<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dianiaya &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/dianiaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Apr 2026 02:03:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Dianiaya &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Seorang Pria Tua Berprofesi Guru di Oenenu Tak Berdaya Dianiaya hingga Menderita Luka Disorot SMSI TTU</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/3755/seorang-pria-tua-berprofesi-guru-di-oenenu-tak-berdaya-dianiaya-hingga-menderita-luka-disorot-smsi-ttu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nof]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 02:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Timor]]></category>
		<category><![CDATA[Dianiaya]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Negeri Oenenu TTU]]></category>
		<category><![CDATA[SMSI TTU]]></category>
		<category><![CDATA[TTU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=3755</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM — Kasus dugaan penganiayaan terhadap Kepala Sekolah SMP Negeri Oenenu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten TTU turut menyatakan sikap tegas atas peristiwa tersebut. Melalui Sekretaris SMSI TTU, Frederikus Adrianus Naiboas, SE, Ketua SMSI TTU Charles Usfunan menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong> — Kasus dugaan penganiayaan terhadap Kepala Sekolah SMP Negeri Oenenu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten TTU turut menyatakan sikap tegas atas peristiwa tersebut.</p>
<p>Melalui Sekretaris SMSI TTU, Frederikus Adrianus Naiboas, SE, Ketua SMSI TTU Charles Usfunan menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kecaman terhadap tindakan kekerasan yang menimpa korban.</p>
<p>“SMSI TTU mengecam segala bentuk kekerasan, terlebih yang terjadi terhadap tenaga pendidik. Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut rasa aman masyarakat dan martabat dunia pendidikan,” ujar Frederikus.</p>
<p>SMSI TTU menilai bahwa penanganan kasus ini harus dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan, dengan mengedepankan fakta-fakta hukum yang ada. Aparat penegak hukum diharapkan dapat bekerja cepat tanpa mengabaikan prinsip keadilan bagi semua pihak.</p>
<p>“Kami percaya aparat kepolisian mampu menangani perkara ini secara adil. Namun demikian, prosesnya harus terbuka dan berbasis bukti, sehingga tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat,” lanjutnya.</p>
<p>Terkait adanya laporan balik dalam kasus ini, SMSI TTU meminta agar hal tersebut tetap diproses secara proporsional tanpa mengaburkan substansi utama perkara.</p>
<p>“Setiap laporan tentu memiliki hak untuk diproses, namun penting untuk memastikan bahwa fakta utama tidak terdistorsi. Fokus utama harus tetap pada upaya mengungkap kejadian secara utuh dan memberikan keadilan bagi korban,” tegasnya.</p>
<p>SMSI TTU juga mengapresiasi langkah berbagai pihak, termasuk organisasi profesi seperti PGRI, yang telah menyuarakan perlindungan terhadap tenaga pendidik. Hal ini dinilai sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga keamanan dan kehormatan profesi guru.</p>
<p>Lebih lanjut, SMSI TTU mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang kondusif serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.</p>
<p>“Partisipasi masyarakat sangat penting, terutama dalam memberikan informasi yang akurat. Namun kita juga perlu menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” imbuhnya.</p>
<p>Sebagai organisasi pers, SMSI TTU menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan kasus ini secara profesional dan berimbang, serta memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan bertanggung jawab.</p>
<p>Kasus yang terjadi pada Sabtu, 18 April 2026 ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat penegakan hukum serta meningkatkan perlindungan terhadap tenaga pendidik di wilayah TTU.</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com">Klik Link Ini Untuk Dapatkan Berita Menarik Lainnya Hanya di PerspektifNusantara.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pastor yang Diduga Dianiaya di Kloangpopot Ternyata Imam Muda Baru Ditahbiskan Tahun Lalu</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/3730/pastor-yang-diduga-dianiaya-di-kloangpopot-ternyata-imam-muda-baru-ditahbiskan-tahun-lalu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nof]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2026 11:27:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Dianiaya]]></category>
		<category><![CDATA[Imam Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Maumere]]></category>
		<category><![CDATA[Pastor]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Sikka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=3730</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM — Umat Keuskupan Maumere digemparkan dengan dugaan penganiayaan yang menimpa Pastor Pembantu Paroki Kloangpopot, F.P.A, yang terjadi di rumah duka, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Pastor muda yang belum genap setahun ditahbiskan sebagai imam itu diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah warga setelah melakukan teguran saat misa pemakaman di Paroki Kloangpopot. Melansir media [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM —</strong> Umat Keuskupan Maumere digemparkan dengan dugaan penganiayaan yang menimpa Pastor Pembantu Paroki Kloangpopot, F.P.A, yang terjadi di rumah duka, Rabu (22/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.</p>
<p>Pastor muda yang belum genap setahun ditahbiskan sebagai imam itu diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah warga setelah melakukan teguran saat misa pemakaman di Paroki Kloangpopot.</p>
<p>Melansir media Tribun Flores, 24 April 2026, Sekretaris Jenderal Keuskupan Maumere, RD. Yakobus Donnisius Migo atau Romo Donnie, menjelaskan bahwa awalnya terjadi keributan di tengah pelaksanaan misa. Korban kemudian menegur para warga yang diduga membuat kegaduhan di area rumah duka.</p>
<p>Namun, teguran tersebut tidak diterima oleh sejumlah warga hingga berujung pada dugaan penganiayaan terhadap korban. Para terduga pelaku juga disebut dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol.</p>
<p>Imam muda asal pulau seberang itu dikenal sebagai pribadi yang ramah namun tetap tegas dalam tugas pelayanan imamatnya.</p>
<p>Romo Donnie menegaskan, kasus ini telah dilaporkan melalui kuasa hukum korban, Ephivanus Markus Nale Rimo (Romo Epy), untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.</p>
<p>Ia juga mengimbau umat Katolik agar tetap tenang dan menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak berwajib.</p>
<p>Sementara itu, Polres Sikka telah turun tangan menangani kasus dugaan penganiayaan tersebut.</p>
<p>Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno melalui Kasie Humas IPDA Leonardus Tungga menjelaskan bahwa kejadian terjadi di Dusun Kahagoleng, Desa Wolonterang, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.</p>
<p>Korban F.P.A telah resmi melapor ke SPKT Polres Sikka pada Kamis (23/4/2026) pukul 12.30 Wita dengan dugaan tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan oleh seseorang berinisial Y.A.</p>
<p>Saat ini, Sat Reskrim Polres Sikka masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa korban, saksi, dan terlapor untuk mengungkap kronologi serta motif kejadian.</p>
<p>Polisi menegaskan bahwa informasi yang disampaikan masih bersifat sementara dan akan diumumkan secara lengkap setelah proses penyelidikan selesai dilakukan.</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik Link Ini untuk Dapatkan Berita Baru Hanya di PerspektifNusantara.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
