<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Terbaru &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.perspektifnusantara.com/category/berita/berita-terbaru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<description>Nusantara Kritis, Indonesia Maju</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 Sep 2026 13:30:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.perspektifnusantara.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Berita Terbaru &#8211; Perspektif Nusantara</title>
	<link>https://www.perspektifnusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Di Balik Kotak Suara, Ada Harapan Rakyat: Demokrasi dan Sastra Dipertemukan dalam Peluncuran Novel Badrul Munir</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6159/di-balik-kotak-suara-ada-harapan-rakyat-demokrasi-dan-sastra-dipertemukan-dalam-peluncuran-novel-badrul-munir/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2026 13:30:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Lainnya]]></category>
		<category><![CDATA[Badrul Munir]]></category>
		<category><![CDATA[HMI]]></category>
		<category><![CDATA[IGI]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Guru Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Bawaslu Banten]]></category>
		<category><![CDATA[Novel Di Balik Kotak Suara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6159</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Jakarta— Kotak suara dalam sebuah pemilihan umum tidak sekadar menjadi tempat menampung surat suara. Di balik kotak tersebut tersimpan harapan, pilihan, bahkan pertaruhan masa depan masyarakat yang telah menggunakan hak politiknya. Pesan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu RI, Dr. H. Puadi, S.Pd., M.M., saat menjadi keynote speaker dalam Diskusi Publik dan Launching Novel Di Balik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Jakarta— Kotak suara dalam sebuah pemilihan umum tidak sekadar menjadi tempat menampung surat suara. Di balik kotak tersebut tersimpan harapan, pilihan, bahkan pertaruhan masa depan masyarakat yang telah menggunakan hak politiknya.</p>
<p>Pesan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu RI, Dr. H. Puadi, S.Pd., M.M., saat menjadi keynote speaker dalam Diskusi Publik dan Launching Novel Di Balik Kotak Suara karya Badrul Munir dengan tema “Demokrasi dalam Sastra, Sastra dalam Demokrasi”, Sabtu, 12 September 2026, di Aula PDS HB Jassin, Gedung Ali Sadikin Lt. 4, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Puadi menegaskan bahwa proses demokrasi tidak berhenti pada penghitungan suara dan penetapan hasil Pemilu. Lebih jauh dari itu, setiap suara yang masuk ke dalam kotak suara merupakan representasi dari pilihan dan harapan warga negara.</p>
<p>“Di balik kotak suara bukan hanya ada hasil pemilu, tetapi di sana ada harapan setiap orang yang sudah menentukan pilihan,” tegas Puadi.</p>
<p>Pernyataan tersebut menempatkan Pemilu bukan semata sebagai mekanisme pergantian kekuasaan, melainkan sebagai proses sosial yang memiliki dimensi kemanusiaan. Setiap pilihan politik yang diberikan masyarakat membawa cerita, pertimbangan, pengalaman, dan harapan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p><strong>Sastra Menjadi Ruang Merawat Demokrasi</strong></p>
<p>Peluncuran novel Di Balik Kotak Suara karya Badrul Munir kemudian menjadi ruang untuk melihat demokrasi dari perspektif yang berbeda. Jika demokrasi selama ini banyak dibicarakan melalui perspektif politik, hukum, kelembagaan, dan elektoral, karya sastra menghadirkannya melalui pengalaman manusia dan cerita di balik proses politik.</p>
<p>Perwakilan Ikatan Guru Indonesia (IGI) RI, M. Irwansyah, S.E., M.Pd., kepada media ini mengatakan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti penting dalam upaya merawat demokrasi melalui karya sastra.</p>
<p>“Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk merawat demokrasi melalui karya sastra. Novel Di Balik Kotak Suara karya Badrul Munir hadir sebagai pengingat bahwa Pemilu 2024 bukan sekadar peristiwa politik, melainkan juga narasi kemanusiaan tentang pilihan, pengorbanan, dan harapan rakyat Indonesia,” tegas Irwansyah.</p>
<p>Menurutnya, sastra memiliki kekuatan untuk menghadirkan sisi kemanusiaan dari sebuah peristiwa politik. Melalui cerita, masyarakat dapat melihat bahwa di balik angka-angka hasil Pemilu terdapat manusia dengan berbagai harapan dan kepentingan yang ikut menentukan arah perjalanan bangsa.</p>
<p>Dengan demikian, sastra tidak hanya menjadi karya estetis, tetapi juga dapat menjadi medium refleksi sosial dan pendidikan demokrasi.</p>
<p><strong>Dihadiri Berbagai Elemen Demokrasi</strong></p>
<p>Diskusi publik dan peluncuran novel tersebut turut dihadiri berbagai unsur yang memiliki perhatian terhadap kehidupan demokrasi Indonesia.</p>
<p>Sejumlah perwakilan penyelenggara dan pengawas Pemilu dari berbagai daerah hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya perwakilan Bawaslu DKI Jakarta, Bawaslu Serang, Bawaslu Banten, Bawaslu Bangka, serta KPU Serang.</p>
<p>Selain unsur penyelenggara Pemilu, kegiatan juga dihadiri perwakilan Ikatan Guru Indonesia (IGI), HMI, PMKRI, serta sejumlah organisasi masyarakat dan elemen lainnya.</p>
<p>Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa pembicaraan mengenai demokrasi tidak hanya menjadi domain penyelenggara Pemilu atau partai politik. Demokrasi juga menjadi tanggung jawab masyarakat sipil, dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, komunitas literasi, serta para pegiat kebudayaan.</p>
<p>Dalam konteks tersebut, diskusi publik dengan tema “Demokrasi dalam Sastra, Sastra dalam Demokrasi” menjadi relevan karena mempertemukan dua ruang yang sering dipandang terpisah: politik dan sastra</p>
<p><strong>Novel sebagai Catatan tentang Pemilu 2024</strong></p>
<p>Novel Di Balik Kotak Suara karya Badrul Munir mencoba menghadirkan Pemilu dari sisi yang lebih dekat dengan pengalaman manusia. Kotak suara menjadi simbol yang menghubungkan pilihan individu dengan masa depan kolektif bangsa.</p>
<p>Pemilu 2024 sendiri meninggalkan berbagai cerita tentang pilihan politik masyarakat, kerja para penyelenggara Pemilu, dinamika kontestasi, serta harapan warga negara terhadap pemerintahan yang lahir dari proses demokrasi.</p>
<p>Melalui sastra, berbagai pengalaman tersebut dapat direkam bukan hanya sebagai catatan politik, tetapi juga sebagai dokumentasi sosial dan kemanusiaan.</p>
<p>Pesan yang muncul dari kegiatan tersebut menjadi semakin penting di tengah tantangan demokrasi Indonesia. Demokrasi tidak cukup hanya dijaga melalui regulasi dan lembaga penyelenggara Pemilu. Ia juga membutuhkan kesadaran warga negara untuk menghargai pilihan, menjaga kebebasan berpendapat, mengawal proses politik, dan memastikan bahwa suara rakyat memiliki makna setelah keluar dari bilik suara.</p>
<p>Pada akhirnya, kotak suara memang hanya benda. Namun, apa yang dimasukkan ke dalamnya adalah suara manusia—dan di balik setiap suara terdapat harapan tentang Indonesia yang ingin diwujudkan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Duka di Sikka: Jenazah Dokter Hewan Alfonsius Mehan, Korban Penembakan OPM di Nduga, Tiba di Maumere</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6153/duka-di-sikka-jenazah-dokter-hewan-alfonsius-mehan-korban-penembakan-opm-di-nduga-tiba-di-maumere/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Sep 2026 08:40:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Almarhum Alfonsius Albinus Mehan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Sikka Kecam OPM]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Papua Merdeka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6153</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE — Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti Terminal Kargo Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, Kabupaten Sikka, pada Sabtu (12/9/2026) siang. Jenazah Alfonsius Albinus Mehan (35), dokter hewan ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Front Bersenjata Kodap III Ndugama, akhirnya tiba di kampung halamannya. Pesawat CASA [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, MAUMERE — Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti Terminal Kargo Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, Kabupaten Sikka, pada Sabtu (12/9/2026) siang. Jenazah Alfonsius Albinus Mehan (35), dokter hewan ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) Front Bersenjata Kodap III Ndugama, akhirnya tiba di kampung halamannya.</p>
<p>Pesawat CASA POLRI 212-200/P-4101 yang menerbangkan jenazah dari Labuan Bajo mendarat di Bandara Frans Seda sekitar pukul 14.40 WITA. Kedatangan jenazah disambut langsung oleh jajaran pejabat daerah Kabupaten Sikka, di antaranya Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Simon Subandi, Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi, serta Plt. Sekda Sikka Margaretha Movaldes Da Bapa.</p>
<p><strong>Upacara Serah Terima dan Penyerahan ke Rumah Duka</strong></p>
<p>Setibanya di bandara, prosesi penyerahan jenazah berlangsung secara khidmat, pantauam media ini rangkaian prosesi meliputi upacara serah terima jenazah dari Pemerintah Provinsi NTT yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Peternakan Melky Angsar dan Kadis Nakertrans Yosef Rasi, kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka, pengusungan peti jenazah yang dilakukan oleh aparat gabungan TNI dan Kepolisian, dilanjutkan keberangkatan menuju rumah duka menggunakan ambulans dengan pengawalan ketat dari Kepolisian (Patwal).</p>
<p>Sejumlah pihak keluarga dan pendamping mendampingi perjalanan jenazah sejak dari titik awal hingga tiba di Maumere.</p>
<p><strong>Gugur Saat Bertugas</strong></p>
<p>Alfonsius Albinus Mehan merupakan putra daerah asal Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Pria kelahiran Maumere, 1 Maret 1991 ini mengabdikan dirinya sebagai ASN Aparatur Sipil Negara (ASN) pelayanan kesehatan hewan di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.</p>
<p>Berdasarkan data medis dan laporan resmi, almarhum gugur akibat serangan penembakan oleh kelompok OPM Kodap III Ndugama dengan sejumlah luka tembak mendalam di bagian kepala belakang, punggung, perut, serta kedua lengan.</p>
<p>Ratusan warga beserta keluarga besar almarhum memadati area bandara hingga sepanjang jalan protokol untuk memberikan penghormatan terakhir. Isak tangis pecah saat iring-iringan ambulans bergerak meninggalkan bandara menuju rumah duka di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bupati Sikka Kecam Keras Penembakan OPM di Jayawijaya: “Ini Lebih Keji dari Teroris, Negara Tidak Boleh Kalah!”</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6141/bupati-sikka-kecam-keras-penembakan-opm-di-jayawijaya-ini-lebih-keji-dari-teroris-negara-tidak-boleh-kalah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 08:41:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Almarhum Alfonsius Albinus Mehan]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Sikka Kecam OPM]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Penembakan OPM]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Papua Merdeka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6141</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Sikka &#8211; Aksi keji kelompok separatis bersenjata kembali mengguncang wilayah Papua Pegunungan. Seorang dokter hewan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), drh. Alfonsius Albinus Mehan (saudara Alfan), menjadi korban penembakan hingga tewas oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Rabu, 9 September 2026. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Sikka &#8211; Aksi keji kelompok separatis bersenjata kembali mengguncang wilayah Papua Pegunungan. Seorang dokter hewan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), drh. Alfonsius Albinus Mehan (saudara Alfan), menjadi korban penembakan hingga tewas oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) pada Rabu, 9 September 2026. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.</p>
<p>Kepergian Alfan yang tengah mengabdi dan melayani masyarakat Papua ini memicu duka mendalam sekaligus gelombang protes keras dari Pemerintah Kabupaten Sikka dan pihak keluarga.</p>
<p><strong>Pernyataan Sikap Keras Bupati Sikka: &#8220;Ini Lebih Keji dari Teroris&#8221;</strong></p>
<p>Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga atas gugurnya almarhum, yang juga merupakan adik tingkatnya semasa kuliah di Surabaya. Saat melayat ke rumah duka bersama keluarga korban, Bupati Juventus mengutuk keras tindakan kelompok separatis tersebut.</p>
<p>&#8220;Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Sikka, kami mengucapkan turut berduka cita atas kepergian almarhum. almarhum ini secara pribadi saya mengenal sebagai adik kelas saya dulu kuliah di Surabaya. Anak baik yang berjuang mencari hidup, berbakti buat masyarakat Papua, tapi menurut saya perbuatan ini sangat keji. Perbuatan itu menunjukkan bukan perbuatan manusia, itu perbuatan yang biadab,&#8221; ujar Juventus saat melayat di Rumah Duka almarhum, Kel. Wailiti, Kec. Alok Barat, Jumat, 11 September 2026.</p>
<p>Bupati Sikka menyatakan bahwa aksi penembakan terhadap warga sipil yang sedang bekerja dan membantu masyarakat merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.</p>
<p>&#8220;Ini perbuatan yang lebih keji dari teroris. Membunuh orang yang tidak bersalah, orang yang sedang bekerja dan mengabdi dengan cara-cara yang sangat keji. Ini bukan baru pertama, ini sudah sering terjadi. Ini perbuatan lebih keji dari teroris. Jadi kalau ada yang tidak puas disebut sebagai teroris, saya Bupati Sikka, saya menyampaikan ini lebih keji dari teroris,&#8221; lanjutnya.</p>
<p><strong>Desakan kepada Presiden Prabowo dan Petinggi TNI-Polri</strong></p>
<p>Mewakili keluarga korban dan masyarakat Sikka, Bupati Juventus meminta ketegasan dari pemerintah pusat dan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan persoalan separatisme di Papua secara transparan dan tuntas.</p>
<p>&#8220;Negara tidak boleh takut dan tidak boleh kalah. Kami minta Pak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Panglima TNI, dan Bapak Kapolri untuk melakukan penanganan serta penyelesaian secara terbuka dan transparan. Sampai kapan lagi banyak nyawa berjatuhan hanya karena perbuatan manusia-manusia biadab ini?&#8221; serunya.</p>
<p>Ia juga mempertanyakan efektivitas penanganan kelompok separatis mengingat kapabilitas alutsista dan perangkat keamanan negara yang canggih.</p>
<p>&#8220;Kalau negara punya alutsista yang luar biasa dan perangkat hebat untuk menyergap teroris sampai ke lubang jarum, kenapa kelompok separatis ini tidak diselesaikan juga? Apakah ini sebuah pembiaran? Kejadian ini sangat menyayat hati kami,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>Pengawalan Jenazah dan Pemakaman</strong></p>
<p>Pemerintah Kabupaten Sikka telah berkoordinasi dengan pihak Polda dan keluarga almarhum terkait penanganan serta fasilitasi pemulangan jenazah. Jenazah yang sebelumnya diangkut menggunakan penerbangan komersial dengan rute transit ketat, direncanakan bakal difasilitasi oleh Pemkab Sikka untuk dijemput menggunakan pesawat CN-235 (CASA) dari Labuan Bajo menuju Kabupaten Sikka.</p>
<p>Rangkaian penghormatan terakhir untuk drh. Alfonsius Albinus Mehan telah disiapkan oleh pemerintah daerah dan pihak keluarga:</p>
<p>Fasilitas Pemulangan: Diangkut menggunakan pesawat CN-235 (CASA) dari Labuan Bajo ke Kabupaten Sikka dengan penjemputan resmi di bandara oleh Pemkab dan keluarga.</p>
<p>Jadwal Pemakaman: Senin, 14 September 2026 pukul 10.00 WITA.</p>
<p>Penghormatan Terakhir: Pemkab Sikka akan menggelar upacara resmi di lokasi pemakaman sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum.</p>
<p>&#8220;Prinsipnya, negara tidak boleh kalah dengan kelompok separatis dan manusia biadab. Kasus ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,&#8221; pungkas Bupati Juventus.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tangisan Pilu Ibunda Almarhum Alfonsius Albinus Mehan: &#8220;Anak Saya Baik Sekali, Kenapa Harus Dihadang?&#8221;</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6137/tangisan-pilu-ibunda-almarhum-alfonsius-albinus-mehan-anak-saya-baik-sekali-kenapa-harus-dihadang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2026 08:34:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Almarhum Alfonsius Albinus Mehan]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Penembakan OPM]]></category>
		<category><![CDATA[OPM]]></category>
		<category><![CDATA[Organisasi Papua Merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Penembakan 3 Warga Non Papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6137</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA — Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Tangis histeris pecah saat Maria Sukarti Yam, ibunda dari Almarhum Alfonsius Albinus Mehan, tak mampu lagi menahan kepedihan mendalam atas gugurnya sang buah hati. Dokter hewan yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya tersebut menjadi korban penembakan Organisasi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, SIKKA — Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka. Tangis histeris pecah saat Maria Sukarti Yam, ibunda dari Almarhum Alfonsius Albinus Mehan, tak mampu lagi menahan kepedihan mendalam atas gugurnya sang buah hati. Dokter hewan yang bertugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya tersebut menjadi korban penembakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan Rabu, 9 September 2026.</p>
<p>Dengan suara yang bergetar dan air mata yang terus mengalir, Maria mengenang sosok putra tercintanya yang dikenal sangat peduli dan berjiwa sosial tinggi.</p>
<p>&#8220;Anak saya itu baik sekali. Dengan warga di situ sangat baik. Dia sudah hampir sembilan tahun bertugas di sana, sejak 2018,&#8221; ungkap Maria penuh kepedihan.</p>
<p>Maria menuturkan, sejak awal ia sebenarnya merasa berat dan khawatir melepas anaknya bertugas di wilayah Papua yang tergolong daerah rawan. Namun, tekad kuat sang anak untuk mengabdi tidak dapat dibendung.</p>
<p>&#8220;Waktu itu dia nekat, dia bilang, &#8216;Mama tidak usah cari tahu, pokoknya Mama doa saja.&#8217; Satu hari penuh kami jalan cari pakaian untuk ke sana, barang-barang di sana kan mahal,&#8221; kenangnya.</p>
<p><strong>Niat Baik dan Tugas Kemanusiaan Terakhir</strong></p>
<p>Kebiasaan almarhum yang selalu sigap membantu warga diduga menjadi momen terakhir sebelum musibah itu terjadi. Sang istri sempat bercerita kepada Maria bahwa almarhum selalu bertindak cepat jika menyangkut tugas kemanusiaan atau penyaluran bantuan.</p>
<p>&#8220;Istrinya bilang, dia susah dilarang kalau ada yang minta bantuan. Dia (almarhum) pokoknya dari sana kalau orang minta bantuan itu cepat sekali, pagi jam 5 sudah di bandara,&#8221; kata Maria dengan nada terputus-putus.</p>
<p>Sebelum tragedi itu terjadi, almarhum sempat menghubungi Maria untuk meminta dokumen keluarga, termasuk surat nikah paroki dan kartu keluarga. Namun, tidak ada firasat bahwa percakapan tersebut menjadi salah satu komunikasi terakhir mereka. Almarhum juga sempat berencana pulang ke Sikka pada bulan Desember mendatang.</p>
<p>&#8220;Dia telepon bilang, &#8216;Mama, saya mau pulang bulan 12 ini. Saya kerja kumpul uang dulu.&#8217; Dia selalu perhatikan saya, sering kirim uang walau saya bilang tidak usah,&#8221; tutur Maria meratapi janji kepulangan anaknya yang kini tinggal kenangan.</p>
<p><strong>Kabar Duka yang Memecah Kesedihan</strong></p>
<p>Kabar duka tersebut pertama kali diterima keluarga melalui sambungan telepon dari anaknya yang berada di Kupang. Saat itu, Maria yang baru selesai mandi terkejut ketika anaknya menanyakan keberadaan seluruh anggota keluarga sebelum akhirnya menyampaikan kabar duka itu.</p>
<p>&#8220;Anak saya telepon tanya Bapak dan saudara-saudara yang lain di mana. Tiba-tiba kabar itu disampaikan. Saya teriak, saya tidak percaya! Saya bilang, &#8216;Mama tidak mau! Anak saya tidak ada! Kamu tidak usah begitu!'&#8221; kenang Maria sambil menangis terisak.</p>
<p>Informasi yang diperoleh media ini, Jenazah Almarhum Alfonsius Albinus Mehan rencana akan diberangkatkan dari Papua menuju Makassar pada hari ini, dilanjutkan penerbangan keesokan harinya menuju Labuan Bajo untuk selanjutnya dibawa menuju ke rumah duka di Kabupaten Sikka.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dituduh Kirim Foto Asusila di TikTok, Pejabat Sikka &#8216;Melawan&#8217;: Kuasa Hukum Lapor Balik Penyebaran Isu dan Akun Palsu</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6131/dituduh-kirim-foto-asusila-di-tiktok-pejabat-sikka-melawan-kuasa-hukum-lapor-balik-penyebaran-isu-dan-akun-palsu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hans]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 14:12:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[PerspekifNusanara.com]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6131</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA, Sikka — Kasus dugaan pencemaran nama baik yang menyeret seorang pejabat publik di Kabupaten Sikka, Mayella Da Cunha, kini berbuntut panjang. Lewat kuasa hukumnya, Dominikus Tukan, Mayella resmi mengajukan pengaduan tertulis ke Polres Sikka untuk memproses hukum pihak-pihak yang dinilai berspekulasi dan menyebarkan informasi tanpa dasar hukum yang sah. Langkah hukum ini diambil merespons [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA, Sikka</strong> — Kasus dugaan pencemaran nama baik yang menyeret seorang pejabat publik di Kabupaten Sikka, Mayella Da Cunha, kini berbuntut panjang. Lewat kuasa hukumnya, Dominikus Tukan, Mayella resmi mengajukan pengaduan tertulis ke Polres Sikka untuk memproses hukum pihak-pihak yang dinilai berspekulasi dan menyebarkan informasi tanpa dasar hukum yang sah.</p>
<p>Langkah hukum ini diambil merespons beredarnya pemberitaan yang memuat tuduhan bahwa Mayella mengirimkan foto tak senonoh melalui pesan pribadi (Direct Message) di media sosial TikTok.</p>
<p>Dominikus Tukan menegaskan bahwa kliennya adalah korban pencurian identitas oleh akun palsu.</p>
<p>Pihaknya telah mengajukan dua poin pengaduan utama ke Polres Sikka pada Senin, 7 September 2026. Pertama, meminta kepolisian melacak pemilik akun palsu TikTok bernama &#8220;manyela dacunha&#8221; yang mencatut foto dan video kliennya. Kedua, melaporkan pihak yang sengaja menyebarkan tuduhan tersebut ke media massa.</p>
<p><strong>Dinilai Prematur dan Tidak Cukup Bukti</strong></p>
<p>Menurut Dominikus, tindakan menyebarkan isu tersebut ke publik melalui siaran pers dinilai tidak berdasar secara yuridis. Pasalnya, sebelum isu ini muncul di media, kedua belah pihak sebenarnya sudah sempat bertemu pada tanggal 3 September 2026.</p>
<p>Dalam pertemuan itu, Mayella Da Cunha menegaskan bahwa akun tersebut bukan miliknya dan kedua pihak bersepakat untuk sama-sama mencari solusi serta melacak kebenarannya.</p>
<p>&#8220;kekeliruannya ketika belum ada minimal dua alat bukti yang cukup menurut hukum, lalu kemudian dalam Undang-Undang ITE kan ada unsur menyebarkan informasi. Nah ini yang ini yang menurut saya melanggar Undang-Undang ITE, karena unsur utamanya menyebarkan informasi hoaks, berkaitan informasi yang belum tentu benar,&#8221; ujar Dominikus, Kamis, 10 September 2026.</p>
<p>Pihak kuasa hukum menilai tindakan menyebarkan tuduhan yang belum terbukti tersebut memenuhi unsur pelanggaran Pasal 27A jo. Pasal 45 ayat (4) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE, terkait perbuatan dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama baik orang lain melalui media elektronik, yang diancam pidana penjara hingga dua tahun dan/atau denda Rp200 juta.</p>
<p><strong>Desak Polres Sikka Bergerak Cepat</strong></p>
<p>Mengingat posisi kliennya sebagai pejabat publik di Kabupaten Sikka, Dominikus mendesak Polres Sikka agar menanggapi aduan ini secara serius guna memulihkan harkat dan martabat kliennya.</p>
<p>&#8220;Selain menunggu hasil dari pihak penyidik, kita mendorong supaya upaya penyelidikan terhadap dugaan menyebarkan informasi yang belum ada dasar hukumnya bisa berjalan. Minimal penyelidikan,&#8221; kata Dominikus.</p>
<p>Pihak Mayella kini menyerahkan sepenuhnya proses digital forensik dan pembuktian kepada penyidik Kepolisian untuk mengusut tuntas pemilik akun sebenarnya. (Irma Rose)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar di Antara Retakan Fondasi: Jeritan Sunyi SDN Hepang di Tengah Gempa Susulan Sikka</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6128/belajar-di-antara-retakan-fondasi-jeritan-sunyi-sdn-hepang-di-tengah-gempa-susulan-sikka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erwin Pitang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2026 05:12:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Nenbura]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa Bumi Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Jeritan Sunyi SDN Hepang]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Doreng]]></category>
		<category><![CDATA[perspektifnusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa SDN Hepang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6128</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA — Di bawah ancaman gempa susulan yang masih kerap menggetarkan tanah flores, puluhan siswa SDN Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, terpaksa menerima keadaan. Teras sekolah kini menjadi satu-satunya tempat aman bagi mereka untuk menimba ilmu, setelah ruang kelas utama tak lagi bersahabat akibat fondasi yang retak parah. ​Retakan panjang menembus fondasi yang menghubungkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, SIKKA — Di bawah ancaman gempa susulan yang masih kerap menggetarkan tanah flores, puluhan siswa SDN Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, terpaksa menerima keadaan. Teras sekolah kini menjadi satu-satunya tempat aman bagi mereka untuk menimba ilmu, setelah ruang kelas utama tak lagi bersahabat akibat fondasi yang retak parah.</p>
<p>​Retakan panjang menembus fondasi yang menghubungkan bangunan utama dengan teras. Kondisi rawan ini memaksa pihak sekolah mengambil keputusan sulit yaitu memindahkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ke luar ruangan demi menghindari resiko yang sewaktu-waktu bisa menimpa peserta didik.</p>
<p>​Kepala SDN Hepang, Paulus Arabaha, menegaskan bahwa keselamatan siswa dan guru kini berada di ujung tanduk jika tidak ada tindakan cepat dari pemerintah daerah.</p>
<p>​“Harapan kami semoga ada dinas terkait yang memperhatikan kami juga. Jangan sampai sekolah lain diperhatikan, sementara kami di SDN Hepang tidak mendapat perhatian,” kata Paulus penuh harap.</p>
<p>​Paulus mendesak Pemkab Sikka dan dinas terkait untuk tidak sekadar duduk di balik meja menerima laporan, tetapi turun langsung menguji kelayakan fisik bangunan sekolah mereka.</p>
<p><strong>​Tenda Darurat dan Krisis Air Bersih</strong><br />
​Kondisi di lapangan kian memprihatinkan. Tanpa naungan yang memadai, para siswa yang belajar di teras harus bertaruh dengan sengatan panas dan guyuran hujan. Mewakili para guru, Dino Lewar mengungkapkan bahwa kebutuhan bantuan darurat seperti tenda atau terpal sudah sangat mendesak.</p>
<p>​Namun, penderitaan SDN Hepang tidak berhenti pada ancaman gempa dan bangunan retak. Sekolah ini juga terjerat krisis air bersih karena belum memiliki fasilitas penampungan yang layak.</p>
<p>Beberapa hal yang segera dibutuhkan yaitu ​bantuan terpal atau tenda darurat untuk area KBM sementara, profil tank berukuran kecil untuk penampungan air bersih, ​evaluasi teknis melalui survei dan audit keselamatan bangunan oleh tim ahli.</p>
<p>​“Kami juga berharap kalau bisa diberikan profil tank kecil untuk sekolah karena kami memang tidak punya bak sekolah dan air di sini susah sekali,” tambah Dino.</p>
<p><strong>Menanti Hadirnya Negara di Lapangan</strong></p>
<p>​Bagi warga SDN Hepang, permintaan bantuan seperti terpal dan tangki air bukanlah hal mewah, melainkan kebutuhan dasar untuk bertahan di masa tanggap darurat. Para guru bertekad menjaga semangat pendidikan tetap menyala, tetapi mereka menolak jika keselamatan nyawa anak-anak harus menjadi taruhannya.</p>
<p>​Respons cepat dari Pemerintah Daerah terkait sangat ditunggu untuk memastikan apakah sekolah ini masih layak dihuni atau membutuhkan intervensi darurat secara menyeluruh. Jangan sampai pemerintah baru bertindak setelah jatuh korban atau terjadi kerusakan yang lebih fatal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="https://www.perspektifnusantara.com/">Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>112 Siswa Seminari Ikuti Pembinaan Calon Krisma di Katedral St. Yosep Maumere</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6106/112-siswa-seminari-ikuti-pembinaan-calon-krisma-di-katedral-st-yosep-maumere/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 20:57:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Katolik]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Religius]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Katedral St. Yoseph Maumere]]></category>
		<category><![CDATA[Keuskupan Maumere]]></category>
		<category><![CDATA[OSIS Seminari BSB Maumere]]></category>
		<category><![CDATA[PerspekifNusantara.com]]></category>
		<category><![CDATA[Sakramen Krisma]]></category>
		<category><![CDATA[Seminari Maria Bunda Segala Bangsa Maumere]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6106</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere— Sebanyak 112 siswa seminari mengikuti pembinaan sebagai calon penerima Sakramen Krisma di Gereja Katedral St. Yosep Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 8 September 2026. Kegiatan pembinaan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para calon penerima Sakramen Krisma agar tidak hanya memahami tata perayaan secara liturgis, tetapi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, </strong>Maumere— Sebanyak 112 siswa seminari mengikuti pembinaan sebagai calon penerima Sakramen Krisma di Gereja Katedral St. Yosep Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 8 September 2026.</p>
<p>Kegiatan pembinaan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para calon penerima Sakramen Krisma agar tidak hanya memahami tata perayaan secara liturgis, tetapi juga menyadari makna iman dan tanggung jawab sebagai orang Katolik yang telah diteguhkan melalui Sakramen Penguatan.</p>
<p>Pembinaan menghadirkan Pastor Paroki, Romo Epy Rimo, bersama Sr. Maria, PRR, sebagai pemateri. Para peserta diajak untuk kembali mendalami hakikat Sakramen Krisma sebagai Sakramen Penguatan yang menyempurnakan dan meneguhkan rahmat yang telah diterima dalam Sakramen Baptis.</p>
<p>Dalam pembinaan tersebut ditegaskan bahwa Krisma bukan sekadar sebuah tahapan atau seremoni keagamaan yang harus dilalui oleh seorang umat Katolik. Sakramen ini menjadi momentum penting bagi setiap penerimanya untuk semakin bertumbuh menuju kedewasaan iman sekaligus mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.</p>
<p>Para calon Krisma juga mendapatkan pemahaman mengenai Roh Kudus sebagai Pribadi Ketiga dalam Allah Tritunggal Mahakudus. Kehadiran dan karya Roh Kudus dalam kehidupan umat beriman menjadi salah satu pokok penting yang ditekankan selama pembinaan.</p>
<p>Selain itu, para peserta diajak mengenal dan memahami tujuh karunia Roh Kudus, yakni kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengetahuan, kesalehan, dan takut akan Allah.</p>
<p>Ketujuh karunia tersebut tidak dipahami sebatas pengetahuan keagamaan, tetapi sebagai rahmat yang diharapkan membantu umat beriman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Melalui karunia Roh Kudus, seorang yang telah menerima Krisma diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijaksana, memiliki keberanian dalam menghadapi tantangan, serta mampu membedakan yang baik dan benar dalam kehidupannya.</p>
<p><strong>Bukan Sekadar Sakramen</strong></p>
<p>Salah satu pesan utama yang mengemuka dalam pembinaan ialah bahwa menerima Sakramen Krisma berarti bersedia membuka diri terhadap karya Roh Kudus dalam kehidupan.</p>
<p>Karena itu, ukuran kedewasaan iman seorang penerima Krisma tidak berhenti pada kehadiran dalam perayaan sakramen, melainkan harus terlihat dalam kehidupan konkret.</p>
<p>Iman, demikian ditekankan dalam pembinaan, semestinya tampak dalam cara berpikir, berbicara, bertindak, mengambil keputusan, serta memperlakukan sesama.</p>
<p>Dengan demikian, Sakramen Krisma membawa konsekuensi bahwa setiap penerimanya dipanggil untuk menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, sekolah, Gereja, masyarakat, bahkan dalam berbagai tantangan kehidupan generasi muda saat ini.</p>
<p>Para peserta kemudian diajak melakukan refleksi pribadi melalui sebuah pertanyaan sederhana namun mendalam:</p>
<p style="padding-left: 40px;">“Apakah hidup saya sudah menunjukkan bahwa Roh Kudus sungguh bekerja di dalam diri saya?”</p>
<p>Pertanyaan tersebut menjadi ajakan bagi para calon Krisma untuk tidak berhenti pada pemahaman teoritis tentang Roh Kudus, tetapi berani melihat kembali perjalanan iman dan kehidupan mereka masing-masing.</p>
<p>Pembinaan ini diharapkan menjadi bekal bagi 112 siswa seminari untuk mempersiapkan diri secara lebih matang sebelum menerima Sakramen Krisma.</p>
<p>Lebih dari sekadar menerima sebuah sakramen, mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi Katolik yang dewasa dalam iman, teguh dalam pengharapan, dan nyata dalam kasih, serta mampu menghadirkan nilai-nilai Injil melalui kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Dengan demikian, Krisma tidak menjadi titik akhir perjalanan pembinaan iman, melainkan menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk hidup sebagai saksi Kristus dan menghadirkan karya Roh Kudus di tengah dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rayakan Dies Natalis ke 14 tahun: Kepsek SMANTE Beberkan Program Unggulan Sekolah </title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6099/rayakan-dies-natalis-ke-14-tahun-kepala-smante-waigete-beberkan-program-unggulan-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 19:40:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[HUT KE 14 SMANTE]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Sekolah Smante]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif Nusantara.com.]]></category>
		<category><![CDATA[PKO Provinsi NTT]]></category>
		<category><![CDATA[SMA Negeri 1 Waigete]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6099</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere -Sekolah Menengah Atas Negeri  I Waigete (Smante Waigete) merayakan hari ulang tahun (dies natalis) ke 14 tahun pada Selasa, 8 september 2026. Perjalanan panjang 14 tahun dirayakan di gedung serba guna Smante Waigete setelah hari sebelumnya disyukuri melalui perayaan Ekaristi yang bertempat di Gereja Kuask Paroki Santo Arnoldus Jansen Wairita dan acara adat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, Maumere -Sekolah Menengah Atas Negeri  I Waigete (Smante Waigete) merayakan hari ulang tahun (dies natalis) ke 14 tahun pada Selasa, 8 september 2026. Perjalanan panjang 14 tahun dirayakan di gedung serba guna Smante Waigete setelah hari sebelumnya disyukuri melalui perayaan Ekaristi yang bertempat di Gereja Kuask Paroki Santo Arnoldus Jansen Wairita dan acara adat di desa Hoder Kecamatan Waigete. Syukuran hari ulang tahun atau dies Natalis ke 14 Smante ini diawali dengan penerimaan Korwas Dikmen Kabupaten Sikka, Drs. Mikael Maran M.Pd yang secara fungsional merupakan pembina dan pengembang mutu pendidikan secara khusus Smante Waigete.</p>
<p>Dalam upacara syukuran dies natalis ini dilaksanakan pula syukuran pelantikan kepala sekolah yang baru dan purnabakti Korwas Dikmen Kabupaten Sikka, bapak Drs. Mikael Maran M. Pd. Tiga peristiwa besar mewarnai suasana syukuran tersebut. Pada hari jadi atau dies natalis ke 14 tahun, sebuah tongkat estafet kepemimpinan diletakan di bahu seorang pemimpin muda yang berjanji mendedikasikan diri sepenuhnya untuk kemajuan Smante setelah sebelumya dipegang oleh bapak Wenslaus Mando selama kurang lebih 12 tahun kepemimpinan. Memasuki tahun ke 14, tongkat estafet tersebut akhirnya dipercayakan kepada bapak Abdon Don Weris S.Pd., Gr, yang dilantik pada 25 Maret 2026 oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.</p>
<p>Dalam sambutannya, kepala sekolah terlantik, Abdon Don Weris S.Pd., Gr. mengungkapkan syukur dan terima kasih kepada semua elemen pendidikan yang telah memampukan dan mempercayakan Smante pada kepemimpinannya secara khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT yang telah melakukan seleksi administrasi, serta uji kelayakan dan memproses usulan penetapan hingga pelantikan , Gubernur NTT yang telah melantik, Komite Sekolah, tokoh adat dan masyarakat setempat. Ungkapan syukur dan terima kasih tersebut juga memuat serta harapan dan permohonan untuk bersama dengan eleman dan perangkat kerja untuk bersama-sama bekerjasama dalam membawa Smante ke arah yang lebih maju lagi. Akhir sambutan, Abdon mengemukanan bahwa sebuah sekolah adalah diibaratkan seperti sebuah tubuh yang mana memiliki kepala, tangan, kaki dan isi tubuh. Keanggotaan ini bermuara pada satu fungsi, harapan dan tujuan yang sama yakni &#8216;mengerakkan&#8217;. Kepala dengan fungsinya mesti menggerakkan agar siswa sebagai isi tubuh memperoleh hak dan kewajibannya sebagai siswa. Disinilah siswa menemukan jiwanya. Hal yang sama juga terjadi pada kaki, tangan sebagai barisan pendukung lainnya. Pada intinya bahwa dengan dan melalui cara bergerak dan berada yang berbeda, sebuah tujuan yang sama diperjuangkan.</p>
<p>kepala sekolah yang menggantikan bapak Wenslaus Mando ini juga mengungkapkan mimpi untuk Smante Waigete. Sebagai kepala sekolah yang baru, beliau bertekad bahwa sekolah ini akan berkembang dengan baik. Namun tekad tersebut tidak bisa terwujud apabila dikerjakan atau dijalankan tanpa prinsip dan visi. Maka pada kesempatan dies natalis dan syukuran pelantikan tersebut beliau meminta kerjasama para guru secara khusus pada sikap dan teladan hidup karena di zaman ini, pengetahuan, ilmu dan kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk mendidik dan memanusiakan peserta didik. Perlu adanya kekuatan moral, spiritual serta kepekaan sosial ekologis.</p>
<p>&#8220;Pada zaman ini kecerdasan akademis saja tidak cukup mesti dibarengi dengan moral dan spiritual yang baik&#8221;, ujar Abdon Don Weris.</p>
<p>Prinsip tersebut termatub dalam visi sekolah yang baru dibawah kepemimpinan kepala sekolah yang baru yakni Mewujudkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat dalam moral dan spiritual dan peka terhadap nilai sosial ekologis.</p>
<p><strong>KEPEMIMPINAN BARU DENGAN PENDEKATAN HATI</strong></p>
<p>Abdon Don Weris , kepala sekolah Smante terlantik, melalui Visi yang dibangun yakni mewujudkan generasi yang cerdas secara intelektual, kuat dalam moral dan spiritual dan peka terhadap nilai sosial dan ekologis mengharapkan mampu mendorong insan pendidik Smante untuk selalu menggunakan pendekatan hati dalam tugas dan pelayanan sebagai seorang guru. Alasannya adalah bahwa bisikan hati adalah juga bisikan Tuhan yang selalu memberikan kebaikan dan juga kebenaran.</p>
<p>Perayaan 14 tahun ini juga menjadi kesempatan untuk menularkan kebaikan-kabaikan itu secara khusus kepada peserta didik.</p>
<p>&#8220;Kita berharap kebaikan itu menular ke dalam diri para peserta didik &#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>PROGRAM UNGGULAN SMANTE</strong></p>
<p>Jejak keberadaan Smante sepanjang 14 tahun telah memikat banyak hati. Hal tersebut tidak hanya datang karena status sekolah sebagai sekolah negeri tetapi juga karena program-program unggulannya. Ditemui oleh media ini, Abdon Don Weris selaku kepala sekolah yang baru dilantik mengungkapan salah satu program unggulan yang ada di Smante Waigete. Program unggulan tersebut adalah berupa pelunakan uang sekolah terhadap peserta didik secara ketegorial yakni pembebasan uang sekolah 50 persen kepada siswa Yatim atau piatu, pembebasan uang sekolah penuh kepada siswa Yatim piatu, dan pembebasan uang sekolah kepada salah satu siswa dari dua atau lebih siswa yang berasal dari keluarga yang satu dan sama. Program tersebut telah berjalan sejak kepemimpinan sebelumnya oleh bapak Wenslaus Mando dan kini di masa kepemimpinan bapak Abdon Don Weris yang menambahkan pemebasan uang sekolah 100 persen tersebut.</p>
<p>Smante Waigete saat ini memiliki 371 siswa yang berasal tidak hanya dari kecamatan Waigete Kabupaten Sikka tetapi juga dari beberapa kabupaten lainnya. Dalam kiprah kependidikannya Keberadaan sekolah ini didukung oleh 8 sekolah pendukung yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan Waigete</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Klik link ini untuk mendapatkan berita terbaru hanya di PerspektifNusantara.com</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fokus Pemulihan Pasca-Bencana, Kasatgas Bencana Kab. Sikka Tekankan Skala Prioritas Bantuan</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6095/fokus-pemulihan-pasca-bencana-kasatgas-bencana-kab-sikka-tekankan-skala-prioritas-bantuan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 12:18:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Populer]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Femi Bapa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasatgas Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Kerusakan Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Bencana Gempa Flores]]></category>
		<category><![CDATA[PerspekifNusantara.com]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6095</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka menegaskan bahwa fokus penanganan bencana saat ini telah bergeser dari pengungsian terpusat menuju tahap transisi pemulihan. Seiring berahirnya masa tanggap darurat pada 11 mendatang, Pemkab memprioritaskan bantuan logistik dan perbaikan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan. ​Pernyataan ini merespons adanya laporan warga di Wolomarang yang mengaku belum tersentuh bantuan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, MAUMERE — Pemerintah Kabupaten Sikka menegaskan bahwa fokus penanganan bencana saat ini telah bergeser dari pengungsian terpusat menuju tahap transisi pemulihan. Seiring berahirnya masa tanggap darurat pada 11 mendatang, Pemkab memprioritaskan bantuan logistik dan perbaikan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.</p>
<p>​Pernyataan ini merespons adanya laporan warga di Wolomarang yang mengaku belum tersentuh bantuan dan diminta kembali ke rumah oleh pemerintah setempat.</p>
<p>​Pelaksana Tugas (Plt.) Sekda Kabupaten Sikka sekaligus Kasatgas Penanganan Bencana Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, menjelaskan bahwa seluruh pusat pengungsian pasca-tanggap darurat tahap pertama sebenarnya telah dikosongkan. Pengungsian mandiri yang tersisa hanya berada di Palue, Kangae, dan Nita dengan jumlah yang terus berkurang.</p>
<p>​&#8221;Memang setelah pasca tanggap darurat tahap 1, itu pengungsi sudah pulang semua ke rumah masing-masing, kemudian, yang terpusat masih di tiga lokasi Palue, Kangae, dan Nita. Tapi jumlahnya juga berkurang. Itu adalah masyarakat yang terdampak dan dalam kondisi adanya kerusakan rumah,&#8221; ujar Margaretha.</p>
<p><strong>Prioritas Bantuan untuk Rumah Rusak</strong></p>
<p>​Saat ini, Pemkab Sikka tengah memverifikasi dan memvalidasi sekitar 8.000 data warga dari tingkat kecamatan yang melaporkan kerusakan rumah—baik rusak berat, sedang, maupun ringan. Menurut Margaretha, warga dengan kategori rumah rusak inilah yang menjadi fokus utama penyaluran logistik karena mata pencaharian dan kehidupan sehari-hari mereka terganggu secara langsung.</p>
<p>​&#8221;Jadi bagi masyarakat yang memang memiliki rumah rusak diakibatkan karena gempa, itu paralel tahap 1 sudah proses pendataan. Dalam waktu dekat kita akan umumkan begitu juga uji publiknya. Nanti setelah penetapan SK Bupati, langsung mulai proses untuk pembangunan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>​Terkait status penanganan bencana ke depan, Pemkab Sikka akan menggelar rapat evaluasi bersama pimpinan daerah usai berakhirnya masa tanggap darurat pada tanggal 11 untuk menentukan apakah status akan diperpanjang atau resmi beralih penuh ke tahap pemulihan.</p>
<p><strong>Transparansi Donasi Uang Tunai</strong></p>
<p>​Menjawab isu perihal pengelolaan bantuan donasi, Margaretha memastikan seluruh bantuan yang masuk tercatat dengan transparan. Donasi dalam bentuk uang tunai termasuk bantuan dari tingkat kementerian, hingga saat ini belum terpakai dan tersimpan aman di rekening resmi.</p>
<p>​&#8221;kami selalu publikasikan setiap sore untuk donasi yang masuk dari siapa, jumlah berapa, saldo rekeningnya berapa. Pemanfaatannya itu yang mungkin kita atur kembali apakah nanti di masa transisi baru dimanfaatkan dengan mekanisme seperti apa, karena memang kita juga harus menyampaikan ke publik soal pemanfaatannya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>​Sementara itu, untuk bantuan uang tunai yang diserahkan langsung oleh Menteri kepada Bupati beberapa waktu lalu, pihak Satgas telah membelanjakannya dalam bentuk barang sesuai kebutuhan prioritas di lapangan dan kini tinggal menunggu jadwal pendistribusian (pendroppingan).</p>
<p>​Proses penyaluran logistik dipastikan tetap berjalan beriringan dengan penyisiran kebutuhan warga terdampak di berbagai titik. Pemkab Sikka berkomitmen agar seluruh dana donasi maupun bantuan logistik dapat dimanfaatkan secara akuntabel hingga masa pemulihan pascabencana selesai.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah 5 Hari Mengungsi Tanpa Bantuan, Warga Wolomarang Kecewa Dipaksa Pulang oleh Lurah</title>
		<link>https://www.perspektifnusantara.com/6091/sudah-5-hari-mengungsi-tanpa-bantuan-warga-wolomarang-kecewa-dipaksa-pulang-oleh-lurah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Arnold Bewat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 04:08:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam Gempa Bumi Flores]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Wolomarang]]></category>
		<category><![CDATA[PerspekifNusanara.com]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.perspektifnusantara.com/?p=6091</guid>

					<description><![CDATA[PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE — Duka para korban gempa di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, semakin berat. Sebanyak 142 jiwa dari 36 Kepala Keluarga (KK) yang bertahan di lokasi pengungsian samping Gereja Wolomarang mengaku belum tersentuh bantuan logistik sedikit pun selama lima hari terakhir. Koordinator Pengungsi, Iramaya Abdul Wahid atau yang akrab disapa Ibu Maya, membeberkan kondisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PERSPEKTIFNUSANTARA.COM</strong>, MAUMERE — Duka para korban gempa di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, semakin berat. Sebanyak 142 jiwa dari 36 Kepala Keluarga (KK) yang bertahan di lokasi pengungsian samping Gereja Wolomarang mengaku belum tersentuh bantuan logistik sedikit pun selama lima hari terakhir.</p>
<p>Koordinator Pengungsi, Iramaya Abdul Wahid atau yang akrab disapa Ibu Maya, membeberkan kondisi miris yang dialami para pengungsi. Menurutnya, alih-alih mendapat penanganan yang baik di tengah masa tanggap darurat, warga justru didesak oleh oknum Lurah setempat untuk mengosongkan pengungsian.</p>
<p><strong>Dipaksa Pulang dan Diminta Tanda Tangan Surat &#8220;Sukarela&#8221;</strong></p>
<p>Ibu Maya mengungkapkan bahwa desakan untuk pulang tersebut terjadi pada saat masa tanggap darurat pertama selesai 28/8/2026, padahal masa tanggap darurat yang ditetapkan Gubernur masih berlaku hingga tanggal 12 mendatang. Yang membuat warga berang, pengungsian diminta dibubarkan dengan syarat warga harus menandatangani surat pernyataan pulang secara sukarela.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya dari Gubernur itu kan harusnya sampai tanggal 12 (masa tanggap darurat), tapi Ibu Lurah dulu itu malah dia usir kami disuruh pulang dengan catatan itu ditulis di situ suruh tanda tangan dengan cara sukarela. Di situ saya keberatan. Makanya saya bilang, ‘Oh supaya besok-besok kalau ada apa-apa dia tidak lagi tanggung jawab,&#8221; tegas Ibu Maya dengan nada kecewa.</p>
<p>Meski sempat diminta pulang, trauma akibat gempa susulan pada Kamis subuh lalu memaksa warga kembali mendatangi titik pengungsian. Sebagai pengurus RT setempat, Ibu Maya mengaku dilematis dan enggan melapor kembali ke pihak kelurahan karena terbentur sikap tegas aparat kelurahan sebelumnya.</p>
<p><strong>Dugaan Tebang Pilih Logistik Bantuan</strong></p>
<p>Kekecewaan warga kian memuncak saat melihat indikasi tebang pilih dalam penyaluran bantuan. Ibu Maya menyaksikan sendiri adanya oknum pegawai kantor lurah yang membawa pulang bantuan logistik berupa tiga dus mi instan dan satu karung beras ke rumah pribadinya, disertai nada bicara yang tidak mengenakkan.</p>
<p>&#8220;ternyata itu bantuan penuh tadi saya lihat ada tetangga itu yang kerja di kantor lurah ada bawa mi tiga dos, ada bawa beras satu karung,&#8221; ujar Ibu Maya.</p>
<p>Tak hanya itu, laporan dari mantan ketua RW setempat terkait keberadaan pengungsi di area bawah juga mendapat respons dingin dari pihak kelurahan. Laporan tersebut berulang kali diabaikan tanpa ada tindak lanjut yang jelas.</p>
<p>Menghadapi jalan buntu di tingkat kelurahan, pihak pengungsi akhirnya berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat, Pak Ramli, beserta jajaran kepolisian. Atas arahan dari pihak kepolisian, warga diminta berkoordinasi langsung dengan pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menembus alur birokrasi kelurahan yang dinilai menyulitkan.</p>
<p>&#8220;Jadi saya hubungi tadi malam Pak Ramli, Pak Kamtibmas, teman-teman yang di kepolisian, jadi mereka yang arahkan supaya langsung ke BNPB. Karena sembako bilang masih banyak itu menumpuk. Jadi mereka (warga lain) dapat bantuan langsung ke mereka, tidak lagi lewat kelurahan.,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Warga berharap pihak BPBD dan pemerintah daerah segera turun tangan menyalurkan bantuan ke posko pengungsian samping Gereja Wolomarang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
