<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Terbaru &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/category/berita/berita-terbaru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2026 23:47:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Berita Terbaru &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menggugat Sentralisasi dan Krisis Kepercayaan: Rektor IFTK Ledalero dan Yanuar Nugroho Soroti Masa Depan Republik di Maumere</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6472/menggugat-sentralisasi-dan-krisis-kepercayaan-rektor-iftk-ledalero-dan-yanuar-nugroho-soroti-masa-depan-republik-di-maumere-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2026 23:47:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Dr. Otto Gusti Ndegong Madung]]></category>
		<category><![CDATA[IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Republik]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[politik indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Nipa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6472</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, ​MAUMERE — Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Kabupaten Sikka, menjadi pusat perhatian diskursus kebangsaan nasional pada Jumat, 30 Oktober 2026. Ribuan audiens yang terdiri dari mahasiswa, jurnalis, akademisi, hingga unsur masyarakat sipil memadati area kampus untuk mengikuti hari pertama Side Events Konferensi Republik. Mengusung semangat “Mari Berjejaring &#38; Mulai Bertindak”, forum ini tidak sekadar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, ​MAUMERE</strong> — Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Kabupaten Sikka, menjadi pusat perhatian diskursus kebangsaan nasional pada Jumat, 30 Oktober 2026. Ribuan audiens yang terdiri dari mahasiswa, jurnalis, akademisi, hingga unsur masyarakat sipil memadati area kampus untuk mengikuti hari pertama Side Events Konferensi Republik. Mengusung semangat “Mari Berjejaring &amp; Mulai Bertindak”, forum ini tidak sekadar menjadi ajang temu akademik, melainkan panggung refleksi kritis atas arah penyelenggaraan negara hari ini.</p>
<p>​Konferensi ini menghadirkan dua figur penting yang menguliti berbagai persoalan krusial bangsa: Pater Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD (Ketua Panitia Konferensi Republik sekaligus Rektor IFTK Ledalero) dan Yanuar Nugroho (Pendiri dan Penasihat Nalar Institute sekaligus Sekretaris Jenderal Konferensi Republik &#8211; Perhimpunan Indonesia Merdeka).</p>
<p><strong>​Kekuasaan Tanpa Kebijaksanaan: Refleksi Moral Rektor IFTK Ledalero</strong></p>
<p>​Dalam sambutan pembukanya, Pater Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, mengajak seluruh elemen perguruan tinggi untuk tidak tinggal diam di menara gading. Menurutnya, kampus harus aktif terlibat dalam pergulatan kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara sebagai bagian dari tanggung jawab intelektual dan moral.</p>
<p>​Mengutip pemikiran filosofis Plato dari buku Politeia (Republik) tentang gagasan &#8220;filsuf sebagai raja&#8221;, Pater Otto mengingatkan bahwa bahaya besar mengintai ketika kekuasaan politik berjalan tanpa landasan kebijaksanaan dan orientasi etis.</p>
<p>​&#8221;Jika para filsuf tidak menjadi raja, atau para raja dan pemangku kekuasaan politik tidak mempelajari filsafat secara serius, maka bencana tanpa akhir akan menimpa negara-negara dan seluruh umat manusia.&#8221; Kutipan Plato yang disampaikan Pater Otto.</p>
<p>​Lebih lanjut, Pater Otto menekankan bahwa republik yang sehat membutuhkan dialog yang terus-menerus antara pengetahuan dan kekuasaan, serta hukum yang benar-benar membatasi kekuasaan.</p>
<p>​“Republik bukan sekadar warisan sejarah yang harus dipertahankan, melainkan sebuah cita-cita bersama yang harus terus diperjuangkan. Republik akan tetap hidup selama rakyat memiliki kedaulatan, hukum membatasi kekuasaan, pengetahuan membimbing kebijakan, dan keadilan menjadi orientasi kehidupan bersama,” tegasnya di hadapan ribuan peserta.</p>
<p><strong>Bedah Kritis Kebijakan: Yanuar Nugroho Soroti Pemotongan TKD hingga Krisis Kepercayaan</strong></p>
<p>​Sesi berikutnya menghadirkan pemaparan tajam dari Yanuar Nugroho. Mantan pejabat eselon 1 yang kini aktif sebagai pengamat kebijakan publik ini membedah berbagai persoalan struktural, mulai dari fiskal, tata kelola program, hingga krisis ekologi dan demokrasi.</p>
<p><strong>​1. Resentralisasi Anggaran dan Dampaknya ke Daerah</strong></p>
<p>​Yanuar menyoroti pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang dinilai terjadi sebelum program berjalan, sehingga memicu ketergantungan daerah yang semakin tinggi kepada pusat. Pemangkasan terbesar justru menyasar hak daerah, yakni Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Desa.</p>
<p>​“Jadi yang terjadi adalah uang itu berpindah dari daerah ke program unggulan pusat. Dampaknya, Anda lihat, pajak daerah akan naik, gaji pegawai terancam, dan infrastruktur barangkali tidak akan terpelihara,” ungkap Yanuar.</p>
<p>Ia mencontohkan kondisi di Pulau Rote, di mana kepala daerah terpaksa harus fokus memikirkan gaji pegawai karena anggaran infrastruktur dan layanan dasar sangat terbatas.</p>
<p><strong>​2. Lemahnya Akuntabilitas Tata Kelola Program (Studi Kasus MBG</strong>)</p>
<p>​Mengevaluasi pelaksanaan program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Yanuar menyoroti bahwa kebijakan tersebut kerap berorientasi pada skala dan jumlah penerima, bukan pada dampak serta mekanisme pengawasan yang matang. Ia menyebut ketiadaan regulasi dan pelibatan institusi pengawas yang memadai pada awal implementasi sebagai bukti rapuhnya tata kelola administratif.</p>
<p><strong>​3. Gelombang Protes dan Ruang Sipil yang Menyempit</strong></p>
<p>​Yanuar mencatat adanya delapan gelombang protes besar sepanjang dua tahun terakhir sebagai respons mahasiswa dan masyarakat sipil terhadap kompetensi kerja pemerintah serta menyempitnya ruang sipil. Alih-alih membuka ruang dialog, respons negara dinilai kerap mengandalkan pendekatan pengamanan.</p>
<p><strong>​4. Krisis Ekologi dan Ekonomi yang Mengancam</strong></p>
<p>​Menyoroti isu lingkungan, Yanuar membandingkan porsi anggaran penanganan bencana dan kabut asap lintas batas dengan alokasi program sektoral lainnya yang dinilai sangat jomplang. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik (trust) sebagai fondasi utama pergerakan ekonomi riil dan pasar modal.</p>
<p>​“Ekonomi itu bergerak karena kepercayaan. Kalau kontrol melemah, maka eksekusi program bermasalah. Ketika program bermasalah, kepercayaan turun, dan dampaknya adalah biaya ekonomi yang mahal,” jelasnya.</p>
<p><strong>​5. Paradigma Baru: Negara di Dalam Masyarakat</strong></p>
<p>​Sebagai penutup, Yanuar menawarkan cara pandang baru bagi gerakan masyarakat sipil. Ia menegaskan bahwa masyarakat bukanlah entitas yang berada di dalam negara, melainkan sebaliknya: negara yang berada di dalam masyarakat.</p>
<p>​Dengan paradigma ini, pemerintah bukanlah penguasa mutlak, melainkan &#8220;pengurus&#8221; yang kedaulatannya dititipkan oleh rakyat. “Tidak ada patriot kalau tidak ada patria (tanah air). Karena itu, mari merawat republik dengan akal budi yang kritis dan keberanian moral,” pungkasnya.</p>
<p><strong>​Menatap Masa Depan Republik</strong></p>
<p>​Kegiatan Side Events Konferensi Republik hari pertama di Universitas Nusa Nipa ini berhasil memantik kesadaran kolektif audiens. Melalui kombinasi refleksi filosofis dari Pater Otto dan analisis kebijakan berbasis data dari Yanuar Nugroho, forum ini mengirimkan pesan kuat: merawat republik menuntut keterlibatan aktif, nalar kritis, dan orientasi kebijakan yang berpihak pada keadilan serta kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Anggota Komisi XI DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat, Bersama LPS Peduli, Salurkan Seribu Paket Sembako di Sikka</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6464/anggota-komisi-xi-dpr-ri-julie-sutrisno-laiskodat-bersama-lps-peduli-salurkan-seribu-paket-sembako-di-sikka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2026 03:20:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Anggota Komisi XI DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Julie Sutrisno Laiskodat]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Seribu Paket Sembako di Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Tenaga Ahli (TA) Anggota Komisi XI DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Yunus Atabara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6464</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE &#8211; Anggota Komisi XI DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat, bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Peduli, bagikan seribu paket sembako, di Kabupaten Sikka. Kegiatan ini terselenggara adalah wujud sinergitas dan kemitraan Anggota Komisi XI DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat dengan LPS Peduli, yang dislurkan oleh Tim Relawan Nusantara. Demikian dikatakan Yunus Atabara, Tenaga Ahli [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE</strong> &#8211; Anggota Komisi XI DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat, bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Peduli, bagikan seribu paket sembako, di Kabupaten Sikka.</p>
<p>Kegiatan ini terselenggara adalah wujud sinergitas dan kemitraan Anggota Komisi XI DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat dengan LPS Peduli, yang dislurkan oleh Tim Relawan Nusantara.</p>
<p>Demikian dikatakan Yunus Atabara, Tenaga Ahli (TA) Anggota Komisi XI DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat kepada media ini, Jumat, 29/10/2026</p>
<p>&#8220;Pembagian seribu paket sembako di Kabupaten Sikka adalah wujud kepedulian dari kemitraan Anggota Komisi XI DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat dengan LPS Peduli,&#8221; kata Yunus.</p>
<p>&#8220;Seribu paket sembako, disalurkan oleh tim Relawan Nusantara selama lima hari, yakni dari 24 &#8211; 28 Oktober yang tersebar di wilayah Kabupaten Sikka.</p>
<p>Dalam acara itu, Asisten 2 Setda Sikka, Petrus Poling Wairmahing, mengapresiasi kepedulian Anggota Komisi XI Julie Sutrisno Laiskodat bersama LPS Peduli atas bantuan 1.000 paket sembako yang disalaurkan melalui Relawan Nusantara.</p>
<p>&#8220;Atas nama pemerintah Kabupaten Sikka, kami ucapkan terimakasih kepada Ibu Julie Laiskodat, Anggota Komisi XI dan LPS Peduli atas bantuan sembako yang disalurkan melalui relawan nusantara di kabupaten Sikka,&#8221; jelas Asisten II Setda Sikka.</p>
<p>Ia menjelaskan hingga saat ini berdasarkan data pada BPBD Sikka, lebih darib100 pihak yang sudah memberikan sumbangan kepada korban gempa di wilayah Kabupaten Sikka.</p>
<p>Selain itu, lanjut Petrus Poling, banyak pihak pihak yang memilih turun langsung ke lokasi pengungsian untuk memberikan bantuan dengan caranya masing-masing.</p>
<p>&#8220;Sekali lagi pemerintah mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah peduli korban gempa sejak awal hingga saat ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Direktur Eksekutif Kesekretariatan dan Hubungan Lembaga LPS, KM. Nuruddin mengapresiasi Anggota Komisi XI DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat yang membuka ruang kepada LPS Peduli untuk membantu korban gempa di Sikka.</p>
<p>&#8220;Terimakasih kepada Ibu Julie dari Komisi XI DPR RI yang sejak awal berkoordinasi dengan kami, sehingga kami bisa membantu kepada korban gempa di Msumere kabupaten Sikka,&#8221; kata KM Nutuddin</p>
<p>Menurut Nuruddin, bahwa masa rehabilitasi bencana itu sangat berat. Karena itu lanjutnya, pihak LPS akan terus berkoordinasi dengan Komisi XI DPR RI dan juga kepada pemerintah daerah agar bahu membahu dalam mengatasi dampak gempa Flores.</p>
<p>Acara serah terima simbolis 1.000 paket sembako, dihadiri secara langsung oleh Asisten II Setda Sikka, Petrus Poling Wairmahing dan tim Relawan Nusantara (RN).</p>
<p>Turut hadir secara online melalui zoom, KM. Nuruddin Direktur Eksekutif Kesekretariatan dan Hubungan Lembaga LPS dan Chief Programs &amp; Operations Officer Yayasan Komite Relawan Nusantara, Hikmah Fitriyani.</p>
<p>Serta 10 perwakilan penerima paket sembako, bertempat di lantai II Kantor Bupati Sikka di Jalan Ahmad Yani pada Sabtu 24/10/2026 yang lalu.***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyalakan Nalar di &#8220;Nusa Nipa&#8221;: Konferensi Republik Gaungkan Kritik Tajam Terhadap Sentralisasi dan Krisis Demokrasi</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6461/menyalakan-nalar-di-nusa-nipa-konferensi-republik-gaungkan-kritik-tajam-terhadap-sentralisasi-dan-krisis-demokrasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2026 03:15:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Khusus]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Republik]]></category>
		<category><![CDATA[Militerisasi]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Nusa Nipa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6461</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE — Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Kabupaten Sikka, mendadak menjadi pusat episentrum diskursus kebangsaan. Dihadiri ribuan audiens dari kalangan mahasiswa, jurnalis, hingga akademisi, hari pertama Side Events Konferensi Republik yang dihelat pada Jumat, 30 Oktober 2026, bergemuruh dengan semangat “Mari Berjejaring &#38; Mulai Bertindak”. ​Bukan sekadar ajang seremonial, forum ini menjelajah jauh ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE</strong> — Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Kabupaten Sikka, mendadak menjadi pusat episentrum diskursus kebangsaan. Dihadiri ribuan audiens dari kalangan mahasiswa, jurnalis, hingga akademisi, hari pertama Side Events Konferensi Republik yang dihelat pada Jumat, 30 Oktober 2026, bergemuruh dengan semangat “Mari Berjejaring &amp; Mulai Bertindak”.</p>
<p>​Bukan sekadar ajang seremonial, forum ini menjelajah jauh ke dalam akar persoalan republik: mulai dari cengkeraman resentralisasi anggaran, ancaman militerisasi, rapuhnya kepercayaan ekonomi, hingga sejarah peranan penting Flores yang kerap terpinggirkan dari kebijakan pusat.</p>
<p><strong>Menagih Kebijakan yang Berorientasi Etis</strong></p>
<p>​Membuka konferensi, Ketua Panitia Konferensi Republik sekaligus Rektor IFTK Ledalero, Pater Prof. Dr. Otto Gusti Ndegong Madung, SVD, mengingatkan kembali esensi dasar berdirinya sebuah negara. Mengutip konsep Politeia (Republik) karya Plato, Pater Otto menegaskan bahwa kekuasaan politik mutlak membutuhkan kebijaksanaan, refleksi kritis, dan orientasi etis.</p>
<p>​&#8221;Republik bukan sekadar warisan sejarah yang harus dipertahankan, melainkan sebuah cita-cita bersama yang harus terus diperjuangkan. Republik akan tetap hidup selama rakyat memiliki kedaulatan, hukum membatasi kekuasaan, pengetahuan membimbing kebijakan, dan keadilan menjadi orientasi kehidupan bersama,&#8221; tegas Pater Otto di hadapan ribuan peserta.</p>
<p>​Senada dengan hal tersebut, Rektor Universitas Nusa Nipa Maumere, Jonas K. G. D. Gobang, mengangkat filosofi lokal masyarakat Flores sebagai &#8220;Nusa Nipa&#8221; (Pulau Naga) yang sarat makna keutuhan kosmos dan kehormatan wilayah. Ia mengingatkan bahwa cinta tanah air yang dewasa tidak pernah memejamkan mata terhadap luka-luka bangsa.</p>
<p>​&#8221;Mencintai republik ini bukan berarti memejamkan mata terhadap luka-lukanya, Cinta yang dewasa tidak meniadakan kritik, justru ia melahirkan keberanian untuk mengoreksi yang keliru,&#8221; ujar Jonas.</p>
<p><strong>​Bongkar Pasang Kebijakan Pusat: Dari Pemotongan TKD hingga Krisis Kepercayaan</strong></p>
<p>​Kritik paling tajam dilontarkan oleh Pendiri dan Penasihat Nalar Institute sekaligus Sekjen Konferensi Republik, Yanuar Nugroho. Dalam pemaparannya, Yanuar menyoroti bagaimana arus resentralisasi kelembagaan dan anggaran kini kian menekan daerah.</p>
<p>​Ia membeberkan fakta mengenai pemotongan Transfer ke Daerah (TKD), terutama Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Desa, yang berdampak langsung pada kelumpuhan infrastruktur dasar di berbagai wilayah, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT).</p>
<p>​Tata Kelola dan Akuntabilitas yang Absen: Yanuar mengambil studi kasus program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan tanpa regulasi yang matang serta minimnya pengawasan institusional sejak awal implementasinya.</p>
<p>​Gelombang Protes dan Krisis Ekonomi: Ia mencatat adanya 8 gelombang protes besar sepanjang dua tahun terakhir sebagai respons atas menyempitnya ruang sipil dan lambatnya penanganan kemanusiaan serta ekologi (seperti krisis kabut asap).</p>
<p>​Negara di Dalam Masyarakat: Yanuar menutup paparannya dengan sebuah tawaran cara pandang baru: bahwa negara seharusnya berada di dalam masyarakat, di mana pemerintah bukanlah penguasa mutlak, melainkan sekadar &#8220;pengurus&#8221; yang mandatnya dititipkan oleh kedaulatan rakyat.</p>
<p><strong>Menempatkan NTT Kembali sebagai Subjek, Bukan Objek</strong></p>
<p>​Sementara itu, Jaleswari Pramodhawardhani menyoroti bagaimana pemerintah pusat saat ini berupaya menarik kembali kekuasaan lewat tiga jalur utama: jalur uang (lewat pemangkasan anggaran daerah), jalur aparat (lewat pendirian Batalyon Teritorial Pembangunan di NTT yang dinilai sebagai bentuk welfare militarism), hingga jalur suara (wacana Pilkada lewat DPRD).</p>
<p>​Jaleswari mengingatkan kembali sejarah emas tahun 1965, di mana masyarakat Flores melalui jaringan koperasi dan Partai Katolik di Ende hingga Maumere menjadi motor penggerak lahirnya koran Kompas. Ia menegaskan bahwa &#8220;pinggiran&#8221; pernah dan harus selalu menjadi fondasi ruang publik nasional.</p>
<p>​Sebagai penutup, ia menitipkan tugas bagi sivitas akademika Universitas Nusa Nipa, yakni mendokumentasikan apa yang sengaja dilewatkan oleh negara, mulai dari korban pascabencana hingga intimidasi di lapangan, menolak melupakan luka lama agar kesalahan tata kelola tidak terus berulang, mengajukan pertanyaan kritis dan berani menarik dukungan terhadap kebijakan yang merugikan rakyat.</p>
<p>​Konferensi Republik di Unipa Maumere ini tidak sekadar menjadi ruang dialog akademis, melainkan sebuah seruan moral kolektif agar republik kembali hadir secara adil, demokratis, dan bermartabat bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke.</p>
<p>Rangkaian kegiatan side event konferensi republik hari pertama meliputi sesi pembukaan, pemaparan materi utama, diskusi kelompok berdasarkan klaster, sidang pleno, Forum Educational Leaders, serta kegiatan malam bertajuk Welcome to Nusa Nipa Night &amp; Refleksi Budaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perdana Terjun ke Dunia Film, Arys Hayon Sukses Produseri Film ‘Anak Babi Bapa”</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6447/perdana-turjun-ke-dunia-film-arys-hayon-sukses-produseri-film-anak-babi-bapa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 04:50:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Arys Hayon]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Film Anak Babi Bapa]]></category>
		<category><![CDATA[Film Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Yansen Paji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6447</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere – Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; yang disutradarai oleh Yansen Paji berhasil masuk nominasi film pendek terbaik dalam ajang festival 100% Manusia dan Flobamora Film Festival. Keberhasilan ini menjadi cerita menarik tidak hanya bagi sutradara melainkan juga bagi tim secara khusus bagi Arys Hayon selaku Produser film tersebut. Kesuksesan memproduseri film ini menjadi keberhasilan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere</strong> – Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; yang disutradarai oleh Yansen Paji berhasil masuk nominasi film pendek terbaik dalam ajang festival 100% Manusia dan Flobamora Film Festival. Keberhasilan ini menjadi cerita menarik tidak hanya bagi sutradara melainkan juga bagi tim secara khusus bagi Arys Hayon selaku Produser film tersebut. Kesuksesan memproduseri film ini menjadi keberhasilan serentak sejarah baginya. Alasannya Film pendek yang diproduksi oleh Misenema Production ini menjadi film pendek dan pengalaman pertama bagi Arys Hayon dalam dunia Film secara khusus sebagai produser film.</p>
<p>Pencapaian ini menjadi hasil dari kerja keras sekaligus pengalaman berharga bagi Arys Hayon dan kawan-kawan. Bagi mereka, keberhasilan tersebut bukan sekadar tentang kompetisi dan penghargaan, melainkan juga tentang keberanian memulai sesuatu yang baru, belajar bersama, dan membangun kreativitas tanpa rasa takut. Sebagai produser, Arys Hayon mengungkapkan bahwa salah satu hal yang mendorongnya terlibat dalam produksi film ‘Anak Babi Bapa’ adalah kedekatan kisah film tersebut dengan pengalaman hidupnya sendiri dan teman-temannya yang merupakan mantan frater.</p>
<p>“Awalnya saya diajak oleh teman yang adalah sutradara, Yansen Paji, yang juga merupakan rekan kerja di kantor. Alasan saya memilih bergabung dan memproduseri film ini karena kisah dalam film ini sangat <em>relate</em> dengan kehidupan saya sebagai seorang eks frater” Ungkap Arys.</p>
<p>Kedekatan emosional dengan cerita itulah yang menjadi alasan mendasar bagi Arys untuk mengambil bagian sebagai produser. Kisah yang terasa dekat dengan kehidupan Arys Hayon selaku Produser dan Yansen Paji selaku Sutradara dan juga sebagian besar anggota tim  menjadi dorongan untuk menerjemahkan pengalaman tersebut ke dalam sebuah karya audiovisual, ‘Anak Babi Bapa’. Perjalanan menggarap film ini juga tidak dimulai dengan bekal pengalaman profesional. Arys dan tim memulai semuanya dari nol. Dalam artian belum memiliki pengalaman sama sekali di dunia film. Bagi sebagian besar anggota tim, produksi Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; merupakan pengalaman pertama.</p>
<p>“Pengalaman pertama dan produser film pertama. Awalnya saya diiajak oleh sutradara. Secara pengetahuan, saya lebih banyak mengenal dunia sastra seperti teater dan drama tetapi ini merupakan benang merah yang menghubungkannya ke dunia Film” Tambah Arys.</p>
<p>Sebagai seorang yang bergelut di dunia filsafat, film adalah sesuatu yang tidak pernah terlintas dalam benak Arys Hayon. Namun pengalaman di dunia teater dan drama telah menjadi pengalaman yang membekali dirinya dalam dunia seni. Dunia teater dan drama menjadi semacam jembatan yang menghubungkannya dengan dunia film. Di tengah keterbatasan tersebut, semangat saling membantu menjadi kekuatan utama dalam produksi film. Kerja sama dan kemauan untuk belajar bersama membuat proses penggarapan film terasa lebih mudah untuk dijalani.</p>
<figure id="attachment_6442" aria-describedby="caption-attachment-6442" style="width: 202px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-6442" src="https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-26-at-11.31.44-202x300.jpeg" alt="" width="202" height="300" srcset="https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-26-at-11.31.44-202x300.jpeg 202w, https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-26-at-11.31.44.jpeg 518w" sizes="(max-width: 202px) 100vw, 202px" /><figcaption id="caption-attachment-6442" class="wp-caption-text">Flyer Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217;</figcaption></figure>
<p><strong>Misenema: ‘Semut’ Kecil yang Membentuk Tim Besar </strong></p>
<p>Perjalanan produksi film pendek ‘Anak Babi Bapa’ juga menjadi bagian penting dari lahirnya Misenema. Menurut Arys Hayon dan dipertegas oleh Yansen Paji, Misenema adalah asas filosofis yang lahir dari penghayatan terhadap sistem kerja semut. Secara harafiah, Mise artinya semut dalam Bahasa Lio dan Sinema (gambar bergerak). Hal ini dilatarbelakangi oleh bagaimana perjalanan dan system kerja tim dalam memproduksi film tersebut. Mulai dari proses rekrutmen anggota tim yang tidak formal sampai pada bahu-membahu saling membantu melengkapi satu dengan yang lainnya. Inilah cikal bakal lahirnya Misenema.</p>
<p>Keanggotaan kru Misenema berasal dari lingkungan pertemanan, rekan kerja, teman-teman kos, serta mahasiswa Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero. Pola keterlibatan yang terbuka tersebut memperlihatkan bahwa ruang kreatif dapat tumbuh dari lingkungan sederhana. Tidak harus dimulai dengan tim yang mapan atau sumber daya yang besar, tetapi dapat berawal dari pertemuan dengan orang-orang yang memiliki semangat dan keinginan yang sama untuk menciptakan sesuatu.</p>
<p>Bagi Arys dan tim, masuknya ‘Anak Babi Bapa’ ke dalam nominasi di dua festival film menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan dan mengenal lebih banyak orang di dunia perfilman. Arys mengaku bahwa pengalaman dan pencapai film Anak Babi Bapa memberinya pemahaman baru tentang posisi dan tanggung jawab sebagai seorang produser.</p>
<p>“Keberhasilan film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; membuat saya tahu bagaimana menggarap film dari sisi produser dan dengan ini kami, secara khusus saya, mengenal lebih banyak orang dan masuk ke sircle yang lebih luas” Tambahnya.</p>
<p><strong>Motivasi dan Harapan</strong></p>
<p>Keberhasilan Film ‘Anak Babi Bapa’ dalam nominasi nasional tidak berhenti sebagai pencapaian pertama Bagi Arys dan Misenema Production. Arys berharap pengalaman ini menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk terus menghasilkan karya yang lebih baik. Ia juga berharap semakin banyak naskah dan cerita yang dapat dikembangkan menjadi film. Dengan demikian, pengalaman, gagasan, dan kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan masyarakat dapat memperoleh ruang untuk diceritakan secara audiovisual.</p>
<p>“Harapan saya, ini menjadi motovasi tim, film yang kami garap dari minus, dari kekurangan ini menjadi motivasi bagi kami untuk menghasilkan karya-karya yang lebih bagus lagi. Semoga ada naskah-naska film yang diberikan kepada kami dan bisa menggarap menjadi film yang baik” Ujarnya.</p>
<p>Perjalanan produksi Film ‘Anak Babi Bapa’ tidak semuda yang dibayangkan. Arys mengaku mengalami banyak tantangan. Apalagi film ini adalah film pertama bagi mereka. Namun tantangan dalam dunia kreatif tidak menjadi alasan bagi mereka untuk berhenti berkarya. Di sisi lain, Arys juga mengungkapkan bahwa dalam dunia kreatif seperti dunia film belum banyak diminati sebagian besar orang secara khusus masyarakat di Kabupaten Sikka. Hal tersebut barangkali disebabkan oleh manfaat finansialnya yang belum dirasakan secara langsung. Namun Arys tetap pada komitmennya yang besar untuk terus bergelut di dunia kreatif. Ia tidak henti-hentinya mengajak para pegiat kreatif untuk tidak mudah menyerah hanya karena persoalan finansial</p>
<p>“Teruslah berkarya, jangan putus asa, biarlah karya kita yang berbicara,” Arys menambahkan.</p>
<p>Perjalanan Arys Hayon dan Misenema melalui film ‘Anak Babi Bapa’ menjadi pengingat bahwa sebuah karya tidak selalu lahir dari pengalaman panjang atau tim yang formal. Terkadang, karya justru lahir dan dimulai dari keberanian mengambil risiko, cerita yang dekat dengan kehidupan, orang-orang dekat dan sekelompok orang yang bersedia belajar serta berjalan bersama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; Lolos Nominasi Nasional, Yansen Paji: Ini Adalah Film Pertama</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6441/film-anak-babi-bapa-lolos-nominasi-nasional-yansen-paji-ini-adalah-film-pertama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2026 04:32:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Arys Hayon]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Film Anak Babi Bapa]]></category>
		<category><![CDATA[IFTK Ledalero]]></category>
		<category><![CDATA[Misenema]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Audiovisual]]></category>
		<category><![CDATA[Yansen Paji]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6441</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM&#8211; Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; karya Yansen Paji dkk berhasil menggemparkan pencinta film tana air. Film yang diproduksi oleh Misenema Production dan diproduseri oleh Arys Hayon ini berhasil masuk nominasi dalam dua ajang film sekaligus yakni 100 % Manusia dan Flobamora Film festival. Pada ajang 100% Manusia, Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; akan diputar di 3 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>&#8211; Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; karya Yansen Paji dkk berhasil menggemparkan pencinta film tana air. Film yang diproduksi oleh Misenema Production dan diproduseri oleh Arys Hayon ini berhasil masuk nominasi dalam dua ajang film sekaligus yakni 100 % Manusia dan Flobamora Film festival. Pada ajang 100% Manusia, Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; akan diputar di 3 kota yakni Jakarta, Jogjakarta dan Bali. Sedangkan pada Flobamora Film Festival, Film ini akan ditayang di Kupang pada akhir Oktober.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Inisiasi Awal  ke Dunia Film </strong></p>
<p>Inisiasi awal film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; bermula dari kesulitas memproduksi skript film sebelumnya yang berjudul &#8216;Maria&#8217;. Yansen Paji selaku sutradara mengaku bahwa pola pendekatan dalam sebuah film sangat mempengaruh proses produksinya. Metode Pendekatan yang tidak efesien akan menentukan sukses dan tidaknya sebuah film. Pendekatan yang kurang efesien dalam film Maria telah menenentukan bagaimana kesudahan proses produksinya.</p>
<p>Kegagalan pada Film Maria memacu Yansen Paji untuk berpikir keras. Puncaknya adalah perubahan metode pendekatan yang mempertimbangkan efektivitas proses produksi seperti sumber daya yang cepat diakses yang meliput tempat, actor dan hal-hal teknis lainnya. Hal ini merambah sampai pada kontak cerita yang mau dibangun atau digarap. Dari metode pendekatan yang baru munculah sebuah kesadaran untuk memulai melihat persoalan yang paling dekat dimulai dari kepekaan melihat situasi, dialog antar sesama dalam lingkup kehidupan setiap hari yang pada akhirnya dialog tersebut mengerucut pada persoalan: bagaimana menjadi seorang eks frater dan pandangan orang terhadapnya. Dialog tersebut juga pada akhirnya melahirkan persepsi bahwa setiap eks frater mengalami persoalan yang berfariasi, dari penerimaan sampai pada penolakan. Fenomena ini yakni penerimaan dan penolakan mendorong dan mengantar Yansen Paji, Sutradara film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217;, untuk melakukan riset lebih mendalam dengan basisnya penelitian adalah kehidupan di kos dimana Sutradara tinggal dan berinteraksi dengan teman-teman yang notabene merupakan mahasiswa IFTK Ledalero sekaligus eks frater dari seminari/biara-biara terdekat.</p>
<p><strong>‘Anak Babi Bapa’</strong></p>
<p>Persoalan yang dihadapi oleh anak kos pasca keluar seminari/biara dan pandangan orang, baik itu orang terdekat maupun yang lainnya sampai pada relasi dalam keluarga, merupakan persoalan yang relate dan riil. Yansen Paji melihat adanya pola yang selalu sama yang dihadapi oleh para mahasiswa yang merupakan eks frater yang memilih tinggal dan hidup di kos bahwasannya lazim terjadi penolakan, perubahan status dan cara pandangan yang berbeda, dari pengagungan yang luar biasa menjadi pengucilan dan penolakan. Hal senada hampir dialami sebagian besar mahasiswa eks frater. Fenomena yang terjadi adalah selalu terjadi benturan antara pilihan yang diambil dan keinginan orang tua. Ini merupakan sebuah riset sederhana yang dibangun melalui obrolan lepas antar anak kos. Hasil obrolan kemudian dipetahkan per persoalan, membuat synopsis dan kemudian ditulis menjadi skript yang pada akhirnya menjadi hidangan audiovisual yang berjudul ‘Anak Babi Bapa’.</p>
<p>Mengapa ‘Anak Babi’? Diksi anak Babi pada film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; adalah symbol yang disandingan dengan simbol lainnya yakni anak domba. Simbol yang sedang ‘dipermainkan’ dalam film ini adalah anak babi dan anak domba dengan basis referensinya adalah tradisi Geraja Katolik sebagai dua entitas simbol yang kontradiktif. Dasar biblisnya: dalam Kitab Suci  Yesus mengajarkan untuk meninggalkan 99 ekor demi mencari satu anak domba. Sedangkan dalam film ‘Anak Babi Bapa’ terdapat semacam pertanyaan reflektif dari tokoh: apakah saya adalah anak domba yang hilang kemudian dicari ataukah anak babi yang mana seperti dalam Kitab Suci  bahwa Yesus memindahkan roh-roh jahat kedalam kawanan babi dan babi itu melompat ke dalam jurang. Tokoh mempertanyakan apakah dia adalah anak domba yang dicari ketika hilang ataukah anak babi yang sekalipun lompat ke jurang tidak akan dicari.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>‘Anak Babi Bapa’ : Dari Kamar Kos Menuju 100 % Manusia</strong></p>
<p>Pencapain Film ‘Anak Babi Bapa’ yang disutradarai oleh Yansen Paji dan diproduseri oleh Arys Hayon adalah masuk nominasi pada dua ajang festival film sekaligus yakni 100% Manusia dan Flobamora Film Festival. Pada ajang 100% manusia, film  akan diputar di 3 kota yakni Jakarta, Jogjakarta dan Bali dan teranyar di Flobamora Film Festival yang akan ditayang di Kupang pada akhir Oktober. Mengapa di ajang 100 % Manusia dan flobamora film Festival ? Yansen Paji mengaku bahwa akses menuju kedua ajang ini lebih terbuka. Hal tersebut tidak terlepas juga dari karaketer film yang diproduksi yang sangat relevan dengan ajang film bersangkutan.</p>
<p>“Karena dua ajang film ini cukup mudah untuk dijangkau dan festival yang sudah dikenal. Setelah mengirim Film ini di 2 ajang ini barulah digali sumber-sumber festival dan menemukan cukup banyak festival yang dapat diakses dengan berbagai tema dan karakteristiknya. Karakter film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; ini sangat  relate dengan kedua ajang film ini dimana, ‘Anak Babi Bapa’ relate dengan Isu kemanusiaan yang menjadi syarat dan karakter khusus di Ajang 100 % Manusia dan Flobamora Film Festival adalah basis eksistensialnya.” Ungkap Yansen Paji.</p>
<p>Hal ini menjadi alasan utama mengapa harus ke 100 % Manusia dan Flobamora Film Festival. Namun tidak menutup kemungkinan film ini akan dieksplorasi lebih jauh dengan tetap mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku dalam dunia festival.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-6452" src="https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-29-at-11.52.47-284x300.jpeg" alt="" width="284" height="300" srcset="https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-29-at-11.52.47-284x300.jpeg 284w, https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-29-at-11.52.47.jpeg 726w" sizes="(max-width: 284px) 100vw, 284px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Misenema: Semut kecil yang Menjadi Rumah Besar </strong></p>
<p>Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; karya Yansen Paji ddk diproduksi pada sebuah rumah produksi yang bernama Misenema Production. Misenama mencerminkan sebuah kerja kolaboratif Yansen Paji dkk yang tidak terlepas dari kenyataan yang terjadi selama proses produksi. Selama proses produksi Yansen Paji dkk  bahu-membahu menyelesaikan berbagai pekerjaan. Masing-masing orang datang dengan kemampuan yg berbeda-beda: ada yang paham tentang audio, ada yang terampil dalam menggunakan kamera dan ada yang bisa mengatur lighting, dan lain-lain.</p>
<p>“Misenema itu nama rumah produksi kami. Itu penggabungan dari dua kata yakni &#8220;mise&#8221; dan &#8220;sinema&#8221;. &#8220;Mise&#8221; itu kata bahasa Lio yg artinya semut, sedangkan sinema itu merujuk pada seni, medium, sekaligus praktik penciptaan dan pengalaman film sebagai karya audiovisual” tambah Yansen.</p>
<p>Keberhasilan film tersebut secara khusus pada masuknya ke nominasi di ajang 100% Manusia dan Flobamora Film Festival merupakan buah dari kerjasama apik antar pihak. Berawal dari keberanian dan komitmen untuk mencoba sesuatu yang baru, Yansen Paji dkk mampu menyulap Misenama dari sebuah semut kecil  menjadi rumah yang besar. Keberhasilan ini membuat Yansen Paji dan kawan-kawan merasa bahagia bukan hanya karena apresiasi dari kedua ajang film tersebut. Yansen melihat adanya  pengakuan publik terhadap film yang digarap kurang lebih 5 bulan tersebut.</p>
<p>“Senang dan terharu karena pertama kali memproduksi film dan langsung diterima ke Festival. Diterimanya Film Anak Babi Bapa ini tidak sekedar apresiasi tetapi juga merupakan bentuk penghargaan dan pengakuan bahwa film tersebut layak untuk ditonton oleh publik” tambah Yansen.</p>
<p>Penerimaan sebuah film dalam sebuah festival merupakan jalan panjang yang tidak mudah. Sebuah film mesti melewati banyak tahapan mulai dari kurasi sampai pada penilaian. Selain itu karakter film tentu harus relate dengan tipe atau karakter  festival. Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; adalah film pendek yang memenuhi persyaratan tersebut. Karekter film yang dibangun lebih menekankan aspek kemanusiaan yang relate dengan ajang 100 % Manusia dan Flobamora Film Festival adalah basis aksistensialnya.</p>
<p>Kesuksesan Film &#8216;Anak Babi Bap&#8217;a tidak terlepas dari perjuangan melawan tantangan. Sebagai sebuah karya seni, proses produksi film sebuah film pada dasarnya harus memiliki sumber daya yang mantap. Kru setidaknya berpengalaman di dunia film. Namun hal ini tidak dimiliki oleh Yansen Paji dkk.  Menurut pengakuan Yansen, dari kru yang ada, hanya satu diantaranya yang sudah cukup berpengalaman di dunia industri film. Selebihnya bermodalkan niat dan keberanian untuk memulai sesuatu yang baru.</p>
<p>“Dari kru yang ada, hanya satu diantaranya yang sudah cukup berpengalaman di dunia industry film, yakni Mantero sebagai Direct of Photografy” Tambah Yansen.</p>
<figure id="attachment_6443" aria-describedby="caption-attachment-6443" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-6443" src="https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-26-at-11.29.01-300x169.jpeg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-26-at-11.29.01-300x169.jpeg 300w, https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-26-at-11.29.01-1024x576.jpeg 1024w, https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-26-at-11.29.01-768x432.jpeg 768w, https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/WhatsApp-Image-2026-10-26-at-11.29.01.jpeg 1366w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-6443" class="wp-caption-text">Yansen Paji, Sutradara dan Kru Misenema</figcaption></figure>
<p>Keterbatasan dan kekurangan yang pada akhirnya mendapat balasan yang setimpal membuat Yansen Paji dan kawan-kawan merasa bangga. Yansen mengaku berterima kasih kepada kru yang bekerja dengan keras tanpa menyerah hingga pada akhirnya memperoleh hasil yang luar biasa.</p>
<p>“Terima kasih karena film yang kita produksi membuahkan hasil yakni lolos festival . Itu artinya kerja keras kita berbuah baik dan tentu ini bukan merupakan film terakhir melainkan awal dan nanti akan ada pengalaman dan keseruan lain yang akan datang. Untuk penonton, selamat menikmati, selamat menonton.” Ungkap Yansen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal lain juga diungkapkan oleh Arys Hayon. Arys Hayon selaku produser dalam film ini mengakui bahwa proses produksi ini berawal dari minus tetapi pada akhirnya membuahkan hasil yang luar biasa. Arys juga berterima kasih kepada kru Misenema dan mengingatkan untuk tidak berpuas diri.</p>
<p>“Teruslah berkarya, jangan putus asa, biarlah karya kita yang berbicara,” Ungkap Arys.</p>
<p>Di sisi lain Kru Misenama juga berharap semoga film ini membuka ruang diskusi untuk lebih jauh melihat bagaimana persoalan agama atau bagaimana membaca agama secara lebih kritis, melihat fenomena agama lebih terbuka dan tidak hanya meletakan agama pada ruang privat karena agama sendiri sangat mempengaruhi cara manusia bertindak, cara manusia bertutur dan cara manusia bersikap. Semoga film ini dapat membuka ruang diskusi lebih luas.</p>
<p>Keberhasilan Film Anak Babi Bapa yang diproduksi oleh Misenema Production memberikan gambaran dan pemahaman bahwa tidak semua hal yang terlihat biasa akan berjalan dengan baik, tidak semua pengagungan terhadap status seseorang adalah tulus dan kekal. Terkadang orang mengagungkan seseorang hanya karena status sosialnya tanpa benar-benar merupakan susuatu yang berasal dari hati. Film &#8216;Anak Babi Bapa&#8217; juga menjadi pengingat: kita setia menentukan langkah sedangkan arahnya urusan Tuhan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sumpah Pemuda Di Tengah Pergantian Estafet Kepemimpinan Osis SMP Marsudirini Bogor</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6438/sumpah-pemuda-di-tengah-pergantian-estafet-kepemimpinan-osis-smp-marsudirini-bogor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 05:15:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[loysius Andres Wicaksono]]></category>
		<category><![CDATA[M.M]]></category>
		<category><![CDATA[Osis SMP Marsudirini Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Ristama M. Haloho]]></category>
		<category><![CDATA[S.Pd]]></category>
		<category><![CDATA[Sumpah Pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[Tobias Egan Bimantoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6438</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, BOGOR&#8211; Sekolah Menengah Pertama (SMP) Marsudirini Bogor di bawah naungan Yayasan Marsudirni, telah mensukseskan kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk periode tahun 2026/2027. Penyelenggaraan kegiatan ini didukung dan dipelopori oleh panitia dan pihak sekolah. Peran para pembina dalam mensukseskan kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS patut diacungkan jempol. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, BOGOR</strong>&#8211; Sekolah Menengah Pertama (SMP) Marsudirini Bogor di bawah naungan Yayasan Marsudirni, telah mensukseskan kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk periode tahun 2026/2027. Penyelenggaraan kegiatan ini didukung dan dipelopori oleh panitia dan pihak sekolah. Peran para pembina dalam mensukseskan kegiatan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS patut diacungkan jempol. Eksistensi pembina dalam mempelopori kegiatan ini dapat dikatakan sebagai motor penggerak yang penuh totalitas. Seperti tak mau ketinggalan dalam peran dan partisipasi, demikian halnya siswa dan siswi yang tergabung dalam keanggotaan OSIS lama dari tiap-tiap divisi, pun memberikan semangat dan kontribusinya masing-masing sebagai bentuk kesatuan yang utuh dan harmonis.</p>
<p>Senin, 19 Oktober 2026 kegiatan pemilihan OSIS diselenggarakan di gedung SMP Marsudirni Bogor, dan diikuti oleh seluruh peserta mulai dari siswa dan siswi serta bapak ibu guru, secara demokratis. Penyelenggaraan kegiatan tersebut berjalan kondusif dan humanis. Adapun SMP Marsudirini Bogor di bawah naungan Yayasan Marsudirini yang dikelola oleh suster-suster OSF mulai beroperasi sejak tanggal 14 Juli 2003 (berdasarkan SK Pendirian tanggal 1 Juli 2003). Ini berarti sudah ke-23 kali berturut-turut kegiatan ini diselenggarakan. Menariknya adalah regulasi dalam proses seleksi pemilihan Ketua dan Wakil, maupun proses pemilihan suara dibuat lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya. Penyelenggara sekaligus Pembina OSIS, Ristama M. Haloho, S.Pd, M.M, menegaskan bahwa, kegiatan ini dilaksanakan bukan sekadar mengikuti kewajiban dalam sebuah sistem yang berlaku. Tapi lebih dari itu, penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mengasah kemampuan berorganisasi dan bersosialisasi. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk melatih siswa dan siswi dalam berdemokrasi. Seluruh siswa dan siswi harus tahu artinya, bahwa demokrasi sejatinya adalah sebuah sistem pemerintahan yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Oleh sebab itu, dalam konteks penyelenggaraan ini, pemegang kekuasaan tertinggi adalah siswa-siswi yang tidak termasuk dalam struktur pengorganisasian. Hal ini kemudian selaras dengan arti demokrasi itu sendiri (demikian Ristama Haloho).</p>
<p>Proses pemaparan visi dan misi oleh para kandidat tidak dilakukan melalui <em>central</em> (pusat informasi) melainkan diberikan kebebasan untuk menampilkan diri dengan cara berpikir kritis dan otentik kepada audiens serta pasangan calon lainnya. Adapun pasangan calon atas nama Tobias Egan Bimantoro (Egan), dan Aloysius Andres Wicaksono (Andres) yang kemudian menempati posisi pertama pemilihan suara terbanyak sekaligus penerima tongkat estafet kepemimpinan; dalam sebuah sesi tanya jawab bersama audiens menjelaskan bahwa, jika  menjadi ketua dan wakil ketua, mereka akan menjadi promotor utama dalam mengkonsolidasi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) untuk hal-hal yang membangun dan menunjang kemajuan SMP Marsudirini Bogor. Menjawabi pertanyaan <em>skeptis </em>dari beberapa siswa dan siswi terkait eksistensi OSIS sebagai wadah aspirasi dan komunikasi, Egan dan Andres secara gamblang menjelaskan bahwa, OSIS adalah tempat dimana kita menemukan jati diri, pertukaran ide, dan gagasan, serta wadah untuk bersosialisasi dengan sesama. Tidak ketinggalan, siswi atas nama Gabriella Anindito Nugroho (IX) mengajukan pertanyaan kritisnya mengenai titik fokus OSIS dalam konteks akademik, dan non akademik; mana yang dahulu diutamakan di masa kepemimpinan Anda dalam membangun peningkatan Pendidikan SMP Marsudirini Bogor? Dengan senyum yang ramah, siswa yang akrab disapa Egan itu, menjawab pertanyaan tersebut dengan bijak. Keduanya mesti berjalan bersama.  Aspek akademik adalah esensi untuk menjembatani aspek lainnya (non akademik). Kedua aspek tersebut mesti menjadi penopang dalam konteks pendidikan, dan tidak bisa dilepaspisahkan (demikian Egan). Lebih lanjut, Egan menjelaskan bahwa aspek akademik sebenarnya adalah akar rumput dalam penemuan bakat-bakat pada non akademik. Dari aspek akademik itulah kita menemukan kompetensi dalam diri yang kemudian dapat kita dikembangkan.</p>
<p>Rabu 28 Oktober 2026 diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda, dan tepat di momen itu tongkat estafet kepemimpinan Amorra Maliycha Aisha Toekan berpindah tangan kepada Tobias Egan Bimantoro, pria yang sering disapa Egan itu. Dalam situasi dan suasana tenang sebelum apel pagi, seperti biasa para Guru serta Tenaga Kependidikan mulai bergegas untuk mengikuti apel hari Sumpah Pemuda sekaligus mengikuti proses serah terima kepengurusan OSIS yang baru. Pembina Upacara I Made Danu dalam amanatnya menjelaskan bahwa, menjadi seorang pemimpin dan pengurus sebuah organisasi (OSIS) berarti harus mampu memimpin diri sendiri. Bagaimana mungkin kita memimpin orang lain, jika kita tidak memiliki kapabilitas sebagai pemimpin? Lebih lanjut, pelantikan sekaligus penyerahan tongkat estafet kepemimpinan di hari sumpah pemuda adalah dua hal yang memiliki nilai dan makna yang sama yaitu, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, Di kala pemuda bersumpah menjaga persatuan bangsa, di situlah OSIS harus mampu menjaga persatuan dan kesatuan seluruh siswa-siswi tanpa membeda-bedakan apalagi mendiskriminasi. Momen ini pun harus menjadi langkah penting untuk pembenahan sekaligus transisi dari hal lama ke hal baru, tuturnya. Pada momen tersebut juga I Made Danu memberikan <em>appreciate</em> kepada para pengurus lama yang telah berkontribusi selama setahun, dan juga totalitas yang tak kenal waktu.</p>
<p>Mantan Ketua OSIS periode 2025/2026, Amorra Maliycha Aisha Toekan saat dimintai keterangan setalah penyerahan tongkat estafet kepemimpinan beliau menjelaskan bahwa, menjadi pemimpin harus mempunyai visi yang kuat, juga totalitas serta konsistensi dalam menjaga marwah kepemimpinan. Menurut Amorra, OSIS bukan hanya sebuah wadah aspirasi, tetapi lebih dari itu adalah pelayan yang harus berkontribusi tanpa pamrih.</p>
<p>Salah satu siswi dari kelas IX atas nama Imaculata Audrey Sulistyo mantan anggota OSIS (dari divisi bela negara) memberikan persepsinya setelah penyerahan tongkat kepemimpinan; bahwasanya pemilihan dan pelantikan OSIS tahun ini menjadi momen yang berbeda dari tahun sebelumnya. Ia menyampaikan bahwa struktur kepengurusan OSIS mulai dari Ketua dan Wakil sampai pada staf-stafnya begitu antusias menyambut hari pelantikan dan pergantian kepengurusan. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kehadiran pemimpin baru dalam OSIS mesti menyadari pentingya nilai Pancasila dalam membangun struktur kepengurusan OSIS tersebut. Audrey Sulistyo juga memberikan pesannya, bahwa OSIS adalah wadah untuk pendampingan dalam pembentukan karakter bagi siswa-siswi dalam berkarya dan berprestasi, bukan sekadar halusinasi.</p>
<p>Di tengah tuntutan pendidikan modern, sekolah tidak hanya menjadi tempat mengasah kemampuan akademik semata. Tetapi lebih dari itu, sekolah harus menjadi tempat dimana generasi muda belajar berinteraksi dan belajar menjadi pempimpin yang humanis. Dalam filsafat, makna dari kepemipinan sejati itu seperti memasuki sebuah taman yang dipenuhi oleh beragam pemikiran dan ide-ide brilian yang telah menginspirasi banyak generasi (bdk. Dionisius Riandika, Filsafat Kepemimpinan). Siswa dan siswi perlu memahami bahwa kepemimpinan dalam berorganisasi lebih dari sekadar sebuah kekuasaan; ia adalah sebuah seni yang memadukan <em>vision</em>, <em>accountability</em>, dan <em>mentality</em>.  Organisasi merupakan kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian dalam perkumpulan untuk tujuan tertentu, dan atau kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama” (bdk. KBBI, No. 802). Jika organisasi merupakan kesatuan yang terdiri atas bagian-bagiannya untuk mencapai sebuah tujuan tertentu, maka tujaun tersebut harus menjadi tujuan untuk kebaikan bersama (<em>bonum commune</em>).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Magang WHN Sosialisasikan Organisasi Sekaligus Menjadi Agen Perlinsos.</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6412/mahasiswa-magang-whn-sosialisasikan-organisasi-sekaligus-menjadi-agen-perlinsos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 06:28:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Ga Kore]]></category>
		<category><![CDATA[Kanasius Kana Dimu]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungan Sosial (Perlinsos).]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[SABU LIAE]]></category>
		<category><![CDATA[Wawasan Hukum Nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6412</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SABU LIAE – Mahasiswa magang organisasi WHN, Andreas Ga Kore dan Kanasius Kana Dimu, melaksanakan kegiatan sosialisasi organisasi sekaligus mendampingi masyarakat kurang mampu dalam proses pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos), di Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan peran dan fungsi organisasi WHN kepada masyarakat serta membantu warga memperoleh [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SABU LIAE</strong> – Mahasiswa magang organisasi WHN, Andreas Ga Kore dan Kanasius Kana Dimu, melaksanakan kegiatan sosialisasi organisasi sekaligus mendampingi masyarakat kurang mampu dalam proses pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos), di Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan peran dan fungsi organisasi WHN kepada masyarakat serta membantu warga memperoleh akses terhadap program perlindungan sosial yang tersedia sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, Andreas dan Kanasius memberikan penjelasan mengenai profil organisasi WHN, tujuan pembentukannya, serta peran organisasi dalam mendukung dan mendampingi masyarakat. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat mengenal lebih jauh keberadaan WHN dan memahami manfaat pendampingan yang diberikan.</p>
<p>Selain memberikan sosialisasi, kedua mahasiswa magang tersebut turut membantu warga kurang mampu dalam proses pendaftaran Perlinsos. Pendampingan dilakukan dengan memberikan informasi mengenai persyaratan administrasi serta menjelaskan tahapan pendaftaran agar masyarakat dapat memahami prosedur yang harus dilalui.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa magang WHN dalam mendukung masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan pendampingan untuk mengakses layanan perlindungan sosial. Dengan adanya bantuan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai prosedur pendaftaran dan peluang untuk mengakses program bantuan sesuai kriteria yang ditetapkan.</p>
<p>Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini, Andreas Ga Kore dan Kanasius Kana Dimu juga memperoleh pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa magang dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang organisasi WHN dan akses terhadap layanan perlindungan sosial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lewat Permainan Rakyat, Anak-anak Sikka Pulihkan Luka Pascagempa Bersama Kemenbud RI dan KPOTI</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6403/lewat-permainan-rakyat-anak-anak-sikka-pulihkan-luka-pascagempa-bersama-kemenbud-ri-dan-kpoti/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 03:06:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Jenderal Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Kemenbud RI]]></category>
		<category><![CDATA[Judi Wahyudin]]></category>
		<category><![CDATA[Juventus Prima Yoris Kago]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenbud RI dan KPOTI]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Permainan Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6403</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE – Gelak tawa dan teriakan gembira anak-anak menggema riuh di halaman Pusat Jajanan dan Cinderamata (PJC), Kota Maumere, Jumat (23/10/2026) sore. Suasana yang sempat terasa berat pascagempa perlahan terangkat, berganti dengan senyum lebar di wajah para anak yang kembali tertawa lepas. Sekumpulan anak laki-laki saling bersorak saat gasing berputar di tanah, sementara anak-anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE</strong> – Gelak tawa dan teriakan gembira anak-anak menggema riuh di halaman Pusat Jajanan dan Cinderamata (PJC), Kota Maumere, Jumat (23/10/2026) sore. Suasana yang sempat terasa berat pascagempa perlahan terangkat, berganti dengan senyum lebar di wajah para anak yang kembali tertawa lepas.</p>
<p>Sekumpulan anak laki-laki saling bersorak saat gasing berputar di tanah, sementara anak-anak perempuan berusaha menyeimbangkan diri di atas egrang bambu, tertawa saat hampir terjatuh. Tak kalah seru, anak-anak duduk berhadapan dan bermain congklak bersama. Inilah potret kebahagiaan yang dihadirkan dalam kegiatan bertajuk</p>
<p>&#8220;Laba Limang, Bahagia Bersama Anak Nian Tana Sikka&#8221;, sebuah upaya pemulihan psikologis atau trauma healing bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi 15 Agustus 2026 silam.<br />
Sebanyak 240 siswa dari 12 sekolah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, hadir dan menikmati rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, didukung penuh oleh Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) serta Pemerintah Kabupaten Sikka.</p>
<p>Sembilan jenis permainan rakyat dihadirkan untuk mengobati rasa sedih dan cemas yang masih tersisa di hati anak-anak, meliputi: tali merdeka, congklak, egrang bambu, egrang batok kelapa, laba limang (gotong tandu siku), gasing, gala asin, engklek, dan tumbu blanga.<br />
&#8220;Senang sekali karena kami bisa bermain permainan yang dulu sering dimainkan dan kini mulai terlupakan. Kami juga bisa menjalin keakraban dengan teman-teman dari sekolah lain,&#8221; ungkap Yohana Ani Koten, siswi Kelas IX SMP Bina Wirawan yang terlihat sangat antusias bermain engklek dan egrang bersama teman-temannya.</p>
<p>Dalam sambutan pembukaan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Kemenbud RI, Judi Wahyudin, menjelaskan bahwa permainan rakyat dan olahraga tradisional merupakan dua dari sepuluh Obyek Pemajuan Kebudayaan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Di NTT saja, tercatat tidak kurang dari 162 permainan rakyat yang dapat dikembangkan dan dioptimalkan sebagai sarana positif di lingkungan sekolah dan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Permainan rakyat bukan sekadar bergerak atau bermain. Di dalamnya ada olah rasa dan olah pikir yang sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Di tengah situasi pascabencana seperti ini, kegiatan ini kami harap dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali merasa aman, bahagia, dan saling menguatkan,&#8221; ujar Judi Wahyudin.</p>
<p>Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak gempa yang melanda Kabupaten Sikka dan berharap kegiatan ini dapat menjadi awal yang baik bagi pemulihan semangat anak-anak maupun masyarakat luas.<br />
Sementara itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago yang secara resmi membuka kegiatan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah pusat, Kemenbud RI, KPOTI, dan seluruh pihak yang senantiasa hadir mendampingi masyarakat Sikka di masa-masa sulit pascagempa.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya kembali mengenalkan permainan rakyat kepada anak-anak, di tengah gempuran gawai yang kini mendominasi waktu bermain anak.</p>
<p>&#8220;Dulu anak-anak kita tumbuh dengan permainan yang melatih kelincahan, kecerdasan, dan kebersamaan. Kini banyak anak lebih sering menghabiskan waktu dengan gawai. Melalui kegiatan ini, kita ingin mengingatkan kembali bahwa ada cara bermain yang lebih sehat, lebih menyenangkan, dan membuat kita saling dekat satu sama lain,&#8221; kata Bupati Juventus.</p>
<p>Harapannya sederhana anak-anak dapat kembali tersenyum, menemukan semangat baru, dan menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam melewati masa sulit ini.<br />
Suasana kebersamaan terasa tak hanya dirasakan oleh anak-anak. Para guru pembimbing pun ikut terlibat, mengenang masa kecil mereka saat bermain permainan tradisional. Bernadetha Nona Ida, guru dari SDI Misir yang membawa 20 siswa kelas V dan VI, mengaku sangat bersyukur anak-anak didiknya bisa ikut serta.</p>
<p>Ia melihat perubahan positif: anak-anak terlihat ceria, teralihkan dari ponsel, dan lebih saling berinteraksi.<br />
&#8220;Mereka sangat senang. Semoga ke depan sekolah-sekolah bisa rutin mengadakan kegiatan seperti ini, bahkan menjadikannya bagian dari kegiatan ekstrakurikuler agar permainan rakyat tetap hidup di kalangan anak-anak,&#8221; harapnya.</p>
<p>Sebagai penutup rangkaian acara, Bupati Sikka bersama para tamu undangan secara simbolis memutar gasing, menandai dimulainya kegiatan bermain bersama secara resmi. Dalam momen yang penuh kehangatan itu, Bupati juga menyerahkan secara simbolis paket bantuan berisi kotak pensil dan botol minum kepada perwakilan siswa dari Pulau Palue salah satu wilayah yang paling terdampak gempa dan belum bisa hadir langsung di Maumere karena keterbatasan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Infinity Harmony 2026, Kisah Haru Faiz dan Akeyla Menggema dalam Satu Nada Kemanusiaan</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6398/infinity-harmony-2026-kisah-haru-faiz-dan-akeyla-menggema-dalam-satu-nada-kemanusiaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2026 15:29:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gedung Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM)]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Brawijaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6398</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Malang— Di balik alunan musik dan kemegahan panggung Infinity Harmony 2026, tersimpan kisah perjuangan dua anak yang mengajarkan arti keberanian, harapan, dan kebahagiaan. Faiz dan Akeyla, dua pejuang kecil dengan persoalan kesehatan jantung, hadir dalam pertunjukan bertajuk “Satu Nada Kemanusiaan” di Gedung Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (17/10/2026). Bagi keduanya, kesempatan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Malang— Di balik alunan musik dan kemegahan panggung Infinity Harmony 2026, tersimpan kisah perjuangan dua anak yang mengajarkan arti keberanian, harapan, dan kebahagiaan. Faiz dan Akeyla, dua pejuang kecil dengan persoalan kesehatan jantung, hadir dalam pertunjukan bertajuk “Satu Nada Kemanusiaan” di Gedung Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (17/10/2026).</p>
<p>Bagi keduanya, kesempatan tampil bukan sekadar bagian dari pertunjukan seni. Momen tersebut menjadi ruang untuk merayakan keberanian, menikmati kebersamaan, sekaligus membuktikan bahwa setiap anak berhak merasakan kebahagiaan, apa pun tantangan kesehatan yang dihadapinya.</p>
<p>Infinity Harmony 2026 menghadirkan perpaduan orkestra dan teater modern yang tidak hanya menyuguhkan keindahan seni, tetapi juga menyampaikan pesan tentang kemanusiaan dan inklusivitas. Salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Yayasan Pejuang Mimpi, yang mendampingi anak-anak dengan beragam kondisi dan tantangan kesehatan.</p>
<p>Kehadiran anak-anak dampingan yayasan menjadi bagian penting dari pertunjukan tersebut. Mereka memperoleh ruang untuk berekspresi, berkarya, dan merasakan kebersamaan tanpa harus didefinisikan semata-mata oleh kondisi kesehatan yang mereka hadapi.</p>
<p><strong>Perjuangan di Balik Senyum</strong></p>
<p>Di balik penampilan yang penuh sukacita, Faiz dan Akeyla menyimpan perjuangan yang tidak sederhana. Keduanya menghadapi persoalan kesehatan jantung, sementara kondisi sejumlah anak dampingan Yayasan Pejuang Mimpi juga mengalami penurunan selama sebulan terakhir akibat perubahan cuaca.</p>
<p>Situasi itu sempat menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, anak-anak telah lama menantikan kesempatan untuk tampil dalam pertunjukan tersebut. Bagi mereka, panggung Infinity Harmony bukan sekadar tempat menunjukkan kemampuan, melainkan juga kesempatan untuk merasakan pengalaman berharga bersama teman-teman.</p>
<p>Pengasuh Yayasan Pejuang Mimpi mengungkapkan bahwa keikutsertaan anak-anak, khususnya Faiz dan Akeyla, merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Meski kondisi kesehatan keduanya tidak selalu stabil, mereka tetap berusaha agar dapat hadir dalam momen istimewa itu.</p>
<p>“Penampilan hari ini adalah sebuah penghargaan buat anak-anak, terutama untuk Faiz dan Akeyla, dua pejuang jantung yang sebenarnya tidak baik-baik saja. Namun, untuk konser ini, mereka berjuang untuk sehat,” ungkapnya melalui pesan setelah kegiatan berlangsung.</p>
<p>Pernyataan tersebut menggambarkan betapa berharganya kesempatan yang mungkin terlihat sederhana bagi sebagian orang, tetapi memiliki arti mendalam bagi anak-anak yang setiap hari berhadapan dengan tantangan kesehatan.</p>
<p><strong>Akeyla, dari Ruang Perawatan ke Panggung Kebahagiaan</strong></p>
<p>Kisah Akeyla menjadi salah satu bagian paling menyentuh dalam perjalanan menuju pertunjukan tersebut.</p>
<p>Sebelum acara berlangsung, Akeyla sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisi itu membuat keikutsertaannya hampir dibatalkan. Menurut penuturan pengasuh yayasan, keluarga Akeyla juga menerima kabar berat dari dokter mengenai kondisi kesehatan dan harapan kesembuhannya.</p>
<p>Di tengah masa perawatan, Akeyla hanya dapat menyaksikan teman-temannya berlatih dari tempat tidurnya di rumah sakit. Namun, keinginannya untuk hadir dan menjadi bagian dari pertunjukan tetap terlihat.</p>
<p>Melihat kerinduan sang anak, orang tua Akeyla akhirnya memutuskan untuk tetap membawanya menghadiri kegiatan tersebut agar ia dapat merasakan kebahagiaan bersama teman-temannya.</p>
<p>Keputusan itu menghadirkan pengalaman yang penuh makna. Selama kegiatan berlangsung, Akeyla terlihat ceria dan bersemangat. Di tengah perjuangan kesehatannya, ia memperoleh kesempatan untuk menikmati suasana pertunjukan dan mengabadikan momen bersama orang-orang yang hadir.</p>
<p>Salah satu kebahagiaan yang dirasakannya adalah ketika berkesempatan berfoto bersama Ratna Handini, S.H., selaku Dewan Penasihat Yayasan Ariosan Malang.</p>
<p>“Hari ini Key bahagia sekali. Dia seolah tidak sakit. Hari ini dia begitu ceria, begitu semangat, terutama saat berfoto dengan Bu Ratna,” tutur pengasuh yayasan tersebut.</p>
<p>Bagi keluarga besar Yayasan Pejuang Mimpi, keceriaan Akeyla menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Kebahagiaan itu menunjukkan bahwa di balik perjuangan kesehatan yang berat, seorang anak tetap memiliki harapan, impian, dan keinginan sederhana untuk diterima, ditemani, serta menikmati kebersamaan.</p>
<p>Momen tersebut juga menjadi pengingat bahwa kehadiran, perhatian, dan kesempatan untuk terlibat dalam kehidupan sosial dapat memberikan pengalaman emosional yang sangat berarti bagi anak-anak.</p>
<p><strong>Satu Nada, Sejuta Makna Kemanusiaan</strong></p>
<p>Pengasuh Yayasan Pejuang Mimpi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi anak-anak melalui Infinity Harmony 2026.</p>
<p>Ia juga memohon doa bagi kesehatan para pejuang kecil yang masih menjalani perjuangan masing-masing.</p>
<p>“Terima kasih untuk senyum yang tercipta hari ini. Mohon doa untuk kesehatan para pejuang kecil kami. Doa terbaik dari Bapak, Ibu, dan teman-teman di Ariosan Foundation semoga bisa menjadi jubah pelindung bagi anak-anak kami,” ungkapnya.</p>
<p>Melalui tema “Satu Nada Kemanusiaan”, Infinity Harmony 2026 menunjukkan bahwa seni dapat menjadi ruang perjumpaan yang melampaui perbedaan dan keterbatasan. Perpaduan musik, teater, dan ekspresi modern tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya kepedulian, penerimaan, dan penghargaan terhadap setiap individu.</p>
<p>Kisah Faiz dan Akeyla menjadi pengingat bahwa harmoni tidak selalu lahir dari keadaan yang sempurna. Terkadang, harmoni justru tumbuh dari keberanian untuk tetap berharap di tengah kesulitan, dari kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan, serta dari kebahagiaan sederhana yang dibagikan bersama.</p>
<p>Di antara nada-nada yang menggema di Gedung FILKOM Universitas Brawijaya, tersampaikan pesan bahwa setiap anak memiliki martabat, setiap perjuangan layak dihargai, dan setiap senyum menyimpan arti yang mendalam.</p>
<p>Sebab, pada akhirnya, kemanusiaan bukan hanya tentang seberapa indah sebuah pertunjukan dipentaskan, melainkan tentang seberapa besar ruang yang diberikan kepada sesama untuk merasa diterima, dihargai, dan bahagia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyaluran Belum Optimal, Pemkab Sikka Jelaskan Rincian Dana Bantuan Presiden dan Jamin Bebas Korupsi</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6395/penyaluran-belum-optimal-pemkab-sikka-jelaskan-rincian-dana-bantuan-presiden-dan-jamin-bebas-korupsi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2026 04:30:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Dana Gempa BUmi Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Bebas Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Juventus Prima Yoris Kago]]></category>
		<category><![CDATA[Komandan Satuan Tugas Penanganan Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Vemy Bapa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6395</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, didampingi Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriyadi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka sekaligus Komandan Satuan Tugas Penanganan Bencana, Vemy Bapa, memberikan keterangan dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Sikka, Kelurahan Kota Baru, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, MAUMERE – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, didampingi Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriyadi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka sekaligus Komandan Satuan Tugas Penanganan Bencana, Vemy Bapa, memberikan keterangan dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Sikka, Kelurahan Kota Baru, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.</p>
<p>Bupati Sikka dalam keterangannya menyampaikan bahwa Bantuan Presiden yang diterima Kabupaten Sikka mencapai nilai Rp20 miliar. Hingga akhir Oktober 2026, dana yang telah tersalurkan baru sebesar Rp2,39 miliar atau setara 11,96 persen.</p>
<p>&#8220;Sisa dana sebesar Rp17,61 miliar akan terus disalurkan secara bertahap dan direncanakan seluruhnya terealisasi pada akhir Desember 2026,&#8221; Jelasnya.</p>
<p><strong>Berikut rincian alokasi Dana Bantuan Presiden tersebut:</strong><br />
• Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD): Rp13.714.479.751,00<br />
• Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD): Rp3.365.522.100,00<br />
• Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga: Rp1.626.812.060,00<br />
• Dinas Kesehatan: Rp499.558.589,00<br />
• Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana: Rp292.020.000,00<br />
• Sekretariat Daerah (Bagian Umum): Rp201.607.500,00<br />
• RSUD TC Hillers Maumere: Rp150.000.000,00<br />
• Inspektorat: Rp100.000.000,00<br />
• Sekretariat DPRD: Rp50.000.000,00</p>
<p>Bupati Sikka juga mengatakan bahwa dana tersebut diperuntukkan bagi penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026 di wilayah Flores.</p>
<p>&#8220;Bantuan akan digunakan untuk membantu masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan, serta mendukung pemulihan fasilitas umum yang terdampak bencana,&#8221; ungkpanya.</p>
<p>Merespons adanya dugaan atau indikasi terkait korupsi dana bantuan bencana gempa Flores, Bupati menegaskan pihaknya telah menerapkan sistem pengawasan yang ketat sejak awal proses penanganan bencana.</p>
<p>&#8220;Ia menegaskan, kami memutuskan secara internal, kami dari pihak Inspektorat sudah dari awal bencana untuk mendampingi kami di seluruh proses penanggulangan bencana di bawah komando Ibu Dansatgas Vemy Bapa,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Kami tidak berjalan sendiri sejak awal hingga terakhir di posko BPBD Sikka untuk memastikan administrasi dan semua hal yang diawasi dengan baik,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pihaknya juga telah melibatkan Kejaksaan sejak awal proses penyaluran dana.</p>
<p>&#8220;Kami juga sejak awal melibatkan Kejaksaan untuk sama-sama melakukan pendampingan, bersama-sama dengan Inspektorat mendampingi seluruh penanganan bencana kami. Kami mau semua terlihat secara terang dan terbuka,&#8221; tegas Bupati Juventus Prima Yoris Kago.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com.</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
