<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Film Pendek &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/film-pendek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Oct 2026 05:37:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Film Pendek &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Perdana Terjun ke Dunia Film, Arys Hayon Sukses Produseri Film ‘Anak Babi Bapa”</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6447/perdana-turjun-ke-dunia-film-arys-hayon-sukses-produseri-film-anak-babi-bapa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 04:50:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Arys Hayon]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Film Anak Babi Bapa]]></category>
		<category><![CDATA[Film Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Yansen Paji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6447</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere – Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; yang disutradarai oleh Yansen Paji berhasil masuk nominasi film pendek terbaik dalam ajang festival 100% Manusia dan Flobamora Film Festival. Keberhasilan ini menjadi cerita menarik tidak hanya bagi sutradara melainkan juga bagi tim secara khusus bagi Arys Hayon selaku Produser film tersebut. Kesuksesan memproduseri film ini menjadi keberhasilan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere</strong> – Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; yang disutradarai oleh Yansen Paji berhasil masuk nominasi film pendek terbaik dalam ajang festival 100% Manusia dan Flobamora Film Festival. Keberhasilan ini menjadi cerita menarik tidak hanya bagi sutradara melainkan juga bagi tim secara khusus bagi Arys Hayon selaku Produser film tersebut. Kesuksesan memproduseri film ini menjadi keberhasilan serentak sejarah baginya. Alasannya Film pendek yang diproduksi oleh Misenema Production ini menjadi film pendek dan pengalaman pertama bagi Arys Hayon dalam dunia Film secara khusus sebagai produser film.</p>
<p>Pencapaian ini menjadi hasil dari kerja keras sekaligus pengalaman berharga bagi Arys Hayon dan kawan-kawan. Bagi mereka, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang kompetisi dan penghargaan, melainkan juga tentang keberanian memulai sesuatu yang baru, belajar bersama, dan membangun kreativitas tanpa rasa takut. Sebagai produser, Arys Hayon mengungkapkan bahwa salah satu hal yang mendorongnya terlibat dalam produksi film ‘Anak Babi Bapa’ adalah kedekatan kisah film tersebut dengan pengalaman hidupnya sendiri dan teman-temannya yang merupakan mantan frater.</p>
<p>“Awalnya saya diajak oleh teman yang adalah sutradara, Yansen Paji, yang juga merupakan rekan kerja di kantor. Alasan saya memilih bergabung dan memproduseri film ini karena kisah dalam film ini sangat <em>relate</em> dengan kehidupan saya sebagai seorang eks frater” Ungkap Arys.</p>
<p>Kedekatan emosional dengan cerita itulah yang menjadi alasan mendasar bagi Arys untuk mengambil bagian sebagai produser. Kisah yang terasa dekat dengan kehidupan Arys Hayon selaku Produser dan Yansen Paji selaku Sutradara dan juga sebagian besar anggota tim  menjadi dorongan untuk menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam sebuah karya audiovisual, ‘Anak Babi Bapa’. Perjalanan menggarap film ini juga tidak dimulai dengan bekal pengalaman profesional. Arys dan tim memulai semuanya dari nol. Dalam artian belum memiliki pengalaman sama sekali di dunia film. Bagi sebagian besar anggota tim, produksi Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; merupakan pengalaman pertama.</p>
<p>“Pengalaman pertama dan produser film pertama. Awalnya saya diiajak oleh sutradara. Secara pengetahuan, saya lebih banyak mengenal dunia sastra seperti teater dan drama tetapi ini merupakan benang merah yang menghubungkannya ke dunia Film” Tambah Arys.</p>
<p>Sebagai seorang yang bergelut di dunia filsafat, film adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam benak Arys Hayon. Namun pengalaman di dunia teater dan drama telah menjadi pengalaman yang membekali dirinya dalam dunia seni. Dunia teater dan drama menjadi semacam jembatan yang menghubungkannya dengan dunia film. Di tengah keterbatasan tersebut, semangat saling membantu menjadi kekuatan utama dalam produksi film. Kerja sama dan kemauan untuk belajar bersama membuat proses penggarapan film terasa lebih mudah untuk dijalani.</p>
<figure id="attachment_6442" aria-describedby="caption-attachment-6442" style="width: 202px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-6442" src="https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-26-at-11.31.44-202x300.jpeg" alt="" width="202" height="300" srcset="https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-26-at-11.31.44-202x300.jpeg 202w, https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-26-at-11.31.44.jpeg 518w" sizes="(max-width: 202px) 100vw, 202px" /><figcaption id="caption-attachment-6442" class="wp-caption-text">Flyer Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217;</figcaption></figure>
<p><strong>Misenema: ‘Semut’ Kecil yang Membentuk Tim Besar </strong></p>
<p>Perjalanan produksi film pendek ‘Anak Babi Bapa’ juga menjadi bagian penting dari lahirnya Misenema. Menurut Arys Hayon dan dipertegas oleh Yansen Paji, Misenema adalah asas filosofis yang lahir dari penghayatan terhadap sistem kerja semut. Secara harafiah, Mise artinya semut dalam Bahasa Lio dan Sinema (gambar bergerak). Hal ini dilatarbelakangi oleh bagaimana perjalanan dan system kerja tim dalam memproduksi film tersebut. Mulai dari proses rekrutmen anggota tim yang tidak formal sampai pada bahu-membahu saling membantu melengkapi satu dengan yang lainnya. Inilah cikal bakal lahirnya Misenema.</p>
<p>Keanggotaan kru Misenema berasal dari lingkungan pertemanan, rekan kerja, teman-teman kos, serta mahasiswa Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero. Pola keterlibatan yang terbuka tersebut memperlihatkan bahwa ruang kreatif dapat tumbuh dari lingkungan sederhana. Tidak harus dimulai dengan tim yang mapan atau sumber daya yang besar, tetapi dapat berawal dari pertemuan dengan orang-orang yang memiliki semangat dan keinginan yang sama untuk menciptakan sesuatu.</p>
<p>Bagi Arys dan tim, masuknya ‘Anak Babi Bapa’ ke dalam nominasi di dua festival film menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan dan mengenal lebih banyak orang di dunia perfilman. Arys mengaku bahwa pengalaman dan pencapai film Anak Babi Bapa memberinya pemahaman baru tentang posisi dan tanggung jawab sebagai seorang produser.</p>
<p>“Keberhasilan film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; membuat saya tahu bagaimana menggarap film dari sisi produser dan dengan ini kami, secara khusus saya, mengenal lebih banyak orang dan masuk ke sircle yang lebih luas” Tambahnya.</p>
<p><strong>Motivasi dan Harapan</strong></p>
<p>Keberhasilan Film ‘Anak Babi Bapa’ dalam nominasi nasional tidak berhenti sebagai pencapaian pertama Bagi Arys dan Misenema Production. Arys berharap pengalaman ini menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk terus menghasilkan karya yang lebih baik. Ia juga berharap semakin banyak naskah dan cerita yang dapat dikembangkan menjadi film. Dengan demikian, pengalaman, gagasan, dan kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat dapat memperoleh ruang untuk diceritakan secara audiovisual.</p>
<p>“Harapan saya, ini menjadi motovasi tim, film yang kami garap dari minus, dari kekurangan ini menjadi motivasi bagi kami untuk menghasilkan karya-karya yang lebih bagus lagi. Semoga ada naskah-naska film yang diberikan kepada kami dan bisa menggarap menjadi film yang baik” Ujarnya.</p>
<p>Perjalanan produksi Film ‘Anak Babi Bapa’ tidak semuda yang dibayangkan. Arys mengaku mengalami banyak tantangan. Apalagi film ini adalah film pertama bagi mereka. Namun tantangan dalam dunia kreatif tidak menjadi alasan bagi mereka untuk berhenti berkarya. Di sisi lain, Arys juga mengungkapkan bahwa dalam dunia kreatif seperti dunia film belum banyak diminati sebagian besar orang secara khusus masyarakat di Kabupaten Sikka. Hal tersebut barangkali disebabkan oleh manfaat finansialnya yang belum dirasakan secara langsung. Namun Arys tetap pada komitmennya yang besar untuk terus bergelut di dunia kreatif. Ia tidak henti-hentinya mengajak para pegiat kreatif untuk tidak mudah menyerah hanya karena persoalan finansial</p>
<p>“Teruslah berkarya, jangan putus asa, biarlah karya kita yang berbicara,” Arys menambahkan.</p>
<p>Perjalanan Arys Hayon dan Misenema melalui film ‘Anak Babi Bapa’ menjadi pengingat bahwa sebuah karya tidak selalu lahir dari pengalaman panjang atau tim yang formal. Terkadang, karya justru lahir dan dimulai dari keberanian mengambil risiko, cerita yang dekat dengan kehidupan, orang-orang dekat dan sekelompok orang yang bersedia belajar serta berjalan bersama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
