasi, serta uji kelayakan dan memproses usulan penetapan hingga pelantikan , Gubernur NTT yang telah melantik, Komite Sekolah, tokoh adat dan masyarakat setempat. Ungkapan syukur dan terima kasih tersebut juga memuat serta harapan dan permohonan untuk bersama dengan eleman dan perangkat kerja untuk bersama-sama bekerjasama dalam membawa Smante ke arah yang lebih maju lagi. Akhir sambutan, Abdon mengemukanan bahwa sebuah sekolah adalah diibaratkan seperti sebuah tubuh yang mana memiliki kepala, tangan, kaki dan isi tubuh. Keanggotaan ini bermuara pada satu fungsi, harapan dan tujuan yang sama yakni &#8216;mengerakkan&#8217;. Kepala dengan fungsinya mesti menggerakkan agar siswa sebagai isi tubuh memperoleh hak dan kewajibannya sebagai siswa. Disinilah siswa menemukan jiwanya. Hal yang sama juga terjadi pada kaki, tangan sebagai barisan pendukung lainnya. Pada intinya bahwa dengan dan melalui cara bergerak dan berada yang berbeda, sebuah tujuan yang sama diperjuangkan.</p>
<p>kepala sekolah yang menggantikan bapak Wenslaus Mando ini juga mengungkapkan mimpi untuk Smante Waigete. Sebagai kepala sekolah yang baru, beliau bertekad bahwa sekolah ini akan berkembang dengan baik. Namun tekad tersebut tidak bisa terwujud apabila dikerjakan atau dijalankan tanpa prinsip dan visi. Maka pada kesempatan dies natalis dan syukuran pelantikan tersebut beliau meminta kerjasama para guru secara khusus pada sikap dan teladan hidup karena di zaman ini, pengetahuan, ilmu dan kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk mendidik dan memanusiakan peserta didik. Perlu adanya kekuatan moral, spiritual serta kepekaan sosial ekologis.</p>
<p>&#8220;Pada zaman ini kecerdasan akademis saja tidak cukup mesti dibarengi dengan moral dan spiritual yang baik&#8221;, ujar Abdon Don Weris.</p>
<p>Prinsip tersebut termatub dalam visi sekolah yang baru dibawah kepemimpinan kepala sekolah yang baru yakni Mewujudkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat dalam moral dan spiritual dan peka terhadap nilai sosial ekologis.</p>
<p><strong>KEPEMIMPINAN BARU DENGAN PENDEKATAN HATI</strong></p>
<p>Abdon Don Weris , kepala sekolah Smante terlantik, melalui Visi yang dibangun yakni mewujudkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat dalam moral dan spiritual dan peka terhadap nilai sosial dan ekologis mengharapkan mampu mendorong insan pendidik Smante untuk selalu menggunakan pendekatan hati dalam tugas dan pelayanan sebagai seorang guru. Alasannya adalah bahwa bisikan hati adalah juga bisikan Tuhan yang selalu memberikan kebaikan dan juga kebenaran.</p>
<p>Perayaan 14 tahun ini juga menjadi kesempatan untuk menularkan kebaikan-kabaikan itu secara khusus kepada peserta didik.</p>
<p>&#8220;Kita berharap kebaikan itu menular ke dalam diri para peserta didik &#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>PROGRAM UNGGULAN SMANTE</strong></p>
<p>Jejak keberadaan Smante sepanjang 14 tahun telah memikat banyak hati. Hal tersebut tidak hanya datang karena status sekolah sebagai sekolah negeri tetapi juga karena program-program unggulannya. Ditemui oleh media ini, Abdon Don Weris selaku kepala sekolah yang baru dilantik mengungkapan salah satu program unggulan yang ada di Smante Waigete. Program unggulan tersebut adalah berupa pelunakan uang sekolah terhadap peserta didik secara ketegorial yakni pembebasan uang sekolah 50 persen kepada siswa Yatim atau piatu, pembebasan uang sekolah penuh kepada siswa Yatim piatu, dan pembebasan uang sekolah kepada salah satu siswa dari dua atau lebih siswa yang berasal dari keluarga yang satu dan sama. Program tersebut telah berjalan sejak kepemimpinan sebelumnya oleh bapak Wenslaus Mando dan kini di masa kepemimpinan bapak Abdon Don Weris yang menambahkan pemebasan uang sekolah 100 persen tersebut.</p>
<p>Smante Waigete saat ini memiliki 371 siswa yang berasal tidak hanya dari kecamatan Waigete Kabupaten Sikka tetapi juga dari beberapa kabupaten lainnya. Dalam kiprah kependidikannya Keberadaan sekolah ini didukung oleh 8 sekolah pendukung yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan Waigete</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Misa Syukur HUT ke-14 dan Pelantikan Kepala Sekolah, SMA Negeri 1 Waigete Teguhkan Komitmen Majukan Pendidikan</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6070/misa-syukur-hut-ke-14-dan-pelantikan-kepala-sekolah-sma-negeri-1-waigete-teguhkan-komitmen-majukan-pendidikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Sep 2026 12:42:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[HUT KE 14 SMANTE]]></category>
		<category><![CDATA[PKO NTT]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN I Waigete]]></category>
		<category><![CDATA[SMANTE]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6070</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE, 6 September 2026 — Keluarga Besar SMA Negeri 1 Waigete menggelar Misa Syukur di Gereja Wairita, Minggu (6/9/2026), sebagai ungkapan syukur atas perjalanan 14 tahun lembaga pendidikan tersebut sekaligus atas pelantikan Kepala SMA Negeri 1 Waigete, Bapak Abdon Don Weris, S.Pd., Gr., pada 25 Maret 2026. Misa Syukur ini diikuti keluarga besar SMA [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, MAUMERE, 6 September 2026 — Keluarga Besar SMA Negeri 1 Waigete menggelar Misa Syukur di Gereja Wairita, Minggu (6/9/2026), sebagai ungkapan syukur atas perjalanan 14 tahun lembaga pendidikan tersebut sekaligus atas pelantikan Kepala SMA Negeri 1 Waigete, Bapak Abdon Don Weris, S.Pd., Gr., pada 25 Maret 2026.</p>
<p>Misa Syukur ini diikuti keluarga besar SMA Negeri 1 Waigete yang terdiri atas kepala sekolah, para guru dan tenaga kependidikan, peserta didik, komite sekolah, orang tua/wali peserta didik, serta umat yang hadir di Gereja Wairita.</p>
<p>Perayaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 SMA Negeri 1 Waigete yang akan diperingati pada 8 September 2026. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi seluruh warga sekolah untuk mensyukuri perjalanan lembaga pendidikan tersebut dalam menjalankan tugas mencerdaskan generasi muda di Kecamatan Waigete dan sekitarnya.</p>
<p>Secara administratif, SMA Negeri 1 Waigete merupakan satuan pendidikan negeri dengan NPSN 69753895 yang beralamat di Wairbleler, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data pendidikan pemerintah, sekolah tersebut tercatat memiliki akreditasi B.</p>
<p>Memasuki usia ke-14, SMA Negeri 1 Waigete terus berupaya menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.</p>
<p>Nilai-nilai seperti kedisiplinan, tanggung jawab, iman, moral, serta kecakapan peserta didik menjadi bagian penting dalam proses pendidikan yang terus dikembangkan di lingkungan sekolah.</p>
<p>Karena itu, HUT ke-14 tidak dimaknai sekadar sebagai perayaan bertambahnya usia sekolah. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus memperbarui komitmen seluruh warga sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan yang semakin baik.</p>
<p><strong>Syukur atas Kepemimpinan Kepala Sekolah</strong></p>
<p>Selain menjadi ungkapan syukur atas HUT ke-14, Misa yang berlangsung di Gereja Wairita tersebut juga menjadi momentum untuk mensyukuri dipercayakannya Abdon Don Weris, S.Pd., Gr. sebagai Kepala SMA Negeri 1 Waigete.</p>
<p>Pelantikan yang berlangsung pada 25 Maret 2026 tersebut menjadi awal dari tanggung jawab dan amanah baru dalam melanjutkan karya pelayanan pendidikan di SMA Negeri 1 Waigete.</p>
<p>Kepemimpinan kepala sekolah tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga membutuhkan kemampuan membangun kerja sama dan menggerakkan seluruh warga sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan.</p>
<p>Karena itu, momentum Misa Syukur menjadi kesempatan bagi seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Waigete untuk memberikan dukungan terhadap kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat disiplin, membangun kerja sama, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, religius, dan berprestasi.</p>
<p><strong>Pendidikan Adalah Tanggung Jawab Bersama</strong></p>
<p>Perayaan HUT ke-14 dan Misa Syukur juga menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan di antara seluruh warga SMA Negeri 1 Waigete.</p>
<p>Kemajuan sekolah tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua/wali, komite sekolah, pemerintah, serta masyarakat.</p>
<p>Melalui momentum HUT ke-14, seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Waigete diharapkan semakin menyadari bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.</p>
<p>Para guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam membimbing dan mendampingi peserta didik. Sementara itu, peserta didik diharapkan terus belajar, mengembangkan potensi, menjaga nama baik sekolah, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, mandiri, dan bertanggung jawab.</p>
<p>Misa Syukur di Gereja Wairita menjadi pengingat bahwa karya pendidikan membutuhkan ketekunan, pengorbanan, kerja sama, dan komitmen seluruh pihak. Lebih dari itu, setiap karya pelayanan membutuhkan penyertaan Tuhan.</p>
<p>Di penghujung momentum syukur tersebut, seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Waigete diajak untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan serta menjadikan HUT ke-14 sebagai titik tolak untuk bekerja lebih baik, melayani dengan tulus, dan bersama-sama memajukan sekolah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
