<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Filsafat Katolik Ledalero &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/filsafat-katolik-ledalero/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 May 2026 14:57:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Filsafat Katolik Ledalero &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Diakon Rikard Diku, SVD: Menjawab Panggilan Kasih Hingga ke Ujung Dunia</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4761/diakon-rikard-diku-svd-menjawab-panggilan-kasih-hingga-ke-ujung-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2026 14:57:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat Katolik Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Tabhisan diakon Ledalero Tahun ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4761</guid>

					<description><![CDATA[Perspektifnusantara.com, &#8220;…dan Aku ini mengasihi engkau.&#8221; (Yesaya 43:4) Di tengah derasnya arus zaman yang sering kali menawarkan berbagai pilihan hidup, ada pribadi-pribadi yang dengan berani memilih jalan pengabdian dan pelayanan. Salah satunya adalah Diakon Rikard Diku, SVD, seorang putra Flores yang dengan penuh keyakinan menapaki panggilan hidup membaktikan diri kepada Tuhan dan sesama melalui Kongregasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Perspektifnusantara.com</strong>, &#8220;…dan Aku ini mengasihi engkau.&#8221; (Yesaya 43:4)</p>
<p>Di tengah derasnya arus zaman yang sering kali menawarkan berbagai pilihan hidup, ada pribadi-pribadi yang dengan berani memilih jalan pengabdian dan pelayanan. Salah satunya adalah Diakon Rikard Diku, SVD, seorang putra Flores yang dengan penuh keyakinan menapaki panggilan hidup membaktikan diri kepada Tuhan dan sesama melalui Kongregasi Serikat Sabda Allah (SVD).</p>
<p>Lahir di Buubei, 7 Februari 1998, Diakon Rikard, yang memiliki nama lengkap Frater Rikardus Diku Da, SVD, berasal dari Paroki Kristus Raja Wolotolo, Keuskupan Agung Ende. Sejak masa kecil, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga dan Gereja yang menanamkan nilai-nilai iman, kerja keras, dan pengabdian. Benih panggilan itu kemudian bertumbuh menjadi tekad yang kuat untuk mengikuti Kristus melalui kehidupan religius dan misioner.</p>
<p>Perjalanan pendidikan Diakon Rikard menunjukkan ketekunan dan konsistensi dalam mempersiapkan diri menjadi pelayan Gereja. Ia mengawali pendidikan formal di SDK Buubei-Ende (2004–2010), kemudian melanjutkan ke SMPK Frateran Ndao-Ende (2010–2013). Ketika banyak remaja seusianya masih mencari arah hidup, Rikard telah memilih jalur pembinaan calon imam dengan melanjutkan studi di SMAS Seminari BSB Maumere (2013–2017).</p>
<p>Langkah tersebut menjadi titik awal perjalanan panjang menuju altar Tuhan. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia memasuki masa pembinaan religius di Novisiat SVD St. Yosef Nenuk, Atambua (2017–2019). Di tempat inilah panggilan hidupnya diuji dan dimurnikan melalui doa, refleksi, disiplin hidup religius, serta pengenalan yang lebih mendalam terhadap spiritualitas SVD.</p>
<p>Setelah mengikrarkan kaul pertama, Rikard melanjutkan studi filsafat di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero (2019–2023). Masa studi filsafat membentuk kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan bijaksana dalam memahami realitas kehidupan manusia serta karya keselamatan Allah dalam dunia modern.</p>
<p>Sebagai bagian dari proses pembinaan menuju imamat, ia menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Seminari San Dominggo Hokeng (2023–2024). Pengalaman pastoral ini memberinya kesempatan untuk hidup lebih dekat dengan umat, memahami dinamika pelayanan Gereja, serta belajar menjadi gembala yang hadir di tengah kehidupan masyarakat.</p>
<p>Saat ini, Diakon Rikard sedang menempuh Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero (2024–2026). Pendidikan teologi menjadi tahap penting untuk memperdalam pemahaman tentang Kitab Suci, ajaran Gereja, serta tugas perutusan yang kelak akan diembannya sebagai imam. Selain itu, ia juga dipersiapkan untuk berkarya di wilayah misi internasional melalui penempatan Benuming di Central America SVD Province, sebuah kepercayaan yang menunjukkan kesiapan dan keterbukaannya terhadap pelayanan lintas budaya.</p>
<p>Moto tahbisannya yang diambil dari Yesaya 43:4, &#8220;…dan Aku ini mengasihi engkau,&#8221; menjadi cerminan perjalanan hidup dan panggilannya. Ayat tersebut mengungkapkan keyakinan bahwa panggilan hidup bukanlah pertama-tama hasil pilihan manusia, melainkan buah dari kasih Allah yang lebih dahulu memanggil, membimbing, dan mengutus.</p>
<p>Sebagai seorang diakon, Rikard kini berada pada tahap penting menjelang tahbisan imamat. Diakonat bukan sekadar jenjang menuju imam, melainkan panggilan untuk melayani dengan rendah hati sebagaimana Kristus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Semangat pelayanan itu tampak dalam kesederhanaan hidup, kedekatan dengan umat, dan komitmennya untuk menghadirkan kasih Allah bagi siapa saja yang dijumpainya.</p>
<p>Perjalanan Diakon Rikard Diku, SVD, menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda Flores. Di tengah dunia yang sering menilai kesuksesan dari jabatan dan materi, ia menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati dapat ditemukan dalam kesetiaan menjawab panggilan Tuhan dan mengabdikan hidup bagi sesama.</p>
<p>Dengan hati yang terbuka dan semangat misioner yang menyala, Diakon Rikard melangkah menuju altar Tuhan, membawa harapan umat serta doa banyak orang yang mendukung perjalanan panggilannya. Semoga kasih Allah yang menjadi dasar panggilannya senantiasa menuntun setiap langkah pelayanannya, baik di tanah kelahirannya maupun di medan misi hingga ke ujung dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Aku Telah Melihat Tuhan”: Jejak Panggilan dan Semangat Misi Diakon Roni Subun, SVD</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4737/aku-telah-melihat-tuhan-jejak-panggilan-dan-semangat-misi-diakon-roni-subun-svd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 13:52:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat Katolik Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Atambua]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Kupang]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Tabhisan diakon Ledalero Tahun ini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4737</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere — Sukacita besar kembali menyelimuti Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero menjelang perayaan tahbisan diakon yang akan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero. Dalam momentum penuh rahmat tersebut, Frater Roni Subun, SVD bersama rekan-rekannya akan menerima tahbisan diakon melalui penumpangan tangan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Maumere — Sukacita besar kembali menyelimuti Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero menjelang perayaan tahbisan diakon yang akan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero. Dalam momentum penuh rahmat tersebut, Frater Roni Subun, SVD bersama rekan-rekannya akan menerima tahbisan diakon melalui penumpangan tangan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.</p>
<p>Tahbisan diakon menjadi langkah penting dalam perjalanan hidup religius seorang calon imam. Bagi Frater Roni, peristiwa itu bukan sekadar seremoni Gereja, melainkan jawaban atas panggilan Tuhan yang telah ia perjuangkan melalui proses panjang pembinaan, pendidikan, dan pengabdian.</p>
<p>Frater yang memiliki nama lengkap Fr. Meni Subun, Febronius, SVD ini lahir di Kiupunu pada 25 Juni 1998. Ia berasal dari Paroki St. Mikhael Oelami, Keuskupan Atambua. Dalam kesehariannya, Frater Roni dikenal sebagai pribadi yang ramah, sederhana, dan memiliki semangat pelayanan yang kuat.</p>
<p>Moto tahbisannya, “Aku telah melihat Tuhan” (Yohanes 20:18), menjadi refleksi spiritual yang mendalam dalam hidupnya. Moto tersebut mengandung makna iman yang kuat tentang pengalaman perjumpaan pribadi dengan Tuhan, yang kemudian menjadi dasar keberanian untuk melayani dan mewartakan kasih-Nya kepada sesama.</p>
<p>Perjalanan pendidikan Frater Roni dimulai di SDN Kiupunu pada tahun 2004 hingga 2010. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPN Kiupunu dan kemudian menempuh pendidikan menengah di SMA Seminari Lalian Atambua pada tahun 2013 hingga 2017.</p>
<p>Lingkungan seminari menjadi tempat awal bertumbuhnya panggilan hidup religius dalam dirinya. Dalam proses pembinaan tersebut, Frater Roni dibentuk untuk hidup disiplin, bertanggung jawab, dan semakin mendalami kehidupan rohani.</p>
<p>Pada tahun 2017, ia melanjutkan perjalanan panggilannya dengan memasuki Novisiat SVD St. Yosef Nenuk, Atambua. Masa novisiat yang dijalani hingga tahun 2019 menjadi tahap penting dalam pembentukan spiritualitas dan karakter hidup religiusnya sebagai calon misionaris Serikat Sabda Allah (SVD).</p>
<p>Setelah menyelesaikan novisiat, Frater Roni melanjutkan studi filsafat di IFTK Ledalero pada tahun 2019 hingga 2023. Di kampus yang dikenal sebagai pusat pendidikan calon imam dan intelektual Gereja di Indonesia Timur itu, ia ditempa tidak hanya dalam ilmu filsafat dan teologi, tetapi juga dalam semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial.</p>
<p>Sebagai bagian dari proses pembinaan pastoral, Frater Roni menjalani TOP (Tahun Orientasi Pastoral) di SMAK St. Lukas Olilit Timur, Tanimbar, Keuskupan Amboina, pada tahun 2023 hingga 2024. Pengalaman pastoral tersebut menjadi kesempatan penting baginya untuk hidup bersama umat dan memahami realitas pelayanan Gereja secara langsung.</p>
<p>Di tengah kehidupan masyarakat Tanimbar, Frater Roni belajar bahwa pelayanan Gereja bukan hanya hadir di altar, tetapi juga dalam pendampingan pendidikan, kehidupan sosial, dan kehadiran bagi masyarakat kecil. Pengalaman tersebut semakin memperkuat semangat pelayanannya.</p>
<p>Kini, Frater Roni sedang menyelesaikan Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero pada periode 2024 hingga 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju tahbisan dan pelayanan pastoral yang lebih matang.</p>
<p>Menariknya, setelah tahbisan nanti, Frater Roni direncanakan menjalani perutusan misioner di Regio SVD Madagascar. Perutusan tersebut menjadi bukti nyata semangat misioner SVD yang siap diutus ke berbagai penjuru dunia demi pewartaan Injil dan pelayanan kemanusiaan.</p>
<p>Madagaskar dikenal sebagai salah satu wilayah misi yang memiliki tantangan sosial, budaya, dan pastoral tersendiri. Karena itu, dibutuhkan pribadi-pribadi yang memiliki kesiapan mental, spiritual, dan semangat pengabdian tinggi untuk melayani masyarakat di sana.</p>
<p>Tahbisan diakon yang akan berlangsung di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero diperkirakan akan dihadiri keluarga, umat, para imam, biarawan-biarawati, dan sahabat dari berbagai daerah. Momen tersebut menjadi sukacita bersama, khususnya bagi umat Paroki St. Mikhael Oelami dan Keuskupan Atambua.</p>
<p>Kehadiran Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai uskup penahbis memberi makna tersendiri bagi para calon diakon. Dalam tradisi Gereja Katolik, tahbisan diakon merupakan penyerahan diri secara resmi untuk melayani Sabda, altar, dan karya kasih di tengah umat.</p>
<p>Di tengah dunia modern yang semakin individualistis, pilihan hidup Frater Roni menjadi kesaksian bahwa masih ada generasi muda yang memilih jalan pelayanan dan pengabdian. Panggilan religius bukan tentang mencari kenyamanan hidup, melainkan kesiapan untuk memberi diri demi sesama.</p>
<p>Perjalanan hidup Frater Roni Subun memperlihatkan bahwa panggilan lahir dari pengalaman iman yang mendalam. Dari Kiupunu menuju Ledalero, dan kelak menuju Madagaskar, perjalanan hidupnya menjadi kisah tentang keberanian menjawab panggilan Tuhan.</p>
<p>Tahbisan diakon pada 31 Mei 2026 mendatang akan menjadi awal baru dalam perjalanan pelayanannya. Sebuah langkah menuju hidup yang semakin dipersembahkan bagi Gereja dan umat manusia.</p>
<p>Dan seperti moto tahbisannya, Frater Roni ingin terus menjadi pribadi yang tidak hanya melihat Tuhan dalam doa, tetapi juga menghadirkan wajah Tuhan melalui pelayanan dan kasih kepada sesama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Hoineno Menuju Jalan Misi: Keteguhan Panggilan Diakon Clitus Hausufa, SVD</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4734/dari-hoineno-menuju-jalan-misi-keteguhan-panggilan-diakon-clitus-hausufa-svd/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 13:47:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat Katolik Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Tabhisan diakon Ledalero Tahun ini]]></category>
		<category><![CDATA[Uskup Agung Kupang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4734</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere — Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero kembali menjadi tempat lahirnya para pelayan Gereja yang siap mengabdikan hidup bagi Tuhan dan sesama. Pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang, Frater Clitus Hausufa, SVD bersama rekan-rekan seangkatannya akan menerima tahbisan diakon melalui penumpangan tangan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni. Tahbisan diakon tersebut menjadi tonggak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Maumere — Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero kembali menjadi tempat lahirnya para pelayan Gereja yang siap mengabdikan hidup bagi Tuhan dan sesama. Pada Minggu, 31 Mei 2026 mendatang, Frater Clitus Hausufa, SVD bersama rekan-rekan seangkatannya akan menerima tahbisan diakon melalui penumpangan tangan Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.</p>
<p>Tahbisan diakon tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang panggilan hidup religius yang telah ditempuh dengan penuh kesetiaan, pengorbanan, dan semangat pelayanan. Bagi Frater Clitus, tahbisan bukan sekadar tahap menuju imamat, melainkan jawaban iman atas panggilan Tuhan yang terus menuntunnya sejak masa muda.</p>
<p>Frater yang memiliki nama lengkap Clitus Marselinus Hausufa, SVD ini lahir di Hoineno pada 26 April 1995. Ia berasal dari Paroki Sta. Maria Fatima Nurobo, Keuskupan Atambua. Dalam kehidupan sehari-hari, ia dikenal sebagai pribadi yang sederhana, tenang, dan memiliki komitmen kuat dalam menjalani kehidupan religius.</p>
<p>Moto tahbisannya, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah” (Lukas 18:27), menjadi sumber inspirasi dan kekuatan dalam perjalanan panggilannya. Moto tersebut mencerminkan keyakinan bahwa setiap proses hidup, tantangan, dan pengorbanan hanya dapat dijalani dengan iman dan penyerahan diri kepada Tuhan.</p>
<p>Perjalanan pendidikan Frater Clitus dimulai di SDI Bora pada tahun 2002 hingga 2008. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Tasifeto Timur, Wedomu, dan kemudian di SMAN 1 Tasifeto Timur, Wedomu. Masa pendidikan tersebut menjadi fondasi awal pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat pengabdian dalam dirinya.</p>
<p>Keinginan untuk menyerahkan hidup dalam pelayanan Gereja semakin kuat ketika ia memutuskan masuk Postulat St. Arnoldus Janssen Boanio pada tahun 2015. Langkah tersebut menjadi awal perjalanan panjang sebagai calon misionaris Serikat Sabda Allah (SVD), kongregasi religius yang dikenal dengan semangat pewartaan lintas budaya dan bangsa.</p>
<p>Setelah menjalani masa postulat, Frater Clitus melanjutkan pembinaan di Novisiat SVD St. Yosef Nenuk, Atambua, pada tahun 2016 hingga 2018. Masa novisiat menjadi tahap penting dalam hidup religius, tempat seorang calon religius dibentuk dalam kehidupan doa, disiplin komunitas, dan spiritualitas misioner.</p>
<p>Perjalanan intelektualnya kemudian berlanjut di IFTK Ledalero melalui studi filsafat pada tahun 2018 hingga 2022. Ledalero dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan calon imam terbesar di Indonesia Timur yang telah melahirkan banyak imam, misionaris, dan tokoh Gereja.</p>
<p>Di Ledalero, Frater Clitus tidak hanya ditempa dalam bidang akademik, tetapi juga dalam kepekaan sosial dan semangat pelayanan kepada masyarakat kecil. Ia dibentuk untuk menjadi pelayan Gereja yang mampu hadir di tengah persoalan umat dengan hati yang terbuka dan penuh kasih.</p>
<p>Pada tahun 2022 hingga 2023, Frater Clitus menjalani TOP (Tahun Orientasi Pastoral) di SMPK St. Josef Freinademetz, Tambolaka, Sumba Barat Daya. Pengalaman pastoral tersebut menjadi ruang pembelajaran nyata tentang bagaimana hidup bersama umat, memahami pergumulan masyarakat, dan menghadirkan pelayanan Gereja secara konkret.</p>
<p>Kini, Frater Clitus sedang menyelesaikan Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero pada periode 2023 hingga 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju tahbisan dan pelayanan pastoral yang lebih mendalam. Setelah tahbisan nanti, ia direncanakan menjalani perutusan misi di Regio SVD Bangladesh, sebuah wilayah pelayanan yang membutuhkan semangat pengabdian dan kesiapan untuk hidup di tengah keberagaman budaya dan agama.</p>
<p>Perutusan ke Bangladesh menjadi bukti nyata bahwa semangat misioner SVD melampaui batas geografis dan budaya. Menjadi misionaris berarti siap meninggalkan zona nyaman demi membawa nilai kasih, persaudaraan, dan Injil kepada masyarakat luas.</p>
<p>Tahbisan diakon yang akan berlangsung di Kapela Agung Seminari Santo Paulus Ledalero diperkirakan akan dihadiri keluarga, umat, para imam, biarawan-biarawati, serta sahabat dari berbagai daerah. Perayaan tersebut menjadi sukacita besar, khususnya bagi umat Paroki Sta. Maria Fatima Nurobo dan Keuskupan Atambua.</p>
<p>Kehadiran Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai uskup penahbis memberi makna mendalam bagi para calon diakon. Dalam tradisi Gereja Katolik, tahbisan diakon menjadi tanda resmi penyerahan diri untuk melayani Sabda, altar, dan karya kasih bagi umat.</p>
<p>Di tengah dunia modern yang penuh persaingan dan orientasi material, pilihan hidup Frater Clitus menjadi kesaksian bahwa masih ada generasi muda yang memilih jalan pengabdian dan pelayanan. Panggilan religius bukanlah jalan yang mudah, tetapi membutuhkan keberanian untuk meninggalkan kepentingan pribadi demi melayani sesama.</p>
<p>Perjalanan hidup Frater Clitus Hausufa memperlihatkan bahwa iman dan ketekunan mampu membawa seseorang melampaui berbagai keterbatasan. Dari Hoineno menuju Ledalero, dan kelak menuju Bangladesh, perjalanan panggilannya menjadi kisah tentang harapan, kesetiaan, dan pengabdian.</p>
<p>Tahbisan diakon pada 31 Mei 2026 mendatang akan menjadi awal baru dalam karya pelayanannya. Sebuah langkah menuju hidup yang semakin dipersembahkan bagi Gereja dan kemanusiaan.</p>
<p>Dan seperti moto hidup yang dipegangnya, Frater Clitus percaya bahwa apa yang tampak mustahil bagi manusia, akan selalu menjadi mungkin di hadapan Allah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anak Muda Jangan Cuma Main TikTok! Mahasiswa Sistem Informasi IFTK Ledalero Buktikan Generasi Digital Bisa Ubah Masa Depan</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4350/anak-muda-jangan-cuma-main-tiktok-mahasiswa-sistem-informasi-iftk-ledalero-buktikan-generasi-digital-bisa-ubah-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 May 2026 07:58:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat Katolik Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Prodi Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Festival]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4350</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM &#8211; Semangat transformasi digital menggema di Kampus 2 Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero ketika Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (HMPS SI) sukses menggelar kegiatan Sistem Informasi Festival (SI FEST), Jumat, 16 Mei 2026. Mengusung tema “Transformasi Digital melalui Sistem Informasi”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kaum muda tidak hanya bisa menjadi penikmat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM &#8211; </strong>Semangat transformasi digital menggema di Kampus 2 Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero ketika Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (HMPS SI) sukses menggelar kegiatan Sistem Informasi Festival (SI FEST), Jumat, 16 Mei 2026.</p>
<p>Mengusung tema “Transformasi Digital melalui Sistem Informasi”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kaum muda tidak hanya bisa menjadi penikmat teknologi, tetapi juga pencipta perubahan di era digital.</p>
<p>Di tengah maraknya generasi muda yang larut dalam media sosial tanpa arah, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi IFTK Ledalero justru tampil membawa semangat inovasi, kreativitas, dan literasi digital yang nyata.</p>
<p>Melalui SI FEST, mereka menunjukkan bahwa teknologi bukan sekadar hiburan, melainkan alat untuk membangun masa depan masyarakat yang lebih maju.</p>
<p>Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang berkompeten di bidang teknologi dan pemerintahan digital, yakni Petrus Pedro Baga, ST., MT., seorang praktisi e-Government, serta Orientus Yulianus, A.Md.Kom., Penelaah Teknis Kebijakan.</p>
<p>Keduanya membawakan materi mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan layanan publik di Indonesia.</p>
<p>Dalam seminar tersebut, peserta diajak memahami pentingnya digitalisasi dalam meningkatkan transparansi, efektivitas, dan efisiensi pelayanan publik. Diskusi berlangsung aktif dengan antusiasme mahasiswa yang mempertanyakan berbagai tantangan transformasi digital di daerah, termasuk kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi.</p>
<p>Seminar tidak hanya dihadiri mahasiswa Prodi Sistem Informasi, tetapi juga mahasiswa dari Program Studi PKK, DKV, dan Kewirausahaan. Bahkan, kegiatan ini turut melibatkan pelajar SMA dan SMK dari berbagai sekolah di Kabupaten Sikka.</p>
<p>Setiap sekolah mengirimkan dua siswa beserta guru pendamping untuk mengikuti seminar dan perlombaan yang diselenggarakan panitia.</p>
<p>Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah lomba kuis literasi digital bagi siswa SMA dan SMK dari tujuh sekolah di Kabupaten Sikka.</p>
<p>Kompetisi ini menguji kemampuan dasar komputer dan pengetahuan teknologi informasi para peserta. Panitia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan budaya literasi digital sejak dini di kalangan pelajar.</p>
<p>Tidak hanya fokus pada seminar akademik, SI FEST juga menghadirkan pameran karya mahasiswa yang menjadi pusat perhatian pengunjung. Berbagai aplikasi website hasil karya mahasiswa dipamerkan secara terbuka kepada publik.</p>
<p>Aplikasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam merancang solusi digital yang dapat digunakan di bidang pendidikan, pelayanan publik, hingga pengembangan usaha.</p>
<p>Menariknya lagi, mahasiswa Sistem Informasi IFTK Ledalero juga menampilkan sisi kreatif mereka melalui karya seni visual dan instalasi spot foto yang dirancang khusus untuk pengunjung. Pameran itu terbuka untuk umum dan menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat.</p>
<p>“Kami juga mengajak orang tua datang melihat pameran kami dan menyaksikan apa yang sudah kami buat selama berkuliah di IFTK Ledalero di jurusan Sistem Informasi,” ungkap panitia kegiatan.</p>
<p>Ketua Panitia SI FEST, Stefanus Afrison Deru, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menjembatani mahasiswa, pelajar, dan masyarakat agar semakin memahami pentingnya sistem informasi di tengah perkembangan zaman yang serba digital.</p>
<p>“Melalui SI FEST, kami ingin menunjukkan bahwa sistem informasi bukan hanya tentang coding, tetapi juga tentang solusi nyata untuk pemerintahan, pendidikan, dan masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi pesan kuat bagi generasi muda di Kabupaten Sikka bahwa masa depan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling sering tampil di media sosial, tetapi oleh siapa yang mampu menciptakan inovasi dan solusi bagi lingkungan sekitarnya. SI FEST menjadi bukti bahwa anak muda Flores juga mampu bersaing dan berkontribusi dalam era transformasi digital Indonesia.</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik Link Ini Untuk Dapatkan Berita Menarik Lainnya di PerspektifNusantara.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
