<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bola Kaki &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/bola-kaki/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 May 2026 16:42:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Bola Kaki &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Askab PSSI TTU Bongkar Bakat Terpendam dari Desa ke Desa, 117 Pemain Muda Lolos Seleksi Ketat</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/4245/askab-pssi-ttu-bongkar-bakat-terpendam-dari-desa-ke-desa-117-pemain-muda-lolos-seleksi-ketat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 May 2026 16:42:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Askab TTU]]></category>
		<category><![CDATA[Bola Kaki]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten TTU]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=4245</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, TTU- Semangat membangun sepak bola dari akar rumput mulai ditunjukkan Askab PSSI Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Melalui seleksi terbuka yang digelar di seluruh wilayah kecamatan, Askab PSSI TTU berhasil menjaring 117 talenta muda terbaik yang akan dipersiapkan menuju tahap seleksi akhir tingkat kabupaten. Ketua Askab PSSI TTU, Solaiman K. Tusi atau yang akrab [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, TTU-</strong> Semangat membangun sepak bola dari akar rumput mulai ditunjukkan Askab PSSI Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Melalui seleksi terbuka yang digelar di seluruh wilayah kecamatan, Askab PSSI TTU berhasil menjaring 117 talenta muda terbaik yang akan dipersiapkan menuju tahap seleksi akhir tingkat kabupaten.</p>
<p>Ketua Askab PSSI TTU, Solaiman K. Tusi atau yang akrab disapa Iman Tusi, mengatakan bahwa program seleksi terbuka ini menjadi langkah baru dalam upaya mencari bibit pemain potensial hingga pelosok daerah.<br />
Dalam keterangannya kepada media, Senin (11/5/2026), Iman Tusi menjelaskan bahwa proses seleksi telah dimulai sejak 9 Mei 2026 dengan menjangkau 24 kecamatan di Kabupaten TTU.<br />
Untuk mempermudah proses penjaringan, seluruh kecamatan dibagi ke dalam 12 klaster atau titik seleksi. Salah satu titik terakhir pelaksanaan seleksi berlangsung di Stadion RTP Wini.</p>
<p>“Ini merupakan terobosan baru dari Askab PSSI TTU agar semua anak muda memiliki kesempatan yang sama menunjukkan kemampuan mereka. Kami ingin memastikan bakat-bakat dari desa dan kecamatan juga mendapatkan ruang untuk berkembang,” ujar Iman Tusi.</p>
<p>Menurutnya, sistem seleksi terbuka tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Banyak pemain muda yang tampil mengejutkan dan menunjukkan kualitas permainan yang dinilai layak untuk dikembangkan lebih serius.</p>
<p><strong>Banyak Talenta Terpendam Mulai Bermunculan</strong></p>
<p>Iman Tusi mengaku cukup terkesan dengan kualitas pemain yang ditemukan selama proses seleksi berlangsung. Ia menyebut banyak talenta muda yang sebelumnya belum pernah tersentuh pembinaan resmi kini mulai terlihat potensinya.<br />
“Dari 12 klaster yang kami datangi, ternyata banyak sekali bakat terpendam yang muncul. Anak-anak muda ini punya kemampuan bagus, hanya selama ini belum mendapatkan kesempatan tampil,” katanya.</p>
<p>Dari seluruh peserta yang mengikuti tahapan seleksi awal, tim talent scouting akhirnya menetapkan 117 pemain dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya.<br />
Para pemain tersebut nantinya akan kembali mengikuti seleksi akhir tingkat kabupaten guna menentukan skuad utama yang akan dibentuk Askab PSSI TTU.</p>
<p><strong>Hanya 23 Pemain Terbaik yang Akan Dipilih</strong></p>
<p>Meski telah dinyatakan lolos, perjalanan para pemain muda itu masih panjang. Askab PSSI TTU memastikan tahap seleksi akhir akan berlangsung jauh lebih kompetitif karena hanya 23 pemain terbaik yang nantinya dipilih memperkuat tim inti.</p>
<p>Iman Tusi meminta seluruh peserta menjaga kondisi fisik dan terus meningkatkan kemampuan sebelum memasuki tahap penentuan.<br />
“Saya berharap semua pemain tetap disiplin berlatih, menjaga kesehatan, dan mempersiapkan diri dengan baik. Persaingan di tahap akhir pasti sangat ketat karena dari 117 pemain ini hanya akan dipilih 23 pemain terbaik,” tegasnya.</p>
<p><strong>Seleksi Dijamin Objektif dan Profesional</strong></p>
<p>Dalam kesempatan itu, Iman Tusi juga menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara profesional tanpa campur tangan pihak mana pun.<br />
Ia memastikan penilaian sepenuhnya didasarkan pada kualitas permainan, teknik, mental bertanding, serta kemampuan individu pemain di lapangan.<br />
“Tidak ada kaitannya dengan suku, ras, agama, ataupun kedekatan tertentu. Yang kami lihat murni kualitas pemain dan kemampuan terbaik mereka,” pungkasnya.</p>
<p>Langkah Askab PSSI TTU tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda daerah untuk berkembang di dunia sepak bola. Program seleksi terbuka itu juga diharapkan menjadi awal lahirnya pemain-pemain potensial dari TTU yang mampu bersaing di level regional maupun nasional.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
