<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bmkg &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/tag/bmkg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Apr 2026 10:30:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>bmkg &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di NTT Cuaca Tak Stabil, Ini Penjelasan BMKG Disertai Himbauan Waspada Cuaca Ekstrem April-Mei 2026</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/3882/di-ntt-cuaca-tak-stabil-ini-penjelasan-bmkg-disertai-himbauan-untuk-waspada-cuaca-ekstrem-april-mei-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nof]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2026 10:28:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Timor]]></category>
		<category><![CDATA[April Mei 2026]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[El Nino]]></category>
		<category><![CDATA[La Nina]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[prakiraan cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada Cuaca Ekstrem]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=3882</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM &#8211; Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan masih akan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berlaku mulai 27 hingga 29 April 2026. Dalam periode tersebut, sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB), [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM &#8211;</strong> Nusa Tenggara Timur (NTT) diperkirakan masih akan menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berlaku mulai 27 hingga 29 April 2026.</p>
<p>Dalam periode tersebut, sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB), masuk dalam status siaga akibat potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.</p>
<p>Di wilayah NTT sendiri, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang yang dapat terjadi bersamaan dengan hujan deras, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.</p>
<p>Beberapa wilayah di NTT yang masuk kategori siaga antara lain Manggarai, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya pada 27 April 2026, sementara Manggarai dan Sumba Barat Daya masih berlanjut pada 28–29 April 2026.</p>
<p>BMKG menjelaskan bahwa meskipun sebagian wilayah dapat mengalami cuaca cerah sesaat, potensi cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai akibat dinamika atmosfer yang masih aktif. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuatorial yang mendukung pembentukan awan hujan di wilayah Nusa Tenggara.</p>
<p>Selain itu, penguatan Monsun Australia juga turut memengaruhi pola cuaca di Indonesia, menandai masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau. Meski demikian, hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi secara lokal.</p>
<p>BMKG juga mengungkapkan adanya sirkulasi siklonik di wilayah lain yang turut memperkuat pembentukan awan hujan di beberapa daerah, termasuk NTT, ditambah kondisi atmosfer lokal yang masih labil.</p>
<p>Karena itu, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik Link Ini Untuk Dapatkan Berita Terbaru hanya di PerspektifNusantara.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga NTT Wajib Waspada Tiga Hari Kedepan, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Soal Cuaca Ekstrem, Ini Daerah yang Terdampak</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/3841/warga-ntt-wajib-waspada-tiga-hari-kedepan-bmkg-keluarkan-peringatan-dini-soal-cuaca-ekstrem-ini-daerah-yang-terdampak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nof]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 08:45:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[bmkg]]></category>
		<category><![CDATA[cuaca]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[prakiraan cuaca]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=3841</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk tiga hari ke depan, mulai Senin (27/4/2026) hingga Rabu (29/4/2026). BMKG melaporkan sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB), berstatus Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM –</strong> Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk tiga hari ke depan, mulai Senin (27/4/2026) hingga Rabu (29/4/2026).</p>
<p>BMKG melaporkan sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB), berstatus Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Kondisi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.</p>
<p>Khusus di NTT, selain hujan dengan intensitas tinggi, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang yang diperkirakan terjadi secara konsisten selama periode tersebut.</p>
<h2>Wilayah Berstatus Siaga (27–29 April 2026)</h2>
<p><strong>Nusa Tenggara Barat (NTB)</strong></p>
<p>27 April: Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Bima, Dompu, Kota Bima<br />
28 April: Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Bima<br />
29 April: Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa, Bima</p>
<p><strong>Nusa Tenggara Timur (NTT)</strong></p>
<p>27 April: Manggarai, Sumba Barat Daya, Sumba Barat<br />
28–29 April: Manggarai dan Sumba Barat Daya</p>
<p>Selain itu, status Siaga juga diberlakukan di beberapa wilayah lain, seperti Sulawesi Barat (Mamuju, Mamasa), Sulawesi Selatan (Kepulauan Selayar, Barru), serta Maluku (Kepulauan Tanimbar dan Kepulauan Aru).</p>
<p>BMKG menyebutkan bahwa meskipun beberapa wilayah berpotensi mengalami cuaca cerah, kondisi ekstrem masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat dan pemangku kepentingan diimbau tetap siaga terhadap kemungkinan bencana.</p>
<p>Dalam sepekan ke depan, kondisi iklim global seperti El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral, sehingga tidak memberikan pengaruh signifikan. Sementara itu, Monsun Australia mulai menguat dan membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia, menandakan peralihan bertahap dari musim hujan ke musim kemarau.</p>
<p>Namun demikian, potensi hujan tetap ada akibat dinamika atmosfer lainnya. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini berada di fase 1, sementara gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di berbagai wilayah, termasuk Nusa Tenggara, yang dapat memicu pembentukan awan hujan.</p>
<p>Di sisi lain, potensi sirkulasi siklonik terpantau di perairan barat Aceh yang membentuk daerah konvergensi memanjang di wilayah Sumatra bagian utara. Faktor lokal seperti labilitas atmosfer yang cukup kuat juga turut mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah daerah, termasuk NTT.</p>
<p>BMKG kembali mengingatkan masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru dan mengambil langkah antisipasi guna mengurangi risiko dampak bencana.</p>
<p><em>Sumber: BMKG</em></p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik Link Ini Untuk Dapatkan Berita Menarik Lainnya Hanya di PerspektifNusantara.com</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
